Anak
401 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Usul Kota Kediri Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Kabupaten Kediri adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan berada di Kediri meskipun pemindahan pusat pemerintahan ke Pare telah lama direncanakan dan bahkan sekarang dibatalkan. Akhirnya pada saat ini ibu kota Kabupaten Kediri secara de jure berada di Kecamatan Ngasem. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Jombang di utara, Kabupaten Malang di timur, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung di selatan, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo di barat, serta Kabupaten Nganjuk di barat dan utara. Kabupaten Kediri memiliki luas wilayah 963,21 km² dengan 26 kecamatan. Pada zaman dahulu, di daerah yang sekarang disebut Kediri, berdirilah sebuah kerajaan besar. Nama Kerajaannya adalah "Kerajaan Medang". Salah satu rajanya yang terkenal bernama Prabu Airlangga beliau berasal dari Bali. Beliau menjadi Raja Medang setelah menikah dengan putri dari Raja medang sebelumnya Pada Saat usia Prabu Airlangga sudah tua, ia ingin menjadi p...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Gapura Wringin Lawang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Gapura Wringin Lawang terletak di wilayah administrasi Dukuh Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gapura ini tidak terlalu jauh dari jalan utama Surabaya – Solo.   Bangunan Wringin Lawang ini sebenarnya bukan merupakan bangunan candi melainkan sebuah gapura, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Gapura Wringin Lawang. Bangunan ini berada di permukaan tanah pada ketinggian 36,42 meter di atas permukaan laut, orientasi bangunan ke arah timur-barat dengan azimuth 279áµ'. Bangunan kuno ini telah dikenal sejak tahun 1815 dalam tulisan Raflles,  History of Java , yang disebut dengan nama “Gapura Jati Pasar”. Pada tahun 1907 dalam tulisan Knebel, gapura ini dikenal dengan nama “Gapura Wringin Lawang”, dibuat dari bata.   Menurut ceritera sesepuh yang tinggal di dekat lokasi gapura, bahwa sebutan Wringin Lawang dikaitkan adanya dua buah pohon ber...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Sumur
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Candi Sumur berlokasi sekitar 100-200 m sebelah barat daya  Candi Pari . Sebagaimana umumnya candi yang dibuat dari batu bata, kondisi Candi Sumur juga sudah relative rusak, tinggal sisa dari bagian dinding sebelah timur dan selatan, beserta lantai dan fondasi bangunan walaupun begitu arsitektur secara keseluruhan dari candi ini bisa nampak. Bentuknya hampir sama dengan candi periode Jawa Timur pada umumnya tinggi langsing dengan atap berbentuk persegi sedangkan bahan yang digunakan semuanya terbuat dari bata merah. Secara filosofi hal ini sangat mendukung kepercayaan yang tumbuh pada masa Majapahit bahwa hidup dan kehidupan itu berasal dari tiga unsure yaitu air, tanah dan api. Hal ini nampak pada bahan untuk mendirikan bangunan suci. Batu bata dibuat dengan bahan dasar tanah yang kemudian dicampur air dan dibakar. Candi ini didirikan pada masa yang sama dengan  Candi Pari . Lokasi Candi Sumur ini hanya berjarak ± 100 meter dari  Candi Pari . Ukuran candi...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Tawangalun
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Hikmah mengantarkan  Principal Investigator  dini hari ke Bandara Juanda Surabaya. Dalam perjalanan pulang ke Malang, bisa mampir ke sejumlah candi yang berada di Kabupaten Sidoarjo.Di antara candi yang dikunjungi adalah Candi Tawangalun. Candi Tawangalun terletak di Jalan Candi Tawangalun I, Dukuh Kampung Baru RT. 10 RW. 05 Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di belakang kompleks Akademi Perikanan Sidoarjo (APS). Dalam kunjungan ke Candi Tawangalun, kami bernasib baik bisa bertemu dengan Ahmad Syaiful Munir, seorang juru kunci (penjaga) candi tersebut yang telah bertugas selama 16 tahun.Dia menceriterakan ukuran candi saat ini, yaitu 5x4 meter, dan tinggi candi berukuran 2,7 - 3 meter. Selintas Candi Tawangalun hanya seperti tumpukan batu bata yang tidak terawat, dan seolah kebetulan tertata di lokasi tersebut. Hal ini disebabkan bangunannya hanya tinggal separuh bagian, sedangkan bagian lain sudah...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Sien Hien Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Pada tahun 2013 saya pernah membocengkan anak perempuan melalui Jalan Sultan Agung ini untuk mengunjungi  Benteng Van Den Bosch  yang berada di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, namun tak terbayangkan jika di jalan yang kami lalui tersebut berdiri megah sebuah klenteng. Baru pada tahun 2015 ini ketika saya  mendapat libur panjang dari kantor, saya sempat mengunjungi klenteng tersebut. Klenteng tersebut bernama Klenteng Sien Hien Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Sultan Agung No. 76 Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini berada di selatan Pasar Besar Ngawi ± 50 meter. Sesuai dengan  documentary board  yang ada di dinding, klenteng ini didirikan pada tahun 1892, dan kemudian berubah nama menjadi Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD). Lalu, klenteng ini pindah ke lokasi sekarang ini pada penanggalan 6 Sha Gwee 2530 atau bertepatan dengan 2 April 1979.   Klenteng ini memil...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Dhandhanggula, Bagian V Serat Panitisastra
