Anak
251 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Jeppeng (Tari Zapin Bugis)
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Jeppeng begitu orang Bugis menyebutnya. Tarian ini masih bisa kita jumpai di Pare-Pare 10 tahun yang lalu, yang ditarikan oleh anak anak, dan mendapat aplaus yang meriah ketika ditampilkan di Festival Zapin Nusantara II di Johor Bahru Malaysia tahun 2008. Seiring dengan waktu penari jeppeng khas masyarakat Bugis semakin susah untuk di temukan. Padahal beberapa tahun lalu sempat masuk Musium Rekor Indonesia dengan Penari Jeppeng terbanyak. Tahun lalu ketika Festival Zapin di Riau hanya di hadiri oleh dua orang Penari. Semoga kedepannya tarian ini tetap bertahan dan menjadi kebanggaan masyarakat Pare-Pare.

avatar
Anggrawansyah
Gambar Entri
Suppa dalam Lontara’ #SBM
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Suppa dalam Lontara’ Kebudayaan daerah merupakan sumber potensial yang membantu terbentuknya kebudayaan nasional, memberikan corak dan warna bagi karakteristik pembentukan kepribadian bangsa. Sangat santer kita dengar belakangan ini tentang perlunya penanaman dan ditumbuhkembangkannya kembali karakter dan jatidiri bangsa, seiring mulai menurunnya minat dan kecintaan kita khususnya sebagai warga negara yang menjadi bagian yang terintegrasi sepenuhnya dari bangsa Indonesia akan ragam warisan budaya dan kearifan-kearifan lokal. Hal ini berakibat pada tergerusnya khazanah budaya bangsa dan dapat menyebabkan punahnya warisan leluhur tersebut begitu saja. Sulawesi Selatan sebagai sebuah propinsi yang dihuni oleh beberapa suku bangsa juga memiliki ragam dan varian-varian budayanya sendiri. Etnis Bugis sebagai salah satu etnis mayoritas di daerah ini mewariskan beberapa jenis kebudayaan baik berupa tari-tarian, upacara-upacara adat, peninggalan-peninggalan bekas kerajaan-keraj...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
La Dana dan Kerbaunya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Konon menurut legenda, dahulu kala di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, ada seorang anak petani bernama La Dana. Ia merupakan anak pintar dan cerdik. Walaupun begitu, masyarakat sekitar kurang begitu menyukainya, karena La Dana seringkali menggunakan kecerdikannya untuk memperdaya orang lain.

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Landorundun
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Landorundun adalah seorang gadis cantik, molek, dan panjang rambutnya. Ayahnya bernama Solokang dari Rongkong dan ibunya bernama Lambe' Susu Sesean. Pada suatu hari, Landorundun pergi mandi ke sungai. Sehabis mandi ia lalu bersisir dan rambutnya tercabut sehelai. Rambut itu lalu digulungnya pada sebuah sisir yang terbuat dari emas. Gulungan rambut ini diletakkan di atas batu. Tiba-tiba angin puting beliung datang meniupnya dan jatuh ke air lalu hanyut ke muara sungai dan sampai ke tengah laut. Ketika benda itu berada di tengah laut kelihatan berkilau-kilauan karena terkena cahaya matahari. Benda itu dilihat oleh Bendurana, lalu ia menyuruh anak buahnya pergi mengambilnya. Orang yang disuruh mengambil benda itu tidak ada satu pun yang berhasil karena selalu kembali dalam keadaan cacat. Orang pertama pergi mengambilnya dan kembali dalam keadaan lumpuh. Orang kedua hilang kakinya sebelah. Orang ketiga kembali dalam keadaan bungkuk. Orang yang keempat hilang telinganya dan yang tera...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
La Upe
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Alkisah, di sebuah kampung di daerah Sulawesi Selatan, Indonesia, ada seorang anak yatim bernama La Upe. Ia tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah kecil di pinggir kampung. Ibunya meninggal dunia sejak ia masih kecil. Ketika ia berumur sepuluh tahun ayahnya menikah lagi seorang janda dari kampung lain yang bernama I Ruga. Sang Ayah berharap agar La Upe mempunyai ibu yang dapat merawat dan menyayanginya. Namun, harapannya berbeda dari kenyataan. Setiap hari I Ruga menyiksa dan memukul La Upe ketika ia pergi ke sawah. Sejak bersama ibu tirinya, hidup La Upe sangat menderita. Ia tidak pernah lepas dari siksaan dan perintah yang berat dari ibu tirinya. Setiap hari, ia disuruh pergi ke sungai untuk memancing ikan. Jika pulang tanpa membawa hasil, ia disiksa dan dipukul dengan tongkat. Begitulah yang dialami La Upe setiap hari tanpa sepengetahuan ayahnya. Pada suatu hari, La Upe disuruh oleh ibu tirinya ke sungai untuk memancing ikan. Setelah mempersiapkan pancing dan umpan yang bany...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Mangota #SBM
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Tradisi masyarakat nusantara, termasuk Bugis Makassar di masa lalu adalah makan sirih. Tradisi makan sirih, dapat dikatakan telah hilang hari ini. Terakhir penulis temukan orang-orang tua makan sirih ditahun 1980-an. Tetapi mungkin saja, masih ada satu dua orang di Sulawesi Selatan hari ini masih melestarikan tradisi makan sirih. Makan sirih, dapat dibandingkan dengan kebiasaan merokok hari ini. Setiap saat, apalagi bila ada pertemuan, sirih selalu dihadirkan. Di lingkungan elit masa lalu, Raja selalu diiringi  Pampawa Epu  yaitu kerabatnya yang masih kecil yang membawakan perlengkapan makan sirihnya. Untuk makan sirih, terdapat satu set peralatan. Karena keterbatasan, kami cuma sebutkan dua yaitu  Ota-otang  dan  Kalakatti .  Ota-otang  adalah logam perak atau emas yang berbentuk silinder yang agak gepeng. Tempat menyisipkan daun sirih. Sirih ditumbuk (ada alat penumbuknya) dengan gambir. Lalu dicampur dengan belahan pinang ( Alosi) ....

