Kabupaten Buleleng adalah sebuah kabupaten di provinsi Bali, Indonesia. Ibu kotanya ialah Singaraja. Buleleng berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Kabupaten Jembrana di sebelah barat, Kabupaten Karangasem di sebelah timur dan Kabupaten Bangli, Tabanan serta Badung di sebelah selatan. Panjang ruas pantai Kabupaten Buleleng sekitar 144 km, 19 km-nya melewati Kecamatan Tejakula. Selain sebagai penghasil pertanian terbesar di Bali (terkenal dengan produksi salak bali dan jeruk keprok Tejakula), Kabupaten Buleleng juga memiliki obyek pariwisata yang cukup banyak seperti pantai Lovina, pura Pulaki, Air Sanih dan tentunya kota Singaraja sendiri. Kabupaten Buleleng dibagi kepada 9 kecamatan dan 148 desa dan kelurahan. Kecamatan-kecamatannya adalah : Gerokgak Seririt Busung Biu Banjar Buleleng Sukasada Sawan Kubutambahan Tejakula Sedangkan Kota Singa...
Secara administratif, Dusun Gubukrubuh termasuk dalam wilayah Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Menurut cerita masyarakat tempat, asal-usul munculnya nama dusun ini berawal dari kisah pelarian seorang raja dari Kerajaan Majapahit, yakni Prabu Brawijaya V yang diburu oleh putranya sendiri yakni Adipati Jin Bun atau Panembahan Jin Bun (é³åå--¯) atau Raden Abdul Fattah atau RADEN PATAH. Adipati Raden Patah alias é³åå--¯ Jin Bun bergelar Senapati Jin Bun atau Panembahan Jinbun; lahir di Palembang, tahun 1455; dan wafat di Demak, tahun 1518 adalah pendiri dan raja Demak pertama dan memerintah tahun 1500- 1518. Menurut kronik Tiongkok dari Kuil Sam Po Kong Semarang, ia memiliki nama Tionghoa yaitu Jin Bun tanpa nama marga di depannya, karena hanya ibunya yang berdarah Tionghoa. Jin Bun artinya or...
LINGKUNGAN PEMAKAMAN IMOGIRI adalah area pemakaman Raja-Raja Mataram Islam beserta keturunannya, yakni Raja-raja yang bertahta di Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Area pemakaman Imogiri terletak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dan dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Menurut cerita legenda rakyat yang dituturkan secara turun temurun Sultan Agung Hanyokrokusumo sudah mempersiapkan makam tersebut sebelum beliau wafat. Pada masa Kerajaan Islam Mataram tersebutlah raja bernama Sultan Agung Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan nama Sultan Agung . Ia merupakan raja ke-3 Kerajaan Mataram Islam yang terkenal arif dan bijaksana. Di bawah kepemimpinannya, rakyat Mataram senantiasa hidup aman, tenteram, dan makmur. Itulah sebabnya, ia sangat dicintai dan dihormati oleh seluruh rakyatnya. Selain kharismatik, Sultan Agung memiliki kesaktian ya...
Monumen ini terletak di tengah danau Taman Ancol, Jakarta Utara dalam wilayah Taman Impian Jaya Ancol. Berbentuk 3 buah pilar yang menjulang tinggi mencuat dari permukaan air. Dalam pilar-pilar itu terdapat pesan-pesan penting yang disampaikan kepada generasi penerus bangsa, pada salah satu pilar monumennya tertulis dua bait puisi: "Padamu yang bakal lahir dan tumbuh di pangkuan Pertiwi ini berkumandang doa dan harapan suci semoga cahaya pikir dan daya raga sepanjang usiamu ikhlas berdiri menjaga melindungi taman impian ini dimana insan bertemu muka bertatap jiwa melepas dahaga sukma dan membuang rindu pada sesama pada alam wajah semesta. Padamu yang akan terlahir dalam zaman sambunglah darah kehidupan kami kebun penyemai keindahan perabuk jiwa kelembutan penyegar jiwa pengabdian yang tumbuh di sini di pantai emas ini di muara sejarah Jakarta Jantung Perkasa Peradaban Indonesia. Melalui Monumen ini kami persembahkan ungkapan hati-nurani kami kepada rakyat Jakarta dan Bangsa Indonesia....
