Tradisi Coka iba atau topeng setan adalah merupakan tradisi kuno masyarakat Halmahera Tengah yang dilakukan setiap tanggal 12 Robiul Awal, tepatnya saat umat Islam merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi tersebut dilakukan masyarakat Halmahera Tengah sebagai bentuk kegembiraan. Dalam proses ritual coka iba, sehari sebelumnya sejumlah imam mesjid dan bobato alkhairat (jabatan imam dalam strata kesultanan tidore) terlebih dahulu melakukan pembacaan puji-pujian usia sholat magrid dan isya. Sambil membacakan puji-pujian, sejumlah warga yang banyak didominasi pemuda pun terlihat menyiapkan sejumlah perlengkapan coka iba seperti topeng setan dan rotan. Biasanya bentuk topeng ini dirahasiakan masing masing warga, sehingga mereka tidak mudah dikenali. Dulunya topeng yang dipakai selalu menampilkan wajah seram dan menakutkan, namun seiring perkembangan zaman, bentuk topeng pun dirubah sesuai dengan kreasi masing-masing pembuatnya. Perubahan wajah topeng dalam ritual coka i...
Nanaku , diturunkan lewat media tutur ( disebut kapata ) oleh para tetua dan diwariskan dari leluhur. Kelembagaan adat dan agama memegang peran sentral menjaga tradisi tersebut. Laiknya tradisi lisan, hampir tidak ditemukan dokumentasi tertulis yang utuh merangkum petanda dan tafsir peristiwa atas pertanda tersebut. Saat pengetahuan ilmiah berkembang , Nanaku terlampaui dan tertinggal jauh dibelakang kemampuan pengetahuan ilmiah menafsirkan gejala. Sebagai tradisi lisan, penutur yang tersisa adalah para sepuh yang mengandalkan ingatan. Karena itu perlu usaha sungguh-sungguh menyatukan potongan-potongan pengetahuan yang dimiliki masing-masing penutur. Semisal, keyakinan untuk tidak melaut saat bulan purnama, maka dapat dijelaskan bahwa terjadi gaya tarik bulan dan aktivitas migrasi ikan nokturnal ke perairan yang lebih dalam untuk menghindari terang. Lainnya, jika ada cacing laor (famili Eucidae) hinggap di tanaman, maka itu akan menjadi tanda pergantian musim. Ca...
Kalawai, Maluku Masyarakat Maluku mempunyai dua senjata tradisional. Yaitu Kalawai dan Parang Salawaku. Senjata Kalawai merupakan senjata yang menyerupai Tombak namun memiliki mata tiga yang mirip dengan trisula. Pada pegangan Kalawai di buat dari buluh atau bisa juga dari kayu. Bentuk kalawai juga lebih panjang daripada bentuk tombak. Penggunaan kalawai sendiri biasa di gunakan oleh Masyarakat Maluku di perairan entah untuk keperluan menggangap hewan di air atau yang lainnya. Sementara Parang , merupakan sebuah senjata yang menyerupai pisau namun ukurannya jauh lebih besar daripada pisau namun lebih pendek ukurannya dari pedang. Senjata ini biasanya terbuat dari besi dengan ukuran 90 cm sampai 100 cm yang mana ukurannya di sesuaikan dengan tinggi badan sang pemilik senjata. Senjata ini di gunakan ketika menyerang lawan. Dan salawaku merupakan sebuah perisai yang berfungsi sebagai alat untuk melindungi diri. Salawaku biasanya di buat...
Antar Sotong yaitu para nelayan berkumpul menggunakan perahu dan lentera untuk mengundang cumi-cumi dari dasar laut mengikuti cahaya lentera mereka menuju tepi pantai dimana masyarakat sudah menunggu untuk menciduk mereka dari laut sumber : https://sopigpsite.wordpress.com/2016/10/22/kebudayaan-maluku/
Di sebelah Selatan pulau Kei Besar pada pesisir bagian Timurnya terletak sebuah negeri/desa yang bernama "UWAT." Pada bagian Utara negeri/desa itu dekat pesisir pantai terdapat tiga buah patung yang tingginya kira-kira 50 cm. Ketiga patung itu merupakan lembang dari tiga orang bersaudara yang pernah hidup di sana. Ketiga orang bersaudara itu, yang sulung bernama ‘Sades’, yang kedua/tengah bernama ’Barnav’ dan yang ketiga bernama 'Far-Far.' Ketiga lelaki bersaudara ini masih memiliki seorang adik perempuan yang bernama "Bokel." Keempat saudara bersaudara ini hidup dalam satu suasana kekeluargaan yang rukun, aman, damai serta seia-sekata, pendek kata mereka menghadapi semua persoalan hidupnya sesuai dengan kata pepatah "berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing." Itulah sebabnya untuk menghadapi segala persoalan hidup mereka sehari-hari mengadakan pembagian tugas sebagai berikut : Sades sebagai kakak yang sulung tiap hari bertugas untuk membu...
