Gunung Guntur di Kabupten Garut, Jawa Barat, memiliki pemandangan yang sangat indah. Maka tak heran jika gunung ini jadi buruan wisatawan untuk didaki. Namun, di balik keindahannya, gunung ini memiliki cerita mitos yang berkembang di masyarakat. Sebagian masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Guntur hingga kini masih mempercayai adanya mitos dilarang meniup suling di sekitaran area Gunung Guntur. Aas Saepudin (62) warga Kampung Bojong Masta, Kelurahan Pananjung, Tarogong Kaler menjelaskan mitos tersebut. "Memang warga sini masih percaya teu kenging (tidak boleh) niup suling di Gunung Guntur. Pamali," ungkap Aas kepada detikcom di rumahnya, Rabu (3/1/18). Berdasarkan cerita yang dikisahkan orang tuanya dulu, sambung Aas, kerap hadir mahluk menyerupai macan jika seseorang meniup suling di kawasan gunung. "Kalau kata orang tua dulu bilang kalau niup suling itu sering ada maung bungkeleukan (macan gentayangan) ke rumah-rumah warga," katanya. Namun...
Ciwang, makanan khas Sukabumi yang mengenyangkan Wisata kuliner Jawa Barat tidak akan ada habisnya. Di Jawa Barat, ada makanan yang kurang tenar tetapi rasanya jempolan, ciwang namany a. Ciwang sebenarnya singkatan dari "aci bawang". Ciwang sendiri berasal dari Sukabumi, namun makanan ini juga dapat Anda jumpai di beberapa daerah lain di Jawa Barat, seperti Cirebon, Cianjur, dll. Dengan keberadaan ciwang yang terdapat di beberapa daerah, seharusnya ciwang makin dikenal. Tetapi, tetap saja ciwang masih sulit dicari, karena hanya terdapat di segelintir toko atau pedagang masakan tradisional. Rasa ciwang ini sangat khas. Pun teksturnya yang kenyal dan lembut ketika dikunyah, makin membuat ciwang tak terkalahkan. Cara membuat ciwang cukup mudah, bahannya pun sederhana. Ciwang terbuat dari aci kawung atau tepung sagu, air, garam, dan bawang goreng sebagai penambah aroma dan rasa. Semua bahan-bahan tersebut dicampur, kecuali bawang goreng. Aduk...
Opak adalah kudapan kering renyah sejenis dengan kerupuk khas Sunda, Jawa Barat. Opak biasanya terbuat dari tepung beras yang diberi bumbu garam, gula, dan bumbu penyedap. Semua bahan tersebut kemudian dicampur menjadi sebuah adonan. Adonan kemudian dikeringkan. Setelah kering kemudian dipanggang di atas bara api. Selain berbahan dasar beras ketan, ada juga opak yang berbahan dasar singkong. Sesuai bahan dasar nya maka opak ini disebut opak sampeu (sampeu merupakan Bahasa Sunda dari singkong). Berikut adalah cara pembuatan opak sampeu secara lengkap: Alat Untuk Membuat Opak · Pisau · Wadah untuk mencuci singkong · Alat mengukus · Penumbuk (lesung)...
KICIMPRING Kata”Kicimpring” mungkin sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Jawa Barat. Kicimpring atau yang terkadang disebut Kecimpring ini adalah sejenis kerupuk atau makanan ringan dari tanah Sunda. Olahan makanan tradisional ini berbahan dasar singkong dengan rasa gurih yang khas, namun sekarang kicimpring ini mulai bisa ditemukan dengan variasi rasa yang beragam baik manis, pedas, dan inovasi rasa lainnya. Sejak dulu bahan baku pembuatannya masih tetap sama dan mudah ditemukan, yakni singkong, bawang putih, bawang merah, daun bawang, cabai rawit, garam, dan penyedap. Karena berbahan baku singkong dibeberapa daerah terkadang makanan ini lebih dikenal dengan sebutan kerupuk singkong. Di Jawa Barat sendiri terdapat sebuah daerah yang dikenal sebagai “Kampung Kicimpring” yang terletak di Kampung Bab...
