Hari Pendidikan Nasional
210 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Senjata Kabeala daerah Nusa Tenggara Timur #DaftarSB19
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Timur

Kabeala merupakan senjata andalan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang biasa dibawa para pria dengan diselipkan pada ikat pinggangnya. Bentuk dari senjata ini menyerupai parang, golok atau pedang dengan ukuran panjangnya sekitar 48 cm sampai 58 cm. Tentu saja senjata tajam ini digunakan untuk kebutuhan bekerja dan juga ada yang dipakai sebagai simbol kejantanan masyarakat NTT. Bentuk Kabeala Senjata ini memiliki banyak bentuk pada gagang serta sarungnya. Hal ini berfungsi untuk membedakan penggunaannya dalam masyarakat. Gagang yang menggunakan bahan baku kayu digunakan untuk pekerjaan bertani dan berburu. Sedangkan gagang yang menggunakan bahan gading atau tanduk digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan diri.   Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang banyak menggunakan senjata Kabeala yaitu wilayah pulau Sumba. Pulau Sumba ini terpisah dari ibukota provinsi Kupang dan lebih dekat dengan provinsi NTB. Di wilayah ini masih terdapat banyak hutan rim...

avatar
Herlambang
Gambar Entri
Towe Songke #DaftarSB19
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

        TOWE SONGKE merupakan kain tenun khas daerah manggarai, Kain tenun songke juga biasa di sebut lipa. Towe atau lipa dalam bahasa Manggarai untuk laki-laki disebut dengan "Tengge Towe/Lipa" dan untuk perempuan disebut dengan "deng Towe/Lipa". Towe Songke biasa digunakan baik di rumah maupun saat menghadiri ritual adat, ke gereja, ketika mandi dan tidur, saat kelahiran dan pernikahan, dan untuk membungkus orang yang telah meninggal. Songke juga bisa menjadi pemberian saat acara masuk minta (lipa widang) dari orangtua kepada bakal keluarga baru. Dan dari fungsinya Lipa Songke kerap kali dianggap sebagai "wengko weki," yang melindungi tubuh. Boleh dibilang, Songke itu menjadi jejak budaya Orang Manggarai. Saat ini, di kota-kota pusat administrasi wilayah Manggarai Raya seperti Ruteng, Borong dan Labuan Bajo, para pegawai pemerintah diwajibkan mengenakan Songke dalam bentuk jas atau kemeja sebagai salah satu usaha menghargai dan melestarika...

avatar
Nabilah
Gambar Entri
Senjata Tradisional Nusa Tenggara Timur
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Timur

Proyek Penelitian, Pengkajian, dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya menggali nilai-nilai budaya dari setiap suku bangsa/daerah. Penggalian ini mencakup aspek-aspek kebudayaan daerah dengan tujuan memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila guna tercapainya ketahanan nasional di bidang sosial budaya. Untuk melestarikan nilai-nilai budaya dilakukan penerbitan hasil-hasil penelitian yang kemudian disebarluaskan kepada masyarakat umum. Pencetakan naskah yang beljudul Senjata Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur, adalah usaha untuk mencapai tujuan yang dimaksud.   Sumber: Kotten, Kotten  and  Dewa, Remigius  and  Nahak, Leonard  and  Bell, Alex  and  Zesi, A. Mali  (1993)  Senjata tradisional daerah Nusa Tenggara Timur.  Documentation. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Jakarta. http://repositori.kemdikbud.go.id/8275/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Nasi Kolo / Tapa Kolo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Timur

Nasi Kolo / Tapa Kolo Khas Kupang Nusa Tenggara Timur Tapa kolo adalah hidangan tradisional yang sudah dibuat dan dikonsumsi secara turun menurun. Tapa sendiri memiliki arti bakar sementara kolo artinya memasak dengan bambu. Jadi tapa kolo memiliki arti memasak makanan di dalam bambu dengan cara dibakar. Uniknya, tapa kolo biasa ditemukan saat digelar upacara adat. Jadi akan sulit menemukan tapa kolo di hari biasa karena masyarakat tidak menyajikan tapa kolo sebagai santapan harian. Meskipun yang dimasak adalah nasi tapi beras yang digunakan bukan sembarang beras. Beras dari hasil panen masyarakat ini akan melalui serangkaian ritual adat oleh tetua adat kampung sebelum diolah dan dimasak menjadi tapa kolo. Cara membuat Tapa Kolo/Nasi Kolo Khas Kupang NTT: Bahan-bahan Kolo : Beras secukupnya; garam secukupnya; dan bumbu penyedap rasa sesuai selera. Peralatan Kolo : Daun pisang secukupnya; dan Bambu diameter 7 cm dan panjang 30 cm Cara Membuat Kolo: Siapkan bah...

