Seluruh penduduk Kota Tangerang pasti mengetahui Klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama karena berada di dekat pusat kota dan menjadi destinasi utama etnis tionghoa yang datang dariberbagai daerah di Indonesia. Namun, tak semua orang mengetahui tentang Prosesi YMS Kwam Im Hud Couw atau Arak-arakan 12 Tahunan Toapekong. Seperti nama sebutannya, arak-arakan ini dilaksanakan setiap 12 tahunan. Tradisi ini berawal pada tahun 1856, tahun Naga Tanah. Kelenteng Boen Tek Bio diperkirakan dibangun pada tahun 1684 baru dipugar untuk kedua kalinya, setelah pemugaran pertama tahun 1774. Selesai dipugar, kim-sin Yang Mulia dan Suci (YMS) Kwan Im Hud Couw, yang juga dikenal dan dimuliakan sebagai Guan Shi Yin. Pada waktu pemugaran disemayamkan sementara di Kelenteng Boen San Bio di Pasar Baru dan disambut kembali ke kelenteng yang selesai dipugar dengan arak-arakan yang sangat ramai. Sejak itulah peristiwa tersebut menjadi tradisi yang diulang kembali setiap 12 tahun sekali, yakni setiap tahun Naga....
Sebelumnya, papeda memang bukan berasal dari banten, tetapi dari papua. Namun ada makanan yang sangat sering saya lihat di sini yaitu ciker papeda. Apakah itu? Ciker papeda merupakan campuran aci,telur,sambal, dll yang di masak sangat cepat sehingga bisa langsung di makan saat panas-panas. rasanya nikmat dan harganya juga murah, banyak sekali yang berjualan ciker papeda di depan sekolah dasar, sekolah menengah pertama (Kalau SMA saya lihat sih sudah tidak ada) Saat SMP saya sering sekali membeli jajanan ini. Bagaimana dengan bentuknya? ciker papeda berbentuk gulungan dan ditusuk oleh stik sehingga bisa dibawa kemana-mana, praktis dan mudah dibuang. Bagaimana kira-kira cara membuatnya? berikut caranya. Panaskan wajan khusus dengan lengkungan yang tidak terlalu curam Beri minyak ke wajan secukupnya Ceplok telor sesuai selera setelah itu tuangkan aci nya (campuran aci dengan hal lain, rahasia penjual) Tunggu sebentar sampai kering beri garam dan la...
Kesakralan pernikahan bukanlah hanya milik kedua mempelai yang akan mengikrarkan janji sehidup semati, melainkan juga milik kedua belah pihak keluarga yang turut serta berbahagia. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan yang ditakdirkan Tuhan untuk saling melengkapi, tetapi juga menyatukan adat dan budaya dari pihak yang bersuka cita. Dalam sebuah pernikahan, kedua belah pihak tentunya ingin mempersembahkan identitas terbaik mereka, baik melalui pakaian, tarian, lagu, maupun hidangan yang tersaji. Melalui berbagai macam persembahan yang diberikan oleh Sang Pemilik Hajat, tentunya kita akan menyadari betapa banyaknya keragaman yang harus dihargai di negeri ini. Teman, pernahkah kamu mendengar sebuah hidangan bernama Kue Bacot? Ya, namanya Kue Bacot. Mungkin sebagian dari kalian merasa aneh membaca namanya, tapi hidangan itu memang benar-benar ada. Kue Bacot adalah sebuah hidangan tradisional dari daerahku yang terletak di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. Pada dasarn...
Provinsi Banten memiliki banyak kisah sejarah masa lalu yang peninggalannya sampai saat ini masih dapat kita jumpai, seperti Masjid Agung Banten, Danau Tasikardi, Vihara Avalokitesvara, Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan masih banyak lagi. Keraton ini terletak di kawasan Banten Lama, tepatnya di Kampung Kroya, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Kaibon diambil dari kata ‘keibuan’, yang lama kelamaan masyarakat terbiasa menyebutnya dengan kata ‘Kaibon’. Berdasarkan sejarah, keraton ini dibuat oleh Sultan Syafiuddin untuk ibundanya, Ratu Aisyah sebagai perwujudan rasa terima kasih karena telah mendamping dan membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan dari saat ia diangkat menjadi raja di usia 5 tahun. Salah satu bangunan dari keraton ini memiliki keunikan, yaitu kamar Ratu Aisyah dan Sultan Syafiuddin yang dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan, tentu bukan pendingin ruangan yang digunakan saat ini. Sistem pendingin dimaksud adala...
Bahasa Jawa Serang adalah Bahasa Jawa yang telah mengalami akulturasi dengan kebudayaan Sunda Banten. Bahasa Jawa Serang sendiri tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh dari Bahasa Jawa. Bahasa Jawa serang memiliki perbedaan pada pelafalan huruf o pada Bahasa Jawa menjadi e seperti pada kata ‘peti’. Selain itu perbedaan Bahasa Jawa Serang dengan Bahasa Jawa terdapat pada logat, pada bahasa Jawa Serang terdapat logat yang lebih tegas dan sedikit lebih cepat dalam mengungkapkan kata katanya. Bahasa Jawa Serang atau sering di sebut jaseng juga memiliki tingkatan bahasa seperti pada Bahasa Jawa pada umumnya yaitu, tingkat tinggi atau halus ( bebasan ) dan tingkat biasa. Pada tingkat biasa atau rendah Bahasa ini digunakan sebagai bahasa sehari-hari seperti percakapan antar teman atau antar keluarga. Pada tingkat bebasan bahasa ini digunakan untuk percakapan dengan orang yang dihormati atau lebih tua dari penuturnya. Berikut merupakan beberapa kata yang terdapat pada...
