Kupat yang dalam bahasa Indonesia berarti ketupat memang ada di berbagai daerah, terutama saat Lebaran Ketupat yang jatuh pada tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Tapi Kupat Ketek, hanya bisa ditemukan di Gresik. Secara fisik, ketupat ini bentuknya hampir sama dengan ketupat pada umumnya. Ada yang dibungkus menggunakan janur atau memakai daun lontar. Yang membedakan Kupat Ketek dengan ketupat lain adalah bahan dan cara memasaknya. Penganan ini bahan dasarnya adalah ketan. Sedangkan cara memasaknya, juga berbeda dengan ketupat pada umumnya. Ketupat umum dimasak dengan air untuk memasak, sementara Kupat Ketek dimasak menggunakan Air Ketek sampai sekitar 5 jam. Airnya inilah yang sulit didapat, tidak ada di semua daerah. Tentang rasa, Kupat Ketek jauh lebih gurih dibanding ketupat lain. Dan cara makannya pun berbeda. Kupat Kepet dimakan dengan kelapa yang sudah diparut. Bahan-bahan: ketan daun muda gebang air ketheg ...
Ketupat tidak lepas dari perayaan Idul Fitri. Dalam perayaan Idul Fitri, tentunya di situ ada satu hal yang tidak pernah pisah dari perayaan Ketupat Lebaran. Istilah tersebut telah menjamur di semua kalangan umat Islam terutama di pulau Jawa. Ketupat atau kupat sangatlah identik dengan Hari Raya Idul Fitri. Buktinya saja di mana ada ucapan selamat Idul Fitri tertera gambar dua buah ketupat atau lebih. Ketupat tidak lepas dari perayaan Idul Fitri. Dalam perayaan Idul Fitri, tentunya di situ ada satu hal yang tidak pernah pisah dari perayaan Ketupat Lebaran. Istilah tersebut telah menjamur di semua kalangan umat Islam terutama di pulau Jawa. Ketupat atau kupat sangatlah identik dengan Hari Raya Idul Fitri. Buktinya saja di mana ada ucapan selamat Idul Fitri tertera gambar dua buah ketupat atau lebih.
Sejarah Mengenai Upacara Tradisional Siraman Gong Kyai Pradah / Pusaka Gong Kyai Pradah Di Kel. Kalipang Kec. Sutojayan Lodoyo Blitar Tersebutlah dalam kisah, antara tahun 1704 – 1719 Masehi di Surakarta bertahtalah seorang Raja bemama SRI SUSUHUN AM PAKU BUWONO I. Raja ini mempunyai saudara tua yang lahir dari istri ampeyan (bukan Permaisuri) bernama PANGERAN PRABU. Pada saat penobatan SRI SUSUHUNAN PAKU BUWONO I sebagai Raja, hati PANGERAN PRABU sangat kecewa karena sebagai saudara tua PANGERAN PRABU tidak dinobatkan sebagai Raja di Surakarta sehingga timbullah keinginannya untuk membunuh SRI SUSUHUNAN PAKU BUWOONO I Namun akhirnya keinginun PANGERAN PRABU tersebut tercium oleh SRI SUSUHUNAN PAKU BUWONO I dan sebagai hukumannya PANGERAN PRABU diperintahkan untuk membuka hutan di daerah Lodoyo yang pada saat itu merupakan hutan yang sangat lebat yang dihuni oleh binatang – binatang buas serta hutan tersebut dianggap sebagai t...
Kuburan Panjang ini disebut juga makam Doro Sembodo. Terletak di tepi laut Desa Lebak Kecamatan Sangkapura. Makam ini merupakan makam yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar karena disamping mempunyai kekuatan magis terpendam juga mengandung nilai historis tinggi. Menurut cerita, Doro Sembodo ini adalah abdi setia Aji Saka yang merupakan tokoh utama legenda Babat Tanah jawa. Peristiwa meninggalnya Doro dan Sembodo ini kemudian dikisahkan dalam Huruf Jawa (Ha, Na, Ca, Ra, Ka, dst.). Para pelancong banyak berdatangan saat hari Raya Idul Fitri Maupun Idul Adha. Asal Usul Di dusun Tanjung anyar ( orang Bawean menyebutnya Tinggen) desa Lebak terdapat makam panjang, kira- kira panjang makam 11-12 meter. Konon itu adalah tempat pusaka Aji Saka yang dikubur bersama darah Doro. Aji Saka adalah seorang Penyebar agama Hindu di Pulau Jawa (Javadwipa) yang berasal dari Kerajaan Asoka di India....
