Wanita
192 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Klasik Gaya Surakarta
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari klasik gaya Surakarta memiliki karakter yang khas, tari klasik semula meniru gerak alam semesta dan pertanda seperti mbanyu mili (sesuai dengan letak arah mengalirnya), posisi gerak tari seperti tanjak ndoran tinangi, angranakung, singkal, mager timun. Pada susunan kembangan sekaran) tari terdapat nama ngranggeh lung, merak kesimpir, gajah ngoling, menthokan, mucang kanginan, banteng nggambul. ombak banyu, ngalap sari. Berbagai gerak alam di stilir menjadi ragam gerak tari yang dilakukan oleh tubuh. Dasar gerak tari klasik gaya Surakarta berpegang pada dua aspek yaitu adeg dan solah. Untuk mencapai tingkat gerak yang berkualitas (estetik) diperlukan suatu metode latihan tari yang efektif, di dalam istilah tari gaya Surakarta disebut Rantaya yang meliputi pola dasar adeg, pola dasar lumaksana, susunan kembangan atau sekaran. Filosofi tari klasik gaya Surakarta adalan menggunakan konsep Dewa Raja Jejer, sedang mitosnya adalah kiblat papat lima pancer. Tari Klasik gaya Surakar...

avatar
Alif Ihsanuddin Perdana
Gambar Entri
Wayang Orang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Wayang Orang adalah seni drama tari yang mengambil cerita Ramayana dan Maha­barata sebagai induk ceritanya. Dari segi cerita, Wayang Orang adalah perwujudan drama tari dari Wayang Kulit Purwa. Pada mulanya, yakni pertengahan abad ke-18, semua penari Wayang Orang adalah penari pria, tidak ada penari wanita. Jadi agak mirip dengan pertunjukan  ludruk  di Jawa Timur dewasa ini.  Dalam berbagai buku mengenai budaya wayang disebutkan, Wayang Orang diciptakan oleh Kangjeng Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I (1757 - 1795). Para pemainnya waktu itu terdiri atas abdi dalem istana. Sejarah Wayang Orang Menilik dari sejarah seni pertunjukan budaya Jawa, mayoritas dipengaruhi oleh kisah Mahabharata dan Ramayana dari India yang telah berbaur dengan budaya lokal. Tetapi dari kedua sumber budaya ini, Mahabharatalah yang menjadi runutan hampir mayoritas seni pertunjukan Jawa seperti wayang purwa, wayang orang dan lain sebaginya. Mahabhrata memiliki inti cerit...

avatar
Alif Ihsanuddin Perdana
Gambar Entri
LEGENDA GUA JARAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Gua Jaran (dalam Bahasa Indonesia, Jaran berarti kuda) dulu menjadi tempat pertapaan Resi Kendaliseto. Di sini terdapat legenda yang menceritakan bahwa pada suatu hari hujan turun sangat deras da nada seekor kuda yang kebingungan mencari tempat berteduh. Dia berlari kesana-kemari sampai akhirnya menemukan lobang besar lalu dia masuk ke dalamnya. Namun anehnya saat keluar keseokan harinya sudah dalam keadaan bunting (hamil). Dari legenda ini maka sekarang ada sebagian orang yang memercayai bahwa gua ini bisa membantu kaum wanita yang ingin mempunyai keturunan dengan cara bersemedi di dalamnya.   Sumber : KEMENTERIAN KEHUTANAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah

avatar
Ahadin Fahmi
Gambar Entri
Talenan
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

Fungsi utama talenan adalah sebagai alas untuk mengiris bumbu dan bahan masakan. Dengan demikian alas tersebut harus kuat dan awet. Namun begitu sebisa mungkin alas tersebut tidak mudah merusakkan pisau atau dalam bahasa Jawa, dikatakan tidak mudah “ngethulke” pisau. Talenan dan pisau besar koleksi Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta Orang Jawa lebih sering menyebutnya dengan istilah talenan atau tlenan. Istilah ini sudah terekam dalam kamus Jawa “Baoesastra Djawa” karangan WJS Poerwadarminta (1939). Pada halaman 586 kolom 2 disebutkan, “talenan yaiku kayu (dhingklik) landhesan iris-iris.” Artinya, kurang lebih talenan adalah sebuah papan kayu (atau semacam alas duduk bernama dingklik) yang berfungsi sebagai alas untuk mengiris bumbu dapur, bahan masakan, dan sejenisnya. Tentu jauh sebelum itu, istilah talenan sudah terbiasa didengar dan dikenal oleh masyarakat Jawa. Memang tid...

avatar
M Luthfi Fathurrahman
Gambar Entri
Ngunduh Mantu
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ngunduh Mantu adalah tradisi pernikahan adat Jawa yang diadakan oleh pihak keluarga mempelai pria. Biasanya penyelenggaraan ngunduh mantu ini dilakukan selang beberapa hari (5 hari) setelah pelaksanaan resepsi oleh pihak mempelai wanita. Kata “ngunduh” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya mengambil sesuatu yang sudah matang. Jadi istilah ngunduh mantu bisa dipahami sebagai prosesi mengambil menantu yang sudah cukup dewasa. Kenapa harus dilakukan prosesi ngunduh mantu?. Pertama, untuk mengenalkan mempelai wanita kepada keluarga besar dari pihak mempelai pria. Sebagai bentuk woro-woro atau pengumuman kepada tetangga bahwa mempelai pria tersebut sudah beristri. Kedua, mengisyaratkan bahwa pria harus menjadi pelindung, pengayom bagi istri dan anak-anaknya kelak. Prosesi acara ngunduh mantu. (1) Penyerahan putra pengantin dari keluarga pengantin wanita kepada keluarga besar pengantin pria. Menyediakan sarana berupa : slindur, gepyokan, sangsangan sekar m...

