HARI PAHLAWAN
244 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nyewu #DaftarSB19
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tradisi Nyewu dalam Upacara Kematian Kata  nyewu  berasal dari bahasa Jawa yang artinya  seribu , tradisi  nyewu  atau peringatan seribu hari dalam budaya Jawa adalah prosesi ritual dalam upacara peringatan meninggalnya seseorang yang merupakan penutup ( pungkasan ) untuk melepas dan mengikhlaskan arwah orang yang sudah meninggal kepada Sang Khaliq. Sehingga sangat penting dilakukan, memperingati  meninggalnya  seseorang untuk terakhir kalinya ( selametan nguwis-uwisi ). Awal mulanya tradisi tersebut dilakukan oleh umat agama Hindu-Budha.Disebutkan bahwa kepercayaan yang ada pada sebagian umat Islam, orang yang meninggal jika tidak diadakan selamatan maka rohnya akan gentayangan adalah jelas-jelas berasal dari ajaran agama Hindu. Dalam agama Hindu ada keyakinan yang dikenal dengan  Panca Sradha  (Lima Keyakinan).   Lima keyakinan itu meliputi percaya kepada  Sang Hyang Widhi, Roh Leluhur, Karma Pala, Samskara...

avatar
Krisna Aryan
Gambar Entri
Sadran #DaftarSB19
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Memanjatkan doa, memuja kebesaran Sang Khalik. Abdi Dalem Kesultanan Ngayogyakarta dan Surakarta seakan tak ingin lepas dari ketakziman.  Sosok raja diagungkan. Arwahnya pun didoakan dengan khusyu. Orang-orang di lingkaran dalam Kesultanan itu percaya bahwa dengan berdzikir di beranda makam keluarga Kerajaan Mataram adalah bentuk pengabdian tertinggi untuk para leluhur Tanah Jawa.  Ritual di pemakaman keluarga kerajaan, baik di kawasan Kota Gede maupun Imogiri, disebut sebagai prosesi  sadran . Momentumnya jatuh menjelang bulan suci Ramadhan, bulan Ruwah dalam kalender Jawa atau bulan Sya`ban dalam penanggalan Arab.  Bila ditelusur ke belakang, jejak  sadran  di Tanah Jawa terekam jelas di era Majapahit sekitar penghujung abad ke-13 atau ketika tradisi Hindu-Buddha melekat kuat.  Sadran  pada masa itu disebut  sadra.   Kata  sadra  berasal dari bahasa Sansekerta yang secara ilmu asal u...

avatar
Krisna Aryan
Gambar Entri
Nguras Enceh #DaftarSB19
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Upacara Nguras Enceh  Upacara nguras enceh atau gentong dilaksanakan di kompleks makam raja-raja Mataram yang berada di daerah Pajimatan, Imogiri. Acara nguras enceh atau gentong selalu dilakukan setiap hari Jumat kliwon pada bulan Suro. Upacara dihadiri oleh banyak orang baik warga sekitar maupun turis-turis. Ada yang sekedar ingin menyaksikan upacara, ada yang ingin mengetahui makna upacara ada pula yang ingin mencari berkah. Sebagai salah satu upacara adat,  nguras enceh  (membersihkan genthong) di yang berada di kompleks makam Raja-raja Mataram Imogiri memang dipercaya membawa berkah. Air dari genthong dipercaya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan tolak bala. Enceh atau gentong di makam raja-raja ini berjumlah 4 buah. Masing-masing enceh mempunyai nama tersendiri seperti , Ada empat enceh yang masing masing diberi nama Nyai Siyem yang berasal dari Siam, Kyai Mendung dari Turki, Kyai Danumaya dari Aceh dan Nyai Danumurti dari Palembang. Keempat en...

avatar
Erinayuliansyah
Gambar Entri
Siraman Pusaka Yogyakarta #DaftarSB19
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Di lingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dikenal beberapa jenis pusaka, diantaranya: senjata berupa tombak, keris, regalia, ampilan, panji-panji, gamelan dan kereta. Pusaka-pusaka yang disebut sebagai Kagungan Dalem itu biasanya mempunyai nama, dan mempunyai gelar kehormatan seperti Kangjeng Kyai atau Kangjeng Nyai, bahkan Kangjeng Kyai Ageng untuk pusaka yang dipercaya mempunyai kekuatan magis paling besar. Pusaka kraton dipercaya bersifat sakral, dan memiliki kekuatan supranatural. Sebagian pusaka kraton diwariskan secara turun temurun, bahkan ada yang berasal dari Kraton Demak. Benda-benda pusaka tersebut biasanya dibersihkan secara intensif sekali dalam setahun yaitu pada bulan Sura dalam kalender Jawa sebagai satu bentuk upacara tradisional yang setiap tahun dilakukan oleh kerabat  Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, lazim disebut upacara Siraman Pusaka. Kata siraman berasal dari kata siram (mandi). Yang dimaksud dengan Siraman Pusaka Kraton adalah me...