Bahan : Tepung beras ketan 1 kg. Gula merah 750 gram. Kelapa 1 buah. Vanillin secukupnya. Air 750 mL. Daun pisang. Lidi yang sudah dipotong-potong tajam Cara Pembuatan : Siapkan bahan-bahan yang diperlukan. Gula merah dicampur air, lalu didihkan. Kemudian masukan vanillin. Kelapa diparut, lalu disangrai sampai berwarna agak kecoklatan. Campurkan kelapa yang telah disangrai ke dalam tepung beras ketan, aduk hingga rata, kemudian masukan gula merah, lalu uleni sampai dalit. Ambil sedikit adonannya, kurang lebih 1 sendok makan, kemudian bungkus bulat memanjang dengan menggunakan daun pisang. Bagian atas dan bawah dari daun pisang itu ditusuk menggunakan lidi agar adonan tersebut tidak tumpah. Setelah adonan papais doko selesai semua dibungkus, kemudian dikukus selama kurang lebih 45 menit. Papais doko siap dihidangkan. #OSKMITB2018
Tak mudah untuk mengenali kesenian Ujungan ini. Karena selain sudah sangat sulit menemukannya dipertontonkan, tak banyak pula literatur yang menceritakan detail bagaimana kesenian ini muncul dan eksis di masyarakat Kabupaten Bekasi, kemudian menghilang nyaris tanpa jejak. Tulisan Andi Sopandi, dalam buku ‘Sejarah dan Budaya Bekasi’ menuliskan, permainan ujungan seolah tenggelam bersama pesatnya pembangunan di Bekasi. Bahkan tak terdengar lagi alunan sempyong dan tarian ucul tarian yang dilakukan sebelum mulainya permainan ujungan. Seni ujungan merupakan jenis ketangkasan bela diri yang didalamnya terdapat perpaduan tiga jenis seni yaitu seni musik (Sampyong), seni tari-silat (Uncul), dan seni bela diri tongkat (ujungan). Menurut beberapa sumber, seni ujungan merupakan jenis kesenian tertua yang pernah ditemukan, pada era Kerajaan Salakanegara (130M) berdasarkan naskah kuno Wangsakerta yang merupakan cikal bakal kerajaan besar di Jawa Barat. Ujungan merupakan suat...
Sondah adalah permainan tradisional di Jawa Barat. Untuk masyarakat yang bukan dari suku Sunda mungkin masih merasa asing dengan permainan ini karena memang umumnya sondah ini dimainkan dan berasal dari daerah Jawa Barat. Banyak anak-anak yang memainkannya bersama sepupu-sepupu mereka, atau bahkan teman sekomplek mereka atau bisa disebut juga teman lingkungan rumah mereka. Permainan ini cukup sederhana dan tidak memerlukan persiapan khusus atau alat-alat khusus. Cukup menyedikan kapur dan lahan yang cukup luas dan tidak dilewati oleh kendaraan agar orang-orang bisa bermain dengan leluasa. Permainan ini adalah permainan grup, yang artinya harus dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Semakin banyak pemain akan semakin menyenangkan, karena permainan ini memang akan terasa seru dan lucunya jika banyak orang. Biasanya orang-orang akan tertawa bersama saat memainkan permainan ini. Jadi sebenarnya apa yang harus kita lakukan untuk memainkan sondah? Pertama, carilah lapangan atau lahan...
Kerupuk bonggol pisang, memang tak dapat dipungkiri jika masyarakat Indramayu ini terbilang kreatif di dalam mengolah berbagai macam bahan makanan, salah satunya adalah bonggol pisang. Bagian dari pohon pisang yang dianggap sebagai sampah ini ternyata dapat diolah menjadi sebuah masakan yang lezat dan renyah, dimana diolah menjadi kerupuk bonggol pusang. Ide yang mana berasal dari Desa Pringcala tersebut sudah terbukti dapat dijadikan sebagai lahan bisnis yang sangat menjanjikan. Bonggol pohon pisang merupakan bagian akar dari pohon pisang yang biasanya dibuang begitu saja. Bonggol pohon pisang ini yang berbentuk bundar berwarna putih biasanya akan membusuk ketika pohonnya di tebang. Bahan baku kerupuk bonggol pisang ini terbilang cukup ekonomis tanpa harus mengeluarkan modal yang besar. Pada awalnya para pengerajin kerupuk ini terinspirasi oleh nenek moyang mereka yang memanfaatkan bonggol pisang ini untuk makanan sehari-hari mereka karena adanya keterbatasan eko...
Anak-anak khususnya balita seringkali mengalami susah makan. Untuk mengatasi hal ini, masyarakat Sunda memiliki tradisi yang bernama 'cekok'. Selain bisa mengatasi anak yang susah makan, tradisi cekok juga dipercaya dapat memperlancar pencernaan, peredaran darah, dan menambah sel darah merah. RESEP Alat dan Bahan: - Kunyit secukupnya - Kain katun putih Cara: 1. Kerok atau kupas kunyit yang telah dicuci 2. Parut kunyit 3. Masukan kunyit yang telah diparut ke dalam kain katun putih 4. Sambil digendong ibunya, peras kunyit dan langsung dimasukkan dengan hati-hati ke mulut anak. Biasanya anak akan menolaknya karena terasa tidak enak, tetapi ibu harus sabar dan terampil memasukkan perasan kunyit tersebut, biarpun tidak semua terminum dan agar anak tidak tersedak. Namun pada zaman sekarang, biasanya kunyit diperas terlebih dahulu, lalu disuapkan ke mulut anak dengan menggunakan sendok. Tradisi Cekok ini dianjurkan diminum sehari dua kali sebelum makan pagi dan siang. Bagi masy...