Tari Gelombang Adalah Tarian berasal dari tanah Minangkabau. Tari adat ini bertujuan untuk menyongsong tamu yang dihormati maupun dalam acara Pernikahan adat . dan arti Gelombang dalam tarian ini artinya ombak yang bergulung-gulung menuju pantai. Kata kiasan yang menggambarkan galombang yang diberikan untuk sebutan suatu tari tersebut berhubungan dengan peristiwa penyambutan tamu dengan tarian tradisi Minangkabau, bahwa tamu-tamu yang datang disambut secara bergelombang atau beruntun dan teratur sampai menuju ke tempat duduknya. seumpama sebuah sampan atau kapal dibawa gelombang ke pantai dengan sukacitanya. Biasanya Tarian Gelombang diiringi oleh alat musik Talempong dan Kendang. Tarian Gelombang ini dibagi dua yaitu: Tarian Gelombang Tradisional Tarian Gelombang Tradisional Ini biasanya di pertunjukkan untuk upacara penobatan penghulu pucuk( penghulu yang terpilih menjadi ketua dari segala penghulu di negeri tersebut) saja. Biasanya dimainkan oleh puluhan la...
Tari Payung, adalah tarian kasih sayang yang ditarikan oleh pasangan muda mudi dengan payung, sang pria selalu melindungi kepala sang wanita, sebuah perlambangan perlindungan lelaki terhadap wanita. Sejarah Tari Payung pula tidak terlepas dari kebudayaan suku Minangkabau. dulunya tari ini adalah sebuah ritual yang cukup sering dilakukan di setiap acara adat suku suku seperti suku koto, bodi, piliang, dan caniago. Salah satu perlengkapan utama dalam tarian ini adalah payung dan selendang. Payung yang digunakan oleh pria menggambarkan sikap seorang pria yangmelindungi seorang gadis. Sementara makna selendang yang diikatkan kepada penari gadis ke leher pria pasangannya =merupakan lambang penerimaan cinta dan janji suci dalam kesetiaan. Musik yang digunakan dalam tari payung ini adalah hasil dari permainan alat musik tradisional. yang berupa rebana, akordeon, gendang, gamelan khas Melayu. Syair yang digunakan adalah syair khusus yang dinyanyikan yang berjudul "Babendi-bendi ke S...
Harta pusako tinggi dapat didefinisikan sebagai harta yang telah diwarisi secara turun-temurun oleh sebuah kaum. Adapun jika dilihat dari dimensi wujudnya, maka harta tersebut terbagi dua, yaitu konkrit dan abstrak. Harta konkrit bersifat nyata secara wujud, seperti tanah, sawah, peladangan, rumah, dsb. Sementara itu, harta pusako yang berwujud abstrak yaitu salah satunya berupa gelar pusaka, atau lebih dikenal dalam bahasa minangnya sebagai sako . Jika dianalisa dari garis asal harta pusako ini, maka dapat ditemukan bahwa harta ini sebagai salah satu wujud material yang bersifat dijaga dan dipelihara secara berkelanjutan, berkaitan langsung dengan titik temu asalnya yaitu dari hasil usaha dan kerja nenek moyang kaum tersebut dahulu dijadikan lahan pertanian, perumahan, dan persawahan. Dengan bermodalkan peralatan sederhana dan jenis pekerjaan yang masih bersifat rendah tingkat kompleksitasnya, maka tentulah perjuangan dalam menjaga dan memelihara kemurnian serta keberd...
Malam Bainai. Mungkin ada beberapa dari kita yang kurang familiar dengan ritual khas suku Minangkabau ini. Bainai diambil dari kata tumbuhan inai yang digunakan untuk mewarnai kuku pada malam tersebut. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, Bainai berarti berinai atau memakai inai. Malam ini adalah malam-malam terakhir pengantin wanita berstatus lajang dan merasakan kebebasan sebelum menjadi pengantin baru. Malam ini biasanya, di habiskan dengan bersenang-senang bersama keluarga dan teman dekat pengantin wanita. Sebelum acara malam Bainai ini dimulai, pengantin wanita melakukan ritual mandi-mandi. Namun tidak seperti adat jawa, pada ritual mandi-mandi ala Minang tidaklah sampai basah kuyup. Hanya dicimprati dengan air beberapa kali dalam jumlah yang ganjil. Air ini dicampur dengan haruman tujuh bunga. Hanya sesepuh keluarga terdekat yang dapat memercikan air kepada calon pengantin wanita menggunakan daun sitawa siding...
