Lagu Manuk Dadali yang berarti lagu tentang burung garuda atau elang merupakan lagu asal tanah Sunda dari Jawa Barat, Indonesia. Lagu ini diciptakan oleh Sambas Mangundikarta. Lagu ini mempunyai lirik yang cukup menarik dan alunan nada yang enak untuk didengar juga membangkitkan semangat nasionalisme dan kebangsaan kita disaat kita mengetahui arti dari lagu ini. Lagu manuk dadali ini juga menceritakan tentang kehidupan harmonis sebuah negara yang punya banyak perbedaan namun harus saling toleransi. Sebanyak apapun orang yang ingin memecah-belah negeri ini, pasti akan selalu ada orang-orang yang mendukung kesatuan dan persatuan Tanah Air Indonesia. Lagu ini mempunyai lirik sebagai berikut : Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang (Terbang melesat tinggi jauh di langit) M é b é rkeun jangjangna bangun taya karingrang (Merentangkan sayapnya tegak tanpa ragu) Kukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk (Kukunya kokoh dan paruhnya melengkung) Ngapak...
SENI TEATER RAKYAT UYEG SUKABUMI Hitam Putih Gerak Dinamis Hidup Oleh: Sanifa Fatma Putri Anugrah bumi pertiwi tidak hanya terletak dari keindahan alamnya yang memesona. Lebih dari itu, berbagai budaya beraneka tumbuh subur dan seirama. Bahasa, pakaian, sampai makanan menambah keberagaman Pesona Indonesia. Kesenian yang berbeda semakin memperjelas wajah setiap daerahnya. Tidak ketinggalan, Sukabumi termasuk penyumbang kekayaan khasanah Indonesia. Sukabumi merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat. Didaulat sebagai daerah terluas kedua di Pulau Jawa: setelah Kab. Banyuwangi di Jawa Timur. Palabuhan Ratu dan Gunung Gede merupakan sebagian kecil objek wisata yang biasa dikunjungi. Lebih dalam dari ini, banyak budaya lokal yang akan sangat asyik kita jelajahi. Salah satunya tercermin dari Seni Teater Rakyat Uyeg. Uyeg merupakan seni tradisi teater rakyat Sukabumi. Daerah sebaran keseniaan ini adalah di Pesisir Pantai Sukabumi. Menurut Wilang Sundakala...
Calung Dalengket merupakan kesenian yang dimainkan secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas 9 orang. Setiap anggota memainkan alat musik yang berbeda. Satu orang bertugas sebagai juru suling toleat. Alat musik gong dimainkan oleh tiga orang. Sisanya, yaitu pemain kesembilan, bertugas sebagai pemain pengganti. Calung Dalengket berkembang di Kecamatan Lemah Abang. Saat ini Lemah Abang memang sudah tidak terdaftar dalam peta administratif Kabupaten Bekasi. Kecamatan tersebut telah mengalami pengubahan nama menjadi Cikarang Timur. Mulanya kesenian Calung Dalengket merupakan permainan anak-anak gembala. Mereka biasa memainkannya setelah musim di sawah. Saat ini kesenian tersebut juga dimainkan oleh orang tua dan warga lain dari berbagai kalangan usia Saat ini Calung Dalengket dimainkan dengan sistem kompetisi. Acara yang digagas oleh Bapak Ahmad dan Bapak Endang ini dapat diikuti oleh semua warga baik laki-laki maupun perempuan. Meski berlabel kompetisi, lomba Calung Dale...
Plered, Surga Gerabah Ketika saya berkunjung ke Sentra Industri Keramik Plered di Purwakarta, Jawa Barat dalam rangka studi lapangan, saya melihat sendiri dan mempelajari proses pembuatan kerajinan gerabah atau keramik. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk berbagi ilmu yang telah saya dapat kepada pembaca sekalian. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan. Pada tahap ini, semua bahan yang diperlukan seperti tanah liat disiapkan sesuai dengan jumlah yang akan dibentuk, beserta peralatan yang dibutuhkan seperti meja putar atau cetakan, tergantung dari bentuk kerajinan yang akan dibuat. Kemudian tahap pembentukan. tanah liat yang telah disiapkan kemudian dibentuk sesuai dengan keinginan kita seperti guci, vas bunga, atau hiasan dari tanah liat yang dapat berbentuk hewan seperti kura-kura atau berbentuk seperti bunga dan daun sesuai hasil yang diinginkan. Tanah...
