budaya
4.809 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rumah Ulu - Sumatera Selatan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Rumah tradisional bukan semata warisan budaya dalam bentuk material yang tersusun berupa elemen-elemen bangunan saja. Lebih dari wujud fisiknya, rumah tradisional mempunyai peran penting dalam membentuk ruang-ruang sosial dan simbolik, sekaligus sebagai representasi budaya bagi penghuninya. Indonesia sebagai negara kesatuan yang kaya akan kebudayaan mempunyai begitu banyak warisan rumah tradisional, salah satunya adalah rumah ulu di Sumatera Selatan. Rumah Ulu merupakan rumah tradisional masyarakat yang bermukim di kawasan hulu Sungai Musi, Sumatera Selatan. Nama rumah ulu berasal dari kata uluan yang bermakna pedesaan, uluan juga sebutan bagi masyarakat yang tinggal di bagian hulu Sungai Musi. Semua bagian rumah ulu terbuat dari kayu, dengan bagian bawah ditopang oleh batang pohon unglen. Pemilihan batang pohon unglen bukan tanpa sebab, batang pohon ini diyakini bisa bertahan hingga ratusan tahun. Pembangunan rumah ulu harus mengikuti beberapa peraturan yang sudah disepakat...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Rebo Wekasan Tegal
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Rebo Wekasan atau bisa juga disebut Rebo Pungkasan merupakan salah satu tradisi masyarakat yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar kalender lunar versi Jawa dengan tujuan untuk 'talak bala' (menolak bencana). Kegiatan yang dilakukan berkisar pada berdoa, Shalat Sunnah, bersedekah. Selain itu ada juga kegiatan mencukur beberapa helai rambut dan membuat bubur merah dan putih yang kemudian dibagikan kepada tetangga. Di Kabupaten Tegal tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan di dua tempat, yaitu Kecamatan Suradadi dan Kecamatan Lebaksiu. Meskipun pada dasarnya mempunyai tujuan sama, tetapi ritual kegiatan yang dilaksanakan berbeda. Haul Desa Suradadi Saat Rebo Wekasan Di Desa Suradadi, yang terletak di jalur antara Tegal dan Pemalang sekitar 17 kilometer timur Kota Tegal, tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan dengan cara menyelenggarakan Haul sebagai momentum mengenang kembali para ulama yang telah berjasa menyebarkan Islam di daerah tersebut. Hau...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Ritual Cera Labu
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Masyarakat Suku Bugis yang berasal dari P ulau Sulawesi terkenal sebagai masyarakat perantau. Mereka hidup berkelompok dalam suatu wilayah dan lazimnya hidup dipinggir laut, karena masyarakat Bugis adalah pelaut.  Masyarakat Bugis saat ini bisa dikatakan sudah menyebar pada segala penjuru nusantara, dan membentuk kelompok-kelompok organisasi kebugisan. Di media sosial seperti Facebook sudah ada akun masyarakat Bugis yakni "Bugis Sedunia". Di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat pun masyarakat Bugis sudah ratusan tahun hidup terutama di Desa Soro, Kecamatan Kempo, sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Bahkan di tengah kota Dompu, ada salah satu lingkungan namanya Kampung Bugis, keturunan mereka berasal dari Bugis. Suku Bugis adalah potret masyarakat yang agamis, mayoritas mereka beragama Islam. Selain beragama, suku Bugis memiliki nilai-nilai adat dan budaya yang terkenal dan cukup kental, salah satunya tradisi "Cera Labu".  Pelaksanaan Cera Labu dilakukan d...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Prosesi Mattojang
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Pernahkan kalian bermain ayunan? Ayunan adalah permainan tradisional yang sampai sekarang m asih banyak dimainkan oleh anak-anak di kampung.  Tetapi berbeda dengan ayunan biasa, di Suku Bugis, ayunan menjadi permainan yang sarat akan budaya dan kesakralan. Adalah Mattojang, permainan ayunan raksasa yang secara turun temurun menjadi tradisi masyarakat Bugis. Mattojang di Tradisi Masyarakat Bugis ketika Pesta Panen.  Mattojang adalah permainan ayunan yang sangat besar, terbuat dari dua batang pohon kapuk yang sangat tinggi, sementara ayunan terdiri dari rotan. Dulu, ketika masih d jaman Kerajaan, Mattojang menjadi tradisi dari rangkaian upacara adat Sao Raja, yakni ketika ada pencucian benda pusaka peninggalan Arung Kulo. Tetapi sekarang, Mattojang sering diselenggarakan sebagai permainan adat masyarakat Bugis, untuk memeriahkan pesta tertentu, misalnya panen, syukuran, pernikahan, kelahiran, dan lainnya.  Mattojang juga dipercaya sebagai rangkaian pros...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Manrundun Banni
