Budaya Indonesia
563 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pernikahan Adat Batak Toba
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pernikahan atau perkawinan dalam Batak Toba merupakan tahapan awal dimana kedua mempelai mulai memasuki adat Batak secara penuh. Seperti pada suku lain, Batak Toba menempatkan proses dan tahapan pernikahan merupakan sesuatu ritual yang sakral dan penuh makna. Sebab memulai suatu keluarga dalam adat Batak Toba berarti memulai suatu tahapan pembentukan lingkungan sosial adat kecil yang nantinya mampu menyokong adat horja yang lebih besar dalam ruang lingkup  Dalihan na Tolu (baca  Sekilas tentang Dalihan na Tolu )   dan bentuk pelaksanaannya dalam tata cara  Suhi ni Ampang na Opat (baca  Apa arti Suhi ni Ampang na Opat? ) . Adapun tata cara adat Batak dalam pernikahan yang disebut dengan adat  na gok,  yaitu pernikahan orang Batak secara normal berdasarkan ketentuan adat terdahulu seperti tahap-tahap berikut ini: 1. Mangaririt Sekarang ini ada yang melaksanakan acara  paulak une  dan  maningkir tangga &nb...

avatar
Oase
Gambar Entri
Pernikahan Adat Nias
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalam Provinsi Sumatera Utara terdapat Kepulauan Nias, yang menyimpan begitu banyak kebudayaan. Masyarakat Nias memberi nama pada daerah tempat tinggal mereka dengan sebutan “Ono Niha” (Ono = anak atau keturunan, Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai “Tano Niha” (Tano = tanah). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Masyarakat Nias kuno adalah masyarakat yang hidup dalam budaya megalitik (batu besar) yang dibuktikan dengan peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman khususnya di Teluk Dalam (Nias Selatan), Onolimbu (Nias Barat)dan di tempat-tempat lain sampai pada saat zaman sekarang ini. Perkawinan dalam adat Nias merupakan hal yang paling penting dan sangat bersifat sakral. Masyarakat Suku Nias, menganggap bahwa perkawinan adalah kehidupan yang harus diteruskan diatas bumi ini karena harus dijalankan dengan hukum adat atau fondrako. 1. ...

avatar
Oase
Gambar Entri
Manafo
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Mengunyah sirih adalah sesuatu yang biasa di Nias. Tradisi ini disebut sebagai "manafo". Lima bahan yang digunakan; daun sirih (tawuo), kapur (betua), gambir (gambe), tembakau (bago), dan pinang (fino). Ramuan dari lima bahan ini disebut "Afo".  Karena tradisi ini sangat hidup, "manafo" dianggap sebagai  satu simbol budaya Nias dan sering menjadi bagian di acara tradisional di Nias, seperti upacara menyambut pengunjung penting.       Sumber:  http://www.museum-nias.org/istiadat-nias/

avatar
Oase
Gambar Entri
Arsitektur Nias
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Banyak peneliti setuju bahwa rumah-rumah tradisional Nias (Omo Hada) termasuk diantara contoh-contoh terbaik dari arsitektur vernakular di Asia.  Rumah-rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku dan jauh lebih mampu menahan gempa kuat, daripada rumah-rumah modern.  Ada variasi dalam arsitektur dan gaya di seluruh pulau. Rumah Nias ditinggikan dari tanah dan dibangun untuk pertahanan, karena orang-orang Nias dulu tinggal dalam peperangan abadi. Banyak arsitek dan antropolog dari seluruh dunia telah mengunjungi Nias untuk mempelajari gaya bangunan unik rumah adat ini.  Banyak orang tua Nias dilahirkan di rumah-rumah seperti ini. Tetapi karena biaya dan usaha untuk mempertahankan rumah tradisional ini menjadikan mereka semakin-semakin langka. Pengunjung dapat melihat banyak contoh dari rumah-rumah tradisional di seluruh pulau, khususnya di daerah selatan yang mempunyai beberapa desa yang sangat terpelihara. Ribuan tahun lamanya, dua suku utama di Nias hidu...