avatar
Citraha
Gambar Entri
Terbentuknya Danau Kelimutu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Pada dahulu kala di puncak gunung Kelimutu atau yang biasa disebut Bhua Ria (hutan lebat yang selalu berawan), terdapat sebuah desa yang di kepalai oleh Konde Ratu. Dalam daerah tersebut, terdapat dua tokoh yang sangat disegani, yaitu Ata Polo si tukang sihir jahat dan kejam yang suka memangsa manusia, dan Ata Bupu yang dihormati karena sifatnya yang berbelas kasih serta memiliki penangkal sihir Ata Polo. Walaupun memiliki kekuatan gaib yang tinggi dan disegani masyarakat, keduanya berteman baik serta tunduk dan hormat kepada Konde Ratu. Ata Bupu dikenal sebagai petani yang memiliki ladang kecil di pinggir Bhua Ria, sedangkan Ata Polo lebih suka berburu mangsa berupa manusia di seluruh jagat raya. Pada masa itu, kehidupan di Bhua Ria berlangsung tenang dan tenteram, sampai kedatangan sepasang Ana Kalo (anak yatim piatu) yang meminta perlindungan Ata Bupu karena ditinggal kedua orang tuanya ke alam baka. Karena sifatnya yang berbelas kasih, permintaan kedua anak yatim piatu tersebu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tonu Wujo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Alkisah, pada jaman dahulu kala hiduplah tiga orang bersaudara. Anak pertama yang bernama Soba Warat Braha Tana, tinggal di Lela Riang Sina Goran Lewo Jawa. Anak kedua yang bernama Haja Lino Kenawe Rere (yang menurunkan Ama Koten) tinggal di Blepa Riang Sina Kehule Rera Gere. Anak ketiga yang bernama Boki Lewotala Pelatin Waitiu,dan biasa dipanggil Boki Bisu yang tinggal di Lewotala. Pada masa kelaparan yang melanda, ketiga bersaudara ini pergi mencari daerah tempat tinggal masing-masing. Boki Bisu yang masih kecil dipanggil oleh Ama Daton untuk tinggal bersama mereka di Wailolong. Di Wailolong, Boki Bisu diajarkan cara untuk mengiris tuak, berkebun dan berburu. Setelah dirasa cukup untuk hidup mandiri Boki Bisu dipanggil pulang oleh saudari mereka, Tupa Woli Hadun Horet dan tinggal bersamanya di Lewo Kena’a Duli Sabu Sosa Peli Lusi Gile atau Huwu matan. Boki Bisu kembali dengan membawa serta perlengkapan berburu dan anjingnya. Boki Bisu bekerja sebagai pengiris tuak. Ketika mengiris...

avatar
Widra
Gambar Entri
Moke Aimere
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Timur

Moke merupakan salah satu minuman paling terkenal di Flores. Ini juga menjadi salah satu keunikan dari Flores yang tidak dimiliki persis oleh daerah lain di Indonesia. Moke memiliki beberapa keistimewaan dan fakta uniknya, sebagai berikut; Merupakan simbol kekerabatan Moke memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Flores, khususnya Aimere, yaitu minuman ini merupakan simbol keakraban atau kekerabatan antar masyarakat Flores pada khususnya. Selain itu, Moke merupakan produk warisan yang secara turun temurun diwariskan dari nenek moyang. Diminum layaknya air minum biasa Karena simbol yang sangat kental terhadap nilai-nilai persaudaraan dan kekerabatan itulah, maka Moke umum dikonsumsi setiap hari dan sesering mungkin, layaknya orang pada umumnya mengkonsumsi air minum mineral. Minuman ini sering disajikan dalam rituan kepercayaan, minuman penyambutan dan pesta adat lainnya. Cara minumnya dengan cara ditenggak sekaligus Jika biasanya orang minum arak dengan cara dimi...

avatar
Widra
Gambar Entri
Sistem Pemerintahan Tradisional Di Nusa Tenggara Timur
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Nusa Tenggara Timur

" Sistem pemerintahan tradisional di Nusa Tenggara Timur Adonis, Tito and Djoko, Djoko (1997) Sistem pemerintahan tradisional di Nusa Tenggara Timur. Direktorat Jendral Kebudayaan, Jakarta. [img] Text Sistem Pemerintahan Tradisional Di Nusa Tenggara Timur.pdf Download (19MB) Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph ... Abstract Dewasa ini hampir tidak ada masyarakat di dunia yang tidak mengalami kontak-kontak budaya dengan masyarakat di luar lingkungannya. Meningkatnya kebutuhan hidup penduduk sejalan dengan meningkatnya kemajuan teknologi di bidang pengangkutan dan perhubungan merupakan faktor pendorong utama meningkatnya intensitas kontak budaya antar bangsa. Akibat dapat dirasakan betapa kontak-kontak budaya itu telah merangsang, mempercepat, dan memperluas cakupan tukar-manukar dan pinjam-meminjam unsur-unsur kebudayaan antar bangsa. Keadaan tersebut, tidak terkecuali, melanda propinsi Nusa tenggara Timur yang sedang membangun. ITEM TYPE:...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
55-110-1-SM
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Nusa Tenggara Timur

" Wilayah kerajaan amarasi, Nusa Tenggara Timur: analisis Kewilayahan dengan menggunakan sistem informasi geografi Akhirian, Sinta and Nayati, Widya (2014) Wilayah kerajaan amarasi, Nusa Tenggara Timur: analisis Kewilayahan dengan menggunakan sistem informasi geografi. WILAYAH KERAJAAN AMARASI, NUSA TENGGARA TIMUR: ANALISIS KEWILAYAHAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI, 27 (1). pp. 23-32. [img] Text 55-110-1-SM.pdf - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (1MB) Official URL: http://forumarkeologi.kemdikbud.go.id/index.php/fa ... Abstract Amarasi merupakan salah satu kerajaan di Pulau Timor yang memiliki sejarah, tradisi, dan sistem pemerintahan yang masih lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui orientasi permukiman wilayah Kerajaan Amarasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, survei, dan wawancara dengan ditunjang oleh SIG. Orientasi permukiman masyarakat Amaras...

avatar
Nicky Ria Azizman