Untuk melengkapi menu istimewa ini, rebus pucuk labu siam secukupnya. Kemudian siapkan sambal dari terong belanda ditambah dua buah cabe rawit. Giling sambal ini sampai halus. Sambal terong belanda itu rasanya asam-asam pedas (nano-nano) yang nantinya dicolek dengan sayur pucuk labu siam rebus. Inilah menu kuliner khas masyarakat Gayo yang bergizi, praktis, cepat, sederhana, dan murah meriah. Hal yang paling istimewa, menu kuliner ini tidak menggunakan minyak goreng dan santan sehingga dapat diyakini cukup sehat dan bebas kolesterol. Jangan terkejut, kalau kompasianer dijamu makan di Tanoh Gayo Aceh Tengah, biasanya menu yang disajikan adalah mujahir masam jing yang enak. Menu kuliner mujahir masam jing ini sangat cocok untuk mereka yang sibuk, terutama para eksekutif muda yang baru berumah tangga. http://dayat0406.blogspot.co.id/
DEPIK belacan, makanan atau lauk khas Gayo yang dikenal sebagai warisan nenek moyang Urang Gayo berdiam di tepi danau Lut Tawar, Takengon Kabupaten Aceh Tengah. Satu dari sekian banyak kreatifitas yang diwariskan pendahulu dengan mengolah ikan endemik penghuni danau Lut Tawar, Depik ( Rasbora Tawarensis ) sehingga lebih tahan lama sebagai lauk makanan pokok, nasi. Depik ditangkap dengan berbagai cara seperti dengan doran atau jaring insang ( gillnet ), cangkul jaring angkat ( lift net ) atau yang ditangkap di Didisen yang dibangun dengan sejumlah peralatan seperti Segapa (sejenis bubu) yang dipasang aliran air yang masuk ke danau. Dulu, populasi ikan Depik di danau kebanggaan masyarakat Gayo kabupaten Aceh Tengah sangat melimpah, terlebih saat musim Depik yang biasanya ditandai dengan cuaca yang sangat buruk, angin kencang, gelombang danau lebih tinggi dari biasanya dan juga terjadi hujan, tentu suhu udara sangat dingin. Ikan Depik yang bar...
"Besok pagi kita akan minum kopi di Meulaboh atau aku akan mati syahid." Itulah kalimat yang diucapkan oleh Teuku Umar, pahlawan nasional asli Aceh sebelum memimpin penyerangan terhadap Belanda. Sayang, sebelum sempat menyerang, suami Cut Nyak Dien ini sudah lebih dahulu dibunuh Belanda. Kata-kata Teuku Umar ini menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh sudah sejak lama mengenal kopi. Selain karena kualitas kopinya yang sudah mendunia, Aceh juga memiliki Kupi Khop, suatu cara minum kopi yang unik. Lazimnya, minum kopi dilakukan dengan menyeruput dari bibir cangkir atau gelas. Namun di Aceh Barat, tepatnya di Meulaboh kopi disajikan dengan gelas terbalik di atas sebuah piring kecil. Asal-usul Kupi Khop Cara penyajian kopi semacam ini dikenal dengan sebutan Kupi Khop alias Kopi Tertelungkup. Konon, gelas kopi yang dibalik terinspirasi dari topi Teuku Umar. Kupi Khop banyak dijumpai di pesisir Aceh Barat, identik sebagai minuman di kalangan pelaut. Kopi sengaja disajikan terbal...
Pangkat disini bukan berarti penyebutan tingkat/jabatan seseorang dalam suatu kedudukan di masyarakat. Melainkan makanan tradisional khas Kota Subulussalam sejak dahulu hingga kini, bahkan menjadi menu favort berbuka puasa setiap Ramadhan. Masyarakat Subulussalam menyebut pucuk atau umbut batang rotan adalah pangkat, yang bisa diolah menjadi makanan. Pucuk rotan yang masih lembut dan segar ini selanjutnya dimasak. Untuk mendapatkan rasa yang lebih enak, bisa dicampur dengan lele asap atau ikan asin, lalu disantap. Rasanya sangat nikmat menggugah selera. Gulai pangkat tidak hanya disukai para orang tua saja, namun semua kalangan termasuk anak-anak sudah terbiasa dengan menu makanan yang satu ini. Apalagi saat bulan Ramadan, masakan ini sering menghiasi hidangan berbuka puasa. Masyarakat mungkin terasa jenuh jika selama bulan puasa terus-terusan memasak ikan basah atau ikan laut, yang mengakibatkan hilangnya selera makan. Sementara tubuh manusia membutuhkan banyak asupan gizi, p...
