Upacara Adat Pangkak memiliki artian upacara pemotongan padi atau pemangkasan padi saat tiba masa panen. Artian ini diperoleh dari kata Pangkakyang dapat diartikan memotong atau memangkas dalam bahasa Madura. Dapat diuraikan aktifitas sebelum panen berjalan seperti biasa, mulai dari penanaman bibit, prosespenyiraman, pemberian pupuk, setelah mencapaimasa panen barulah aktifitasperayaan dipersiapkan. Dalam hal ini pemilik sawah bersiap-siap untuk merayakanUpacara Adat Pangkak. Persiapannya meliputi: Mempersiapkan surat undangan yangakan disebar dan memberikan pengumuman kepada para tamu yang akan di undang.Semakin banyak tamu yang menghadiri acara tersebut semakin bangga pula sangpemilik sawah. Mempersiapkan sesajen dan perlengkapanyang diperlukan Menunjuk seorang tetua adat untukmemimpin acara tersebut. Setelah segala sesuatuyang diperlukan telah terasa siap, maka acara tersebut dapat dilaksanakan.Acara ini dilaksanakan pada malam bulan purnama diman...
Kopi Damarwulan merupakan kopi khas Jepara tepatnya dari perkebunan kopi Desa Damarwulan. Kopi Damarwulan merupakan salah satu kopi berkualitas di Indonesia. Etimologi Kopi ini dinamakan Kopi Damarwulan karena letak perkebunan kopi tersebut di Desa Damarwulan. Perkembangan Kopi Damarwulan dikenalkan oleh Pemerintah Kab Jepara di masyarakat luar, karena selama ini hanya masyarakat Jepara tepatnya masyarakat kecamatan Keling saja yang mengenal kopi ini. Kopi Damarwulan diproduksi oleh Kelompok Belajar Usaha "Tani Sumber Ngudi Berkah" yang tergabung dalam program Desa Vokasi pada tahun 2010. Sosok dibalik bubuk kopi Damarwulan adalah bapak Muslihun yang memotivasi warga desa damarwulan untuk menggali potensi di desa damarwulan. dalam Kelompok Belajar Usaha "Tani Sumber Ngudi Berkah" Pengolahan bubuk Kopi Damarwulan dan proses produksi dilakukan secara bersama-sama dengan memanfaatkan potensi warga desa damarwulan yang sudah diberikan...
Pengguna kuwali hanya tinggal para pedagang makanan, seperti soto dengan label soto kuwali, pedagang gudheg, bubur, dan lainnya. Sementara warga pedesaan yang menggunakan alat ini tinggal sebatas di kala ada keperluan hajatan saja. Kuwali, kwali atau dalam bahasa Indonesia disebut belanga, adalah sebuah alat masak yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa tempo dulu. Namun sekarang, keberadaan alat ini telah diganti oleh peralatan yang lebih modern, seperti panci, dandang, magiccom, ricecooker, dan sejenisnya. Tentu saja peralihan barang ini karena modernisasi dan akibat perkembangan zaman. Kuwali setidaknya masih banyak digunakan oleh masyarakat Jawa sebelum kemerdekaan RI hingga di tahun 1970-an. Bahkan, istilah ini telah terekam dalam kamus Jawa “Boesastra Djawa” karangan WJS. Poerwadarminta tahun 1939. Hal itu membuktikan bahwa barang ini jamak digunakan oleh masyarakat Jawa, khususnya, kala itu, sebagai peralatan untuk memasak sayur atau air, sepe...
Selain tepas atau dalam bahasa Indonesia disebut kipas, para kaum ibu masyarakat Jawa juga sering menggunakan alat lain yang mempunyai fungsi sama, yaitu semprong. Hanya saja, semprong ini lebih diutamakan untuk menyalakan bara api yang sedang padam dari keren, dhingkel, maupun luweng yang berbahan baku kayu. Apabila di tengah memasak apinya mati, maka untuk menyalakan api bisa menggunakan semprong. Caranya dengan meniupkan udara dari mulut di ujung semprong dan diarahkan ke lubang tungku tempat bara api. Lama-kelamaan bara api akan menyala dan kembali memanasi peralatan dapur yang dipakai untuk memasak. Bentuk semprong seperti tabung dengan panjang sekitar 30—40 cm berdiameter 3—5 cm, terbuat dari potongan bambu utuh, kedua ujungnya berlubang. Alat ini sangat sederhana dan biasanya hanya dibuat sendiri oleh pengguna. Bahkan kadang pula jika di dapur tidak ditemukan kipas maupun semprong bambu, maka para ibu rumah tangga hanya menggunakan semprong yang terbuat...
