Tasikmalaya merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang terkenal dengan hasil kerajinannya. Salah satu kerajinan yang terkenal dari Tasikmalaya adalah bordir. Seni hiasan bordir telah ditemukan sejak dahulu. Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet. Menurut sejarah, industri Bordir di Tasikmalaya pertama kali muncul pada tahun 1925 di Desa Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Perintisnya adalah seorang wanita bernama Hj. Umayah, yang pernah bekerja di perusahaan luar negeri. Setelah mempelajari bidang bordir saat bekerja di luar negeri, ia memutuskan keluar dan kembali ke kampung halamannya dan membuka usaha bordir. Ia juga membagikan ilmu tentang bordir yang ia miliki kepada tetangga dan keluarganya. Pada masa lampau, peralatan yang digunakan unt...
Teman-teman, ada yang tahu rengginang itu apa? Itu lho kalau kalian pergi ke daerah Jawa Barat, pasti banyak yang jual cemilan dari butiran beras mirip dengan kerupuk berwarna yang kriyuk-kriyuk kalo digigt dan rasanya asin gurih. Nah, rengginang itu sebenarnya ada dua jenis. Ada yang berbentuk seperti kerupuk, ketika digigit rasanya gurih. Ada juga yang berbentuk persegi panjang, rengginang yang seperti ini biasanya agak keras tetapi rasanya lebih manis karena dicampur gula merah. Rengginang merupakan cemilan khas Sunda yang cukup mudah ditemui di daerah Jawa Barat. Harganya pun tidak mahal. Mau tahu proses pembuatannya? Tidak sulit kok. Mungkin jika teman-teman tertarik, kalian bisa mempraktekkannya di rumah. Nah, langkah awal itu kalian rendam terlebih dahulu beras ketan dengan garam selama sehari. Kemudian, b...
Colenak merupakan salah satu makanan khas Jawa Barat yang berbahan dasar peuyeum. Dikenal juga dengan nama tape bakar, makanan ini disukai karena rasanya manis dan cocok untuk dijadikan cemilan. Rupanya makanan manis ini memiliki cerita tersendiri yang membuatnya bisa terkenal seperti sekarang. Pada tahun 1930, Murdi yang merupakan pioner colenak mulai melakoni usahanya. Dia berjualan makanan tradisional tersebut di pinggir Jalan Ahmad Yani (Cicadas) No 733, Kota Bandung, Jawa Barat. "Kakek jualannya di tempat kecil. Dulu makanan ini disebut peyeum digulaan (tape dicampur gula)," ujar Betty Nuraety (43), cucu Murdi, saat ditemui detikcom di gerai Colenak Murdi Putra, Rabu (8/4/2015). Makanan berpenampilan sederhana ini berbahan singkong yang dijadikan tape atau peyeum. Lalu tape dibakar menggunakan arang. Setelah itu, hidangan tape bakar dilumuri kelapa parut dan cairan gula merah. "Jadi saat tape dibakar, asapnya ke mana-mana. Kakek kan jualan di depan (pingg...
Bangkong Reang adalah salah satu kesenian dari Jawa Barat yang terbilang cukup unik. Ditinjau dari namanya, bangkong dalam bahasa Sunda berarti katak, dan reang berarti suara yang gaduh atau berisik. Jadi, Bangkong Reang artinya suara katak yang berisik atau bersahut-sahutan. Kesenian ini bunyinya menyerupai suara-suara katak yang biasanya berada di sawah. Dasar dari lahirnya seni pertunjukan ini adalah sebagai hiburan untuk melepas lelah setelah seharian bekerja di sawah. Kesenian Bangkong Reang kemudian terwujud karena pengembangan suara yang dihasilkan dari bambu yang dipukul. Sehubungan dengan itu, alat musik yang digunakan dalam kesenian ini didominasi oleh peralatan yang bahannya terbuat dari bambu, tepatnya jenis wulung. Tetapi, seiring berjalannya waktu, peralatannya berkembang dengan penambahan alat-alat musik baru seperti gamelan, kendang, kecapi, gong, suling, terompet, dan sebagainya. Dalam pementasannya, Bangkong Reang dapat memerlukan se...
Curug Nangka berlokasi di Kawasan Taman Nasional Halimun Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berada di kaki Gunung Salak, Curug Nangka terbentuk dari aliran air yang berasal dari Gunung Salak. Sekilas, Curug Nangka terlihat seperti curug pada umumnya. Namun yang istimewa dari curug ini adalah pemandangan alam yang sangat indah saat melakukan perjalanan ke curug ini. Sepanjang perjalanan, terdapat hutan pinus yang sangat indah dan pepohonan yang rindang. Udara yang segar juga menjadi daya Tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke curug ini. Perjalanan ke Curug Nangka harus ditempuh dengan berjalan kaki dari tempat parkir. Untuk itu, disarankan untuk menggunakan sandal trekking jika ingin berkunjung ke curug ini. Setelah melewati tempat parkir, perjalanan dilanjutkan dengan melewati hutan pinus dan pepohonan yang rindang, lalu menyusuri sungai (di dalam sungai, bukan di tepinya) hingga sampai ke curug. Saat hujan, jalanan menjadi licin. Belum lagi air sungai...
