Adat Nusantara
261 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Usaba Dalem Desa Padangkerta
Ritual Ritual
Bali

Hari raya Nyepi merupakan sesuatu yang tidak asing lagi di telinga kita. Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang jatuh pada tilem ke sanga sasih ke dasa atau pada bulan Maret setiap tahunnya. Sehari sebelum hari raya Nyepi, tepatnya pada saat Tilem Kesanga, diadakan arak-arakan Ogoh-Ogoh di mana Ogoh-Ogoh tersebut merupakan simbol hal-hal negatif maupun sifat negatif yang ada pada diri manusia. Setelah diarak, Ogoh-Ogoh pun dibakar di akhir acara sebagai simbol lenyapnya hal-hal negatif sehingga umat Hindu dapat menjalani hari raya Nyepi dengan jiwa, hati, dan pikiran yang bersih. Keesokan harinya, barulah hari raya Nyepi diadakan.  Namun, tahukan Anda bahwa selain hari raya Nyepi yang diperingati secara nasional, terdapat pula hari raya Nyepi yang berlaku pada satu daerah atau desa adat tertentu yaitu Nyepi Adat. Salah satu desa yang mengadakan Nyepi Adat adalah Desa Padangkerta yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Nyepi Adat di Desa Padangkerta jatuh pada hari K...

avatar
OSKM_16218064_FEONIE AUDINA HARYANTHO
Gambar Entri
Ritual Menek Kelih / Raja Sewala
Ritual Ritual
Bali

Ritual Menek Kelih / Raja Sewala adalah salah satu ritual umat beragama Hindu di Bali. Ritual ini adalah ritual/upacara Manusa Yadnya yang dilakukan ketika anak mencapai usia remaja/akil balig. Biasanya ditandai dengan mengalami haid(bagi perempuan), perubahan suara yang drastis(bagi laki-laki) dan munculnya tanda-tanda kedewasaan dalam bentuk fisik. Orang tua wajib melakukan ritual ini demi anaknya sebagai ucapan terimakasih kepada Tuhan karena telah diberi keselamatan selama hidupnya. Dan juga sebagai bentuk permohonan agar anak tersebut selalu berada di jalan yang baik. Upacara/ritual ini dilaksanakan di rumah anak yang diupacarakan. Upacara ini boleh dilaksanakan oleh satu anak saja, atau bersamaan dengan anggota keluarga besar yang sama-sama menginjak usia remaja. Terkadang pula, di Bali, upacara ini dilakukan secara massal dalam satu desa untuk meringankan biaya. Remaja-remaja yang akan mengikuti ritual, baik laki-laki maupun perempuan, akan dirias dan akan memakai...

avatar
OSKM_16918176_Milani Ernawati
Gambar Entri
Kwangen
Ritual Ritual
Bali

KWANGEN   Bali merupakan destinasi wisata Indonesia yang sudah terkenal hingga mancanegara. Hal ini dikarenakan Bali memiliki banyak pantai yang begitu indah, diantaranya Pantai Kuta, Pantai Sanur, dan Pantai Mertasari. Selain itu, Bali juga terkenal karena kebudayaannya yang begitu banyak dan indah. Kebudayaan Bali dapat berupa adat serta tradisi-tradisinya yang unik. Tradisi-tradisi ini tentu memiliki sarana penunjangnya. Salah satu sarana penunjang tradisi ialah kwangen. Kwangen merupakan salah satu sarana persembahyangan umat hindu bali. Biasanya kwangen digunakan dalam panca sembah, yaitu lima tahapan dalam proses persembahyangan agama hindu. Namun penggunaan kwangen dalam persembahyangan panca sembah dapat diganti dengan gabungan bunga yang berwarna-warni. Kwangen disusun sedemikian rupa sehingga kwangen menjadi bermakna sekaligus memiliki nilai esteika. Dasar kwangen disusun dengan daun pisang yang masih muda, yang dirakit menyerupai kojong. Kemudian...

