Museum Manusia Purba Klaster Bukuran, Sragen Plaats: Sragen Provincie: Jawa Tengah Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: Museum Manusia Purba Klaster Bukuran Bukuran, Kalijambe, Sragen Regency 57283 Sragen...
Klaster Dayu sebagai salah satu bagian dari Museum Manusia Purba Sangiran, terletak di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu situs yang penting di Sangiran. Situs ini banyak menyimpan kekayaan memori kehidupan sejak jutaan tahun silam, baik itu kehidupan flora, fauna, maupun manusia dan budayanya, serta merekam perubahan lingkungan yang pernah terjadi di Sangiran jutaan tahun silam. Informasi yang terpendam dalam lapisan-lapisan tanah purbanya perlu untuk diketahui masyarakat luas, oleh sebab itu pada tahun 2013 dibangun sebuah museum yang menyajikan temuan-temuan penting dari Situs Dayu secara khusus dan Situs Sangiran secara umum. Berdiri di atas lahan yang khusus dipilih dan dirancang sebagai sajian contoh lapisan tanah dari 4 zaman dalam rentang masa 100 ribu hingga 1,8 juta tahun silam, Museum Dayu menjelma menjadi pusat informasi tentang perlapisan tanh purba dan budaya manusia jenis Homo erectus terlengkap. Museum Day...
Museum unik di tengah kota Magelang Jawa Tengah ini memang belum setenah Muiseum Affandi yang ada di Jogja. Namanya Museum OHD. Museum ini sengaja mengambil nama pemiliknya yang bernama Oei Hang Djien. Museum uni ini terletak di dua lokasi yang berbeda. Yang pertama berada di Jl. Pangeran Diponegoro no 74 dan lainnya Jl. Jenggolo no 14. Museum ini didirikan oleh seorang kolektor asal Magelang, bernama Oei Hang Djien. Pria yang lahir pada tanggal 5 April 75 tahun silam kebih akrab di panggil dengan sebutan OHD. OHD memulai koleksinya pada tahun 1970an. Dan untuk menyimpan seluruh koleksinya OHD membangun museum yang pertama pada tahun 1997. Dengan jumlah koleksi yang terus bertambah, ia lalu membuat museum keduanya pada tahun 2006. Saat jumlah museumnya sudah berjumlah tiga, Museum ketiga yang ia beri nama New Museum OHD baru diresmikan pada tanggal 5 April 2012. OHD sudah memiliki koleksi lebih dari 2000 karya seni, yang terdiri dari karya anak bangsa. Dianta...
Openingstijden: Senin - Minggu 07:00-17:00 Plaats: Blitar Provincie: Jawa Timur Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: Museum Gebang Blitar Sanan Wetan Jalan Sultan Agung No.59 66137 Bl...
Museum Tubuh Bagong Adventure, Malang Openingstijden: Senin - Minggu 08:30-16:30 Plaats: Malang Provincie: Jawa Timur Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: ...
Museum Semen Indonesia , Gresik Website: http://www.semenindonesiafoundation.org/ Plaats: Gresik Provincie: Jawa Timur Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: ...
Museum d'Topeng Kingdom Kota Wisata Batu, Kota Wisata Batu Website: dtopengkingdommuseum.com Openingstijden: Senin - Minggu 12:00-20:00 E-mail: guest.dtopengkingdom@gmail.com Plaats: Kota Wisata Batu Provincie: Jawa Timur Land:...
http://uc.blogdetik.com Gandrung Sewu Banyuwangi merupakan event tari kolosal yang melibatkan seribu penari Gandrung. Event ini dapat kamu saksikan pada tanggal 20 Oktober 2018 di Banyuwangi. Festival ini juga memperkenalkan pada dunia tentang pesona Tari Gandrung. Sumber :https://www.travelagent.co.id/article/traveling-ideas/8-ritual-dan-tradisi-tahun-2018
Jajanan ini sudah saya kenal sejak masa kanak-kanak, kadang dibeli Ibu saya untuk menemani minum teh atau sekedar pengganjal perut di pagi hari. Dijual di sebuah warung yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumah kami. Letaknya di jalan utama di seberang masjid desa. Layaknya restoran khas desa tempo dulu, letak warung menyatu dengan rumah sang pemilik. Menjual menu khas desa seperti Nasi Pecel, Nasi Tumpang dan berbagai macam jajanan pasar yang dibuat sendiri oleh Bu Koro. Dan tak ketinggalan sediaan kopi hangat mengepul yang dihidangkan sehabis sarapan. Tak heran warung ini sangat populer ibarat cafe untuk kumpul para Bapak2 di pagi hari sambil bertukar cerita sebelum bekerja. Warung sekaligus rumah Bapak dan Ibu Koro juga menyimpan sejarah bagi kami anak-anak yang tinggal di sekitarnya termasuk saya. Waktu itu di usia saya yang masih SD, di pertengahan tahun 70an keluarga yang memiliki televisi bisa dihitung dengan jari tetapi keluarga Pak Koro adalah perkecualian. Belia...