Seni pentas ngelawang adalah sebuah seni yang dilakukan untuk merayakan kemenangan Dharma(kebaikan) atas Adharma(keburukan). Ngelawang merupakan pertunjukan sajian seni yang memiliki makna sakral. Asal kata ngelawang berasal dari kata "lawang" yaitu berarti pintu. Ngelawang mempunyai arti yang luas sebagai penolak bala(malapetaka), karena ngelawang mementaskan tarian barong yang merupakan perwujudan dari sebuah binatang seperti: babi hutan(bangkal/bangkung) sebagi perwujudan atau manifestasi dari Dewa Siwa yang menjadi jiwa barong tersebut. Alat yang biasa digunakan dalam kesenian ini adalah topeng barong bangkung dan gemalan. Topeng barong bangkung berpenampilan cukup sederhana, berbentuk serti babi dengan kulitnya bewarna hitam. topeng ini ditarik oleh dua orang Pementasan ini dilakukan dari rumah ke rumah dan berkeliling jalan-jalan desa. Budaya ini dirayakan setiap sesudah hari raya galungan atau kuningan. #OSKMITB2018
Patung Garuda Wisnu Kencana yang terletak di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali telah selesai dibangun pada tanggal 31 Juli 2018 dan akan diresmikan pada tanggal 8 Oktober 2018 setelah 28 tahun lamanya dibangun. Pada tahun 1989, seniman Nyoman Nuarta sebagai Menteri Pariwisata, Joop Ave sbagai Menteri Pertambangan, dan Gubernur Bali Ida Agus Oka menggagaskan untuk membangun Patung Garuda Wisnu Kencana ini dan gagasan ini disetujui oleh Presiden Soeharto pada tahun 1990. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan sosok yang disucikan umat Hindu yaitu Dewa Wisnu. Digambarkan Dewa Wisnu sedang menunggangi burung Garuda yang merupakan tunggangan Dewa Wisnu. Patung ini dibangun dari 2,5 hektare lempeng dan beratnya sekitar 3000 ton sedangkan mahkotanya sendiri dibangun dari 3.5 ton tembaga. Pada tanggal 20 Mei 2018 diadakan upacara sakral untuk pemasangan mahkota pada patung Garuda Wisnu Kencana yang dipimpin oleh 4 Pedanda seb...
Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya, alam flora fauna, dan keunikan seni yang tidak dimiliki negara lain. Bahkan Indonesia kaya akan pemandangannya yang indah dengan hutan, gunung, pantai, dan tempat wisata lainnya. Tidak hanya itu, Indonesia masih mempertahankan kehidupan adat istiadat nenek moyang. Bali merupakan pulau yang masih menjalankan ritual-ritual walaupun sudah menjadi kota modern. Hal inilah yang membuat kota Bali dipilih menjadi kota favorit untuk liburan oleh para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Kehidupan di Bali masih terikat dengan kehidupan desa. Desa Adat Penglipuran menjadi tempat wisata yang paling diminati karena kebersihannya. Desa ini terletak di Banjar Penglipuran, Kecamatan Bangli, kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Masyarakat di desa tersebut mayoritas beragama Hindu dan masih menyimpan budaya asli Bali. Jika Anda mengunjungi Desa Adat Penglipuran, jangan lupa mencoba minuman khas desa ini, yaitu Loloh Cemcem. Apa itu Loloh Cemcem?...
Seperti banyak daerah-daerah di Indonesia, Bali pun mempunyai berbagai naungan tembang tradisional unik yang disebut dengan "Pupuh". Terdapat beberapa macam pupuh yang memiliki arti dan aturan penulisan lirik tersendiri. Aturan-aturan yang digunakan dalam penulisan lirik Pupuh disebut dengan padanglisa yang biasanya mengatur jumlah suku kata/baris dan rima vokal terakhir dari Pupuh tersebut. Pupuh ini biasanya dinyanyikan saat pelaksanaan upacara adat. Pupuh dan padalingsa-nya termasuk dalam kurikulum muatan lokal mata pelajaran Basa Bali untuk siswa siswi yang berdomisili di Bali, hal tersebut merupakan upaya untuk melestarikan budaya tradisional dan penanaman wawasan kultur kepada siswa untuk diaplikasikan saat upacara adat. Lirik dalam Pupuh dapat diubah sesuai keinginan asalkan sesuai dengan aturan padalingsa (baris dan vokalnya). Beberapa jenis Pupuh yang terkenal adalah Pupuh Sinom, Pupuh Maskumambang, Pupuh Ginada, Pupuh Ginanti, Pupuh Mijil, Pupuh Pangkur, Pupuh Durm...
Sesuai yang kita ketahui mayoritas masyarakat di Bali adalah masyarakat Hindu. Maka itu tidak heran lagi apabila kita lihat banyak sesajen atau banten di sekitar kita di lingkungan Bali. Sesajen di Bali ini dibuat bermaksud untuk sebagai bentuk rasa syukur atau persembahan (dalam upacara) kepada pada Tuhan YME serta leluhur atau nenek moyang yang dahulu. Dengan demikian pembuatan sesajen atau banten ini merupakan kegiatan ritual umat Hindu di Bali. Namun ternyata ada yang berbeda dengan sesajen di hari-hari biasa dan di hari-hari besar. Biasanya mereka meletakkan sesajennya di depan toko, pohon besar, mobil, depan rumah, pura dan tempat lainnya biasanya dengan dialas menggunakan canang. Canang ini berasal dari kata "can" yang artinya indah dan "nang" berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti tujuan. Di hari-hari biasanya sesajen disiapkan dalam bentuk sederhana seperti canang sari dan dupa. Namun, apabila di hari besar biasanya sesajen disiapkan dengan tambahan sekepal nasi den...