Dongeng Cerita Rakyat
449 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Motif Batik Semen Gurdo
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

Batik motif Gurdo  berasal dari Yogyakarta. Nama Gurdo diambil dari Burung garuda, dalam kitab Mahabharata burung garuda adalah wahana (kendaraan) Dewa Wisnu yang merupakan pemelihara dan pelindung alam semesta. Bentuk ornamen gurda dalam motif semen ini, terdiri dari dua buah sayap ( lar ) dan di tengah-tengahnya terdapat badan dan ekor. Filosofi Sebagai pengingat bahwa kekuasaan adalah amanat dari rakyat, dan pemimpin harus eling (ingat) bahwa tanpa dukungan dan cinta dari rakyatnya, kekuasaannya tidak akan berarti apa-apa.     Sumber: https://www.tokoseragambatik.com/2017/11/09/batik-yogyakarta-motif-semen-dan-filosofi-luhurnya/

avatar
Aulahanim
Gambar Entri
Klenthing - Jawa Tengah - Jawa Tengah - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

Sebelum banyak dijumpai ember seperti sekarang ini, pada zaman dahulu setidaknya sampai sebelum Kemerdekaan, masyarakat Jawa masih banyak menggunakan klenthing sebagai tempat air sementara. Klenthing dipakai tidak hanya oleh masyarakat Jawa saja, tetapi juga banyak ditemukan di masyarakat lain. Masyarakat Jawa menggunakan klenthing untuk mengambil air dari sumber air, seperti sumur, belik, pancuran, telaga, sendang, dan sebagainya. Klenthing ada yang berukuran kecil dan besar. Dalam Kamus Jawa “Baoesastra Djawa” karangan WJS Poerwadarminta (1939), klenthing biasanya berukuran kecil, sementara jun berukuran besar. Memang tidak dijelaskan secara rinci, ukuran kecil dan besarnya. Sayangnya, dewasa ini sangat sulit mendapatkan alat dapur satu ini. Bahkan ketika Tembi survei ke beberapa museum budaya di Yogyakarta, tidak ditemukan alat dapur klenthing. Padahal, alat ini sudah biasa digunakan oleh nenek moyang masyarakat Jawa. Bahkan sering ditemukan artefak...

avatar
Oase
Gambar Entri
Enthong - Jawa Tengah - Jawa Tengah - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

Enthong digunakan masyarakat Jawa untuk menanak nasi dan persiapan makan. Maka keberadaannya pasti ada di setiap dapur tradisional dan meja makan. Enthong biasanya terbuat dari kayu berbentuk lonjong dan dibuat pipih. Sementara pangkalnya dibuat mengecil yang berfungsi untuk pegangan. Fungsi utama enthong adalah untuk mengaduk beras yang sedang ditanak sekaligus sebagai alat untuk mengambil nasi yang sudah masak ke dalam wakul maupun saat hendak menuangkan nasi dari wakul ke piring makan. Ukuran enthong bermacam-macam, ada yang kecil, sedang, dan besar. Ukuran kecil, panjang sekitar 15-20 cm. Sementara yang besar bisa berukuran panjang hingga 45 cm. Besar kecilnya enthong disesuaikan dengan kapasitas tempat memanak beras atau tempat nasi. Jika menanak nasinya untuk ukuran rumah tangga, pada umumnya menggunakan enthong kecil. Begitu pula saat nasi sudah tanak dan ditempatkan dalam wakul. Namun, apabila menanak nasi untuk hajatan yang membutuhkan tempat menanak beruk...

avatar
Oase
Gambar Entri
CEPETAN / CEPETAN ALAS
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Kebumen memiliki bermacam-macam kesenian tradisional asli. Selain  Ebleg ,  Jemblung , Jamjaneng, dan Menthiet, kesenian tradisional asli Kebumen lainnya ialah Cepetan/Cepetan Alas. Kesenian Cepetan merupakan kesenian tradisional bergenre Sendratari. Kesenian ini berasal dari kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Cepetan Alas berasal dari dua kata : Cepetan (bahasa Jawa; kata dasarnya adalah Cepet, nama salah satu jenis mahluk halus di Jawa) dan Alas (bahasa Jawa yang berarti Hutan).   Kesenian tradisional Cepetan muncul di kecamatan Karanggayam pada tahun 1943, ketika Jepang berkuasa di Indonesia. Kesenian ini dipopulerkan oleh Lauhudan, seorang tokoh dari Karanggayam. Sendratari ini menggambarkan sebuah peristiwa pembukaan lahan pemukiman di daerah Karanggayam. Alkisah pada masa Jepang berkuasa di Indonesia, rakyat mengalami penderitaan baik sandang, pangan, dan papan yang luar biasa. Hal ini dialami juga oleh masyarakat Karanggayam....