Pada zaman Raja Majapahit Raden Wijaya, Lamongan sudah menjadi daerah strategis. Dalam naskah riwayat hari jadi Lamongan, dijelaskan bahwa sudah terdapat jalan purbakala yang menghubungkan pusat kerajaan di Trowulan dengan Kambang Putih (pelabuhan Tuban) yang berada di pesisir utara. Diduga jalan purbakala tersebut mulai dari Desa Pamotan yang berada di selatan, Garung, Kadungwangi, Sumbersari, Pasarlegi, Ngimbang, Bluluk, Modo, Dradah terus ke utara hingga Gunung Pegat dan berakhir di utara tepatnya di Desa Pucakwangi di Babat. Pada zamannya, jalan purbakala ini ramai dilalui para saudagar, punggawa praja, prajurit hingga rakyat jelata. Kondisi ini berpengaruh terhadap majunya perkembangan masyarakat di wilayah Lamongan bagian barat ketimbang warga yang hidup di Lamongan bagian timur. Kehidupan teratur masyarakat ini dapat dibuktikan dengan ditemukan banyaknya batu prasasti dan petilasan kuno di sepanjang jalan purbakala ini. Sejarah Awa...
Diceritakan bahwa ada tujuh bidadari yang turun dari kahyangan dan mandi di sebuah telaga. Para bidadari senang mandi dan bersenda gurau di telaga ini karena airnya sangat jernih, di dalamnya terdapat sumber mata air dan dasar telaga ini membiaskan warna biru yang indah. Namun, keceriaan para bidadadri ini sempat terusik gara-gara ulah Joko Tarub yang suka mengintip dan membawa kabur pakaian salah satu bidadari itu. Cerita ini mengalir dan menjadi legenda rakyat. Tapi siapa sangka, pemandian bidadari itu adalah Banyu Biru yang terletak di Sumberejo, Kecamatan Winongan, sekitar 20 km dari kota Pasuruan, Jawa Timur. Menurut legenda versi ini, konon, mengisahkan Joko Tarub yang suka mengintip akhirnya dikutuk dewa menjadi ikan wader yang harus menunggui sumber air Banyu Biru ini. Legenda ini lambat laun menjadi mitos yang terus dipercaya hingga kini. Tak perduli legenda itu benar atau tidak, pemandian alam Banyu Biru tetap menarik untuk dikunjungi. Wisatawan dari berbagai...
Nama Lamongan sendiri berasal dari nama seorang tokoh pada masa dulu. Kabupaten Lamongan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Lamongan. berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Gresik di timur, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang di selatan, serta Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban di barat. Sejarah Terbentuknya Kota Lamongan (Jawa Timur) Kisah Terbentuk Kota Lamongan Berawal dari diwisudanya Adipati Lamongan pertama yaitu Tumenggung Surajaya (Rangga Hadi) meskipun pada waktu itu Kasultanan Pajang yang menjadi pusat pemerintahan,tetapi yang bertindak mengangkat/mewisuda Surajaya yang menjadi adipati Lamongan yang pertama bukanlah Sultan Pajang melainkan Kanjeng Sunan Giri IV. Hal itu di sebabkan karena Sunan Giri prihatin terhadap Kasultanan Pajang yang selalu resa dan situasi pemerintahan yang kurang mantap, dan faktor yang lain adalah Kanjeng Sunan Giri merasa resah atas tingkah para pedagang asing dari Ero...
Bersilaturahmi adalah salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia terutama yang beragama islam. Biasanya pelaksanaannya bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri atau beberapa hari setelahnya. Biasanya masyarakat Indonesia yang beragama islam melakukan kegiatan ini untuk menyempurnakan ibadah mereka setelah satu bulan berpuasa. Setelah melakukan Solat Id, biasanya masyarakat yang melakukan kebiasaan ini berkeliling kampung mengunjungi rumah-rumah tetangga mereka. Tak hanya untuk bersalam-salaman dan bermaaf-maafan, tetapi tuan rumah juga menyediakan kue-kue dan minuman untuk warga yang berkunjung. Kadang tak sedikit juga tuan rumah yang menyiapkan makanan khas Idul Fitri yaitu ketupat dan opor ayam. Lalu, ada juga yang menyiapkan uang di dalam amplop untuk diberikan kepada warga yang berkunjung atau biasa disebut dengan THR (Tunjangan Hari Raya). Di kampung halaman saya sendiri di Desa Landungsari, Kabupaten Malang, Jawa Timur tidak hanya masyarakat yang beragama islam yang melakukan...
Salah satu dari banyaknya kesenian dari kota berjuluk "The Sunrise Of Java". Mencak Sumping ini merupakan kesenian dari Banyuwangi dimana singkatnya ada anggota dari perguruan pencak silat saling beradu satu sama lain dengan memeragakan gerakan silat. Selain memeragakan gerakan silat masing- masing, bagian paling menarik dari mencak sumping adalah ketika 2 orang dari perguruan yang berbeda saling beradu dengan bergulung-gulung ditanah. Bagi peserta yang kalah akan disuapi sumping dimana yang kalah akan disuapi/ditutup mulutnya oleh peserta yang menang dimana sumping tersebut dibawakan teman-teman seperguruannya ataupun dari lemparan penikmat kesenian Mencak Sumping ini. Pertunjukan Mencak Sumping ini diadakan di Dusun Mondoluko dan diikuti hampir dari seluruh padepokan pencak silat di Kabupaten Banyuwangi. Mencak Sumping ini diadakan berpapasan dengan Hari Raya Idul Adha dengan tujuan membersihkan dusun tersebut dari segala bahaya dan sebagai rasa syukur mereka terhadap Gusti Al...