avatar
OSKM_16518057_NYOMAN KEVIN CAHYADI GIRI
Gambar Entri
Udeng : Satu Tempat, Beragam Bentuknya
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Bali

Beragam sekali bentuk pakaian tradisional yang ada di Indonesia ini. Mulai dari baju, celana, dan juga yang hampir selalu ada adalah pengikat kepala. Masing-masing dari itu memiliki keunikan yang berbeda. Masing-masing dari itu memiliki cerita bersejarah dibaliknya. Filosofi yang berbeda, namun dengan nilai estetika tinggi di setiap bagiannya. Pengikat kepala, alas kepala, topi, atau apa pun kalian menyebutnya, menjadi salah satu bagian penting pada sebuah pakaian tradisional. Blangkon dari Jogja, Iket dari Jawa Barat, dan Lacak dari Jambi. Ada pula bentuk ikat kepala yang berasal dari Bali. Sebagian orang tidak tahu namanya, sebagian orang tidak bisa membedakannya. Tetapi sebenarnya ikat kepala ini memiliki bentuk yang sangat berbeda, dengan filosofi unik di dalamnya. Udeng namanya. Udeng? Hewan? Makanan? Bukan. Udeng adalah sebuah bagian dari pakaian adat Bali yang diikat di bagian kepala yang digunakan oleh kaum laki-laki. Udeng umumnya dipakai di berbagai upacara adat dan ke...

avatar
OSKM_19918022_GedePandu
Gambar Entri
Nelu Bulanin
Ritual Ritual
Bali

Nelu Bulanin atau Tiga Bulanan adalah salah satu acara adat yang berasal dari Bali. Nelu Bulanin adalah bagian dari Manuseyatnye, yaitu Upacara Kemanusiaan dari Bali. Acara ini dilakukan saat bayi berumur 105 hari atau kurang lebih 3 bulan dalam hitungan pawukon. Tujuan dari acara ini adalah untuk memohon kepada Dewa di Hyang Kemulan atau merajan agar bayi dijauhkan dari segala keburukan. Upacara ini dilakukan di lingkungan rumah, seperti di halaman rumah. Serangkaian acara ini biasanya juga dilakukan bersamaan dengan 6 bulanan.   Upacara ini dipimpin oleh Pandita atau Panindita, yang berarti Pendeta.   Urutan acara ini adalah sebagai berikut: Tirtha Panglukatan, yang berarti air untuk menyucikan diri. Air ini dipercikkan ke bayi, agar terbersihkan dari kotoran yang ia bawa saat dilahirkan. Apabila sudah disucikan, maka bayi sudah boleh dibawa ke Pure. Potong rambut bayi. Biasanya jika bayi merupakan laki-laki, maka rambut digundul. Tirt...

avatar
OSKM18_16718197_NiNyoman Moza Mardika Wulansari
Gambar Entri
Jaje Abug
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

JAJE ABUG  merupakan salah satu makanan/jajanan tradisional dari Pulau Dewata, Bali yang terbuat dari bahan tepung ketan dengan bentuk yang beraneka ragam. Kekhasan bentuk abug adalah berlapis-lapis dengan warna merah dan putih, dengan ketebalan kurang lebih 3-5mm. Terdapat lapisan warna merah dan putih dikarenakan pada waktu mencetak makanan dibuat berselang-seling antar lapisan yang dibuat dari abug dengan tambahan gula pasir. Jajanan ini dibuat khusus untuk keperluan upacara keagamaan atau upacara adat di Bali, tapi kadang-kadang dapat dibuat untuk dikonsumsi oleh masyarakat. BAHAN : Tepung ketan 1000 gr Gula merah 500 gr Gula pasir 500 gr Kelapa 1 buah Garam secukupnya Pewarna CARA PEMBUATAN : Dalam membuat jaje abug, dilakukan lapis demi lapis secara bergantian dengan menggunakan dua adonan yang berbeda sebagai berikut :  Buat adonan pertama dengan memasukan tepung ketan sebanyak 500 gr, 500 gr gula me...