Bahasa sunda adalah bahasa yang mewakilkan daerah Jawa Barat. Pada kebanyakan daerah di Jawa Barat, seperti kota Bandung, bahasa sunda masih digunakan secara fasih dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun sudah menjadi bahasa daerah dan banyak digunakan, pada masa kini, masih banyak yang melupakan tata bahasa dalam bahasa sunda dan hanya menggunakannya dengan sekenanya, bahkan mencampur-campur bahasanya sehingga membuatnya kekinian . Praktik penggunaan tingkatan dalam bahasa sunda biasanya hanya dilakukan oleh kalangan lansia dan/atau orang-orang yang mendalami bahasa sunda. Penggunaannya yang tidak praktis tampaknya membuat kalangan muda kurang menggemari penggunaan tingkatan ini. Tingkatan yang dimaksud dalam bahasa sunda adalah penggunaan kata yang bergantung pada lawan bicaranya. Walaupun memiliki arti yang sama, pada lawan bicara yang berbeda, digunakan kata yang berbeda pula. Tingkatan dalam bahasa sunda dibagi menjadi 4; untuk orang yang lebih tua, untuk diri sendiri, u...
Bagi warga Bandung mungkin sudah tidak heran lagi dengan yang namanya Cilok Bapri, ya Bagaimana tidak? Cilok ini berbeda dengan cilok biasanya, bentuknya yang lebih besar dan bulat kemudian rasanya lebih gurih dan nikmat. Namun apakah itu Cilok Bapri? Mungkin bagi Anda yang belum pernah dengar cilok bapri ataupun cilok itu sendiri berikut adalah pemaparannya. Cilok adalah lakuran dari kata aci dan dicolok. Dinamakan demikian dikarenakan bahan utamanya adalah tapioka yang dalam bahasa Sunda, disebut aci, dan biasanya dihidangkan dengan cara dicolok. Cilok merupakan makanan khas dari Jawa Barat yang terbuat dari tapioka yang kenyal dan beberapa tambahan bumbu pelengkap seperti sambal kacang, kecap, dan saus. Cilok Bapri sederhananya adalah Cilok dari Bapri yang merupakan singkatan dari Babakan Priangan. Babakan Priangan sendiri adalah suatu komplek yang letaknya di Kecamatan Regol Bandung. Kemudian setelah kita bersama tau akan Cilok Bapri ini, lalu Bagaimanakah sejara...
Ciamis adalah salah satu kota di Jawa Barat yang lumayan terpencil namun memiliki kebudayaan yang sangatlah banyak, salah satunya ada di bidang makanan. Olahan yang bahan utamanya berasal dari pisang ini sangatlah populer di daerah ciamis.Makanan ini bernama sale pisang. Makanan ini terbuat dari irisn pisang.Irisan buah pisang tersebut dijemur dibawah terik matahari terlebih dahulu selama 4 atau 5 hari sebelum dilanjutkan ke proses pengolahan berikutnya. Penjemuran tersebut bertujuan untuk mengurangi kadar air yang ada di dalam buah pisang agar lebih awet dan tahan lama. Setelah dijemur, pisang sale bisa langsung dimakan ataupun digoreng dengan menggunakan balutan adonan tepung terlebih dahulu. OSKMITB2018
Situs Pangguyangan Badak Putih atau Pemandian Badak Putih merupakan mata air yang digunakan sebagai mata air utama pada masa awal perkembangan Kota Cianjur. Mata air ini menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat pada masanya, terutama bagi para penduduk koloni Belanda. Terletak di Jalan Siti Jenab di bawah pohon beringin besar atau lebih jelasnya di pojok depan Kantor Pegadaian Cianjur. Pada zaman dahulu, keberadaan mata air ini lebih banyak dipergunakan dan dikuasai oleh orang-orang Belanda untuk kebutuhan mereka. Oleh karena itu situs ini dinamai dengan nama Situs Pangguyangan Badak putih, badak putih disini maksudnya adalah sebutan satir untuk penduduk koloni Belanda yang tinggal pada masa penjajahan di Cianjur. Situs ini keadaannya saat ini cukup memprihatinkan sekarang. Karena lokasinya di tengah-tengah kota, situs ini tidak terurus dan cenderung menjadi tempat pembuangan sampah. Hal ini seharusnya menjadi perhatian dari pihak yang terkait untuk menjaga kelestarian situs...