Depok merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Barat atau tepatnya berada di sebelah selatan wilayah Jakarta, wilayah kota ini asalnya merupakan daerah kekuasaan VOC (17 April 1784). Seorang mantan pejabat VOC bernama Cornelis Chastelein membeli tanah yang luasnya mencakup Depok, wilayah Jakarta Selatan dan kabupaten Bogor dengan total luas wilayah 1.244 hektar pada tahun 1684. Ketika Cornelis Chastelein wafat, ia mewariskan tanah tersebut kepada para pekerjanya yang terbagi menjadi 12 marga, Jonathans, Leander, Bacas, Loen, Samuel, Jacob, Laurens, Joseph, Tholens, Isakh, Soediro, dan Zadhok. Banyak sekali bangunan bangunan peniggalan orang Belanda yang masih berdiri kokoh bahkan digunakan untuk fasilitas umum hingga sekarang, salah satunya adalah jembatan Panus. Jembatan Panus merupakan jembatan yang membantu masyarakat Depok melintasi sungan Ciliwung. nama "jembatan Panus" diambil dari seorang keturunan Belanda bernama Stephanus Leander yang di anggap warga setempat sebagai orang yang membangun jembatan tersebut pada tahun 1917-1918.

Tidak sedikit saya mendengar cerita cerita aneh dari warga setempat tentang penampakan makhluk halus yang pernah terlihat di jembatan Panus, salah satunya adalah seringnya muncul penampakan Opa Panus (sebutan Stefanus bagi warga Depok) dan istrinya sambil membawa seekor anjing putih pada malam hari yang sedang melintasi jembatan tersebut, juga penampakan seorang wanita yang konon melakukan bunuh diri di jembatan Panus, bahkan menurut cucu dari Stephanus mengatakan pada era 1980-an beredar cerita di kalangan masyarakat tentang empat pendekar ghaib berbaju hitam yang muncul saat air sungai Ciliwung naik/banjir. warga Depok selalu mengatakan jika ingin melintasai jembatan Panus(menggunakan kendaraan), kita harus membunyikan klakson terlebih dahulu. Waktu itu Ayah saya juga mengatakan bahwa dahulu, orang orang sering menggunakan jembatan ini sebagai pesugihan kepada makhluk halus, mereka melempar sesajen berupa kelapa dan pakaian. seorang warga setempat juga mengatakan pernah melihat dua orang pria sedang membuang mayat ke sungai Ciliwung.
Mungkin banyak orang yang tidak percaya kepada cerita cerita yang berbau mistis, namun bagaimanapun juga, kita harus menghargai suatu tempat terutama bangunan bersejarah, seringkali saya melihat orang orang yang membuang sampah mereka ke sungai Ciliwung, akibatnya banyak sekali sampah yang tersangkut pada tiang tiang jembatan Panus, lingkungan sekitar pun menjadi kumuh dan tidak terawat.

#OSKMITB2018
Sumber referensi
https://kumparan.com/potongan-nostalgia/asal-usul-berdirinya-kota-depok
http://arwanamin.blogspot.com/2016/04/jembatan-panus-depok.html
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...