Kebiyononda, Kebing wingki kebingmi tatala Yononda Ula nange e............. Kebiyononda, Kebing wingka talea tunggua tani Yononda Ula nanga e......... Kebing wangsa ke bite wando e.......... Kebiyononda )3x Ula nanga e......... Kebiyononda Kebing wingka talea guli lampa Yononda Ula nanga e......... Keleng wangsa ke bite wando e......... Kebiyononda )3x Ula nanga e......... Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-nusa-tenggara-timur.html?m=1
Home » Cara Buat Sayuran » CARA MEMBUAT KAPURUNG PALOPO CARA MEMBUAT KAPURUNG PALOPO Diposkan oleh Heni Herawati Resep Kapurung Ikan Palopo Sederhana Spesial Asli Enak. Kapurung adalah masakan sagu dengan aneka sayuran dan ikan udang terkadang daging ayam dinamai bugalu ayam yang dilengkapi dengan sambal pedas makanan daerah khas sulawesi selatan tepatnya sekitar tanah luwu, Palopo Makasar, Sulawesi Selatan. Menyantapnya tak perlu lagi dengan nasi karena bola-bola sagu sudah merupakan karbohidrat, tapi kalau Anda suka nasi ya tetap enak apa salahnya ya kan? Foto Kapurung Sagu Enak Asli Palopo Makassar Sulawesi Selatan Gambar Kapurung Palopo Ternyata Makassar Sulawesi Selatan tidak kalah sama Bandung Jawa Barat kalau soal kuliner, selain Resep Coto Makassar ternyata ada masakan yang mulai populer yaitu Kapurung. Di Papua dan di kepulauan Maluku misalnya. Mereka menamakan kapurung sebagai 'papeda'. Kapurung Palopo yang paling terkenal adalah yang di...
Di desa Penurun di Tanah Gayo, hidup keluarga petani yang sangat miskin dengan dua anaknya. Setiap hari, Pak Tani berburu di hutan dan menangkap belalang di sawah. Belalang-belalang itu disimpannya dalam lumbung untuk diolah Bu Tani menjadi makanan. Suatu hari, Pak Tani belum juga pulang dari berburu. Kedua anaknya merengek kelaparan. Di dapur sudah tidak ada makanan apapun. Bu Tani kemudian menyuruh anaknya untuk mengambil belalang di lumbung dekat rumah mereka. Ternyata, ketika berada di lumbung, si anak lupa menutup pintu lumbung sehingga semua belalang beterbangan. Ia kembali ke rumah sambil menangis tersedu. Ia berterus terang kepada Bu Tani. Ya Tuhan! Bu Tani amat terkejut. Ia tahu Pak Tani akan marah besar. Pak Tani pun pulang tanpa membawa seekor hewan buruan. Bu Tani lalu berterus terang apa yang terjadi dengan mengatakan semua itu karena kecerobohannya. Mendengar hal itu, Pak Tani sangat murka dan mengursi Bu Tani. Sambil menangis Bu Tani pergi menuju ke Atu Be...
Di desa Penurun di Tanah Gayo, hidup keluarga petani yang sangat miskin dengan dua anaknya. Setiap hari, Pak Tani berburu di hutan dan menangkap belalang di sawah. Belalang-belalang itu disimpannya dalam lumbung untuk diolah Bu Tani menjadi makanan. Suatu hari, Pak Tani belum juga pulang dari berburu. Kedua anaknya merengek kelaparan. Di dapur sudah tidak ada makanan apapun. Bu Tani kemudian menyuruh anaknya untuk mengambil belalang di lumbung dekat rumah mereka. Ternyata, ketika berada di lumbung, si anak lupa menutup pintu lumbung sehingga semua belalang beterbangan. Ia kembali ke rumah sambil menangis tersedu. Ia berterus terang kepada Bu Tani. Ya Tuhan! Bu Tani amat terkejut. Ia tahu Pak Tani akan marah besar. Pak Tani pun pulang tanpa membawa seekor hewan buruan. Bu Tani lalu berterus terang apa yang terjadi dengan mengatakan semua itu karena kecerobohannya. Mendengar hal itu, Pak Tani sangat murka dan mengursi Bu Tani. Sambil menangis Bu Tani pergi menuju ke Atu Be...
Di sebuah desa bernama Kampar, hidup seorang ibu dan anaknya yang bernama si Lancang. Karena mereka hidup miskin, si Lancang kemudian pergi ke kota mencari pekerjaan. Di kota, si Lancang lalui dengan bekerja keras. Ia lalu berubah menjadi kaya raya dan memiliki tujuh orang istri. Tapi sayang, harta kekayaannya telah membuatnya lupa pada ibunya di Desa Kampar. Ia telah berubah menjadi manusia yang sombong dan serakah. Suatu hari, si Lancang berlayar ke Sumatera dengan membawa ketujuh istrinya. Sampailah ia di Desa Kampar. Ibunya mengetahui kedatangannya dan segera berlari menuju pantai. Sayangnya, sang ibu tak diizinkan bertemu si Lancang. Sang ibu tetap memaksa ingin memasuki kapal sehingga terjadi keributan. Si Lancang dan ketujuh istrinya menghampirinya dan menyuruh anak buah kapalnya untuk mengusir sang ibu. Si Lancang merasa sangat malu dengan keadaan ibunya yang lusuh. Ia tidak ingin orang lain mengetahui asal-usulnya sebagai seorang buruh tani miskin. Betapa sakitn...