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Jempang #SBM
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Selatan

Jempang, Penutup Alat Vital Anak Di zaman dulu, anak anak bertelanjang. Nantilah mereka dewasa baru berpakaian. Tentu dahulu, belum ada celana dalam dan pampers. Meski demikian, kemaluan anak, terutama anak perempuan tetap ditutup. Untuk itu orang Bugis Makassar kuno membuat  Jempang . Jempang,  pada dasarnya adalah benda keras (bukan kain) yang berbentuk segitiga untuk menutup area vital anak. Pada kondisi terdesak,  Jempang  terbuat dari batok kelapa yang dibersihkan. Lalu sisi kiri kanannya diikat melingkari perut. Sehingga tergantung dan menutup kemaluan. Bagi orang orang tertentu,  Jempang  terbuat dari perak, emas atau gabungan keduanya. Jempang  pada gambar diatas, terbuat dari perak dan ditengahnya dari emas. Di bagian atasnya terdapat silinder, tempat memasukkan tali. Yang kemudian tali itu dililitkan melingkar di perut anak. Meski fungsinya hanya sebagai alat penutup kemaluan anak,  Jempang  kadang dibuat dengan...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Bute Puru
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Konon menurut legenda ada kerajaan lama bernama kerajaan Sriwijaya yang di pimpin oleh seorang raja arif bijaksana. Sang raja memiliki tujuh orang putra. Yang paling bungsu diberi nama Bute Puru. Bute artinya buta, Puru artinya koreng atau kurap. Oleh sebab itulah si bungsu diberi nama Bute Puru. Bute Puru merupakan anak yang cerdas, berbudi pekerti luhur. Lain sekali dengan keenam saudaranya. Semuanya berhati culas, jahat, dan kejam.                 Suatu hari, sang raja memanggil ketujuh putranya. Sang raja menyampaikan bahwa dirinya sudah tua. Sudah sepantasnya dia digantikan oleh salah satu putranya.                 “Anak-anakku…ayah  sudah tua nak, sudah waktunya ayah harus istirahat ayah ingin salah satu kalian menggantikan ayah” “Aku ayah! Aku! Akulah yang pantas menggantikan ayah”...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
PESTA ADAT PAJJUKUKANG #SBM
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Jika dihubungkan dengan Islam, pesta dan ritual ini telah banyak mengalami pasang surut. Acara ini telah dilaksanakan sejak kelahiran Karaeng Loe berabad-abad yang lalu. Sebelum Islam datang, acara ini tentu saja didasarkan pada prinsip, keyakinan dan tradisi masyarakat Makassar pra-Islam. Pada masa itu, praktek mistik, sesembahan, sesajen, arwah luluhur, judi,  ballo'  (minuman keras khas Makassar), sangat dominan dalam acara ini. Islam masuk ke Bantaeng pada awal abad XVII. Meski sejarah Islam di Bantaeng belum terekonstruksi secara baik, banyak versi yang menjelaskan kedatangan Islam di kawasan ini. Islam misalnya pertama kali dibawa ke Bantaeng oleh pedagang Muslim pada XVI (Mahmud  et al  2007: 147-8), Raja Tallo and Dato' ri Bandang pada awal abad XVII (Ahimsa-Putra 1993: 104), La Tenri Rua Sultan Adam Raja Bone XI, dan sebagainya. Yang penting dari ini semua, corak Islam yang mudah diterima ketika itu adalah tasawuf. Ini disebabkan oleh kecende...

avatar
Jabaltaqwa