tahun baru islam
261 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Acara Pumpungan
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat banyak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya suku bangsa yang ada di Indonesia. Menurut sensus BPS pada tahun 2010, suku bangsa di Indonesia mencapai 1.340 suku. Setiap suku memiliki adat istiadat yang beraneka ragam sesuai dengan kondisi dan kebiasaan masing-masing. Begitu pula dengan adat pernikahan. Banyak ritual dan prosesi yang dilakukan mempelai baik sebelum acara pernikahan, saat hari acara, maupun setelah acara pernikahan.   Ritual sebelum acara pernikahan di Desa Gunung Batu dapat dikategorikan cukup unik. Bertempat di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Ritual ini disebut sebagai "pumpungan". Pumpungan merupakan suatu acara yang dilaksanakan oleh pihak mempelai laki-laki dengan mengumpulan keluarga, kerabat, dan tetangga sekitar untuk melakukan urun rembuk (memberi masukan) untuk meminta bantuan perihal persiapan acara pernikahan. Pumpungan tidak hanya sebagai wadah untuk menyumbangkan pikira...

avatar
OSKM18_16918091_Muhammad Alwan Azhari
Gambar Entri
Tradisi Pernikahan di Musi Banyuasin
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Secara umum tata cara pernikahan di kabupaten Musi banyuasin hampir sama dengan tata cara pernikahan melayu, karena secara turun temurun merupakan peninggalan dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang ada di Sumatera Selatan, dari pakaian, bentuk singgah sana maupun tata cara perkawinan. Adapun tata cara perkawinan masyarakat di Bumi Serasan Sekate ini dibagi menjadi enam bagian yaitu : Madik Dalam tradisi madik keluarga calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan untuk berkenalan sekaligus melakukan observasi terhadap keadaan calon mempelai wanita dan keluarganya. Penting juga untuk diketahui asal usul serta silsilah keluarga masing-masing dan apakah wanita yang dituju itu belum ada orang lain yang meminangnya. Beberapa “tenong” atau “songket” yang berbentuk bulat terbuat dari anyaman bambu, juga beberapa “tenong” berbentuk songket segi empat dibungkus dengan kain batik bersulam benang emas yang berisi bah...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Tradisi Lempar Lemang
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

SRIPOKU.COM, SEKAYU --  Tradisi unik yang biasa digelar setiap tahunnya oleh masyarakat Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi ciri khas tersendiri dari kecamatan yang ada di Bumi Serasa Sekate.   Seperti sedekah Rami Puyang Burung Jauh di Desa Kertayu Kecamatan Sungai Keruh pada Rabu (11/4/18) menarik perhatian wisawatan lokal.   Dari pantauan Sripoku.com dilapangan, ratusan masyarakat Kecamatan Sungai Keruh memadati Desa Kertayu.   Dimana warga berbondong-bodong menunggu lemang yakni makanan terbuat dari beras dibakar dalam bambu yang dilemparkan kepada masyarakat dari rumah juru kunci Makam Puyang Burung Jauh.   Tokoh Masyarakat Desa Kertayu, Syaiful, didampingi Juru Kunci Makam Tarmizi mengatakan, tujuan dilakukannya sedekah rami ini bentuk rasa syukur masyarakat terhadap hasil panen dan dijauhkan dari rasa musibah sepanjang tahun ini.   "Prosesi sedekah rami ini dimulai dengan berzia...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Tradisi Mandi Bongen
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Tidak selalu musim kemarau menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Musim yang dikenal dengan keadaan gersang dan bersuhu panas ini dapat membuat sebuah daerah menjadi kekeringan. Tetapi hal ini berbeda yang dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) khususnya Kecamatan Lawang Wetan, Sekayu dan Lais malahan sebaliknya menerima dengan suka cita. Karena musim kemarau memberikan tradisi yang menghangatkan. Pada musim kemarau, masyarakat di sekitar tersebut berbondong-bondong untuk melaksanakan ritual untuk bersosialisasi. Tradisi yang hanya bisa dijumpai satu kali dalam satu tahun ini memang berbeda dengan kebanyakan tradisi yang ada. Mandi  bongen  berarti mandi dengan pasir, kedua kata tersebut berasal dari bahasa Sekayu, yaitu Mani atau Mandi yang berarti Mandi, sedangkan  Bongen  artinya Pasir. Maka kebudayaan Mandi  bongen  adalah kebudayaan mandi dengan pasir masyarakat pesisir Sungai Musi Kota Sekayu di waktu Sungai Musi dangk...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Timbang Kepala Kebo
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Timbang Kepala Kebo  adalah tradisi (prosesi adat turun temurun) masyarakat Pangkalan Balai yang biasanya dilakukan oleh Orangtua yang melakukan nazar (suatu janji yang diwajibkan dilaksanakan apabila suatu tujuannya tercapai). Tak banyak yang tahu tentang adat Timbang Kepala Kebo ini. Masyarakat sekarang,  terutama di Pangkalan Balai perlu diberi informasi memadai secara terus -menerus  yang agar prosesi adat ini terus tetap dilestarikan. Dalam konteks yang lain, biasanya Timbang Kepala Kebo dilakukan pada saat salah  seorang masyarakat ingin meminta diberi keturunan kepada Allah dan berjanji akan  melakukan adat Timbang Kepala Kebo jika keinginannya tercapai (nazar). Nazar ini dalam adat Pangkalan Balai lebih di kenal dengan istilah  sangi. Sangi  biasanya dilakukan pada saat anak yang lahir setelah bernazar melakukan khitan bagi  anak laki-laki dan dapat pula dilakukan berupa syukuran bagi anak laki-laki maupun&nb...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Bubur Daging Masjid Suro
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Bulan Ramadan, bulan barokah. Selain berpuasa, umat muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk meningkatkan ibadah lainnya selama Bulan Ramadan. Salah satu amalan yang paling dianjurkan agama Islam ketika Bulan Ramadan adalah bersedekah. Sedekah sendiri dapat hadir dalam berbagai bentuk di kehidupan manusia sehari-hari, namun khusus di Bulan Ramadhan, sedekah biasanya gampang ditemui dalam bentuk pembagian takjil atrau hidangan berbuka puasa. Selama Ramadan, masjid-masjid di Palembang biasanya rutin membagikan takjil secara gratis kepada jamaah dan masyarakat di sekitar masjid. Namun sebagaimana beberapa daerah di nusantara, ada sebagian masjid di Palembang yang punya menu takjil yang khas dan tidak ditemui di masjid lain. Salah satunya adalah Masjid Al-Mahmudiyah yang berlokasi di Jl. Ki Gede Ing Suro, 30 Ilir Palembang. Tradisi Tahunan Setiap Ramadan Sejak siang hari, pengurus Masjid Al-Mahmudiyah atau lebih dikenal dengan nama Masjid Suro sudah berjibaku dengan tungku...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Kain Songket Palembang
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Selatan

