Goyang Madura dan Tongkat Madura - Madura Pulau kecil yang terletak di Timur Laut Jawa ini menyimpan tradisi Goyang Madura dan Tongkat Madura . Tradisi ini merupakan semacam cara untuk mengentalkan kehebatan seksual para wanita Madura. Mengepalkan vagina yang telah kundur dan kembali membuatnya harum. Ritual ini biasanya digunakan pada pengantin perempuan yang baru menikah. Daerah kewanitaan di tubuh perempuan Madura dipercaya dapat kembali rapat dan wangi dengan cara menyelipkan tongkat sepanjang 12 sentimeter ini ke vagina selama tiga menit. Tongkat Madura ini bisa diperoleh dari yayuk yayuk jamu gendongan atau sepeda yang berkeliling dipemukiman Penduduk menengah kebawah. Komarudin, salah seorang pembuat jamu tradisional di Desa Braji, Kecamatan Gapura, Sumenep, menjelaskan untuk memilih bahan, pun ada petunjuk yang harus dipatuhi karena menentukan khasiat. Misalnya, akar kelor harus dipilih pohon yang menghadap tenggara. Pohon kelor ini banyak ditemui di setiap ruma...
Sri Gendem adalah salah satu permainan yang cukup terkenal di kalangan anak-anak daerah Jawa. Permainan ini membutuhkan banyak anak yang turut serta di dalamnya. Berikut adalah tata cara permainan Sri Gendem : Terdapat 2 peran yaitu peran “si pencari” dan “ buron”. Pemerannya harus ditentukan dengan Hompimpah. Si pencari adalah satu orang yang dengan mata tertutup kain atau sapu tangan yang bertugas mencari para buron. Para buron adalah anak - anak yang berputar mengelilingi si pencari yang berada di tengah. Permainan ini diawali dengan si pencari yang diputar badannya beberapa kali kemudian mencari para si buron yang mengelilinya sambil menyanyikan lagu tradisional Padhang Bulan. Permainan ini berakhir ketika si pencari selesai menangkap dan menebak semua si buron. Kemudian permainan dimulai dari awal dengan Hompimpah Permainan ini biasa dimainkan ketika menjelang malam hari (set...
"Kotaku kota kecil, namun cukup untuk ditinggali berdua" Sebuah kalimat yang selalu saya ucapkan untuk menggambarkan kota kelahiran, Bojonegoro. Bojonegoro adalah sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur yang memiliki beraneka ragam kebudayaan, salah satunya adalah ritual manganan. Manganan adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Bojonegoro ketika akan menanam padi. Biasanya ritual ini dilaksanakan di setiap desa di Bojonegoro dalam empat bulan sekali. Ritual manganan cukup unik. Setiap warga atau kepala keluarga membawa tumpeng beserta bumbu-bumbu dari tumpeng tersebut. Selain itu juga terdapat ayam jago yang dipanggang dan para warga membawa pembungkus makan berupa daun pisang dan daun jati. Selanjutnya warga berkumpul dengan membawa perlengkapan-perlengkapan ritual ke tempat ritual, yaitu di sawah. Setelah itu ketua dusun selaku ketua adat membacakan doa-doa dengan maksud dan tujuan agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan hasil panen yang melimpah. Dan menu...
Petilasan Sri Aji Jayabaya Petilasan Sri Aji Jayabaya adalah salah satu cagar budaya dan juga objek wisata sejarah yang terletak di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Petilasan tersebut merupakan tempat Sri Aji Jayabaya melakukan tapa moksa dan akhirnya dapat mencapai moksa. Moksa dalam artian mudahnya adalah meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad alias menghilang tanpa jejak. Di dalam Petilasan Sri Aji Jayabaya terdapat area dimana tempat Sri Aji Jayabaya melakukan tapa dan mencapai moksa. Selain tempat moksa, di dalam Petilasan Sri Aji Jayabaya juga terdapat Sendang Tirta Kamandanu. Sendang tersebut merupakan sumur kuno suci yang dipercayai sebagai tempat pensucian diri Sri Aji Jayabaya sebelum melakukan tapa moksa. Sendang tersebut hanya berjarak sekitar 400m sebelah barat dari area moksa.Banyak par...
Pengen liat patung Buddha Tidur di Thailand? Eits, nggak usah jauh-jauh di Mojokerto ada lho. Patung ini dianggap sebagai patung terbesar di Indonesia dan mendapat rekor MURI. Patung yang dibangun pada tahun 1993 ini adalah patung terbesar ketiga di Asia lhoo. Sleeping Buddha terletak di kompleks Maha Vihara Majapahit, Trowulan, Mojokerto. Patung ini menggambarkan momen wafatnya Sang Buddha, Shiddarta Gautama dalam kondisi tertidur (mencapai nirwana menurut agama Buddha). Tidak hanya menyuguhkan patung, disana terdapat relief-relief kehidupan Shiddarta Gautama yang berada di bagian bawah patung dan kolam air yang ditumbuhi teratai. Selain itu, taman-taman yang indah dan bangunan vihara yang dibangun dengan konsep jawa (joglo) menambah keindahan destinasi wisata yang satu ini. Meskipun tempat wisata ini banyak ornamen Buddhis, tapi pengunjung yang datang tidak hanya dari agama Buddha, semua agama dan kalangan tetap meramaikan tempat ini. Karena berada di jalan utama Surabaya-M...
