Opom merupakan makanan khas kota Subulussalam Nanggroe Aceh Darussalam. Opom terbuat dari bahan dasar tepung yang dibuat dengan tambahan kuah santan. proses pembutannya yang mudah menjadikan makanan ini favorit masyarakat di kota Subulussalam.Opon di betuk bulat seperti Pancake, berikut cara membuatnya dan bahan-bahan nya. Bahan-Bahan : Tepung Pulut Santan Kelapa secukupnya 2 tangkai daun pandan Gula secukupnya Garam secukupnya Cara Membuat : Pertama aduk adonan tepung dengan air secukupnya. panaskan Teflon untuk memanggang adonan. teteskan adonan tersebut sehingga membentuk lingkaran kecil. jika sudah matang sisihkan. Membuat Kuah : siapkan santan kelapa secukupnya. Lalu masukakan dengan garam, gula dan daun pandan. (Bisa ditambahkan durian) Kemudian masak sampai matang. Opom siap disajikan dengan siraman kuah santan. Sumber : http://mysubu...
Kopi Aceh berasal dari Belanda yang dibawa seorang pengusaha Belanda pada abad XVII lewat Batavia dan masuk ke Aceh. Kopi Arabica umumnya dibudidayakan di wilayah dataran tinggi Tanah Gayo, termasuk Takengon, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Sedangkan di Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) serta Aceh Barat, masyarakat lebih menyukai mengembangkan kopi Robusta. Aceh yang mempunyai kondisi alam yang subur, ditambah cuaca yang mendukung, telah membuat tanaman kopi Aceh tumbuh menjadi komoditas yang bermutu tinggi dan menguntungkan. Indonesia menjadi pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia, dan Aceh merupakan salah satu penghasil kopi terbesar dan telah mampu menghasilkan sekitar 40% biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi yang ada di Indonesia. Masyarakat Aceh tidak dapat dipisahkan dari kopi. Karena itulah, kedai kopi akan banyak kita temui di berbagai pelosok negeri berjuluk Serambi Mekkah ini. Baik siang maupun malam, berbagai l...
Di Aceh terdapat dua jenis kopi yang di budidayakan, salah satunya kopi Gayo (Arabika). Untuk kopi jenis Arabika umumnya dibudidayakan di wilayah dataran tinggi “Tanah Gayo”, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues, sedangkan di Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat lebih dominan dikembangkan oleh masyarakat berupa kopi jenis Robusta. Kopi Arabika agak besar dan berwarna hijau gelap, daunnya berbentuk oval, tinggi pohon mencapai tujuh meter. Namun di perkebunan kopi, tinggi pohon ini dijaga agar berkisar 2-3 meter, tujuannya agar mudah saat di panen. Pohon Kopi Arabika mulai memproduksi buah pertamanya dalam tiga tahun. Lazimnya dahan tumbuh dari batang dengan panjang sekitar 15 cm. Dedaunan yang diatas lebih muda warnanya karena sinar matahari sedangkan di bawahnya lebih gelap. Tiap batang menampung 10-15 rangkaian bunga kecil yang akan menjadi buah kopi. Dari proses inilah kemudian muncul buah kopi disebut cherry , berbentuk oval...
Masam Jing adalah masakan gulai ikan khas Gayo, Aceh. Ikan yang digunakan biasanya ikan mujahir. Daging ikan mujahir sangat manis dan lembut menjadikan ikan ini banyak digemari masyarakat Aceh. Makanan ini dimasak dengan cara tradisional yaitu dengan menggunakan periuk dari gerabah agar rasanya lebih nikmat. Ditambah dengan kacang koro yang memberikan rasa manis berlemak yang memperkuat citarasa Masam Jing. Sangat enak disantap dengan nasi putih yang masih hangat. Bahan : Kacang Koro Kentang sedang dibelah delapan Labu siam dibelah dua belas Kacang merah, kacang panjang, dan bucis Daun labu siam secukupnya Terpuk (kincung) yang sudah dirajang Ikan mujahir Bumbu Halus : 10 siung bawang merah 10 buah cabe merah 1 buah kunyit 5 buah asam sunti Beras setengah sendok makan Cara Membuat : Rebus air, setelah mendidih, masukkan sayuran yang telah dipoton...
Salah satu makanan khas dari Suku Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Dan juga sebenarnya merupakan makanan khas dari masyarkat Suku Karo, Sumatera Utara. Dikarenakan kedekatan kultur budaya dan geografis antara Tanoh Alas dan Tanah Karo yang saing berdekatan, menyebabkan pembauran budaya antara kedua suku tersebut termasuk yang terjadi ada kesamaaan nama kuliner khas dari kedua suku tersebut. Tasak sendiri memiliki art “memasak”, dan Telu dalam bahasa Alas artinya “tiga”. Jadilah arti keseluruhan dari Tasak Telu adalah masakan dengan tiga jenis, maksudnya, kuliner satu ini hanyalah menggunakan tiga jenis bumbu masak yakni cabe rawit, batang serai, dan bawang merah. Seiring berkembangnya zaman, kuliner satu ini sudah diberi penambahan bumbu dalam pengolahannya, seperti penambahan daun salam untuk mengurangi risiko hipertensi, cekala/kecombang untuk mengjhilangkan bau amis pada bahan makanan utama dari kuliner ini. Namun pada dasarnya, bumbu utama dalam masakan ini...