avatar
Erinayuliansyah
Gambar Entri
Pangkat Dan Kedudukan Abdi Dalem #DaftarSB19
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Seperti dalam pemerintahan modern, terdapat jenjang kepangkatan dalam struktur organisasi Abdi Dalem. Setelah melalui proses magang selama dua tahun seorang calon Abdi Dalemakan diwisuda menjadiÃÆ'¢â‚¬Ã...¡Abdi Dalem. Jenjang Kepangkatan Abdi Dalem Jenjang kepangkatan Abdi Dalem berurutan dari bawah adalah sebagai berikut: Jajar Bekel Anom Bekel Sepuh Lurah Penewu Wedono Riya Bupati Bupati Anom Bupati Sepuh Bupati Kliwon Bupati Nayoko Pangeran Sentana Kenaikan jenjang karir seorangÃÆ'Æ'â€Ã...¡ÃÆ'‚ Abdi Dalemberbeda antara...

avatar
Tobingghartati97
Gambar Entri
Peyek Tumpuk Khas Yogyakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Makanan ini dinamakan  Peyek Tumpuk  karena bentuknya berbeda pada umumnya yang pipih, sedangkan peyek tumpuk ini berbentuk tidak beraturan hampir bulat sehingga kacang tanah menjadi bertumpuk tumpuk. Dari bentuk inilah makanan ini lebih dikenal dengan sebutan Peyek Tumpuk. Berikut bahan dan cara sederhana membuat  Peyek Tumpuk . Bahan-bahan Tepung Beras Tepung kanji Air santan Telur ayam Kacang Tanah lokal Minyak kelapa Bumbu : Bawang putih Ketumbar Garam Daun Jeruk Kencur Cara membuat Adonan dikocok sampai benar-benar bagus. Digoreng dengan 2 wajan pengorengan, wajan pertama untuk membuat gumpalan peyek tumpuk (membuat tumpuk-tumpuk), wajan kedua untuk mematangkan peyek tersebut. Setelah peyek dari wajan atau gorengan yang kedua silahkan peyek tersebut diangin-anginkan selama 24 jam, sebenarnya peyek tersebut sudah matang namum peyek tersebut warnyan...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Gadungan gaplek
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan-bahan   1 kg  singkong 3 sendok makan  tepung tapioka 200 gram  gula putih 1 sendok teh  garam Bahan tambahan 200 gram  kelapa parut muda 1/2 sendok teh  garam 1/2 sendok teh  gula putih Langkah   Kupas dan cuci bersih singkong, kemudian jemur sampai kering menjadi gaplek yg sampe hitam seperti jamuran (kehujanan dan kepanasan beberapa hari)          ...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Cerita Fabel: Pengertian, Sejarah dan Ciri-Ciri
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Fabel merupakan sebuah cerita yang karakter-karakternya berisi hewan, tumbuhan atau benda tak bergerak yang bisa melakukan aktivitas layaknya manusia seperti makan, minum, berbicara dan berjalan. Asal mula kata fabel sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “fabula” yang mana merupakan gabungan dari kata ‘fari” yang berarti bicara dan “ula” yang berarti singkat atau pendek. Jadi bisa dikatakan fabel itu cerita pendek. Namun, secara global fabel adalah cerita dongen hewan. Dulu cerita fabel tidak begitu dikenal, tapi seiring perjalanan waktu fabel mulai menyebar dari mulut ke mulut sehingga bisa terkenal sekarang ini terutama untuk kalangan para pendongeng. Setiap daerah biasanya memiliki cerita fabel yang menjadi kepercayaan tersendiri misalnya sejarah berdirinya suatu desa karena berasal dari hewan tertentu. Pada cerita fabel biasanya pengarang menjadikan hewan sebagai makhluk hidup utama yang mewakili manusia dalam berbagai kebijakan kehidupan. Pengarah tidak menempatkan toko hew...

avatar
Orans Media
Gambar Entri
Rasulan, Pesta Rakyat di Gunungkidul
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Rasulan adalah suatu tradisi atau ritual tahunan setelah musim panen dan sudah lama diselenggarakan oleh masyarakat Gunungkidul. Kata rasulan sendiri tidak selalu dikaitkan dengan suatu kegiatan yang erat hubungannya dengan peringatan terhadap suatu momen hidup Nabi Muhammad SAW, namun kegiatan ini kegiatan budaya masyarakat sekitar. Ritual ini diselenggerakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada semua warga. Masyarakat Gunungkidul memaknai Rasulan sebagai hari raya ketiga selain Idul Fitri dan Idul Adha. Biasanya, orang tua akan mengundang teman-teman anak mereka dan akan memasak masakan spesial untuk dihidangkan kepada mereka. Jadi, anak-anak tersebut membawa teman-temannya untuk makan di rumah. Tradisi ini menjadi keunikan tersendiri dan kebanyakan dari masyarakat Kabupaten Gunung Kidul sangat menunggu momen ini dibandingkan lebaran. Bahkan untuk melaksanakan tradisi Rasulan ini, mereka lebih banyak mengelu...

avatar
Noorallifa Adhienda