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Dhandhanggula   (1)  Sampun sampat neg manusya sami, barang katon sanepa sadaya, saniskara surahsane, sayogyanya  sang wiku , awan esah denya mabeki, den kukuh tapabrata, nira supayantuk, pakoleh mulyaken praja, lamun tuhu pangestuning  para resi , praja anut raharja.   (3)marang wadyatantranta sakyehing, miwah sekul ulam den aumrah, palane kedhep niitine, saparentahe  tinut , ajrihira pan ajrih asih, kukuh  prajane  karta, tekeng tepis dhusun, kawengan dana  sang nata , lau mungguh ing wanudya yen alaki, olehe anak lanang. (cuplikan tembang dhandhanggula bait 1 dan 3)   Artinya :   (1) sudah tersedia untuk semua manusia, semua yang terlihat hanyalah sebuah perumpamaan, semua artinya, bagaimana seharusnya sang pendeta pertapa, jangan mengeluh jika ingin berbakti, bertapa bratalah dengan kukuh, supaya mendapat apa yang kamu inginkan, mendapatkan kemulyaan dari rakyat, dan mendapatkan res...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Dhandhanggula, Bagian X Serat Panisastra
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Dhandhanggula   (2)Iwir wana kaananing kaywaking, ragas anggerti dening kanginan, temah ingobar alase, rusak wana katunu, yeku iwirning menawa nenggih, ring wong abecik awya, age-age ngaku, wani digjayeng ayuda, neng ngarsaning nata lamun, durung uwis, ngasoraken kang prawira.   (3)Jangkep satus kasor kang prajurit, katawan neng madyaning ngalaga, awya ngaku pandhitane, yen durung sang awiku, ngasoraken satus pra resi, lan angumpulena, kang bisa wong sewu, tur ingkang padha pandhita, ingkang sewu prandene kasoran dening, wong ingkang widayaka.   (6)akeh-akeh wisayaning janmi, Ratu datan jrih ing kasalahan, tan nolih mring karatone, ilang tyasing sang wiku, santosane mungguh ing Widi, tan kajeng kasangsaran, ing sapurungipun, anak samnya ngala-ala, maring Bapa tan jrih ing tulah sarik, Dyah nir tang kawirangan.   Artinya :   (2)keadaan hutan itu, rontok karena terkena angin, hutannya terbakar, hutan itu ter...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Arjunasasrabahu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Karya tulis Raden Ngabehi Sindusastra  terdiri atas 6 jilid. Isi naskah itu mengambil dasar cerita dari Serat Kanda, yang sudah membaurkan cerita wayang dari Mahabarata dengan unsur-unsur keislaman. Kitab ini ditulis dalam bentuk tembang macapat, dan kadang-kadang disebut juga  Kitab Lokapala atau Kitab Arjunawijaya . Serat Arjunasasrabahu ditulis pada tahun 1757 (Jawa) atau 1830 Masehi. Oleh  Palmer van den Broek , kitab karya R. Ng. Sindusastra ini dimuat dalam  Verhandelingen van het Bataviaasche Genootschap No. 34 Th 1870 , dan dicetak ulang pada tahun 1872, 1883, dan 1886 oleh  Van Dorp , Semarang. Selanjutnya Balai Pustaka Jakarta juga menerbitkan kembali buku ini pada tahun 1932. Isi ringkas Serat Arjunasastrabahu adalah: Perjalanan Resi Wisrawa dari Lokapala ke Alengka untuk melamar Dewi Sukesi bagi anaknya, Wisrawana atau Danaraja. Setelah menguraikan Sastra Jendra Hayuningrat, Dewi Sukesi dinikahi sendiri oleh Resi Wisrawa. Danaraja ma...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kitab Pararaton
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Kitab Pararaton adalah kitab kuno yang pertama ditulis pada tahun 1535 Saka atau 1613 M, dan cukup dikenal masyarakat Indonesia. Banyak yang mengidentikkan Kitab Pararaton dengan kisah Ken Angrok. Pembuatan Kitab Pararaton itu memiliki motif yang hampir sama dengan kitab-kitab zaman dahulu seperti Babad Tanah Jawi, yaitu sebagai alat legitimasi kekuasaan. Raja sering mengidentikkan dirinya sebagai perwakilan atau pun reinkarnasi  dari dewa-dewa. Dengan cara seperti itu diharapkan rakyat akan tunduk dan merasa dalam pengayoman dewa-dewa. Secara umum isi Kitab Pararaton menceritakan cikal-bakal berdirinya kerajaan di Singasari yang dipimpin Ken Angrok. Berdirinya Kerajaan Singasari penuh dengan kisah-kisah tragis yang memakan korban. Berawal dari Tunggul Ametung yang melarikan Ken Dedes, diteruskan dengan kisah pembunuhan Mpu Gandring oleh Ken Angrok, yang kemudian berbuah kutukan pada anak cucu Ken Angrok dan tujuh raja pun akan mati karena keris Mpu Gandring. Setel...

avatar
Arum Tunjung