avatar
Muthiaf
Gambar Entri
Banteng Loreng Binoncengan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Mungkin kita sering mendengar Banteng Loreng Binoncengan saat membaca buku-buku mengenai Tegal. Banteng Loreng Binconcengan adalah salah satu falasah lokal warisan nenek moyang yang ada di Tegal yang menggambarkan watak orang Tegal yang gagah berani (divisualisasikan dalam bentuk hewan banteng) dan agak kasar (harimau loreng), akan tetapi pada hakikatnya Banteng Loreng Binoncengan dapat dituntun, ditunggangi, dan dikuasai oleh orang yang lemah lembut dan ramah-tamah serta tidak mempunyai maksud buruk. Seseorang tersebut biasanya dilambangkan oleh seororang anak laki-laki, yang mengerti betul perwatakan banteng. Diceritakan, anak laki-laki tersebut adalah seorang penggembala atau bocah angon, yang menjaga bantengnya dengan penuh kasih sayang, sehingga ketika harimau akan menerkam bocah angon itu, banteng melindungi dan menyelamatkan bocah angon meskipun menderita luka parah pada sekujur tubuhnya. Dalam buku Insya Allah, Kanjeng Agus Riyanto menuliskan: “Gambaran Banteng...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Rebo Wekasan Tegal
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Rebo Wekasan atau bisa juga disebut Rebo Pungkasan merupakan salah satu tradisi masyarakat yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar kalender lunar versi Jawa dengan tujuan untuk 'talak bala' (menolak bencana). Kegiatan yang dilakukan berkisar pada berdoa, Shalat Sunnah, bersedekah. Selain itu ada juga kegiatan mencukur beberapa helai rambut dan membuat bubur merah dan putih yang kemudian dibagikan kepada tetangga. Di Kabupaten Tegal tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan di dua tempat, yaitu Kecamatan Suradadi dan Kecamatan Lebaksiu. Meskipun pada dasarnya mempunyai tujuan sama, tetapi ritual kegiatan yang dilaksanakan berbeda. Haul Desa Suradadi Saat Rebo Wekasan Di Desa Suradadi, yang terletak di jalur antara Tegal dan Pemalang sekitar 17 kilometer timur Kota Tegal, tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan dengan cara menyelenggarakan Haul sebagai momentum mengenang kembali para ulama yang telah berjasa menyebarkan Islam di daerah tersebut. Hau...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Sejarah Mardiyah tokoh legendaris asal Tegal yang terkenal kaya raya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita tentang Mardiyah tokoh legendaris asal Tegal yang kaya raya menurut sumber yang bisa dipertanggung jawabkan (menurut Dasuki Raswadi) adalah Hj. Mardiyah. Wanita kaya itu lahir sekitar tahun 1908 dan memiliki adik yang bernama Zainnudin Yasin, Zainurridho, Kapsah, dan A. Wahid. Beliau hidup dan meninggal di Desa Bandasari Kec. Dukuhturi Kab. Tegal. Dimakamkan di pemakaman umum Kemasanijo Bandasari Kec. Dukuhturi Kab. Tegal. Kekayaan yang dimilikinya antara lain beberapa hotel (konon memiliki hotel juga di Makkah), kapal untuk memberangkatkan jemaah haji. Mardiyah sendiri memiliki sosok tubuh agak kurus kecil kulit sawo matang namun tiap hari selalu memakai perhiasaan emas yang full (penuh) sekujur tubuhnya dan tidak pelit. Mardiah bangkrut karena anak laki-lakinya memiliki hobi berganti-ganti wanita dan rata-rata wanita yang bersamanya matre. Ditambah lagi suami Mardiah juga menikah kembali dengan Fatma. Akibat kakaknya dimadu, seluruh adik-adik Mardiah mulai menjauh d...

avatar
Riziqmyusuf
Gambar Entri
Tari Emprak
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Emprak adalah jenis pengembangan dari kesenian rakyat Emprak, seperti seni peran yang menunjukkan pesan moral, dibarengi dengan musik yang umumnya berupa salawatan. Tari Emprak berasal dari Jepara, Jawa Tengah.   Sumber: https://ibnuasmara.com/tari-tradisional/

avatar
Oase
Gambar Entri
tari kebo kinul
Tarian Tarian
Jawa Tengah

tari kebo kinul merupakan tarian rakyat yang berada di kabupaten sukoharjo.tarian ini biasanya diiringi oleh dialog,tarian ,karawitan dan alur cerita. awal dari terciptanya tarian ini yaitu di Desa Genengsari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo.yang mana zaman dahulu banyak warga yang menanam tanaman terdapat hama ,terus kemudian diciptakannya kebo kinul atau yg biasa disebut orong-orongan sawah. Kebo Kinul adalah penjaga tanaman berbentuk orang-orangan dari jerami yang diyakini oleh masyarakat sekitarnya sebagai simbol kesuburan.

avatar
Ekosaputro