avatar
Oase
Gambar Entri
Mitos Gempa Bumi di Kepulauan Nias
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Seperti halnya di tatar Sunda yang memiliki tradisi lisan mengenai mitos gempa bumi di Kepulauan Nias pun punya mitos tersendiri tentang bencana alam ini. Menurut kepercayaan penduduk di Kepulauan Nias gempa bumi diakibatkan oleh kemarahan dari dewa-dewa yang menguasai dunia bawah tanah. Kemurkaan yang pada akhirnya membuat bumi berguncang ini konon dikarenakan penduduk setempat banyak yang melanggar aturan dan norma-norma. Tradisi lisan yang berbentuk hoho atau syair ini menceritakan tentang seorang putra Sirao yang tugasnya menopang Pulau Nias bernama Bauwadanohia atau Simayamayarao atau disebut juga dengan Lature Dano. Diceritakan bahwa agar Pulau Nias ini tak tercerai berai dan tetap stabil maka Sirao menugaskan anaknya yang bernama Bauwadanohia ini untuk menopang tanah Kepulauan Nias. Dan dalam melaksanakan tugasnya yang maha berat, untuk membuat Pulau Nias lebih kokoh lagi, sang Sirao pun kemudian menugaskan anaknya yang lain yakni Lasorogae Sitolu Daha atau Lasorogae Sidua D...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Fafira
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Pemain dan penonton dituntut kewaspadaan dan disiplin. Seorang warga,  Takdir Haria (45), menuturkan, seorang pemain harus menguasai betul teknik permainan  fafiri  agar tidak membahayakan dirinya dan juga penonton. Pemukul  firi  harus memahami betul cara memukulnya. Misalnya, dia harus mampu memukul persis sepertiga bagian  firi  di sebelah kanannya. ”Kalau pemukulannya sempurna,  firi  akan terlempar dan berputar-putar,” ujar Takdir. Tahapan permainan  fafiri  sebelum dinyatakan sebagai pemenang, menurut Takdir, harus melalui tahapan-tahapan yang cukup panjang. Mulai dari undian menentukan pemukul pertama dengan suit (adu jari, kelingking, ibu jari, dan telunjuk) dalam bahasa di sana disebut  fasi.  Yang menang akan berhak menjadi regu pertama memukul  firi . Tahapan berikutnya adalah memukul. Para pemain memukul  firi  dan harus mengenai  firi &n...

avatar
Yeni27naibaho
Gambar Entri
Piccek Baju
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Sejarah Permainan Piccek Baju Piccek baju adalah permainan tradisional yang populer di Indonesia, khususnya dimasyarakat pedesaan. Permainan ini dapat ditemukan diberbagai wilayah di Indonesia baik di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Disetiap wilayahnya dikenal dengan nama yang berbeda. Di jawa permainan ini disebut Engklek dan biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Terdapat dugaan bahwa permainan ini berasal dari “Zondag – Maandag” yang berasal dari Belanda dan menyebar ke nusantara pada zaman kolonial. Walaupun dugaan tersebut adalah pendapat sementara.   Peralatan -       Batu/ pecahan genting -       Kapur untuk garis batas   Cara Bermain Peserta permainan ini melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah digambar sebelumnya ditanah. Untuk dapat bermain setiap anak harus berbekal batu yang biasanya berupa...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Panai
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Prasasti Panai tidak memiliki angka tahun yang absolut. Prasasti ini menggunakan aksara pasca-Pallawa atau aksara Kawi Akhir dan berbahasa Melayu Kuno. Prasasti ini terbuat dari batu putih atau batu kapur yang berbentuk silinder berukuran tinggi 81 cm, keliling terbesar 124 cm, dan keliling terkecil 89 cm. Tulisan diukir melingkar mengikuti bentuk medianya. Sebagian besar, kondisi prasasti ini dalam keadaan aus karena media yang digunakan adalah batu yang sifatnya sangat rapuh dan sensitif dengan iklim sehingga mudah rusak, sehingga sebagian tulisan sulit untuk dibaca. Tulisan yang dapat dibaca pada prasasti ini sebanyak sepuluh baris.   Prasasti ini ditemukan  di kompleks Biaro Bahal I, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya, prasasti sempat dikenal sebagai Prasasti Batu Gana, kemudian menjadi Prasasti Batu Gana I, penemuam ini berdasarkan adanya penemuan baru berupa prasasti dengan nama yang sama sekitar 2 ki...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Beju Ganjang, Hantu Panjang Pencabut nyawa dari Tanah Batak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Sosok Penampakan Hantu Beju Ganjang sangat ditakuti bagi etnis suku batak toba dan suku karo, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah sekitar Tapanuli Utara. Dijuluki Beju Ganjang karena  burungnya panjang  ukuran tubuhnya yang sangat tinggi atau panjang menyerupai raksasa.    Konon makhluk mistis ini suka bersembunyi dipohon-pohon tinggi seperti kelapa. Bagi siapapun yang apes bertemu dengannya, ia akan merubah wujudnya semakin lama semakin memanjang, kemudian mencekik dan mencabut nyawa orang tersebut.     Menurut cerita masyarakat asli Batak, kehadiran Beju Ganjang memang sengaja dipelihara oleh Dukun sakti, untuk menjaga rumah dan sawahnya dari para pencuri. Entah kenapa lama kelamaan, Beju Ganjang digunakan sebagai sarana santet, untuk menghilangkan nyawa dari para pesaing dukun sakti tersebut.    Tak diketahui dengan pasti siapa pemilik/pemelihara Beju Ganjang yang disebut sebagai Sigumoang,...

avatar
Deni Andrian