Ikan depik adalah ikan khas danau Lut Tawar. Urban legend masyarakat Gayo menyebutkan, para pendatang mestilah mencicipi masakan dengan ikan depik. Kabarnya akan mendekatkan perasaan kita dengan dataran tinggi gayo.Itu bisa jadi hanya mitos. Alamat Penjual: Di Blank Jalan Kereta Api Lama, Desa Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar (Belakang Penjara Lambaro) http://helloacehku.com/8-masakan-yang-hanya-ada-di-dataran-tinggi-gayo/
ES timun adalah minuman khas Aceh. ‘Ie boh timon’ begitulah yang familiar kita dengar di masyarakat untuk menyebutkan minuman segar ini.Timun serut memang banyak dinikmati masyarakat di saat berbuka puasa. Rasanya yang manis dan menyegarkan memang betul-betul pas untuk menghilangkan dahaga selama menjalankan puasa.Sesuai dengan namanya, es timun serut ini berbahan dasar timun. Timun yang digunakan adalah timun sayur, setelah dikupas kulit tipisnya lalu diserut secara manual. Setelah itu, serutan timun pun kadang sering dicampur dengan sirup manis, dan es batu. Disajikan saat berbuka puasa atau saat terik merupakan pilihan yang sangat pas.Pemilihan timun sebagai bahan dasarnya didasarkan karena tidak memerlukan biaya banyak untuk menghidangkan minuman yang segar.Resep sederhana untuk es timun serut hanya butuh 3 buah timun, cuci dan kemudian serut memanjang. Campurkan dengan gula pasir sesuai selera atau pun dengan sirup pilihan.Jangan lupa tambahkan air matang dan t...
Sate Matang adalah salah satu makanan tradisional jenis sate yang berasal dari daerah Aceh . Sate satu ini memang sekilas hampir mirip dengan sate di Indonesia pada umumnya, namun dalam segi penyajian dan rasanya sangat berbeda dan sangat khas. Sate Matang ini merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di Aceh. Selain menjadi makanan favorit warga sekitar, makanan ini juga sering menjadi menu yang banyak dicari oleh para wisatawan yang datang ke sana. Asal Usul Sate Matang Bagi orang yang belum tahu Sate Matang ini, pasti dikaitkan dengan kata “ matang ” yang berarti “ sudah masak ”. Namun sebenarnya nama Sate Matang ini diambil dari nama suatu tempat di Aceh, yaitu Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen . Konon di tempat inilah Sate Matang pertama kali diperkenalkan oleh penjualnya. Sate Matang kemudian mulai populer dan dikenal oleh masyarakat luas sejak tahun 90an. Hingga kini Sate Matang m...
Cumi teutumeh merupakan salah satu dari sekian banyak masakan lezat yang khas alas Aceh. Masakan ini sangat berbeda dari resep masakan olahan cumi lainnya yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Resep Masakan Cumi Teutumeh Aceh ini sepintas mirip dengan resep gulai atau opor dengan kuah santan berwarna kuning atau orange kecoklatan, tidak heran jika ada yang menyebutnya sebagai Opor cumi khas Aceh. Cumi teutuneh ini memiliki cita rasa gurih dan sedikit pedas yang berasal dari penggunaan santan serta aneka rempah-rempah khas resep masakan Aceh. Hal ini pula lah yang mempengaruhi Resep Masakan Cumi Teutumeh Aceh karena kebanyakan resep masakan aceh menggunakan hasil laut sebagai bahan utamanya. Seperti resep yang satu ini yaitu Resep Masakan Cumi Teutumeh Aceh, tak hanya resep kari aceh dan resep mie aceh yang terkenal hingga keluar pulau sumatera tetapi resep Cumi Teutumeh Aceh juga terkenal karena kelezatannya. Salah satu resep masakan seafood khas aceh in...
Rujak mameh merupakan camilan manis segar yang berasal dari Aceh. Selain memiliki rasa yang manis, racikan bumbunya pun sederhana dan sangat mudah untuk dibuat. Ada juga yang mengenal rujak mameh dengan nama sebutan lincah mameh , mameh sendiri berarti manis. Minuman manis ini biasaya akan mudah dijumpai saat bulan puasa, dimana masyarakat Aceh biasanya menjadikan rujak mameh sebagai menu andalan berbuka puasa. Berikut merupakan resep cara pembuatan rujak mameh ini, antara lain: Bahan-Bahan: 300 g bengkuang, yang sudah kupas 300 g mangga muda, jenis apa saja 1 buah (500 g) nanas, kupas, potong kecil-kecil 200 g mentimun, iris tipis 200 g buah jambu air, cincang kasar 200 g buah kweni, kupas, cincang kasar 200 g wortel, parut atau potong kecil-kecil 2 buah sawo, kupas dan cincang kasar Bahan saus mameh: 10 buah cabai rawit (sesuai dengan tingkat pedasnya) 50 gr gula pasir (gula jawa) 1 sendok teh gar...