Kesenian Lais atau Laes merupakan sebuah kesenian akrobatik khas Garut, Jawa Barat. Kesenian Lais ini menggunakan seutas tali sepanjang 6-8 meter dan dua buah batang bambu sepanjang 10-15 meter. Nama Lais ini diambil dari seorang pemanjat pohon kelapa yang handal bernama Pak Lais. Kesenian ini memamerkan atraksi seseorang berjalan dan menari diatas seutas tali yang diikatkan pada dua buah tiang bambu yang dipasang seperti tiang. Orang tersebut akan berjalan dan menari diatas seutas tali tersebut diiringi dengan lagu. Orang tersebut tidak hanya berjalan dan menari, tetapi juga memamerkan kekebalan tubuhnya terhadap benda benda tajam diatas tiang bambu tersebut. Kesenian ini biasa dilakukan pada acara acara seperti khitanan, pernikahan, atau acara daerah lainnya. Kesenian Lais ini masih dapat ditemui pada kota kota seperti Garut dan Cirebon walaupun sudah sangat jarang kita jumpai. Oleh karena itu, kita harus melestarikan kesenian Lais sebagai salah satu dari banyak sekali budaya Indo...
Tradisi menyiapkan gentong di halaman rumah ini jamak dilakukan masyarakat Kota Cirebon, Jawa Barat, salah satunya adalah Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Lazim disebut tradisi gentong haji oleh masyarakat sekitar. Adanya gentong haji di depan rumah ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa salah satu keluarga sedang berangkat haji. Tradisi seperti ini sudah dijalankan turun-temurun dan setiap tahun bila ada yang berangkat haji. Tujuan dari tradisi ini tak lain adalah untuk bersedekah. Selain menyiapkan gentong tersebut, pihak keluarga juga menggelar pengajian dengan tujuan agar anggota keluarga yang beribadah di tanah suci mendapatkan kelancaran. Gentong berisi air minum tujuannya untuk menjadi pelepas dahaga bagi siapa pun yang melintas di depan rumah. Ada juga warga yang menggunakan air dalam gentong tersebut untuk membasuh wajah sambil melepas lelah. Gentong digunakan selama masa ibadah haji. Lalu, saat jamaah haji pulang, gentong...
TATARUCINGAN Tatarucingan adalah suatu permainan yang berasal dari daerah jawa barat. Tatarucingan itu, jika dalam bahasa indonesia biasa kita kenal atau kita sebut dengan "tebak-tebakan", tetapi cara mainnya ya tentu menggunakan bahasa sunda dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti menghibur, memberi nasihat, memuji, dan bahkan menghina. Tatarucingan dapat dimainkan oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa, asalkan tebak-tebakan yang digunakan harus pas penggunaannya. Misalnya ketika kita sedang melakukan percakapan dengan orang yang lebih tua dan ingin memberikan tebak tebakkan, maka kitapun harus memberikan tebak-tebakan yang tentu sopan, soalnya bagaimanapun kita harus tetap memperhatikan etika dan etiket yang ada. Tatarucingan dapat dimainkan ketika kita sedang melakukan percakapan yang tak formal dengan siapapun asalkan penggunaannya pas, bercanda gurau dengan teman...
Leuweung gajah adalah sebuah desa yang berada di Cirebon Timur, Berdekatan dengan desa Jatiseeng dan Jatiseeng Kidul. Berikut adalah cerita asal usul desa tersebut berdasar pengetahuan masyarakat. Pangeran Walangsungsang putra Prabu Siliwangi adalah Sultan Cirebon yang dikenal dengan sebutan Ki Kuwu Cirebon atau Pangeran Cakrabuana. Pada suatu waktu beliau bermaksud melakukan tapa sambil menyiarkan dakwah ke wilayah timur. Tampuk kesultanan untuk sementara diserahkan kepada keponakannya Syekh Syarif Hidayatullah. Pangeran Walangsungsang dalam menyiarkan agama Islam kepada masyarakat Jawa senantiasa dibarengi dengan melakukan tapa (tirakat) di beberapa tempat, sehingga orang menyebutnya Ki Gede Pertapa. Dalam salah satu perjalanan tapanya beliau mengajak putrinya Nyi Mas Cici beserta empat orang abdi dalemnya yang bernama Pangeran Danalampah, Pangeran Tenjosari, Nyi Mas Gandasari dan Nyi Mas Bodaya Kembang. Sampailah Ki Gede Pertapa beserta para abdinya disebuah hutan belantara y...
" Warung Pojok " Sekilas tentang Lagu "Warung Pojok" Lagu 'Warung Pojok' merupakan salah satu lagu daerah populer Jawa Barat. Lagu ini berasal dari salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, yaitu Cirebon. Lagu yang kental akan dialek bahasa cirebon ini diciptakan oleh seorang tokoh seniman tarling yang sangat berpengaruh yaitu H.Abdul Adjib. Lagu ini pula sangat identik dengan unsur aransemen musik asli khas Cirebon yang sangat populer , yaitu musik tarling. Lagu 'Warung Pojok' bercerita tentang sebuah warung yang akan membuat pengunjungnya tergila gila dan nyaman. Bukan hanya makanannya saja yang enak, tetapi para pelayan yang sopan dan memiliki paras yang manispun menjadi daya tarik tersendiri, sehingga membuat pengunjung warung betah untuk mengunjunginya. Lirik Lagu "Warung Pojok" Akeh wong pada kedanan, masakan Akeh wong pada kelingan, pelayan Ora klalen kesopanan Ning sekabeh lelangganan Yen balik...