Seperti yang telah kita ketahui bersama, salah satu cerita menyebutkan, asal mula tombak Kanjeng Kyai Plered tercipta dari alat vital Syekh Maulana Maghribi yang ditarik oleh seorang gadis bernama Rasawulan karena ketahuan mengintipnya. Adipati Pragola yang lahir di Jambeyan dan kemudian berkedudukan sebagai Bupati di Pati, adalah putra Adipati Puger dari Demak, yang merupakan putera ke-3 Panembahan Senopati Mataram. Dia masih sedarah dengan Sultan Agung. Sayangnya, sewaktu Sultan Agung dinobatkan sebagai Raja di Mataram menggantikan Sinuhun Sedo Krapyak, Adipati Pragola melakukan pemberontakan. Dia menyatakan daerah Pati dan Pesisir Utara terlepas dari kekuasaan Mataram. Sultan Agung datang sendiri memimpin pasukannya untuk memadamkan pemberontakan di Pati ini. Kuat dugaan kalau dia tahu persis kalau Adipati Pragola ini sangat sakti. Salah satunya, dia tak mempan oleh senjata tajam dan pusaka apapun, selain dengan pusaka sakti bernama Tombak Kanjeng Ky...
Motif Truntum Garuda atau Truntum Gurdo yang juga banyak dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa (Solo – Jogja). Truntum Garuda biasanya dipakai oleh orang tua pengantin, karena makna dari Truntum itu sendiri adalah menuntun, sebagai orang tua berkewajiban menuntun kedua mempelai memasuki hidup baru yang banyak liku-liku. Ada kisah menarik dibalik penciptaan motif batik Truntum ini. Konon motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Keraton Yogyakarta yang merasa dilupakan oleh Raja yang telah mempunyai kekasih baru. Untuk mengusir kesedihan, sang Ratu menghabiskan waktunya untuk membatik. Secara tidak sadar Ratu membuat motif berbentuk bintang-bintang di langit yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Rupanya ketekunan Ratu dalam membatik menarik perhatian Raja yang kemudian mulai mendekati Ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu Raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedik...
Cara membuat "Caranggesing" Solo Bahan membuat kue caranggesing 10 buah pisang raja, pilih yang matang lalu potong bulat tipis 500 cc santan kelapa kental 150 grm gula pasir putih 5 butir telur ayam 2 lembar daun pandan, potong 4 bagian 1 sdt garam dapur halus Daun pisang untuk membungkus, secukupnya Lidi untuk menyemat, secukupnya Cara Membuat Kue Caranggesing Asli Yogyakarta Enak Siapkan wadah kemudian campurkan semua bahan pembuatan kue carang gesing aduk sampai rata, kecuali daun pandan Bila sudah dicampur dan menjadi adonan silahkan anda tuangkan kedalam daun pisang yang sudah disiapkan kemudian beri potongan daun pandan diatasnya Bungkus rapi adonan kue gesing ini, lalu semat menggunakan lidi yang sudah siap Silahkan sekarang anda kukus adonan kue gesing yang sudah dibungkus dan di semat tadi sampai matang Angkat kukusan yang sudah matang, dan kue gesing siap anda sajikan untuk anda...
Kuliner khas Grobogan satu ini berasal dari Dusun Nunjungan, Desa Ketitang, Kecamatan Godong. Dari dusun ini, mi tek-tek menyebar ke berbagai daerah, baik di lingkup Kabupaten Grobogan hingga ke luar daerah seperti Semarang, Pati, Demak, Kudus, dan Rembang. Di sebuah buku berjudul “Peta Kuliner Semarang” terbitan sebuah penerbit di Yogyakarta, ada disebutkan Mi Tek Tek Godong. Kuliner ini hanya bisa dijumpai setiap malam, dimulai selepas maghrib hingga tengah malam. Ada yang berjualan keliling, ada juga yang mangkal. Yang khas dari kuliner ini karena proses pembuatannya tetap mempertahankan dengan menggunakan bara dari arang kayu, bukan dengan kompor gas. Sehingga cita rasa kuliner ini sungguh khas, nyampleng, dan enak bingit. https://www.kaskus.co.id/thread/5a1f98789e7404985a8b4569/9-kuliner-khas-grobogan-yang-enak-dan-bikin-klangenan/
Yangko yang banyak dikenal adalah penganan khas Yogyakarta. Tapi di Kabupaten Grobogan, juga ada Yangko yang merupakan penganan khas dari Godong. Sebagaimana yangko khas Yogyakarta , yangko khas Godong juga terbuat dari tepung ketan, namun dibentuk lonjoran, dibaluri tepung terigu, dan di tengahnya berisi campuran cincangan kacang dan gula. Lalu dihidangkan dengan dipotong-potong. Bentuknya lebih menyerupai jadah, namun teksturnya lebih lembut. https://jatengnyamleng.com/2017/03/26/9-oleh-oleh-khas-grobogan-yang-enak-dan-paling-populer/
