Ayam Umbut Pisang Kedotan Bahan: 200 g umbut pisang 200 g paha ayam, potong-potong, lumuri garam 100 g kelapa muda, parut memanjang 4 butir bawang merah, iris 4 buah cabai merah, iris 1 sdt jahe, parut 1 sdm lengkuas, parut 2 batang daun bawang, iris 4 pucuk daun kemangi 1 butir telur, kocok lepas Garam, gula, merica dan air asam jawa secukupnya Daun pisang dan lidi secukupnya Cara Membuat: Iris umbut pisang, remas dengan garam, lalu peras airnya. Campur dengan ayam dan semua bahan, aduk rata, bagi 4 Letakkan 1 bagian campuran ayam di atas daun pisang, gulung, sematkan lidi. Lakukan yang sama hingga 4 porsi Kukus hingga matang (20 menit). Angkat dan sajikan Sumber: T.S. Dharmaputra (2015). Kumpulan Masakan Favorit Sepanjang Masa . Kriya Pustaka.
Berengkes Ikan Napal Sisik Berikut ini Bahan dan Bumbu Berengkes Ikan Napal Sisik untuk 4 porsi: 1 ekor ikan patin (400 gram) 2 sendok teh air asam (dari 1/2 sendok teh asam jawa dan 1 sendok makan air) 100 gram kelapa parut kasar 1/2 buah bawang bombay, diiris 2 tangkai daun ruku-ruku daun pisang untuk membungkus Bumbu Halus: 4 buah cabai merah besar 8 buah cabai merah keriting 16 butir bawang merah 8 siung bawang putih 10 butir kemiri, disangrai 1 sendok makan garam 1 1/2 sendok teh gula pasir Cara Memasak Berengkes Ikan Napal Sisik Lumuri ikan patin dengan air asam. Sisihkan. Aduk rata bumbu halus, kelapa parut kasar, bawang bombay, dan daun ruku-ruku. Tambahkan ikan patin. Aduk rata. Ambil daun pisang. Beri ikan patin. Bungkus. Semat dengan lidi. Kukus 1 jam sampai matang. Sumber: http://resepresepmasakan...
Sate ikan kuah kuning adalah olahan yang terbuat dari ikan tenggiri yang dicampur dengan beberapa bahan dan bumbu kemudian dibentuk bola-bola. Cara menyajikan sate ikan ini disiram dengan kuah santan. Bahan-bahan/bumbu-bumbu : Bahan Bola Ikan: 250 gram daging ikan tenggiri, dihaluskan 1/2 sendok teh garam 1 butir telur 1.000 ml air untuk merebus Bahan Kuah Santan: 300 ml santan dari 1/4 butir kelapa 1/2 sendok teh garam 1/4 sendok teh gula pasir 2 sendok makan minyak untuk menumis Bumbu Halus: 4 butir bawang merah 2 siung bawang putih 1 cm lengkuas 1 batang serai, diambil putihnya 1 cm kunyit, dibakar 1 cm jahe 1/2 sendok teh ketumbar 4 buah cabai rawit merah Cara Pengolahan : Bola ikan: aduk rata daging ikan tenggiri, garam, dan telur. Bentuk bulat. Didihkan air. Masukkan adonan ikan. Masak sampai terapung. Angkat....
Bahan-Bahan: tepung ketan 4 gls santan 1/2 gls telur ayam 1 biji gula pasir 1 gls garam sedikit panili 2bks. minyak goreng 2 gls Cara Membuat: 1. Tepung dijemur sebentar, dicampur dengan santan, telur yang telah dikocok dan garam, diaduk hingga rata. 2. Adonan dibentuk seperti cendawan, digoreng dalam minyak panas hingga kuning. 3. Dari gula pasir dan panili dibuat sirop kental, hingga membenang, dimasukkan kue dan dicampur hingga rata Keterangan: 1. Cara membentuknya : Adonan di-bulat-bulatkan sebesar kelereng, didatarkan dan dilipat empat. Ujung yang runcing ditekan dan lipatannya dibuka hingga menyerupai kembang atau cendawan. 2. Disajikan pada lebaran atau pada waktu meminang Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno
Kerang Bumbu Hijau ini adalah sajian tradisional asal Jambi yang super menggiurkan. Bahan utamanya adalah kerang hijau yang terkenal sedap. Bahan: 400 gram kerang hijau kupas direbus 5 butir bawang merah, diiris tipis 2 lembar daun salam 4 lembar daun jeruk, dibuang tulang daunnya, disobek-sobek 2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan 2 cm lengkuas, dimemarkan 4 buah cabai hijau besar dipotong serong 6 butir cabai rawit hijau utuh 1 1/4 sendok teh garam 1/2 sendok teh gula pasir 400 ml santan dari 1 butir kelapa 2 sendok makan minyak untuk menumis Bumbu Halus: 8 butir bawang merah 4 siung bawang putih 1/2 sendok teh merica bubuk 3 butir kemiri, disangrai 1 cm kunyit, dibakar 5 buah cabai hijau besar, dibuang bijinya Cara Membuat: Pana...
