HARI PAHLAWAN
298 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kerak Telor Khas Jakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Kerak Telor Jakarta merupakan makanan yang berbentuk seperti omelet, maka pada saat penjajahan kerak telor biasa disebut sebagai omelet Batavia. Bahan utama untuk membuat Kerak Telor ada dua, yaitu beras ketan dan telur bebek/telur ayam, tetapi seringkali digunakan bahan tambahan seperti rempah-rempah untuk menambah rasa Asal usul Kerak Telor Jakarta dimulai sejak jaman penjajahan Belanda ketika saat itu Jakarta dikenal sebagai Batavia. Kerak Telor pertama kali dibuat menggunakan kelapa karena ada banyak pohon kelapa di Batavia saat itu, tetapi Kerak Telor belum terkenal sampai tahun 1970-an Saat ini, Kerak Telor seringkali dijumpai pada saat bulan Juni--Juli pada saat perayaan hari ulang tahun Kota Jakarta terutama di daerah yang sebelumnya merupakan lapangan udara Bandara Kemayoran yang sekarang dikenal sebagai Pekan Raya Jakarta (PRJ) #OSKMITB2018  

avatar
OSKM_16518048_Filbert Wijaya
Gambar Entri
Museum Fatahillah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

MUSEUM FATAHILLAH Museum Fatahillah, Museum Batavia, atau Museum Sejarah Jakarta adalah sebuah bangunan yang berdiri di kawasan Kota Tua, Jakarta. Museum yang terletak di Jl. Fatahillah No. 1 ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Bangunan bersejarah yang selesai didirikan pada tahun 1710 ini awalnya berguna sebagai balai kota ( stadhuis ). Setelah itu, bangunan ini sering mengalami perubahan dalam kegunaannya. Barulah pada tahun 1974 bangunan ini dibuka sebagai museum seperti sekarang.  Sejarah Singkat Pada tahun 1707, dimulailah pembangunan sebuah bangunan yang akan menjadi jantung administrasi kolonial Hindia-Belanda. Awal pembangunan ini terjadi pada masa VOC dibawah pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn . Pada tahun 1710, bangunan ini diresmikan oleh pemerintah VOC dibawah Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck . Selain sebagai balai kota ( stadhuis ), gedung ini juga digunakan sebagai pengadilan, tempat catatan sipil, tempat ibadah hari minggu,...

avatar
Oskm18_16518233_muhammad
Gambar Entri
Hujan gerimis aje
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
DKI Jakarta

  Lagu ini merupakan lagu daerah Betawi karena bahasa yang digunakan yaitu Bahasa Betawi. Lagu hujan gerimis aje diciptakan oleh Benyamin Sueb dan dipopulerkan oleh dirinya sendiri bersama Ida Rohyani. Lagu ini mengandung pesan berupa pantun yang dibawakan dalam sebuah lagu yang mengandung kisah kehidupan sehari hari. Pesan yang disampaikan dalam lagu ini yaitu kita tidak boleh bersedih dan menyesal dalam hidup terutama dalam urusan jodoh. Lagu ini dibawakan dengan iringan alat musik gambang kromong dan dilantukan untuk acara festival perayaan Betawi dan drama Betawi. Berikut ini lirik lagunya : Eh ujan gerimis aje Ikan teri di asinin Eh jangan menangis aje Yang pergi jangan di pikirin Eh ujan gerimis aje Ikan lele ada kumisnye Eh jangan menangis aje Kalo boleh cari gantinye Mengapa ujan gerimis aje Pergi berlayar ke tanjung cina Mengapa adek menangis aje Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei Eh ujan gerimis aje Ikan bawal diasini...

avatar
OSKM18_16718301_Tri Utami
Gambar Entri
Mudik Lebaran
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.   #OSKMITB2018

avatar
Oskm_16518331_kevin
Gambar Entri
Pancuran dan Pangeran (Asal Usul Nama Pancoran)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang raja yang adil dan bijaksana. Karena raja memerintah kerajaan dengan baik maka sudah berpuluh-puluh tahun penduduknya hidup dengan aman dan tentram. Sang raja mempunyai tiga orang anak, yaitu Pangeran Jaya, Pengeran Suta, dan Pangeran Gerindra. Suatu hari, Raja berencana memilih salah satu dari ketiga putranya untuk menggantikannya. "Seperti tradisi keluarga kita, untuk menggantikan posisi raja, kalian harus melewati ujian. Berangkatlah kalian besok meninggalkan istana," ujar Raja kepada ketiga putranya Ketiga pangeran itu pun memulai perjalanan. Mereka sampai di sebuah sungai. Ketiganya mandi di sungai tersebut. Setelah mandi, mereka pun berganti pakaian. Namun, Pangeran Jaya tidak mengganti pakaiannya. Kedua adiknya meminta Pengeran Jaya mengganti pakaiannya karena menurut mereka tidak pantas orang dari kerajaan berpakaian lusuh. "Aku hanya membawa baju beberapa potong. Aku harus menghematnya. Maaf kalau aku berjalan bersama kalian denga...

