SENI TEATER RAKYAT UYEG SUKABUMI
Hitam Putih Gerak Dinamis Hidup
Oleh: Sanifa Fatma Putri
Anugrah bumi pertiwi tidak hanya terletak dari keindahan alamnya yang memesona. Lebih dari itu, berbagai budaya beraneka tumbuh subur dan seirama. Bahasa, pakaian, sampai makanan menambah keberagaman Pesona Indonesia. Kesenian yang berbeda semakin memperjelas wajah setiap daerahnya. Tidak ketinggalan, Sukabumi termasuk penyumbang kekayaan khasanah Indonesia.
Sukabumi merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat. Didaulat sebagai daerah terluas kedua di Pulau Jawa: setelah Kab. Banyuwangi di Jawa Timur. Palabuhan Ratu dan Gunung Gede merupakan sebagian kecil objek wisata yang biasa dikunjungi. Lebih dalam dari ini, banyak budaya lokal yang akan sangat asyik kita jelajahi. Salah satunya tercermin dari Seni Teater Rakyat Uyeg.
Uyeg merupakan seni tradisi teater rakyat Sukabumi. Daerah sebaran keseniaan ini adalah di Pesisir Pantai Sukabumi. Menurut Wilang Sundakalan: Generasi VI Seni Uyeg, keseniaan teater rakyat ini sudah tumbuh sejak masa kerajaan Sunda (Abad ke 7 sampai 14) sebagai bagian Ritual Seren Taun: upacara panen untuk menghormati Dewi Sri dan Guru Bumi. Terang-redup keseniaan silih berganti seiring bergantinya generasi. Teater Rakyat Uyeg baru mulai diranumkan kembali setelah Anis Djatin Sunda; seniman kebanggaan Sukabumi yang merupakan Generasi V keseniaan ini mulai mengumpulkan data orang-orang yang mau melestarikan Uyeg (1978-1981).
Sepeninggal Ki Anis Djati Sunda pada 2011, seni Teater Rakyat Uyeg direvitalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya kesenian ini sampai sekarang dipegang oleh anak Ki Anis yaitu Wilang Sundakalangan yang memimpin Padepokan Rawayan di Kota Sukabumi.
Berdasarkan hipotesis Anis Djatisunda, seni Teater Rakyat Uyeg merupakan satu bentuk teater rakyat Jawa Barat yang mengikuti tradisi megalitik nusantara. Kain hitam dan putih; kelir, yang merupakan ciri utama dari tarian ini merupakan perlambang dari simbol-simbol kepercaan Sunda. Kain hitam merupakan gambaran Krisna-Paksa sedangkan kain putih gambaran Sukhla-Paksa adalah perwakilan dari alam semesta yang memiliki dua sisi berlainana; lagit-bumi, air-api, lakilaki-perempuan, baik-buruk.
Uyeg bersinonim dari Bahasa Sunda Oyag yang artinya gerak. Pada saat tampil, kelir: kain hitam putih tidak henti-hentinya digerakkan. Ini merupakan filosofi bahwa dunia ini terus bergerak; yang buruk menjadi baik atau sebaliknya. Gerakan pemain sangat dinamis, tidak statis seperti pemikiran manusia.
Pada FLS2N tahun 2017, Seni Teater Rakyat ini kembali ditampikan dalam bentuk yang berbeda. Adinda Galuh dan Laifa, siswa SMAN 3 Sukabumi, di bawah bimbingan Drs. Haslinda Trisnawiati, guru SMAN 3 Sukabumi, membawakan kesenian ini dalam bentuk tarian. Pada kesempatan tersebut mereka berhasil menjadi wakil Jawa Barat ke tinggkat Nasional FLS2N di Kupang, NTT.
#OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...