Dalam bahasa jawa cirebon intip berarti kerak, sama seperti namanya intip terbuat dari kerak nasi yang dihasilkan dari kerak nasi yang di tanak atau masak. Intip beras cirebon ini memiliki rasa gurih dan manis. Jika pada rasa manis intip tersebut dibuat dengan tambahan gula , Berikut cara membuat Intip beras khas cirebon. Bahan-Bahan : Kelapa 2 butir Bawang putih 1 kg Bawang merah 250 gram Bawng putih 1 kg ketumbar 1 ons Garam 250 gram Gula pasir 4 kg Cara Membuat : Jemur kerak nasi hingga kering dibawah sinar matahari. Buat santan dengan 2 butir kelapa. Haluskan bumbu. campur bumbu kedalam air santan secara perlahan sambil diaduk-aduk. Goreng intip yang telah dijemur dibawah sinar matahari, hingga intip tenggelam kedalam minyak panas. Angkat intip yang telah digoreng lalu olesi dengan air santan yang telah dicampur dengan bumbu. Setelah diolesi bumbu, tunggu hingga bumbu mengering dan...
Masyarakat Sunda memiliki cara hidup yang masih tradisional dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Cara hidup ini dapat terlihat dalam prilaku, ekspresi, maupun kebiasaan dalam menjalani setiap detik hidup yang ada di depan mata. Kearifan lokal inilah yang direkam dan menjadi inspirasi dalam gerakan tari kamonesan, tari kreasi asal Jawa Barat. Tari Kamonesan merupakan tari berpasangan yang ditarikan oleh 8 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Penampilan para penari pun ditampilkan semenarik mungkin dengan kostum dengan warna yang terang dan cerah seperti merah, biru, kuning dan hijau. Untuk penari pria menggunakan kostum berupa celana pangsi lengkap dengan ikat kepala sementara untuk penari perempuan mengenakan kebaya lengkap dengan tutup kepala. Satu yang unik dalam tarian ini, adanya ornamen bakul yang dibawa penari perempuan sebagai cerminan kehidupan tradisional masyarakat Sunda. Tari Kamonesan dibuka dengan penari pria yang mempertonto...
Manusia memiliki dua sisi yang selalu melekat dalam dirinya yakni baik dan buruk. Sepanjang hidupnya, terkadang manusia harus menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya. Topeng atau yang biasa disebut kedok ini akan terus melekat selama manusia menjalani kehidupannya. Dua sisi kehidupan inilah yang menjadi inspirasi dari tari kedok ireng tarian yang berasal dari Jawa Barat. Pada awal tarian, tiga orang penari duduk bersila di tengah panggung. Dengan kostum berwarna cerah, kemudian mereka membungkuk dan tidak lama mereka berdiri dan sudah memakai topeng yang berwarna merah muda. Kemudian dari samping panggung muncul tujuh penari yang melengkapi formasi tari kedok ireng. Dengan gerakan yang lentur, mereka berpasang-pasangan menari-nari dengan menggunakan topeng. Formasi berpasangan ini seperti menandakan bahwa dua sisi baik dan buruk akan selalu ada dalam diri manusia. Kesepuluh penari terlihat semakin enerjik dengan sesekali melompat dan melemparkan selendang. Di lain ger...
Borondong merupakan makanan tradisional khas sunda yang terbuat dari perpaduan antara ketan yang di sangrai. Di Garut Jawa Barat ada salah satu tempat yang membuat dan memproduksi makanan ini.Tempat teresebut adalah Kampung Astanagirang. Jika kita melihat miniatur yang terbuat dari bahan kayu,tanah liat atau dari bahan lainnya yang biasa digunakan untuk membuat miniatur tentunya sudah biasa.Namun pernakah sobat melihat atau membuat miniatur yang semua bahanya utamanya dari borondong. Borondong itu sendiri dibuat atau dihasilkan dari hasil penyangrayan (pemanggangan red) biji padi ketan yang belumnya telah mengalami beberapa proses pengeringan dan pengayakan sehingga menghasilkan bentuk yang menyerupai pop korn jagung. Bentuk bentuk kecil yang berwarna putih itulah yang kemudian di buat dan di bentuk menjadi beberapa miniatur seperti miniatur Mesjid, Perahu, Kabah, bahkan sampai Miniatur burung Garuda juga bisa di buat dari Borondong ketan ini. Kampung Astanagirang yang men...
Perlahan-lahan 7 orang penari yang semuanya laki-laki masuk ke panggung, dengan busana serba kuning layaknya hulu balang kerajaan mereka melakukan gerakan seperti sedang bersiap untuk perang. Gerakan-gerakan yang membentuk formasi seperti siap memanah lawan ini menjadi bagian gerakan tari yang tersaji di tari Wangsa Suta, tari kreasi dari Jawa Barat. Tari Wangsa Suta termasuk tari kelompok. Tari ini menampilkan sosok Wangsa Suta sebagai pemimpin. Gerakan para penari Wangsa Suta terlihat seperti memperlihatkan aneka bentuk formasi dalam peperangan. Dua penari di depan membentuk formasi dan meloncat dengan rancak sambil berputar. Gerakan-gerakan penari pada awal-awal tarian seperti sedang menggambarkan keadaan akan bersiap perang. Pergerakan tangan dan kaki yang perlahan-lahan dan tatapan mata para penari yang menoleh ke kanan ke kiri sambil berjalan di sekitar area panggung. Tari ini pun semakin hidup dengan iringan musik gamelan yang sekilas seperti alunan musik bali hanya saja...