avatar
OSKM18_16718479_Sharfina Miranda Putri
Gambar Entri
Prosesi Upacara Kematian
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Pada saat adanya kematian seseorang pada suku Betawi, mereka akan melaksanakan beberapa prosesi, yang disebut sebagai Upacara Kematian. Prosesi tersebut dilakukan baik sebelum maupun setelah pemakaman jenazah tersebut. Beberapa prosesi tersebut adalah sebagai berikut. Ngelawat atau Nyelawat Ngelawat adalah melakukan kunjungan ke rumah tetangga, saudara, keluarga, ataupun orang lain yang sedang mengalami kehilangan salah satu anggota keluarganya. Hal ini merupakan suatu adat bagi suku bangsa Indonesia, khususnya suku Betawi. Prosesi ini biasanya dilakukan oleh kerabat ataupun saudara-saudara terdekat. Biasanya, orang-orang yang memberikan kunjungan ini juga memberikan sumbangan sebagai tanda peduli dan bantuan terhadap keluarga tersebut. Membantu Mengurus Jenazah Orang yang Meninggal Orang-orang Betawi biasanya akan sekalian membantu mengurus jenazah orang yang meninggal tersebut dari mulai memandikan hingga melaksanakan upacara yang bertempat di masjid atau musholla...

avatar
OSKM18_16018282_Anthony Hoetama
Gambar Entri
Rujak Pengantin, Saladnya Orang Jakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Bila kita yang ke Jakarta dan menemukan banyak kehidupan modern yang sudah dipenuhi kesibukan dan kemacetan, kita jadi sering kurang menyadari banyaknya variasi makanan di Jakarta. Padahal, banyak yang dapat kita coba daripada hanya pergi makan di restoran yang belum tentu bersih. Banyak makanan khas Jakarta yang dapat kita nikmati, salah satunya adalah rujak pengantin. Mungkin kita bertanya-tanya apa sih yang membedakan antara gado-gado dengan rujak pengantin, bukankah rasanya sama saja ? Memang benar, rujak pengantin dengan gado-gado sama-sama memakai bumbu kacang yang rasanya sedikit pedas. Namun memiliki perbedaan dalam hal bahan, rasa, dan tampilan. Rujak pengantin disajikan oleh orang Betawi yang bertempat di DKI Jakarta, di saat-saat syukuran, hajatan besar, dan terutama di pernikahan. Itulah mengapa namanya dapat disebut rujak pengantin. Sekilas, mungkin tidak membedakannya dari gado-gado yang sering kita jumpai. Di awal tadi sudah disampaikan bahwa hanya berbeda dalam b...

avatar
OSKM_19918223_Clarine Natasha
Gambar Entri
Dor Tap
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Dor Tap merupakan permainan yang mirip dengan Petak umpet, hanya saja pada Dor Tap biasa dimainkan oleh 2 kelompok. Kelompok yang lebih dulu menyebut nama anggota dari kelompok lain dapat diartikan bahwa lawan tersebut terkena tembakan. Permainan berakhir jika seluruh anggota dari salah satu kelompok sudah habis tertembak. Pada umumnya permainan ini lebih menarik dan lebih menegangkan dibandingkan Petak Umpet. Bahkan permainan ini biasa dimainkan pada malam hari. Biasanya permainan ini dimainkan pada malam minggu. Cara bermain Dor Tap: Bentuk menjadi dua kelompok. Suit untuk menentukan siapa yang bersembunyi dan siapa yang mencari. Kelompok bersembunyi dalam kurun waktu yang ditentukan. Cari kelompok yang bersembunyi. Cari semua lawan yang bersembunyi. Apabila bertemu dengan lawan, katakan "DOR!" Bagi yang tertembak, ikut dengan sang pencari mencari teman yang lainnya.   Sumber https://www.kaskus.co.id/threa...

avatar
OSKM_16318155_Mochammad Asyraf
Gambar Entri
Monumen Pahlawan Revolusi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Monumen Pahlawan Revolusi atau sering dikenal dengan Monumen Lubang Buaya merupakan monumen bersejarah yang didirikan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto, yang berlokasi di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Monumen ini merupakan bukti nyata perjuangan para Pahlawan Revolusi untuk mempertahankan pancasila dan menolak paham komunisme di Indonesia. Keenam pahlawan tersebut adalah Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo. Selain itu, Jenderal TNI A.H. Nasution juga merupakan salah satu target tetapi Beliau selamat dari pembunuhan tersebut dan yang menjadi korban adalah putrinya (Ade Irma Nasution) serta ajudannya (Pierre Tendean). Monumen yang berluaskan 14,6 hektare ini dulunya merupakan kebun kosong. Di kebun tersebut terdapat sumur yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S/PKI. Selain sumur, terdapat juga Rumah Penyiksaan dan...

avatar
OSKM18_19818070_Angela Calista