Musik koplo atau dikenal juga Dangdut koplo adalah sebuah sub aliran dalam musik Dangdut . Dengan ciri khas irama yang cepat dari gendangnya. Aliran ini dipopulerkan oleh grup musik orkes melayu atau yang biasa disingkat dengan OM. Grup musik ini merajai pentas panggung rakyat terutama di pulau Jawa, lebih spesifik lagi di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah bahkan Jawa Barat. Pada era tahun 2000-an seiring dengan kejenuhan musik dangdut yang asli, maka di awal era ini musisi di wilayah Jawa Timur di daerah pesisir Pantura mulai mengembangkan jenis musik dangdut baru yang disebut dengan musik koplo. Musik koplo merupakan mutasi dari musik dangdut setelah era Congdut (Dangdut Campursari) yang bertambah kental irama tradisionalnya ditambah dengan masuknya unsur seni musik kendang kempul yang merupakan seni musik dari daerah Banyuwangi (Jawa Timur) dan irama tradisional lainya seperti jaranan dan gamelan . Dangdut Koplo lahir di Indonesia lahir sejak tahun 2000 yang d...
Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi lahir di Serang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1762. Beliau adalah putri bungsu dari Bupati Serang, Panembahan Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Purwodadi-Sragen. Setelah ayahnya wafat, Nyi Ageng Serang yang juga salah satu keturunan Sunan Kalijaga menggantikan ayahnya. Meski merupakan putri bangsawan, namun sejak kecil Nyi Ageng Serang dikenal dekat dengan rakyat. Setelah dewasa dia juga tampil sebagai salah satu panglima perang melawan penjajah. Semangatnya untuk bangkit selain untuk membela rakyat, juga dipicu kematian kakaknya saat membela Pangeran Mangkubumi melawan Paku Buwana I yang dibantu Belanda. Yang sangat menonjol dari sejarah perilaku dan perjuangan Pahlawan Wanita ini antara lain ialah kemahirannya dalam krida perang, kepemimpinan yang arif bijaksana sehingga menjadi suri tauladan bagi penganut-p...
Dahulu, di pesisir pantai utara Pulau Jawa, tepatnya di daerah Pati, Jawa Tengah, tersebutlah sebuah desa nelayan bernama Teluk Cikal. Desa itu termasuk ke dalam wilayah Kadipaten Pati yang diperintah oleh Adipati Pragolo II. Kadipaten Pati sendiri merupakan salah satu wilayah taklukan dari Kesultanan Mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung. Di Teluk Cikal, hidup seorang gadis anak nelayan bernama Rara Mendut. Ia seorang gadis yang cantik dan rupawan. Rara Mendut juga dikenal sebagai seorang gadis yang teguh pendirian. Ia tidak sungkan-sungkan menolak para lelaki yang datang melamarnya sebab ia sudah memiliki calon suami, yakni seorang pemuda desa yang tampan bernama Pranacitra, putra Nyai Singabarong, seorang saudagar kaya-raya. Suatu hari, berita tentang kecantikan dan kemolekan Rara Mendut terdengar oleh Adipati Pragolo II. Penguasa Kadipaten Pati itu pun bermaksud menjadikannya sebagai selir. Sudah berkali-kali ia membujuknya, namun Rara Mendut tetap menolak. Merasa dike...
Kesenian ebeg adalah kesenian rakyat yang memang mirip dengan jaran kepang atau kuda lumping atau jathilan. Kesenian ebeg atau kuda lumping adalah kekayaan budaya Indonesia terutama untuk masyarakat di Jawa, yiatu Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kuda lumping atau ebeg adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah yang mampu dengan tepat untuk menjelaskan asal mula ebeg atau asal usul kuda lumping ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Antara hidup segan mati tak mau Ebeg adalah salah satu kesenian tradisional yang gaungnya sudah tidak lagi nyaring terdengar. Namun di beberapa tempat seperti di Desa Kalirancang kecamatan Alian, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dan di desa lain, masih ada mayarakat Kebumen yang peduli dan melestarikan seni tarian rakyat ini. Grup kesenian ebeg yang bertahan dan tetap setia men...