Tari ini menggambarkan ekspresi kegembiraan para pemetik teh dikala pagi menjelang. Raut wajah penuh keceriaan terpancar dari pekerja yang bekerja dengan penuh semangat untuk menghidupi keluarganya. Inilah tari panarat, tari yang menggambarkan keseharian para pekerja pemetik teh yang bekerja memetik teh di kebun saat pagi tiba. Di panggung, empat penari keluar dari dalam bakul dengan gerak perlahan para penari ini beranjak dari bakul dan mengenakan topi caping seakan penuh suka cita menyambut pagi. Ekspresi serta gerakan-gerakan yang dilakukan para penari seakan bersiap untuk berangkat ke kebun teh. Dengan memakai bakul di pundak dan topi caping para penari seperti menggambarkan keceriaan ibu-ibu berangkat menuju kebun teh dan bersiap menjalani pekerjaan memetik daun teh. Satu yang menarik dari tari panarat ini. Para penari memakai topi caping hingga menutupi sebagian wajah seperti pemandangan yang kita lihat di perkebunan teh. Gerakan-gerakan para penari seperti memetik hin...
Ada yang begitu berbeda saat menyaksikan tari yang satu ini. Pemandangan bakul besar atau dalam bahasa Sunda disebut boboko, terlihat dalam posisi terbalik berada di atas panggung dan tiba-tiba satu penari pria keluar dari balik bakul. Dengan gaya seolah menjadi pemimpin, penari pria ini berputar-putar di sekitar boboko. Tiba-tiba, enam orang anak kecil keluar dari dalam boboko dan ikut menari bersama si penari pria. Itulah gambaran permulaan tari boboko mangkup yang melibatkan satu penari laki-laki, lima penari perempuan dan enam penari anak-anak. Dalam tarian ini, penonton seperti dihibur dengan kejutan-kejutan yang dihadirkan tarian ini. Seperti ketika tiba-tiba keluar penari yang membawa ular dari balik panggung dan membuat gaduh suasana. Serentak kemunculan sang ular membuat anak-anak kecil berhamburan dan perlahan-lahan dari balik boboko muncul penari perempuan dengan hiasan kepala seperti mahkota yang menjulang tinggi. Di panggung, kelima penari wanita ini berputar-pu...
Konon tari ini terinspirasi dari kisah cinta Nyi Roro Kidul. Gerakan-gerakan disajikan dalam tari jaipong khas Jawa Barat namun terdapat nuansa keraton Jawa dalam tarian ini. Inilah tari iswara gandrung, tarian yang diiringi nyanyian-nyanyian pemujaan kepada sang ratu. Tari iswara gandrung dibuka dengan para penari yang berbaris membelakangi panggung. Sementara musik dan pesinden yang mengiringi tarian ini sudah mulai mengiringi penari dengan nyanyian dalam syair berbahasa Sunda. Warna hijau dari pakaian yang dikenakan para penari juga seperti melambangkan warna kesukaan sang ratu lengkap dengan mahkota bunga melati sebagai penutup di bagian kepala. Bunga melati ini juga konon menjadi bunga kesukaan dari Nyi Roro Kidul. Perlahan-lahan penari yang berjumlah 7 orang mulai melakukan gerakan gemulai dan membentuk posisi serong di atas panggung. Jari jemari yang lentik dan tatapan mata yang tajam dari para penari membuat tari ini begitu menarik untuk dilihat. Iringan musik dari a...
Pakaian serba hitam, mengikuti iringan lagu gamelan menjadi sebuah persembahan penari di daerah Cirebon, Jawa Barat. Mengenakan celana sebatas lutut dan penutup kepala atau yang disebut sobra sebagai hiasan yang melekat di kepala. Topeng merah dengan kumis tebal memperlihatkan karakter yang gagah juga berwibawa. Itulah kira-kira gambaran tari Topeng Temenggung, sebuah tari yang menceritakan ksatria berjiwa arif juga budiman. Tari Topeng Temenggung merupakan salah satu dari lima tari topeng Cirebon, selain Tari Topeng Panji, Tari Topeng Samba, Tari Topeng Rumyang, dan Tari Topeng Kelana. Kelima tari topeng Cirebon tersebut memiliki karakter dan unsur yang berbeda-beda saat dipentaskan. Khusus Tari Temenggung, tari ini menceritakan sebuah ksatria yang gagah berani berperang melawan angkara murka. Sosok ksatria tersebut disimbolkan oleh Temenggung, yaitu seorang Adipati dari Magadiraja yang berjiwa pemberani, dihadapkan oleh sang perusuh ya...