Pada suatu hari, hutan terbakar dengan hebatnya, sehingga semua binatang yang ada di hutan itu berlarian kesana kemari menyelamatkan diri mereka masing-masing. Seekor lutung kurus kesakitan terguling-guling ditanah, badannya penuh luka hampir-hampir mati. Lama ia rebah telentang tak sadarkan diri. Kemudian setelah sadar ia merangkak pelan-pelan tetepi sebuah tebing dengan harapan mendapatkan air untuk melepas lapar dan rasa dahaganya. Dilihatnya sebuah telaga kecil, dan itulah yang ditujunya. Tempat itu sangat asing baginya dan asing pula bagi binatang-binatang lain di hutan itu. Terdengar olehnya ada suara yang menegurnya; "Hai Lutung kau akan kemana? Dari mana asal mulamu? Apa tujuanmu ke mari?" Dengan terkejut Lutung menoleh ke kanan kekiri, tidak seekor binatangpun yang dilihatnya. Ia hanya melihat sebuah batu yang tersembul dari permukaan air. Dengan tersenyum lalu ia menjawab, "Aku kebingungan tidak tahu jalan ke lain, kalau sampai di sini untuk minum air.&...
Tersebutlah dua laki istri yang bernama Pan Cubling dan Men Cubling berdiam di pinggir sebuah hutan. Pekerjaan kedua laki istri itu adalah mencari kayu api. Hasilnya mereka jual ke kota untuk keperluan hidup mereka sehari-hari. Di sekitar tempat itu banyak hidup kera. Entah karena apa, kera-kera itu berkawan baik dengan Pan Cubling. Meskipun demikian, ya kera tetap kera. Pan Cubling dan Men Cubling sering juga disuiknya. Diantara kera-kera yang paling sering datang datang ke rumah Pan Cubling adalah kera yang bernama ; I Bojog Peceh. Apabila Pan Cubling pergi ke hutan mencari kayu api, Men Cubling sibuk memasak di dapur. Pada saat-saat seperti itulah I Bojog Mokoh dan I Bojog Peceh datang mengangggu Men Cubling istri Pan Cubling. Pada suatu pagi yang sangat cerah. Rupa-rupanya semalam tidak ada hujan. Matahari bersinar menembus celah daun-daun kayu di pinggir hutan. Waktu itu I Bojog Mokoh seperti biasa datang ke rumah Men Cubling. Dengan perlahan-lahan I Bojog Mokoh m...
Ada seseorang bernama si Botol. Pekerjaan si Botol setiap hari mencari kayu bakar di tengah hutan. Hasil pencariannya dijual di pasar-pasar dan uangnya dibelikan beras dan lauk-pauk seperlunya. Demikianlah mata pencaharian si Botol setiap hari. Apabila ia tidak mendapat kayu bakar, terpaksa ia berpuasa, tidak makan. Pada suatu hari ia pergi ke hutan sendirian. Oleh karena disisi-sisi hutan itu sudah tak ada lagi kayu bakar, maka ia terpaksa terus masuk ke dalam hutan. Pada salah satu tempat di dalam hutan ini ia memotong-motong kayu yang sudah rebah-rebah bergelimpangan. Sedang tekun-tekunnya ia mengumpulkan potongan-potongan kayu bakar, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara harimau. Ketika ia menoleh ke samping, tampaklah olehnya seekor harimau di dalam perengkap sedang meronta-ronta. Melihat tingkah laku harimau itu, maka timbullah belas kasihan hati si Botol. Kemudian ia mendekati perangkap itu, serta beratnya, katanya, "Hai, kau Harimau, mengapa kau bisa kena perangkap?"...
Konon ceritanya di Kerajaan Sunianegara ada seorang Raja mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Diah Ratna Sari. Karena sangat cantik putri beliau, maka banyaklah putra-putra raja meminang sampai-sampai raja bingung memikirkannya. Atas usul para patih, maka diadakanlah sayembara, yang isinya barang siapa yang bisa memindahkan pohon beringin besar yang berada di tengah hutan ke kerajaan Sunianegera dan menanamkannya di depan rumah raja (bencingah) dengan catatan daun tidak boleh jatuh, ranting, akar dan cabangnya tidak boleh patah serta demikian ditanam hidupnya seperti hidup di hutan. Sesudah berselang beberapa hari banyaklah putra-putra raja mengikuti sayembara itu, tetapi semuanya gagal. Dengan tidak disangka-sangka datang seekor sapi yang sangat besar bernama Sang Sempiar ingin mengikuti sayembara yang diadakan oleh raja. Raja memperkenankan Sang Sempiar ikut dengan pertimbangan tidaklah mungkin seekor sapi akan bisa memindahkan pohon beringin ters...
