Banyak dari kita yang tidak asing dengan permainan Betawi yang satu ini. Banyak dari kita yang memainkan permainan ini saat masih kecil bersama teman-teman kita. Sampai sekarang pun, masih banyak kita lihat anak-anak memainkan permainan ini. Permainan satu ini adalah permainan simpel yang bisa dimainkan di lapangan luas tanpa alat peraga atau pembantu dan dimainkan sebanyak 10 orang umumnya, namun jumlah pemain sebenarnya boleh diganti dengan jumlah minimal 4 orang. Tapi tentu saja akan lebih menyenangkan bila dimainkan lebih banyak orang. Nama "Ular Naga" sendiri dikarenakan barisan pemain yang panjang bagaikan ular atau naga. Walaupun sudah ada sejak lama, namun masih belum diketahui secara jelas asal usul dari permainan tradisional ini. Namun ada mitos dari permain ular naga ini. Cara bermainnya pun sangat mudah, berikut adalah cara bermainnya : 1. Dua orang anak yang dipilih sebagai induk (biasanya yang paling tinggi) menentukan nama s...
Kue cucur adalah salah satu kue tradisional yang banyak digemari oleh masyarakat di daerah Jakarta. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras, tepung terigu, dan gula merah. Berbentuk bulat, bertekstur lembut di tengah, dan garing dipinggirannya serta rasanya yang manis menjadikannya salah satu cemilan yang disukai oleh anak-anak. Kue cucur bisa ditemukan di pinggir-pinggir jalan atau di tempat-tempat penjual kue basah meskipun tidak sebanyak waktu dulu. Jika anda merasa kesulitan untuk mencari kue cucur, anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan: 125gram tepung beras 100gram tepung terigu 100gram gula merah/jawa gula pasir secukupnya 1/4 sdt garam sehelai daun pandan 200ml air minyak goreng Cara membuat: Sisir gula merah lalu rebus dengan air, gula pasir, daun pandan, dan garam hingga larut. Saring larutan gula dan biarkan sampai hangat. Di dalam wadah, campur tepung bera...
Kepercayaan atau mitos ini bisa ditemui pada masyarakat Betawi yang menempati beberapa wilayah seperti di Kampung Baru Kelapa Dua Wetan, Pondok Ranggon, Pasar Rebo. Menurut warga sekitar, mereka percaya bahwa setiap bayi yang dilahirkan selalu didampingi dengan empat "saudara kandungnya" yang tidak bisa dilihat dengan mata. Empat saudara kandung masing-masing dinamai ; Mbok Tutuban, Nyai Gumelar, Urihi dan tali ari-ari dari sang bayi. Tali ari- ari ini dianggap sebagai saudara yang keempat yang disebut Gebleghi. Tali ari-ari ini kemudian dikubur dan rohnya menjadi penjaga dan pelindung saudaranya yang hidup. Bagi para warga yang mempercayai mitos ini, mereka juga harus memperdulikan saudara- saudara dari sang bayi. Oleh sebab itu, mereka sering memberikan sesajen yang dipasang di keempat penjuru rumah saat sedang mengadakan suatu acara, seperti acara ulang tahun sang anak, acara khitanan, dan acara pernikahan. Sesajen ini disebut ancak. #OSKMITB2018
Patung Pemuda Membangun, atau biasa dikenal sebagai patung pemuda, adalah sebuah monumen yg terletak di Bundaran Air Mancur Senayan, ujung selatan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Indonesia. Bundaran itu menandai pintu masuk ke kecamatan Kebayoran Baru di Jakarta Selatan. Berdiri pada ketinggian 24.9 meter, Patung Pemuda Membangun dibuat dari beton bertulang, dilapisi oleh bahan teraso abu – abu tua dengan gaya Soviet. Desain dari patung ini adalah seorang pemuda membawa piring berisi api di atas kepalanya. Piring api itu memiliki arti sebagai symbol perjuangan anak muda menuju masa depan yang bercahaya. Pembuatan Patung Pemuda Membangun dikerjakan oleh sebuah tim yang tergabung dalam Biro Insinyur Seniman Arsitektur (BISA). Monumen ini merupakan hadiah dari Pertamina untuk pemerintahan DKI Jakarta dalam rangka ulang tahun ke 445 Jakarta, tahun 1971dan diresmikan di bulan Maret 1972. #OSKMITB2018
Budaya kerokan sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Kerokan berasal dari kata bahasa Jawa yaitu kerok yang berarti garuk. Bahkan,raja-raja dan petinggi kerajaan Nusantara banyak yang melakukan terapi ini untuk kesehatan. Kerokan adalah sebuah terapi pengobatan alternatif untuk mengatasi gejala masuk angin dengan metode menggaruk sambil menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam sebagai alat pengerok, yang selanjutnya menyebabkan guratan merah pada kulit. Semakin merah dan gelap tanda guratannya menandakan "angin" yang terdapat didalam tubuh sudah keluar. Pengobatan tradisional ini kebanyakan menggunakan semacam benda tumpul seperti koin, batu giok, gundu, potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya yang digunakan untuk menggosok bagian punggung. Selain benda tumpul tadi, pengobatan kerokan ini juga menggunakan cairan licin seperti minyak telon, minyak kelapa, atau lotion. Cairan licin ini digunakan agar tidak terjadi iritas...