avatar
M Luthfi Fathurrahman
Gambar Entri
Kothekan Lesung :
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Kothekan Lesung terdiri dari Lesung, Tatakan / Alas Lesung, dan Antan. Alat musik ini terbuat dari kayu. Bentuk kesenian tradisional yang berkembang di pedesaan pada masa lalu, seperti kothekan lesung dapat ditemui hampir di setiap desa di Jawa Tengah. Instrumen utama alat musik ini adalah lesung, yaitu berupa wadah cekung dari kayu besar yang dibuang bagian dalamnya dan berfungsi sebagai wadah gabah saat ditumbuk menjadi beras. Cara memainkan alat musik Lesung Selain digunakan dengan tujuan mengolah gabah, lesung juga dimanfaatkan sebagai alat musik untuk mengisi waktu. Lesung dimainkan dengan cara dipukul/ditumbuk dengan menggunakan Alu pada bagian cekungan yang diisi dengan gabah/padi. Lesung adalah salah satu alat musik tradisional Banten yang mungkin ditemukan di daerah lain, namun dengan nama yang berbeda. Penggunaan Lesung sendiri sudah berkurang dikarenakan adanya alat musik modern untuk mengolah padi, sehingga Lesung semakin tersingkir. Sejarah dan Penggunaa...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tradisi Pulung Lengse
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ritual tradisi Pulung Langse digelar untuk membersihkan makam sekaligus mencuci dan mengganti kain penutup makam Ki Ageng Balak atau juga yang dikenal Raden Sujono yang dipercaya sebagai keturunan Raja Brawijaya, Majapahit. Dalam puncak prosesi ritual ratusan peziarah yang hadir akan memperebutkan (rayahan – Jawa) gunungan berupa hasil bumi dan nasi dan juga membeli sehelai kain bekas penutup makam.   Dalam prosesi tersebut tradisi rayahan menjadi puncak dari keseluruhan acara. Peziarah akan saling berebut mendapatkan hasil bumi yang terdiri dari singkong, kacang panjang, nasi, beras, buah-buahan, wortel, terong dan bahkan kayu rangka dari gunungan. Prosesi inilah yang kerab disebut sebagai ritual “ngalab berkah” atau prosesi mencari berkah. Adapula tradisi berebut sering disimbolkan sebagai persaingan dalam mencapai tujuan hidup.   Sementara untuk mendapatkan sehelai kain bekas penutup makam peziarah harus membelinya di loket pemakaman se...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Batik Lasem Cina, Sebuah Akulturasi Budaya Jawa dan Cina
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Pakaian juga merupakan bagian dari produk budaya dan seni sebuah masyarakat. Di Nusantara, batik adalah salah satu ciri khas dan kebanggaan bangsa Indonesia yang telah diakui dan dikenal secara mendunia (termasuk wayang) dan PBB sebagai bagian dari warisan dunia. Batik  kerap dikenal sebagai kain atau pakaian khas dari daerah Jawa. Meski begitu saat ini, telah punya banyak motif dan jenis batik yang berasal dari daerah lain di seluruh Nusantara, baik yang sebelumnya memang dipengaruhi oleh etnis Jawa pada masa kuno, atau memang asli dari daerah tersebut. Batik pun juga mengalami proses akulturasi dengan budaya lain. Salah satunya adalah budaya bangsa Tiongkok.  Batik Lasem Cina  menjadi bukti nyata pembauran budaya Jawa dan Cina di Rembang, khususnya Lasem, Jawa Tengah. Batik Lasem Cina yang sering juga disebut Batik Lasem Oriental ini mensinergikan  sense of art  masyarakat Jawa dan China. Mereka berpadu mengkreasi stailisasi ornamen Cin...

avatar
Meylan Oktaviani
Gambar Entri
Protagonis di Mahabarata juga di Pewayangan Indonesia
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita kepahlawanan di Indonesia adalah salah satu cara dalam mendidik anak untuk mempunyai jiwa ksatria. Tidak perlu dengan kisah super hero dari luar sana, cukup diceritakan bahwa sejarah Indonesia pun punya cerita tentang Pandawa, protagonis dari mahabarata yang juga ada di Indonesia khususnya tanah jawa. Lahir dari pasangan Dewi Kunti dan Pandhu, lima anaknya yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, dan sikembar Nakula-Sadewa. Tumbuh besar menjadi pemuda yang tangguh, pintar, dan juga mampu menarik mata dan hati wanita manapun dikala itu. Lima anak ini mempunyai musuh yang berarti Antagonis, mereka adalah Kurawa; yang diceritakan iblis berujud manusia. Banyak cerita yang menceritakan peperangan mereka dalam pewayangan tanah jawa, hampir semua peperangan pandawa menangkan. karena pada suatu waktu, Bima pernah dikalahkan oleh Sengkuni, salah satu kurawa yang mengusik kedamaian mereka. Sengkuni sakti mandraguna karena ia kebal terhadap apapun, termasuk Gada rujakpolo si Bima. Tapi bukan pa...

avatar
Didi Danarkusumo