avatar
OSKM18_16618036_Antonius Valentino Kurniawan
Gambar Entri
Pepatran
Ornamen Ornamen
Bali

 Ornamen pepatran yaitu ornamen yang ide atau konsep nya di ambil dari tamanan yang merambat, seperti: tanaman labu, pare, timun, dan tanaman merambat liar, yang biasanya numpang pada pohon-pohon besar sebagai pagar rumah. Tanaman ini oleh senimannya dirubah menjadi sebuah karya seni berupa pengulangan, baik secara melingkar maupun lurus dikenal dengan nama pepatran. Tujuan pepatran ini adalah untuk menghias rumah pribadi/adat/tempat suci yang khusus berkembang di Bali.     Pepatran ini menghiasi bagian-bagian yang lebar dan memanjang, baik berupa segi empat, segi empat panjang, baik tempatnya ditengah, dipinggir/bidang bidang yang lebar, juga sebagai pelengkapdari ornament kekarangan. Makna yang terkandung pada pepatran adalah memberikan perlindungan kepada kehidupan manusia dari rasa takut, panas, haus dan yang lainnya. Sehingga memberikan kenyamanan bagi manusia yang tinggal dilingkungan bangunan yang dihiasi oleh pepatran. Karakteristik dari patra samblun...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Kisah Pengorbanan Patih Patriot “Kebo Iwa” untuk Nusantara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Di desa Bedaulu wilayah kabupaten Tabanan, Bali pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri. Mereka kaya, hanya saja mereka belum mempunyai anak. Bagi penduduk Bali pada masa itu, manusia yang belum mempunyai keturunan adalah manusia yang sia-sia hidupnya. Suatu hari mereka pergi ke Pura Desa. Mereka memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi keturunan. Waktu pun berlalu. Sang istri mulai mengandung. Betapa bahagianya mereka. Beberapa bulan kemudian, lahirlah seorang bayi laki-laki. Bayi tersebut hendak disusui oleh ibunya, namun jarinya terus menunjuk ke arah sebuah nasi kukus. Bahwa nantinya anak ini akan menjadi tokoh besar, sudah nampak tanda- tandanya sejak dini. Bayi itu menangis merengek seolah meminta sesuatu. Sang Ibu kasian mendengar rengekan sang bayi , Ibu kemudian mengambil nasi kukus tersebut dan mencoba untuk memberikannya pada bayi. Ibu bergumam dalam hatinya : Apakah anak ini ingin merasakan nasi kukusan ini? Umurnya belum cukup untuk makan nasi?” Tak d...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Pan Kasim dan Ular Sakti
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Pada dahulu kala, di sebuah desa di Bali, hiduplah sepasang suami istri yang bernama Pan Kasim dan Men Kasim (Pan = Pak ; Men = Ibu , dalam bahasa Bali). Pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak itu hidup serba kekurangan alias miskin. Mereka hanya tinggal di sebuah gubuk reyot di pinggir hutan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Pan Kasim setiap hari mencari kayu bakar di hutan untuk dijual ke pasar atau ditukar dengan kebutuhan hidup sehari-hari lainnya. Suatu hari, pagi-pagi sekali Pan Kasim sudah berangkat ke hutan karena mendapat banyak pesanan kayu bakar dari beberapa pedagang. Ia berangkat seorang diri dengan berbekal sebilah parang yang tajam dan seutas tali rotan. Sementara itu, istrinya Men Kasim tinggal di rumah sambil mengurus pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci, dan membersihkan rumah. Setiba di hutan, Pan Kasim segera mengumpulkan ranting-ranting kayu kering dengan penuh semangat. Tak terasa, hari telah menjelang siang. Kayu bakar yang tela...

avatar
Hamzahmutaqinf