Upacara Baralek Datuak Salah satu upacara adat dari daerah Sumatera Barat adalah upacara untuk mengangkat pimpinan sebuah suku di Minangkabau. Biasanya disebut juga upacara batagak panghulu atau baralek datuak yang memiliki makna yang sama, namun digunakan berbeda tergantung nagari masing-masing. Upacara Baralek Datuak yang masih dilaksanakan sampai saat ini salah satunya di Daerah Koto Marapak, Kabupaten Agam. Upacara ini dilakukan didalam pasukuan atau kaum. Datuak yang akan dipilih bukan hanya besar didalam kaumnya saja, ia juga menjadi pimpinan di nagari. Di nagari ia sebagai pemangku adat. Oleh sebab itu, pengangkatan datuak harus diketahui oleh masyarakat. Oleh karenanya dilakukan terlebih dahulu upacara malewakan gala. Malewakan gala berarti memberitahukan kepada masyarakat tentang pengangkatan panghulu/datuak. Upacara ini merupakan serangkaian acara alek gadang. Biasanya pihak kaum memotong...
Kebudayaan Minangkabau memiliki sistem matrilineal, atau adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu, yang mengatur sebagian besar dari kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Namun, dengan masuknya agama Islam, dibuat adaptasi dan kompromi dari hukum syariah dan adat Minangkabau, salah satunya dalam sistem waris keluarga. Harta waris dalam adat Minangkabau dibagi menjadi dua jenis, yakni harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Harta pusaka dari kesukuan adalah harta yang merupakan warisan secara turun-temurun dalam suku yang bersangkutan yang diperoleh bukan dari hasil pencaharian perorangan, melainkan merupakan kepemilikan bersama suku tersebut, seperti rumah adat dan tanah garapan. Harta pusaka tinggi ini diwariskan dan dimiliki oleh anak perempuan, bukan anak laki-laki. Hal ini disebabkan budaya bahwa anak laki-laki merupakan pencari nafkah sedangkan anak perempuan merupakan penjaga harta pusaka. Jika harta pusaka tinggi akan dijual atau di...
Ma isi sasuduik (Mengisi sesudut) adalah suatu tradisi untuk mempelai pengantin yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. adat ini diwajibkan untuk calon pengantin pria. Ketika hendak menikah, sang pria harus menyiapkan sejumlah uang untuk membeli perlengkapan yang ada di calon kamar pengantin. Contohnya seperti lemari, kasur, dan berbagai macam kelengkapan kamar lainnya. Umumnya, kedua belah pihak akan berunding terlebih dahulu untuk membahas berapa biaya yang harus disiapkan pihak pria. Dalam prosesi perundingan ini biasanya yang ikut adalah niniak mamak (perkumpulan penghulu) dari kedua belah pihak. Adapun konflik yang sering terjadi dalam pelaksanan tradisi ini adalah tidak tahunya pihak pria tentang adanya tradisi ini, dan ada sebagian juga yang berpikir bahwa tradisi ini menyusahkan dan menghambat proses pernikahan. Sumber: https://www.pituluik.com/2018/08/tradisi-ma-isi-sasuduik-mengisi-sesudut.html #OSKMITB2018
Tari Payung merupakan salah satu tarian dari Sumatera Barat yang memiliki makna menarik. Sebagai salah satu tarian daerah, tari payung mengajarkan nilai-nilai penting dalam suatu hubungan antara pria dan wanita. Tari payung menceritakan kisah cinta antara sepasang suami istri, dengan payung dan selendang sebagai properti, tari payung menggambarkan perlindungan dari sang suami dan ikatan cinta dari sang istri. Selain itu, tari payung juga dapat dijadikan sebagai contoh agar muda-mudi bangsa ini dapat menahan nafsu serta godaan dan segera menikah jika sudah mampu. Tarian ini biasanya ditampilkan saat pesta pernikahan, pameran, dan festival budaya. Gerakan gerakan yang terdapat dalam tari payung sudah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Terkadang variasi tarian tersebut disalah artikan, seperti ketika penari pria berganti pasangan, bukan berarti sang pria membagi hatinya dengan wanita lain. Sebenarnya penari hanya menggambarkan satu pasangan, seperti yang dapat dilihat dari kos...
Tak lengkap rasanya bila seorang penduduk asli disuatu daerah tidak mengenal asal usul daerahnya tersebut. Sehingga ini yang menjadi pemicu saya mencari tahu apa sih sebenarnya asal usul daerah 'Ampek Angkek' Adapun sumber referensi sejarah Ampek Angkek ini saya dapati melalui tautan di website Adinda Sampurna(beliau mengambil referensi setelah menemukan buku diktat sejarah lapuk yang disusun oleh H. Azwar Dt. Mangiang Check this Out! Berawal dari nagari lamo Pariangan di wilayah Tanah Datar sang datuk Suri Dirajo melihat wilayahnya semakin berkembang dan makmur dipanggilah empat orang pemuka masyarakat di Pariangan tersebut yaitu antaranya ; Si Agam , Si Basa , Si Api dan Si Endah dengan maksud menyuruh ke empat orang pemuka nagari ini untuk mencari dan membuka daerah baru agar dapat pula dicetak pesawahan dan perkebunan untuk menambah kemakmuran. Berangkatla...