BAHAN : • 150 gram kerang hijau • 25 gram kacang tanah kupas, dioven, dicincang kasar • 3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya • 2 cm lengkuas, dimemarkan • 10 buah petai, dipotong 3 bagian • 1/4 sendok teh garam • 1/4 sendok teh gula pasir • 1 sendok teh air asam • 100 ml air • 1 sendok makan minyak untuk menumis BUMBU HALUS : • 4 butir bawang merah • 2 siung bawang putih • 1/2 sendok makan terasi, dibakar • 2 buah cabai merah keriting • 1 buah cabai merah besar CARA MEMBUAT KERANG TUMIS BELACAN : 1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun jeruk, lengkuas, dan petai sampai harum. 2. Masukkan kerang. Aduk rata. Tambahkan kacang tanah. Aduk rata. 3. Masukkan air, garam, gula pasir, dan air asam. Masak sampai matang. https://hobimasak.info/resep-kerang-tumis-belacan/
Sekali lagi saya menemukan bukti kecerdasan orang-orang Nusantara dan kekayaan dari budaya mereka. Semua ini karena telah ditemukannya sebuah naskah kuno yang berasal dari zaman pasca Palawa dengan masih berbahasa Sansekerta. Ini jelas membuat saya pribadi semakin bangga sebagai putra Nusantara terlebih yang dibesarkan di dekat daerah Kerinci – Jambi, kota Bangko tepatnya. Kitab ini ditemukan di Tanjung Tanah di Mendapo Seleman (terletak sekitar 15 kilometer dari Sungai Penuh, Kerinci, Jambi) dan masih disimpan sampai sekarang oleh pemiliknya. Naskah Tanjung Tanah bukan hanya naskah Melayu yang tertua, melainkan juga satu-satunya naskah Melayu yang tertulis dalam aksara pasca-Palawa yang juga disebut sebagai aksara Malayu, dan naskah pada kitab ini masih menggunakan bahasa Sansekerta. Tidak hanya itu, yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa nama Kerinci sendiri telah dikenal di Mohenjo-Daroo (India – Pakistan) sekitar 3.500 SM, karena wilayah – kalau boleh...
Suku kerinci dikenal sebagai salah satu suku tertua yang mendiami Pulau Sumatera. Oleh karena itu Suku Kerinci memiliki peradaban dan kebudayaan sejak dulu sehingga menjadi kekhasan tersendiri. Salah satunya adalah penggunaan bahasa Kerinci. Meskipun masih tergolong ke dalam rumpun bahasa Melayu, bahasa kerinci diperkirakan telah hidup lebih tua. Bahasa Kerinci bahkan telah ada sebelum pengaruh Arab masuk dan mempengaruhi kebudayaan Melayu. Asumsi ini dibuktikan dengan ditemukannnya beberapa naskah kuno yang ditulis dengan Bahasa Kerinci Kuno. Tulisan ini dikenal dengan Aksara Incung. Aksara ini sudah digunakan oleh masyarakat Suku Kerinci sejak berabad-abad lalu. Penggunaan tulisan ini juga telah menyebar ke wilayah Lampung dan Rejang. Aksara Incung mulai dipergunakan secara luas mungkin pada abad ke-4 Masehi. Pada awalanya, Aksara incung ditulis dengan sejenis benda runcing yang guratannya mirip dengan tulisan paku aksara Babilonia kuno. Bentuk grafis aksara Incung d...
Tan Talanai adalah seorang raja yang pernah memerintah di sebuah kerajaan di Jambi pada sekitar pertengahan abad ke-15 Masehi. Sang raja memiliki seorang bayi laki-laki yang diharapkan dapat meneruskan tahta sebagai Raja Jambi. Namun, baru beberapa hari setelah putranya lahir, Raja Tan Talanai justru membuangnya ke lautan lepas. Pada zaman dahulu kala, Negeri Jambi dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Dewa Sekerabah atau biasa dikenal si Pahit Lidah . Namun sayang, sang raja tidak mempunyai keturunan sehingga ketika ia wafat, Negeri Jambi menjadi kacau balau. Rakyatnya membentuk kelompok-kelompok dan kemudian saling berperang satu sama lain. Kabar tentang kekacauan di Negeri Jambi tersebar hingga ke berbagai penjuru. Mendengar kabar tersebut, Tan Talanai yang memerintah di Rabu Menarah, Turki , berambisi untuk menguasai Negeri Jambi. Dengan berbagai upaya, akhirnya ia berhasil mengusai negeri itu dan menjadi raja di sana....