Langkan merupakan pagar pembatas yang ada di teras dari halaman berbahan kayu, bersimbol seperti patung manusia yang juga memiliki pesan moral, yaitu etika yang baik dalam bertamu harus melewati halaman depan rumah. Karena bagi kebanyakan orang Betawi asli, kurang sopan bila kita masuk ke dalam rumah orang lain melewati pintu samping atau bahkan pintu belakang. Jadi, Langkan menjadi simbol (apalagi dengan bentuknya yang menyerupai manusia) bahwa setiap orang yang datang bertamu melewati pintu depan. Walaupun pintu rumah saya tidak memiliki Langkan, tetapi bila melihat film-film seperti "Si Doel Anak Betawi" sangat terlihat kekhasan dari rumah betawi memiliki ornamen langkan seperti diatas. Nenek saya juga mengatakan orang zaman dahulu yang masih tinggal di rumah Betawi kebanyakan memiliki ornamen Langkan seperti ini. Sumber Gambar : https://jakarta.go.id/storage/app/uploads/public/5a4/dda/3c6/5a4dda3c6cdf8000806660 #OSKMITB2018
Pong Pong Balong pada dasarnya adalah permainan sederhana yang dimainkan dengan tangan dan bernyanyi bersama. Pong-pong Balong adalah permainan tradisional anak-anak Betawi (Jakarta) dimana anak-anak atau para pemain duduk melingkar sembari dipandu oleh anak terbesar (opsional). Cara bermainnya adalah tiap pemain meletakkan tangan mereka yang digenggam atau dikepal di lantai.Lalu, tiap pemain mengurutkan tangan mereka satu per satu secara vertical sampai ditumpuk seperti menara. Kemudian, pemimpin permainan menyanyikan lagu Pong-pong Bolong dengan syair : “Pong-pong Bolong, Pong-pong Bolong, dumerang ducabe, pecaha ngisor dhewe” Nyanyian itu bisa diikuti oleh semua pemain. Setelah nyanyian selesai, tangan yang paling bawah direggangkan seolah-olah pecah dalam posisi telungkup. Kemudian nyanyian diatas diulang kembali. Setiap nyanyian selesai, tangan yang mendapat posisi paling bawah direnggangkan, dengan pengecualian jika penyair memberikan perintah, misalnya t...
Makanan khas dari DKI Jakarta, terbuat dari kelapa ditambah “saus gula merah” dan yang pasti enak rasanya, coba tebak apa? Yap benar kue rangi! Kue rangi ini juga sering disebut sebagai sagu rangi oleh orang-orang suku Betawi. Kue rangi terbuat dari tepung sagu dan kelapa parut yang dibakar pada cetakan khusus, cetakan ini membuat bentuk kue rangi mirip dengan kue pancong atau kue dorayaki dari Jepang. Yang membuat kue ini khas tidak lain adalah saus gula merahnya yang kenyal dan manis, membuat cita rasa kue rangi semakin enak. Saus ini terbuat dari gula merah yang dikentalkan dengan sedikit tepung kanji. Kue rangi biasanya memiliki bau yang khas karena dimasak dengan bahan bakar kayu, selain itu saus dari kue rangi yang ditembahkan dengan potongan nagka, nanas atau durian akan membuat wanginya semakin menggoda. Kue ini biasanya dijual dengan harga yang terjangkau dan dijual saat ada acara-acara khas Betawi. Kue rangi juga biasa dijual di sekolah-sekolah dasar...
Permainan tepok nyamuk tidak memerlukan alat permainan. Tepok nyamuk adalah permainan masyarakat Betawi. Permainan tepok nyamuk tidak mengenal kalah atau menang. Permainan ini tidak ada hukuman. Mereka bermain di tempat terbuka, misalnya halaman atau lapangan. Permainan tepok nyamuk sedikitnya dimainkan oleh tiga orang anak. Lebih banyak pemainnya, permainan semakin seru. Waktu saya kecil, saat SD memang sering bermain tepok nyamuk ini. Terutama saat saya masih duduk di kelas 4 SD. Permainan yang populer di sekolah saya itu (Bunda Hati Kudus) yaitu tepok nyamuk. Biasanya saya bermain di dalam kelas dengan syarat kursi-kursi dan meja-meja dimundurkan sedikit ke belakang, agar lebih luas tempatnya. Tetapi, daripada saya repot-repot memindahkan ini-itu dan harus mengembalikannya lagi, akhirnya kebanyakan saya dan teman-teman bermain diluar kelas karena memiliki tempat yang lebih luas untuk bergerak. Saya bermain kebanyakan bersama teman-teman cowok saya, jarang ada te...