Penenunan songket secara sejarah dikaitkan dengan kawasan permukiman dan budaya Melayu, dan menurut sementara orang teknik ini diperkenalkan oleh pedagang India atau Arab. Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak; maka, jadilah songket. Kain songket ditenun pada alat tenun bingkai Melayu. Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper. Tidak diketahui secara pasti dari manakah songket berasal, menurut tradisi Kelantan teknik tenun seperti ini berasal dari utara, yakni kawasan Kamboja dan Siam yang kemudian berkembang ke selatan di Pattani, dan akhirnya mencapai Kelantan dan Terengganu sekitar tahun 1500-an.Industri kecil rumahan tenun songket kini masih bertahan di pinggiran Kota Bahru dan Terengganu. Akan tetapi menurut penenun T...

avatar
OSKM18_16718209_Evan Hanif Dwi Novianto
Gambar Entri
Martabak Har
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

      Martabak Har adalah hidangan asal Palembang yang dipionirkan oleh Haji Abdul Rozak, saudagar asal India yang datang ke Sumatera Selatan. Beliau menikah dengah perempuan asli Palembang, dan membuka warung di Jalan Jendral Sudirman di depan Masjid Agung Palembang dimana ia menciptakan resep Martabak Har yang disukai banyak orang sampai sekarang. Martabak Har mulai dijual pada tanggal 7 Juli 1947 di warungnya. Beliau wafat pada tahun 2001.      Bahan-bahan yang umum dipakai untuk memasak Martabak Har diantara lain tepung terigu, dan telur bebek atau ayam. Biasanya Martabak Har yang menggunakan telur bebek lebih mahal daripada yang menggunakan telur ayam. Seperti Roti Canai, Martabak Har dihidangkan dengan kari yang dimasak dengan potongan cabe rawit, ikan asin, kentang, santan, dan potongan daging sapi atau kambing. Rasa, aroma, dan kekentalan kari Martabak Har tidak sekuat kari asli India.     Martabak Har dapat dinikmati...

avatar
OSKM18_19718332_Reshad
Gambar Entri
Olahan Ikan Khas Palembang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Tidak diragukan lagi Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali keragaman. Dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua banyak sekali keragaman yang dapat kita jumpai, tidak hanya budayanya saja namun juga berbagai olahan khas daerah. Di Palembang, Sumatera Selatan olahan yang paling sering kita jumpai tidak lain adalah pempek dan tekwan. Kedua makanan ini identik sekali sebagai makanan khas Palembang. Bahan dasar dari kedua makanan ini adalah ikan dan sagu. Ikan yang dapat digunakan untuk membuat makanan ini tidak sembarangan. Ikan yang harus digunakan adalah ikan tenggiri ataupun ikan kacangan. Untuk rasa terbaik sering kali menggunakan ikan tenggiri. Kedua makanan ini diolah dengan cara yang tidak terlalu berbeda. Tahap awal pembuatan kedua makanan ini ialah dengan mengulek daging ikan yang ingin kita olah sampai halus. Setelah itu, adonan diberi air es, bawang putih, garam, merica, lada, dan sedikit gula. Lalu, campurkan sagu ke dalam adonan. Untuk pembuatan tekwan, sagu...

avatar
OSKM_19918053_Satria Ramadhan