Suara embo-emboan (ruas batang padi yang telah menguning dibuat mirip suling) terdengar di lembah sana, di sawah yang luas dengan padi yang mulai menguning. Pemuda-pemuda tani sedang menjalani musim mengaso, menunggu datangnya musim panen, di mana nanti mereka mulai giat bekerja lagi. Di sore hari di suatu tempat yang rindang teduh, berkumpullah 4-6 orang pemuda, asyik dengan obrolan remaja mereka, yang kadang-kadang diselingi tiupan embo-emboan, yang menimbulkan nada-nada lagu rindu sebagai ilustrasi dari keindahan alam pedesaan dengan segala keunikannya. Di kala itu di desa yang sama, yaitu di desa Banjar Sari, ada seorang gadis, bagaikan bunga baru mekar, Ni Ketut Sewagati namanya. Sudah menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat desa, dimana hubungan seorang dengan yang lainnya sangat erat. Dengan keadaan seperti ini sudah barang tentu, nama Ni Ketut Sewagati dalam waktu yang singkat tersebar ke seluruh pelosok desa. Tiap pemuda desa sudah merasa bangga, kala...
Arja adalah kesenian Bali berupa teater atau drama dan tari yang merupakan salah satu kesenian yang sangat digemari oleh masyarakat Bali. Arja merupakan seni teater yang sangat kompleks karena merupakan perpaduan dari berbagai jenis kesenian yang hidup di Bali, seperti seni tari, seni drama, seni vokal, seni instrumentalia, puisi, seni peran, seni pantomime dan seni busana, Sesungguhnya Arja ini perpaduan antara dua pendukung teater, yaitu gagasan yang datang dari para pemain dengan penonton. Sehingga Arja adalah bentuk total teater yang komunikatif . Asal Mula Arja Arja diduga berkembang sejak sekitar tahun 1814, yaitu pada pemerintahan I Dewa Gde Sakti di Puri Klungkung, saat diadakannya upacara Pelebon yang dilakukan oleh I Gusti Ayu Karangasem. Upacara Pelebon besar-besaran ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk raja-raja seluruh Bali. Pada saat itu atas prakarsa I Dewa Agung Mangis asal Gianyar dan Dewa Agung Jambe digelarkan untuk pertama kalinya Ar...
Tari Wirayudha merupakan tari perang yang ditarikan oleh antara 2 sampai 4 pasang penari pria bersenjatakan tombak. Tari ini menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap-siap untuk maju ke medan perang. Para penari mengenakan hiasan kepala berbentuk udeng-udengan, tarian yang merupakan produksi Sanggar Tari Bali Waturenggong ini adalah ciptaan I Wayan Dibia pada tahun 1979. sumber : http://www.tradisikita.my.id/2015/05/15-tarian-tradisional-dari-bali.html
Bahan-bahan 1 porsi 1 butir keladi 4 lembar daun lettuce Romaine Segenggam bean sprouts yg bisa dibuat dari kacang-kacangan secukupnya Udang 50 cc fresh cream atau secukupnya Garam, Butiran merica, ketumbar, giling kasar(simpan merica, ketumbar dalam tabung grinder 4 butir tomat chery/tomat Italia yang lonjong Langkah 10 menit Kupas keladi, potong 4. Rebus hingga empuk. Sisihkan. Sayuran dipotong 4 cm....
Sumber : Arsip Kota Bali Bali tidak hanya jadi tempat hangout yang asyik, tapi juga tempat yang kental dengan karya seninya. Salah satunya adalah Museum Blanco Renaissance, yang didirikan oleh Antonio Blanco, seniman keturunan Spanyol. Antonio telah berkeliling dunia demi mendalami pengetahuannya mengenai kesenian. Hingga pada akhirnya dia berhenti di Bali pada 1952. Di dalam museum ini, terdapat berbagai macam karya lukisan yang pernah Antonio buat, sebelum meninggal dunia pada 1999. Sumber :https://www.idntimes.com/travel/destination/alvin-surya-pratama/museum-terbaik-di-indonesia-untuk-liburan/full