1
5.005 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kue Gandos Ambarawa
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Kue Gandos Ambarawa   Kue gandos banyak ditemukan di pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Jajanan kue ini sangat digemari oleh kalangan manapun dari jaman Belanda sampai sekarang karena ciri khasnya yang unik. Kue ini terbuat dari tepung beras khusus yang dibuat secara tradisional, bukan tepung beras kemasan yang biasanya dapat ditemukan di supermarket ataupun toko - toko yang sering kita kunjungi. Cara membuat tepung beras ini menggunakan beras yang harus disangrai terlebih dahulu lalu ditumbuk. Kue ini pun menggunakan campuran santan, 1 butir telur, gula, dan garam secukupnya. Kue gandos khas Ambarawa - lah yang terunik diantara kue gandos yang sering kita temui. Kue gandos Ambarawa ada dua macam, yaitu: kue gandos pisang dan asin. Kue gandos pisang adalah kue gandos yang ditambahkan pisang di atas kue tersebut dan bentuknya bundar, sedangkan kue gandos asin yaitu kue gandos dengan rasa aslinya namun bentuknya memanjang.  Cara membuat gandos juga cukup unik,...

avatar
OSKM18_16818155_martina steffanydarmawan
Gambar Entri
Prol Sukun
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Pohon sukun merupakan pohon yang langka di perkotaan. Tekstur pohonnya yang besar perlu tempat yang luas untuk menanamnya. Namun, pohon sukun masih banyak ditanam di perdesaan. Buahnya enak dimakan dg cara dikukus atau direbus. Namun sekarang, buah sukun bisa dinikmati dengan mengolahnya sehingga menjadi makanan teman minum teh dengan tampilan dan rasa yang lebih menarik dan mempunyai nilai jual yg lebih tinggi. Contoh olahan buah sukun adalah Prol Sukun. Pada artikel ini akan dibahas cara pembuatan prol sukun. Bahan: Sukun matang 1/2 kg. Telur 4 butir. Gula pasir 2 ons. Gandum 2 ons. Ovalet 1 sendok makan. Simas 2 ons. Garam 1 sendok teh Cara membuat: 1. Sukun matang dibersihkan dan di buang hatinya. 2. Semua bahan dicampur sampai rata. Diuleni lalu masukkan loyang. 3. Kemudian kukus. Ditutupnya dilapisi kain supaya airnya tidak menetes ke adonan. Kira-kira 15--20 menit kemudian baru diangkat. 4. Untuk mengetahui apakah sudah matang atau belum, tusuk-tusuk p...

avatar
OSKM18_16518176_Okugata
Gambar Entri
shalat khusuf (shalat gerhana)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Bagi umat muslim, jika terjadi fenomena langit gerhana Bulan dianjurkan untuk menunaikan ibadah salat sunah gerhana atau kerap disebut salat 'khusuf'. Karena fenomena gerhana baik matahari maupun bulan adalah bukti kekuasaan Allah.   Berikut tata cara menjalankan shalat 'khusuf' :   1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram. 2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati. 3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah. 4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah. 5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran. 6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah. 7. Itidal. Baca doa i’tidal. 8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama. 9. Duduk di antara dua sujud 10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua. 11. Duduk is...

avatar
OSKM18_16618123_mujib
Gambar Entri
Tedak Sinten
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedak Sinten merupakan tradisi bagi bayi berusia 7 atau 8 bulan yang baru pertama kali belajar belajar. Tedak memiliki arti 'turun' atau 'injak' dan sinten yang berasal dari kata 'siti' yang berarti tanah maka dari itu tradisi ini dikenal juga sebagai tradisi turun tanah yang berasal dari budaya masyarakat Jawa. Tedak Sinten di laksanakan berdasarkan kalender Jawa dimana 1 bulan berarti 35 hari, berbeda dengan kalender Masehi yang memeiliki 30 atau 31 hari dalam satu bulan. Jadi, tedak sinten dilakukan ketika bayi kurang lebih berumur 245 hari dari hari kelahiran. Proses ini di mulai di pagi hari, di sediakan 7 jadah atau kue ketan yang memiliki warna berbeda dimulai dafri warna putih hingga hitam yang akan di tapaki oleh kaki anak sebagai simbol suatu harapan agar sang anak dapat melewati berbagai macam kesulitan setiap harinya dan  mengingatkan seberat apapun masalah nya pasti akan ada titik terang, Setelah itu, anak dituntun untuk menaiki...

avatar
OSKM18_16618061_Rezaldy
Gambar Entri
Tradisi Menjalin Silaturahmi "Uwat" dikalangan Arab-Indonesia
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Menjalin Tali Hubungan Setelah Hari Raya “Uwat” di kalangan Arab-Indonesia Uwat adalah jalinan silaturahmi antar kaum Arab-Indonesia setelah melaksanakan ibadah Hari Raya Idul Fitri dalam jangka waktu yang tidak lama setelah Hari Raya itu sendiri bisa dilakukan sore hari Hari Raya atau keesokan hari nya di tempat yang sudah menjadi tradisi di setiap kotanya, seperti contoh di Surakarta biasa dilakukan di Masjid Riyadh dimana pelaksanaannya dilakukan pada sore hari Hari Raya Idul Fitri. Referensi yang saya ambil adalah referensi kota Surakarta dimana Ayah saya terlahir, tradisi ini juga terlaksana di beberapa daerah selain Surakarta seperti Jakarta, Surabaya, dll. Dan dilengkapi dengan beberapa suguhan makanan dan minuman khas dan isi acara. Uwat itu sendiri memiliki beberapa isi acara yang dimana akan dimulai dengan sesi ceramah oleh yang dimuliakan dan dihormati seperti ustadz maupun orang terdidik. Pakaian yang digunakan adalah baju koko da...

