Ketuk tilu adalah suatu tarian pergaulan cikal bakal jaipongan. Biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan suatu kegiatan atau diselenggarakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Istilah nama ini diambil dari alat musik pengiringnya, yaitu 3 buah bonang, kendang indung (yang besar), kulanter (yang kecil) , kecrek dan goong. Pada zaman dulu, ketuk tilu adalah upacara penyambutan panen padi sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Upacara ini biasanya dilakukan pada malam hari. dan biasanya pada acara pagelaran ini ada seorang penari yang sedang menumbuk lesung. Gerakan dalam tarian ini adalah goyang, pencak, muncid, gitek, dan geol. biasanya diawali dengan alunan music dan lagu pengiring untuk mengumpulkan para penonton. Kemudian para penari memasuki panggung dengan gerakan jajangkungan dan dilanjutkan dengan gerak wawayangan yaitu saat penari menyanyi dan menari. kemudian dilanjutkann dengan tari berpasangan. Kostum yang dipaka...
Depok merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Barat atau tepatnya berada di sebelah selatan wilayah Jakarta, wilayah kota ini asalnya merupakan daerah kekuasaan VOC (17 April 1784). Seorang mantan pejabat VOC bernama Cornelis Chastelein membeli tanah yang luasnya mencakup Depok, wilayah Jakarta Selatan dan kabupaten Bogor dengan total luas wilayah 1.244 hektar pada tahun 1684. Ketika Cornelis Chastelein wafat, ia mewariskan tanah tersebut kepada para pekerjanya yang terbagi menjadi 12 marga, Jonathans, Leander, Bacas, Loen, Samuel, Jacob, Laurens, Joseph, Tholens, Isakh, Soediro, dan Zadhok. Banyak sekali bangunan bangunan peniggalan orang Belanda yang masih berdiri kokoh bahkan digunakan untuk fasilitas umum hingga sekarang, salah satunya adalah jembatan Panus. Jembatan Panus merupakan jembatan yang membantu masyarakat Depok melintasi sungan Ciliwung. nama "jembatan Panus" diambil dari seorang keturunan Belanda bernama Stephanus Leander yang di anggap warga setempat sebagai oran...
Masyarakat Betawi pinggir mulai dari Bekasi hingga Depok tidak akan asing dengan perhelatan Rebut dandang, yang merupakan suatu tradisi adopsi yang berbentuk kegiatan yang masih dilaksankan hingga saat ini oleh masyarakat Betawi pinggiran atau Betawi Ora pada saat prosesi perkawinan. Sebagai tradisi adopsi, Rebut dandang banyak menggunakan pantun layaknya tradisi Palang pintu, Namun menggunakan subdialek Betawi pinggir atau Betawi Ora. Pada penyelenggaraannya, ada dua pihak jawara yaitu jawara dari pihak mempelai pria dan jawara dari pihak mempelai wanita yang bertemu dan saling adu pantun dan adu jurus silat antara keduanya, dalam tradisi Rebut dandang yang dilakukan di daerah Bekasi, jawara pihak mempelai wanita harus merebut dandang yang diikatkan selendang dan disematkan ke punggung jawara pihak pria, sementara untuk wilayah Depok dan sekitarnya berlaku sebaliknya dimana jawara pihak prialah yang harus bersusah payah merebut dandang dari jawara pihak mempelai wanita. Namun a...
Pernikahan merupakan sesuatu yang begitu sakral, antara kedua belah pihak yaitu seorang laki-laki dan seorang wanita yang ingin mengikat hubungannya baik secara hukum dan agama. Banyak orang, khususnya masyarakat Indonesia, ingin membuat hari pernikahannya menjadi hari yang paling spesial dan berarti di hidupnya. Berbeda dengan negara-negara lain yang lebih mengedepankan konsep sederhana dalam pernikahannya, masyarakat Indonesia seakan-akan berlomba-lomba untuk membuat hari pernikahannya agar terlihat mewah dan gegap gempita. Selain tuntutan pribadi, adat dari suku bangsa mempunyai peran penting dalam kemeriahan suatu pesta pernikahan. Salah satunya adalah Suku Sunda yang ada di daerah Jawa Barat. Di hari pernikahan sepasang pengantin yang bersuku sunda, ada satu hal yang indah sehingga mudah menarik perhatian para tamu undangan, apalagi kalau bukan mahkota cantik yang bertengger di atas kepala sang mempelai wanita, yaitu Siger Sunda. Meski siger cukup familiar deng...
“Apa salah dan dosaku sayang Cinta suciku kau buang-buang Lihat jurus yang kan ku berikan Jaran goyang jaran goyang." Cinta ditolak, pelet pun bertindak . Ajian Jaran Goyang merupakan salah satu mantra kuno yang sudah melegenda di kalangan nenek moyang terdahulu. Keampuhannya dalam urusan percintaan, khususnya cinta yang bertepuk sebelah tangan, membuat kaum adam maupun kaum hawa melakukan salah satu ilmu pengasihan tingkat tinggi ini. Ajian Jaran Goyang sendiri diciptakan oleh seorang Mpu Sakti bernama Ki Buyut Mangun Tapa, dimana Ki Buyut Mangun Tapa banyak menciptakan ajian-ajian spiritual yang termasuk dalam ilmu pelet. Ki Buyut Mangun Tapa menyusun berbagai macam mantra pelet dan rahasia ilmu percintaan menjadi sebuah kitab yang diberi nama Mantra Asmara. Menurut legenda, Mantra...