Pitonan adalah upacara slametan yang digelar oleh masyarakat setempat Jawa Timur guna merayakan kelahiran anaknya diamana telah menginjak usia 7 bulan. Upacara ini dimaksudkan sebagai simbol rasa syukur mereka terhadap kelahiran sang buah hati yang sudah diberkahi usia hingga 7 bulan serta bertujuan mendoakan keselamatan, rejeki, dan masa depan sang anak agar selalu diberkahi dan sejahtera nantinya. Tradisi Pitonan atau Tedak Sinten atau yang biasa dikenal dengan "turun tanah" dilakukan ketika sang anak pertama kali belajar berjalan. Hal ini juga diyakini sebagai penghormatan pada bumi tempat anak belajar menginjakkan kaiknya. Tradisi ini dimulai dengan melewati jadah dengan berbagai warna. Penyusunnanya dimulai dari warna hitam sampai putih. Hal ini dimaksudkan dengan selalu ada jalan keluar dalam segala masalah yan berat. Kemudian si anak dituntun untuk menaiki tangga dari batang tebu kemudian turun lagi. tebu diartikan...
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, salah satunya dalam bidang yang paling ngehits yaitu kuliner. Tentu saja, siapa sih yang tidak suka jalan-jalan keliling Indonesia sembari mencicipi berbagai masakan khas daerah, alias wisata kuliner? Perkenalkan salah satu makanan khas daerah Tuban, Jawa Timur, Sego Nus! Sego Nus, atau yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah Nasi Nus, merupakan hidangan khas Tuban yang menyajikan nasi dengan ikan nus yang telah dibumbui asin pedas. Jika kalian tidak pernah mendengar kata ikan nus, wajar saja karena hewan yang mirip seperti cumi namun lebih besar dan tintanya lebih pekat ini lebih sering dikanl sebagai sotong. Nah, menurut orang-orang dari daerah Tuban sendiri, salah satu alasan mereka membuat Sego Nus ini adalah karena letak geografis kota Tuban yang berada di pinggir laut yang memiliki populasi sotong cukup banyak. Sego Nus ini bisa dibilang mirip dengan nasi goreng, tetapi yang membuatnya unik adalah warnanya...
Istilah gembol mungkin terasa asing dan aneh di telinga kita. Gembol adalah sebutan untuk akar kayu pohon (umumnya pohon jati) yang tersisa dari proses penebangan, biasanya limbah penebangan pohon ini menyisakan batang dasar pangkal pohon setinggi 30 – 50 cm dari permukaan tanah hingga ke bagian akar yang berada di dalam tanah. Bagi kebanyakan masyarakat di daerah Jawa Tengah menyebutnya dengan istilah bonggol atau tonggak . Sebutan gembol ini digunakan masyarakat desa Ngobalan yang terletak di wilayah hutan jati milik Perhutani di Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Hal menarik dari gembol yang notabene merupakan limbah ini adalah, dengan ketrampilan dan kreatifitas warga desa Ngobalan yang berada di lingkungan hutan jati Kabupaten Ngawi tersebut bisa disulap menjadi karya kerajinan dengan nilai lebih tinggi dibanding sekedar menjadi kayu bakar. Karya kerajinan yang muncul dari proses adaptasi budaya para pendahulu warga desa hutan jati tersebut, mem...
ASAL USUL COBAN BAUNG Pada suatu malam, bulan nampak bundar di langit. Cahayanya yang keemasan menambah keelokan malam. Seorang putri jelita terbangun dari semadinya. Cahaya bulan yang masuk ke dalam gua, tempatnya bertapa, menyilaukan matanya. Sementara itu, gemuruh suara air terjun di hadapannya terdengar merdu. Gua, tempat putri itu bertapa memang terletak di balik air terjun itu. "Ah indah sekali malam ini. Tak terasa sudah sepurnama aku bersemadi," ujar putri itu sambil memandang keindahan bulan dari balik air terjun. Putri itu mengalihkan pandang matanya ke desa di bawah sana. Desa itu nampak indah sekali. Sang putri tiba-tiba merasa kesepian. Sejak tadi cuma gemuruh air terjun yang terdengar. Tiba-tiba, timbul keinginan Putri itu untuk bercengkrama dengan seseorang. Lalu, ia mengamati desa itu. Berkat kesaktiannya, ia bisa melihat seluruh wajah desa itu. Tatapannya terhenti pada seorang...