Tan Talanai adalah seorang raja yang pernah memerintah di sebuah kerajaan di Jambi pada sekitar pertengahan abad ke-15 Masehi. Sang raja memiliki seorang bayi laki-laki yang diharapkan dapat meneruskan tahta sebagai Raja Jambi. Namun, baru beberapa hari setelah putranya lahir, Raja Tan Talanai justru membuangnya ke lautan lepas.
“Ya, Tuhan! Berilah hamba seorang putra yang kelak akan menggantikan kedudukan hamba sebagai pemimpin di negeri ini,” Tan Talanai memohon dengan khusyuk.
- “Malapetaka apa yang kamu maksud?” tanya Tan Talanai kepada ahli nujumnya dengan cemas.
- “Suatu saat jika telah dewasa, anak itu akan membunuh Baginda,” jawab si ahli nujum.
- “Apa katamu? Dia akan membunuhku?” tanya Tan Talanai dengan terkejut,
- “Oh, ini tidak mungkin terjadi!”
“Datuk Emping Besi, hanyutkan anak itu ke tengah laut!” titah Tan Talanai.
- “Kanda, Dinda berharap Kanda tidak membuang putra kita satu-satunya,” pinta sang permaisuri.
- “Masih ingatkah Kanda bahwa anak itu kita peroleh setelah bertahun-tahun kita menunggu? Tapi, setelah karunia itu datang, justru Kanda hendak menyia-nyiakannya.”
- “Tapi, Dinda. Apalah gunanya kita mempunyai seorang putra jika kelak akan membunuh ayahnya sendiri?” sanggah Tan Talanai.
- “Hai, lihat ada peti yang hanyut?” seru Tuan Putri.
- Tuan Putri pun memerintahkan kepada para pengawalnya untuk mengambil peti itu dan dinaikkan ke atas perahu mereka.
- “Ayo, cepat buka peti itu!” ujar Tuan Putri penasaran.
- “Baik, Tuan Putri!” jawab seorang pengawal seraya membuka penutup peti itu.
“Hai, anak siapa ini? Sungguh tega hati orang tuanya yang telah membuangnya,” Tuan Putri berkata dengan perasaan iba..
- “Bu, bolehkah Ananda menanyakan suatu hal kepada Ibu?” tanya anak itu.
- “Apa yang ingin kamu tanyakan, Putraku?” Tuan Putri balik bertanya.
- “Begini, Bu. Ananda malu setiap hari diolok-olok oleh teman-teman kalau Ananda tidak mempunyai Ayah. Kalau boleh tahu siapa sebenarnya ayah Ananda, Bu?”
- “Lalu, bagaimana Ananda bisa berada di istana ini, Bu?” tanya anak itu bingung.
- “Hmmm… keadaan ini memang sangat sulit untuk dipercaya, Putraku,” kata Tuan Putri.
- “Apa maksud Ibu?” anak itu semakin bingung.
- “Ketahuilah, Putraku. Sebenarnya, aku bukanlah ibu kandungmu. Ibu hanya menemukanmu terapungapung di tengah laut saat kamu masih bayi dan merawatmu. Kedua orang tuamu saat ini berada di Negeri Jambi,” jelas Tuan Putri.
“Dasar orang tua tidak berperasaan! Ia pantas dibinasakan!” geram si anak menahan amarah.
- “Baiklah, Putraku. Jika Ananda memang benar-benar ingin membunuh Ayah, ambillah sebuah batu yang runcing lalu tikamkan ke tubuhku. Hanya itu satu-satunya cara yang dapat membunuh Ayah,” kata Tan Talanai.
- “Tapi, sebelum Ananda lakukan itu, tolong dengarkan dulu penjelasan Ayah. Ayah benar-benar sangat menyesal telah percaya begitu saja pada ramalam ahli nujum yang mengatakan bahwa Ananda akan mencelakai Ayah.”
- Mendengar penjelasan dari ayahnya, hati anak itu menjadi luluh. Ia pun memeluk sang ayah.
- “Maafkan Ananda, Ayah! Ananda sudah lancang ingin membunuh Ayah,” ucap anak itu sambil meneteskan air mata.
- “Sudahlah, Putraku! Ayahlah yang harusnya minta maaf karena telah menyia-nyiakanmu,” kata sang ayah.
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...