avatar
Oskm_19718351_sayyid Sayyid Muhammad Hasan Raakin
Gambar Entri
Makna dan Filosofi Tembang Macapat
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Tembang Macapat merupakan salah satu kelompok tembang yang sampai saat ini masih diuri-uri (dilestarikan) oleh orang Jawa. Ada sebelas tembang dalam macapat, masing-masing memiliki karakter dan ciri yang berbeda, memiliki wataknya sendiri, dan memiliki aturan-aturan penulisan khusus dalam membuatnya. Aturan khusus tersebut biasa disebut sebagai wewaton (guru/patokan). Dalam macapat terdapat 3 guru yakni guru gatra (banyaknya jumlah baris dalam satu bait), guru wilangan (banyaknya suku kata dalam setiap baris) dan guru lagu (jatuhnya suara vokal dalam setiap baris/ dhong-dhing ). Dalam perkembangannya tembang macapat mengalami perbedaan tafsir. Meski terdapat banyak perbedaan tafsir macapat, namun pada aturan-aturan baku tetap sama. Guru gatra, guru wilangan dan guru lagu semua tetap menggunakan patokan yang sama. Tembang macapat diyakini sebagian besar orang jawa sebagai kelompok tembang yang memiliki makna proses hidup manusia, proses dimana Tuhan memberikan r...

avatar
OSKM18_16418324_Widy Hanifianto
Gambar Entri
Cara Membuat Nasi Jagung Khas Salatiga
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Nasi jagung adalah suatu makanan khas Indonesia yang terbuat dari jagung sebagai bahan dasarnya. Jagung yang digunakan adalah jagung yang sudah tua. Jagung tersebut mudah ditemukan di pasaran karena harganya relatif lebih murah daripada jagung manis ataupun jagung muda. Nasi jagung ini sama saja seperti nasi putih pada umumnya yang dimakan dengan lauk pauk lainnya. Nasi Jagung dinilai memiliki nilai gizi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasi beras. Nasi Jagung lebih kaya akan vitamin, mineral dan serat. Dalam nasi jagung, gizi yang paling tinggi terkandung ialah Magnesium. Mengkonsumsi Magnesium membantu mengurangi kemungkinan terkena penyakit diabetes dan darah tinggi. Nasi jagung juga dapat melancarkan pencernaan, menurunkan resiko kanker, mencegah anemia, menjaga kesehatan tulang, menurunkan kadar gula, meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menjaga fungsi ginjal.   Bahan-bahan: Jagung kering. Cara membuat Beras Jagung: 1. Jagung kering dih...

avatar
OSKM18_19718310_Vailovaya Sinya Havinaka
Gambar Entri
Pertemuan Werkudara dan Dewa Ruci
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita tentang Ajaran Dewa Ruci kepada Werkudara/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta), terdapat pada kakawin (tembang) oleh pujangga Surakarta, Yasadipura I.   Alkisah, seorang kesatria yang mulia, jujur, bahkan cenderung lugu yaitu Arya Bimasena alias Prabu Werkudara diutus oleh sang Guru Resi Durna untuk mencari "Tirta Prawitasari" yaitu air kehidupan. Air kehidupan ini berkhasiat untuk menyucikan batin guna mencapai kesempurnaan hidup.   Kemudian Bima menghadap Ibundanya yaitu Dewi Kunthi untuk pergi ke Hutan Tibaksara tepatnya di pegunungan Reksamuka. Dikatakan bahwa letak air itu tersimpan di bawah Kayu Gung Susuhing Angin (Pohon besar tempat bersarangnya angin). Namun Ibunya, Dewi Kunthi serta sanak saudaranya hendak melarangnya dan mengingatkan bahwa mungkin itu hanya jebakan dan dapat membahayakan keselamatannya.    Tekad yang kuat  mengantarkan Bima sampai...

avatar
OSKM_19918228_NIna
Gambar Entri
Serat Tripama
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Serat adalah karya sastra dari jawa yang berisi tentang ajaran-ajaran dari leluhur untuk sebuah kebaikan. Banyak sekali serat dalam budaya jawa, salah satu diantaranya adalah Serat Tripama.  Serat tripama muncul pertama kali pada zaman Mangkunegaran, yaitu diciptakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (KGPAA Mangkunegara IV) dalam bentuk Tembang Macapat Dhandanggula sebanyak tujuh  pada  (bait), di Surakarta. Serat tripama ini diterbitkan pertama kali dalam kumpulan ciptaan Mangkunegara IV, jilid III (tahun 1927). Ketujuh bait Serat Tripama mengisahkan tiga tokoh wayang yang memiliki keteladanan. Bait pertama dan kedua mengisahkan keteladanan Patih Suwanda (Bambang Sumantri), Patih dari Raja Harjunasasrabahu dari negara Maespati pada era sebelum kisah Ramayana. Bait ketiga dan keempat mengisahkan keteladanan Kumbakarna, adik dari Prabu Dasamuka raja Ngalengkadiraja (Alengka) pada era kisah Ramayana. Bait kelima dan keenam mengisahkan Suryapu...

avatar
OSKM_16918210_Fuad