Asal Usul Merpati Kakinya Merah Pada zaman dahulu, hewan yang paling hebat itu adalah ayam. Ayam memiliki banyak kelebihan diantaranya memiliki suara yang bagus dan juga dapat terbang. Ya, benar. Waktu itu ayam masih bisa terbang. Bahkan ia memiliki perhiasan yang menawan di lehernya dan senjata yang tajam di kakinya. Oleh karena hal tersebut ayam menjabat sebagai kepala setempat. Namun sayang, sifat ayam sangat sombong. Ia berpikir semua hewan lain memiliki derajat lebih rendah daripadanya. Suatu hari, seekor merpati terbang dengan cepat melintasi si ayam. Si ayam kaget dan geram, maka dengan cepat ia langsung menyusul si merpati. Tanpa berbasa basi, ia serang si merpati dan lukalah kaki si merpati. Padahal si merpati terbang melintasi si ayam karena buru buru ingin kembali ke sarangnya. Ia sedang membawa makanan untuk anak anaknya. Sangat sedih hati si merpati dan rintihannya terdengar ke kahyangan. Mendengar rintihan merpati, Sunan Amb...
Patingtung termasuk jenis kesenian tradisional yang paling banyak digemari oleh masyarakat tua ataupun muda. Hampir di tiap kelurahan se-kota Cilegon, kesenian ini tumbuh dan berkembang mencari identitasnya masing-masing. Pada saat ini yang masih aktif tercatat 34 komunitas patingtung se-kota Cilegon yang tergabung dalam Persatuan Pendekar Persilatan & Seni Budaya Banten Indonesia "PPPSBBI". Jumlah kesenian tiap grup ini cukup banyak, antara 20-30 orang, tukang kendang 2 orang, tukang terompet seorang, tukang goong 3 orang, tukang ketug seorang, tukang kecrek seorang pemain patingtung rata-rata mengasai silat beladiri.Busana yang dipakai pemain pada umumnya berwarna hitam atau gelap. Yaitu baju kampret celana pangsi dan ikat kepala. Jenis kesenian ini biasa dipentaskan siang atau pada malam hari dan juga bisa dipentaskan di panggung atau di tanah lapang. Biasanya setelah gembrungan atau dikenal oleh masyarakat masa kini chek sound, untuk menginstrumenkan nada serta suara yan...
Di jaman jaman dulu hiduplah seseorang putri yang bernama Putri Arum. Putri Arum yaitu seseorang putri yang cantik jelita diluar itu dia juga mempunyai budi pekerti yang baik. Karna kecantikannya Banyak Pangeran yang datang untuk membuatnya Permaisuri. Dari Begitu banyak Pangeran, tersebutlah dua orang Pangeran rekan perseguruan inginkan Putri Arum sebagai istrinya. Ke-2 Pangeran itu bernama, Pangeran Sae Bagus Lana dan Pangeran Cunihin. Keduanya mempunyai kesaktian yang keduanya sama tinggi. Tetapi, karakter mereka begitu tidak sama. Pangeran Sae Bagus Lana mempunyai karakter yang begitu baik hati. Sedang Pangeran Cunihin sifatnya begitu tercela. Tahu perwatakan ke-2 Pangeran itu. Putri Arum pilih Pangeran Sae Bagus Lana. Terima fakta kalau bukanlah Dia yang di tentukan Putri Arum, Pangeran Cunihin begitu kesal. Lantaran rasa kesal dan malu, ia juga membuat gagasan untuk mengambil kesaktian Pangeran Sae Bagus Lana dan untuk merebut Putri Arum. Satu hari, ia juga sukses melakuka...
Prasasti Kabantenan di Bekasi : Pendidikan, Kenegarawanan dan Leadership Janganlah kita lupakan demi tujuan kita, bahwa para pemimpin berasal dari rakyat dan bukan berada di atas rakyat. [Bung Karno dalam Penyambung Lidah Rakyat, hlm. 69] Melanjutkan tulisan ‘Gemah Ripah loh Jinawi’ : Kemakmuran Negara diukur dari jumlah penduduknya yang banyak. Merupakan tantangan berat Tata Kelola perkotaan yang harus sudah sangat mumpuni, agar kota tersebut tidak berujung menjadi Kota ‘Tryanopolis’, yaitu kota yang banyak gejolak dan serba kekurangan sandang dan pangan. Atau bahkan ‘Nekropolis’, kota yang menuju kehancuran karena terjadi peperangan. Ternyata orang-orang tua Sunda seribuan tahun silam telah mengantisipasi itu dengan mengeluarkan perundang-undangan dan hukum ketat yang mengatur manusia dengan lingkungannya. Diantaranya saja begitu ketatnya aturan RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah), dengan tujuan melestarikan su...