Maluku Tenggara umumnya serta Kepulauan Tanimbar khususnya masih tetap berpegang teguh pada adat istiadat mereka termasuk di dalamnya pembagian kelas di dalam masyarakat atau pembagian kasta. Sekali peristiwa ada seorang ibu keturunan bangsawan (Mela) yang mempunyai kedudukan besar di bagian Barat pulau Yamdena bertolak menuju ke arah Timur yaitu ke arah matahari terbit bersama-sama dengan seorang hamba perempuannya. Kedua perempuan itu bertolak dari tempat kediaman mereka dengan hanya berpedomankan arah dari mana matahari mulai terbit, tanpa memperdulikan hutan rimba yang demikian padatnya yang harus mereka lalui. Namun tidak beberapa lama kemudian kedua mereka berjalan tibalah mereka di tepi sebuah sungai yang bernama "Keus Barwey", dan berhentilah mereka berdua beberapa waktu di tepi sungai itu untuk melepaskan lelah mereka di sana. Setelah ibu dan budak tadi selesai melepaskan lelah mereka di tepi sungai Keus Barwey tadi, maka mereka berdua pun bergerak meninggalk...
Negeri atau desa Suli terletak di tepi pantai teluk Baguala yang terdapat di pulau Ambon. Negeri ini tidak begitu besar, namun sangat terkenal keindahan alam ditepi pantai negeri tersebut. Pantai Natsepa adalah satu tempat pemandangan di tepi laut yang sangat indah dengan pasir putihnya yang halus sangat ramai di kunjungi oleh orang terutama pada hari minggu dan hari-hari libur lainnya. Bilamana kita datang ke pantai itu pada hari Minggu, di sana sudah banyak sekali orang, ada yang mandi-mandi, ada sebagian yang duduk saja sambil berceritera ada pula yang bermain bola di tepi pantai dan sebagainya. Pantai yang indah itu menjadi sasaran banyak oarang yang ingin melepaskan lelahnya di hari lihur dan itulah pantai "petuanan" (wilayah) negeri Suli. Di lain pihak bila kita mempelajari dengan seksama akan sejarah negeri-negeri khususnya di daerah Kabupaten Maluku Tengah, akan jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya negeri-negeri yang ada sekarang adalah negeri yang baru. Negeri tua...
Suling Melintang/Malintang atau Floit adalah alat musik tradisional yang ditiup masyarakat Maluku yang digunakan untuk mengiringi tarian tradisional. Floit dikenal biasanya dimainkan lebih dari 5 orang dan dikelompokkan dalam susunan akord 1 ~ 4. Floit terbuat dari Bambu yang diberikan penyekat pada salah satu ujungnya, kemudian bagian atasnya dilubangi. Alat musik tradisional Maluku ini sering digunakan saat penyambutan tamu, acara adat dan juga sebagai pengiring tarian tradisional. Dalam pertunjukannya, Floit juga bisa dipadukan dengan alat musik lainnya, baik itu alat musik tradisional maupun modern. sumber : https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-maluku/#top
Tahuri adalah alat musik tradisional Maluku yang berupa terompet dan dikenal oleh masyarakat daerah sana terutama yang tinggal di pesisir daerah pantai. Tahuri/Korno ini merupakan alat musik yang terbuat dari cangkang kerang. Tahuri memiliki ciri khas dimana apabila ukurannya kecil dan semakin kecil maka suara yang dihasilkan semakin melengking, sebaliknya jika ukurannya besar maka suaranya akan bernada rendah. Nada yang dihasilkan dari Tahuri sebenarnya tidak semudah kita meniupnya saja, awalnya kerang harus dilubangi menggunakan Bor dan ditiup berulang kali agar mendapatkan nada yang diinginkan. Nada-nada yang dihasilkan Tahuri sebenarnya tidak muncul begitu saja. Terlebih dahulu kerang dilubangi dengan bor lalu ditiupkan berulang kali untuk mendapatkan nadanya dengan bantuan alat musik lainnya seperti suling dan pianika.Dulunya, Tahuri digunakan sebagai sarana komunikasi antar masyarakat untuk berkumpul. Tiap-tiap tiupannya juga menandakan hal yang berbeda, Tarian tra...