Tradisi Nyiramkeun merupakan sebuah tradisi yang berada di Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka. Tradisi Nyiramkeun merupakan tradisi berupa mencucikan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung. Kata Nyiramkeun berasal dari kata Sunda yaitu Siram yaitu mencuci dengan menggunakan air. Tradisi ini berguna untuk melestarikan benda-benda penginggalan kerajaan Talaga tersebut. Tradisi Nyiramkeun dilaksanakan secara turun temurun oleh yayasan Talaga Manggung yang merupakan keluarga keturunan Kerajaan Talaga Manggung pada hari senin pada tanggal belasan Bulan Safar. Benda-benda yang dicuci dalam upacara ini adalah patung simbarkencana, patung raden panglurah, genta, uang koin kuno, gamelan, senjata keris, golok dan pedang, meriam, senjata, dan baju zirah (perang). Air untuk penyucian benda-benda pusaka tersebut berasal dari 9 sumber mata air ( Ci Nyusu ) yang diambil oleh kuncen menggunakan tempat penyimpanan y...
Indonesia merupakan negara dengan banyak budaya yang dapat menjadi ciri khas dari masing-masing daerah yang semakin lama mulai terlupakan oleh generasi-generasi muda melek teknologi. Salah satunya adalah Tayuban yang berasal dari kota Cirebon, Jawa Barat. Tayuban atau sering disebut Ronggeng Dombret ini pada jaman dahulu merupakan tarian yang lahir di lingkungan Keraton untuk menghormati tamu-tamu sultan dan juga acara-acara penting diiringi dengan gamelan dan lagu yang sama dengan pertunjukan wayang kulit. Namun, seiring berjalannya waktu, tayuban sudah mulai menyebar di lingkungan masyarakat Cirebon dan menjadi tarian umum yang sering ditampilkan saat menjelang masa panen tiba atau Mapag Sri, hiburan untuk pernikahan, hiburan untuk khitanan, nadran (upacara adat nelayan di daerah Cirebon dan Indramayu), sedekah bumi (upacara adat bagi para petani), acara kebahagiaan, acara syukuran, dan lain-lain. Tarian ini dilakukan oleh para wanita yang memakai kebaya dan selendang di l...
SAMPURASUN!! PUNTEN sadayana. Apa kabarnya? Pada kesempatan kali ini saya akan memberi info tentang sebuah tarian yang berasal dari daerah asal saya yaitu Kota Bekasi. Yaitu “Tari Ronggeng Menor” yang dimana sang penggagas tarian ini adalah guru saya sendiri sewaktu sekolah menengah atas di SMA Negeri 4 Kota Bekasi Ibu Dini Irma Damayanthi,S,sn Ronggeng sendiri ialah jenis kesenian tari yang berkembang di Tatar Pasundan. Ronggeng itu adalah penari wanita yang dilengkapi selendang yang dikalungkan di leher sebagai kelengkapan menari. Sedangkan kata menor berarti mencolok cara berdandannya atau berhiasnya dengan berpakaian warna terang dan berwarna-warni. (Tim Redaksi KBBI, 2013: ) Tari ini adalah sebuah kreasi baru yang mengangkat tarian rakyat Jawa Barat yang berada di wilayah Kota Bekasi sebagai pintu gerbang budaya Sunda dan Betawi. Tarian ini menggambarkan sosok penari ronggeng wanita yang lebih ekspresif, lincah dan energik denga...
Pada masa kini, cara untuk melihat bagaimana orang-orang pada zaman dahulu berpakaian adalah dengan mencari di internet atau melihat di beberapa buku sejarah yang terdapat foto pahlawan. Dari sana, kita dapat melihat apa yang mereka gunakan di dalam foto tersebut. Sebagai masyarakat jawa barat yang baik, kita pun harus mengetahui sejarah bagaimana orang di waktu yang lalu berpakaian. Perlu sangat diketahui, bahwa tidak semua orang berpakaian sama. Layaknya zaman sekarang yang ada, tidak semua orang dari berbagai kelas hidup akan berpakaian dengan gaya yang sama. Jika kita lihat banyak foto pahlawan-pahlawan di buku sejarah yang biasa kita temui, kebanyakan dari mereka adalah seorang bangsawan. Seorang bangsawan adalah kelas sosial tertinggi dalam masyarakat pra-modern atau ketika segala hal belum berkembang. Sebagian besar dari bangsawan adalah penguasa tanah dan banyak masyarakat biasa lainnya yang harus bekerja untuknya. Selain kelas sosial tertinggi, di Indonesia bangsawan se...