Berbicara masalah kuliner Aceh, pasti Anda akan membayang mie Aceh. Ya, mie Aceh memang sangat terkenal sampai tersohor ke penjuru dunia. Namun, kuliner mie tidak hanya mie Aceh saja. Di Kabupaten Pidie, ada mie yang sangat terkenal kelezatannya, namanya Mie Caluek. Bagi masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie, Mie Caluek menjadi menu favorit. Nama yang sangat unik, namun soal rasa pasti tak kalah dengan Mie Aceh. Jika Anda melihat penampakannya, dipastikan Anda akan teringat satu makanan khas Eropa yaitu Spaghetti. Banyak yang bilang Mie Caluk ini sebagai spaghettinya Aceh, ini mungkin karena ukuran mienya yang terbilang cukup besar seperti spaghetti. Harganya yang sangat murah, dan rasanya yang enak menjadikan Mie Caluk ini menjadi makanan kesukaan banyak kalangan. Dikatakan Mie Caluk dikarenakan cara penjual meletakkan mie ke piring pelanggan. Yaitu dengan cara mengambil mie tersebut dengan menggunakan sendok dan supaya mienya tidak jatuh, penjual menjepitnya lagi d...
Pernahkah Anda melihat kue di atas? Kue tersebut adalah apam atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan serabi. Kue gurih yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan ini hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu oleh masyarakat Aceh. Salah satunya adalah pada bulan Ra’jab sehingga bulan Ra’jab juga dikenal dengan buleun Apam dalam Almanak Aceh. Suara jingki terdengar jelas di telinga saat saya menelpon mamak di Tangse. Tuk. Tuk.Tuk. Di balik suara mamak dan jingki, juga terdengar riuh suara milik perempuan yang tidak asing lagi bagi saya, ada Po Chen, Po Saba, Po Rasyidah, dan juga Kak Na. Mereka adalah tetangga merangkap teman-teman ngerumpi mamak di kampung kami, Pulo Mesjid II, Tangse, Pidie. “ Kamoe teungoh top teupong. Singoh na khanduri apam (Kami sedang menumbuk tepung. Besok rencananya mau kenduri apam ),” ucap mamak lewat telepon. “ Apam ???” spo...
Makanan spesial unik dari simeulue terbuat dari sagu dinamakan Tabbaha longon ada juga namanya tabbaha loyang yang biasanya dijadikan santapan ringan saat menikmati secangkir minuman kopi atau teh manis disiang hari,tabbaha sendiri di olah dengan menggunakan bahan dari sagu yang telah di keringkan kemudiaan di campur dengan kelapa ada juga yang di aduk dengan pisang yang dimasak dengan cara di gonseng enaknya makan yang unik tabbaha akan terasa di ujung lidah rasa pisangnya lebih dari itu walaupun sedikit kita makan tabbahanya akan membuat anda terasa berat dan kenyang pada tahun 1945 di masa penjajahan belanda masyarakat simeulue bertahan hidup dengan memanfaatkan makanan pokok dari sagu sebab di masa penjajahan belanda dulu warga simeulue tidak sempat untuk bertani menanam padi di pulau terpencil yang termasuk aceh penduduk memanfaatkan ubi kayu rebus dan makanan tabbaha dari sagu untuk kelangsungan hidup hingga sampai sekarang masih di jadikan makanan pokok sebagai solusi a...
Ie Bu Peudah (baca: i-bu-pedah), makanan takjil Ramadhan jenis bubur rempah nasi pedas dari beras khas Aceh yang dimasak dalam sebuah kuali besar yang dibuat permanen di atas tungku yang dicor semen. Usai mencuci beras dan mencampurinya dengan bumbu, lalu dituangkan dalam kuali. Lalu mengaduknya terus-menerus, sambil menjaga nyala api. Menu yang hanya di masak di bulan Ramadhan itu unik, karena diolah dari 44 macam jenis tanaman dan dedaunan hutan. Misalnya, lada,kunyit, lengkuas, bawang putih, kelapa parut, daun cengkeh dan biji cengkeh, daun sitahe, daun seumalu bate, daun sukun, daun pandan dan aneka lainnya. Tongkat pengaduknya adalah batang rebung kala,yang punya dapat meninggalkan aroma tersendiri di dalam makanan. Penggunaan aneka rempah membuat rasa takjil itu pedas, oleh karenanya disebut Ie Buu Peudah. Rasa dan tradisi itu diyakini masyarakat Daerah Istimewa Aceh dapat membuat badan segar sepanjang hari di bulan suci Ramadhan. Selain itu, Ie Bu Peudah juga dinilai baik unt...