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Suatu pagi di Kampung Marena, Desa Pekkalobeang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, 236 kilometer utara Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagian desa masih tertutup kabut. Udara dingin begitu menusuk hingga terasa ke dalam tulang. Begitu dinginnya, kopi yang disajikan pun tak butuh waktu lama, apalagi ditiup, untuk menjadi dingin. Namun, rupanya dingin pagi itu tak membuat warga larut dan berniat berlama-lama dibalik sarung atau selimut. Masih pukul 06.00 Wita, sebagian besar warga dari berbagai kampung sudah mulai berkumpul di Desa Pekkalobeang. Tak hanya orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak pun turut serta. Tergambar jelas keceriaan di wajah mereka. Umumnya setiap keluarga membawa satu atau dua ekor ayam kampung hidup. Sebagian lagi membawa beragam bahan makanan baik yang sudah jadi maupun masih mentah. Berkumpulnya warga memang sudah disepakati sebelumnya oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk melaksanakan tradisi Manrundun Banni. Ritual ini kurang lebih sama...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Tennong
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Musik tennong merupakan jenis musik yang dianggap khas Kabupaten Pangkep dan musik ini bersifat tradisional yang dimainkan oleh generasi dahulu hingga generasi sekarang. Tennong-tennong ini adalah alat musik yang terbuat sederhana dari bilahan kayu atau bambu, agar dapat menghasilkan bunyi yang melodis, maka tiap bilahan kayu tersebut dibuat dengan ukuran yang berbeda pula dan pada umumnya tennong tennong ini terdiri dari 12 atau 13 bilahan bahkan lebih, dengan masing masing memiliki nada yang berbeda. Jumlah personil dari pertunjukan musik tennong ini tidak tentu, namun tergantung dari banyaknya instrumen musik yang akan dimainkan. Tennong-tennong ini sebagai alat musik pendukung utama, umumnya dimainkan oleh satu dua orang di samping pendukung lainnya. Alat musik ini terbilang unik dikarenakan si penabuh duduk sambil merapatkan kedua kaki lurus kedepan dengan menjejerkan bilahan bilahan di atas kakinya dengan posisi melintang diatas pangkuan. Adapun cara untuk memainkan musik...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Pakaian Hitam Adat Suku Kajang
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Selatan

Pakaian adat Suku Kajang juga terbilang unik. Suku Kajang hanya mengenal satu warna untuk pakaian adatnya, yaitu warna hitam. Sehari-hari mereka selalu mengenakan pakaian berwarna hitam, baik laki-laki maupun perempuan. Bagi mereka, warna hitam adalah adat yang kental akan kesakralan. jika kita memasuki daerah Suku Kajang, maka kita harus berpakaian serba hitam. Warna hitam bermakna persamaan dalam segala hal, termasuk pula kesederhanaan. Tidak ada warna hitam yang lebih baik antara satu yang lainnya karena semua hitam adalah sama. Makna lainnya dari warna hitam yaitu menunjukkan kekuatan, kesamaan, derajat bagi setiap orang di depan sang pencipta. Penutup kepala yang dipakai disebut Passapu dan sarungnya disebut Tope Lelleng. Ada satu suku di Jawa yang pakaiannya identik dengan suku Kajang adalah suku Badui atau Urang Kanekes di Badui. Seperti suku Kajang, suku Badui pun selalu mengenakan pakaian berwarna hitam.   Referensi: http://www.netralnews.com/news/r...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
Makam Raja-raja Tallo Makassar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Kompleks Makam Raja-Raja Tallo Makassar dibangun abad ke-17, dan dipergunakan sebagai makam penguasa Tallo sampai abad ke-19. Adalah Tunatengkalopi, Raja Gowa VI (1445-1460), yang membagi Gowa menjadi dua kerajaan, Tallo dan Gowa. Ia membentuk persekutuan dan menjadi kekuatan dominan di kawasan ini, sampai pasukan Belanda dibawah Speelman mengakhiri dominasi Gowa, dengan dibantu  La Tenri Tatta Arung Palakka  dari Bone. Pemandangan di dalam kompleks Makam Raja-Raja Tallo Makassar yang hijau asri, di bawah naungan pohon-pohon tua berukuran besar yang rindang daunnya mampu meneduhkan pengunjung dari ganasnya matahari. Sebuah dangau kecil di bawah pohon merupakan tempat nyaman untuk perhentian barang sejenak. Di bagian kanan terdapat beberapa makam yang bentuknya belum terlalu istimewa berjejer di samping jalanan kompleks yang disemen dengan rapi.  Sementara jauh di kanan belakang terdapat rumah panggung yang tampaknya juga bisa digunakan sebagai tempat be...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
Siren Taun
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Seren taun merupakan upacara tahunan di Cigugur-Kuningan. Tema seni budaya ini adalah masyarakat agararis terkait hasil panen yang diterima pada tahun yang akan berlalu. Tema utamanya adalah mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diterima seiring dengan harapan agar dimasa yang akan datang, hasil panen seluruh anggota masyarakat dapat lebih melimpah lagi.  Kita dapat melihat banyak kesenian khas sunda pada perhelatan/ event acara Siren Taun. Upacara ini juga merupakan silaturahmi/ hari berkumpulnya masyarakat sunda dari lokasi lain. Penyelenggaraan dimulai dengan upacara ngajayuk (menyambut) pada tanggal 18 Rayagung, kemudian dilanjutkan pada tanggal 22 Rayagung dengan upacara pembukaan padi sebagai puncak acara, dengan disertai beberapa kesenian tradisional masyarakat agraris sunda tempo dulu, seperti ronggeng gunung, seni klasik tarawangsa, gending karesmen, tari bedaya, upacara adat ngareremokeun dari masyarakat kan...

avatar
Usman