Hari Pendidikan Nasional
185 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Perang Air (Cian Cui)
Ritual Ritual
Riau

Perayaan Imlek merupakan salah satu dari banyak budaya Tionghoa yang dirayakan oleh banyak orang Tionghoa di Indonesia setiap tahunnya.  Namun, perayaan Imlek di Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Indonesia, memiliki tradisi unik yang tidak dimiliki dan tidak pernah dilakukan di daerah-daerah lain di Indonesia. Perayaan imlek di Selatpanjang dimeriahkan dengan perang air atau Cian cui (dalam bahasa Hokkian). Tradisi ini selalu dilakukan setiap tahunnya saat memperingati hari raya Imlek yang diperingati selama 7 hari berturut-turut. Kebiasaan ini dilaksanakan di sepanjang jalanan di Selatpanjang. Dengan menggunakan selang, Bentor (Becak Motor), orang banyak berkumpul dan saling menyiram satu sama lain dengan penuh antusias dan tawa. Tradisi ini juga tidak hanya dilakukan oleh orang-orang beretnis Tionghoa melainkan warga-warga dari etnis lain pun juga ikut meramaikan kebiasaan ini. Setiap tahunnya, semakin banyak&...

avatar
OSKM18_16118101_Eugene Sebastian
Gambar Entri
Mi Sagu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Riau

Mie sagu juga merupakan makanan khas masyarakat Melayu Riau khususnya di daerah Selat Panjang, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau. Tekstur mie sagu berbeda dengan mie kebanyakan. Mie sagu memiliki tekstur yang kenyal dan biasanya dioleh dengan tambahan teri, daun kuncai dan juga tauge. Bumbu-bumbu yang digunakan juga cukup sederhana namun nikmatnya sangat menggoda. Mie sagu ini sangat baik disantap setiap hari khususnya bagi mereka yang mau diet atau sedang menderita diabetes sebab mis sagu ini memiliki kandungan karbohidrat yang sangat rendah dan terbukti mampu menurunkan gula darah.  Mie sagu terbuat dari sari pati sagu murni.  Di Indonesia pohon sagu terdapat di daerah Maluku, Papua, dan Riau. Namun, daerah yang benar-benar menjadikan sagu ini sebagai mie hanya ada di provinsi Riau.  #OSKMITB18

avatar
OSKM18_16918130_Gessica Gessica Aurel Khoman
Gambar Entri
Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
Ornamen Ornamen
Riau

              Di adat melayu terdapat motif-motif unik yang sering dipakai masyarakat melayu dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk motif dari banyaknya motif di budaya melayu itu ialah motif "Lebah Bergantung". Jika kalian pernah jalan-jalan ke Riau, pasti pernah melihat motif "Lebah Bergantung" ini baik dari hiasan atap bangunan sampai hiasan dekoratif di kain songket yang juga merupakan salah satu aspek kebudayaan melayu Riau. Contohnya seperti ini.                   Motif ini bukan hanya sekedar motif yang sembarangan dibuat begitu saja melainkan motif ini memiliki artinya sendiri.  Motif Lebah Bergantung ini mencerminkan tentang rumah lebah madu yang biasanya menggantung di dahan pohon. Hal ini mengingat bumi Melayu Riau dahulunya sangat kaya akan pepohonan besar yang kebanyakan dari mereka dijadikan tempat menggantungkan r...

avatar
OSKM_16718145_Prama #OSKMITB2018
Gambar Entri
Sedapnya Gulai Siput
Makanan Minuman Makanan Minuman
Riau

Tanjung Pinang dulunya merupakan ibu kota provinsi Riau. Namun, dengan seiring berjalannya waktu, ibu kota Riau diganti menjadi pekanbaru. Sekarang, Tanjung Pinang merupakan pusat pengolahan atau sumber bahan baku. Buktinya, Pada tahun 2001, sektor perdagangan, hotel, dan restoran memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam membangun perekonomian Kota Tanjungpinang yaitu sebesar 35,54% kemudian diikuti oleh sektor industri pengolahan 15,37%, sektor bangunan 13,29%, sektor jasa-jasa 12,51%, dan sektor pengangkutan dan komunikasi 10,82%. Sedangkan sektor lainnya meliputi sektor listrik, gas, dan air bersih, keuangan, pertanian, dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 12,47%.  Tanjung Pinang terkenal dengan berbagai macam makanan yang menggunakan bahan-bahan yang tidak biasanya digunakan dalam masakan sehari-hari. Contohnya seperti; bambu (muda) dan siput. Siput seringkali diolah menjadi makanan gulai, yang dikenal dengan gulai siput. Meskipun banyak orang yang t...

avatar
OSKM18_19718169_Syifa
Gambar Entri
Hari Raya Enam Kab. Kampar
Ritual Ritual
Riau

Hari Raya Enam atau biasa disebut Aghi Ghayo Onam adalah tradisi masyarakat Kabupaten Kampar di Provinsi Riau yang masih diturun-temurunkan sampai saat ini. Peringatan ini dirayakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), dan dinamakan ‘enam’ karena dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 2 Syawal – 7 Syawal. Selama periode tersebut, masyarakat Kampar berpuasa sunnah kembali walaupun sudah melakukannya selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan. Namun esensi dari tradisi ini bukan sekadar berpuasa, tetapi mereka juga berziarah secara berkelompok ke setiap desa atau dusun terdekat, dimana jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Aghi Ghayo Onam atau juga dapat disebut Aghi Ghayo Zorah (Hari Raya Ziarah) menganggap tradisi beramai-ramai ke kuburan ini tidak hanya untuk mendoakan sanak saudara yang telah di alam kubur, namun ini juga sebuah ajang silaturahmi bagi warga Kampar setempat. Masyarakat yang merantau dan jarang bertemu seti...

avatar
OSKM18_19718117_Palita Rana Putinagari
Gambar Entri
Ragam Makna Motif Songket Riau
Motif Kain Motif Kain
Riau

Tenun Songket Melayu Pekanbaru merupakan kekayaan asli negeri melayu, songket melayu Riau ini kaya dengan motif, makna serta falsafah. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai sebagai busana hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun, jika ditilik secara sejarah, Songket Melayu Pekanbaru pada dasarnya berasal dari (turunan) Songket Melayu Sia dan dibawa masuk oleh perajin yang didatangkan dari Kerajaan Terangganu, Malaysia. Songket melayu berkembang menjadi simbol busana resmi kerajaan. Dalam tradisi Melayu Riau motif atau lazimnya disebut corak, ragi, bentuk dasar, acuan induk, bentuk asal atau gambar asli. Corak dasar Melayu Riau umumnya bersumber dari alam seperti flora, fauna dan benda-benda angkasa yang direka dalam bentuk baik bunga kundur, bunga hutan, maupun dalam bentuk abstrak atau dimodifikasi sehingga menampakan wujud a...

avatar
Josefanny
Gambar Entri
Ragam Makna Motif Songket Riau
Motif Kain Motif Kain
Riau

Tenun Songket Melayu Pekanbaru merupakan kekayaan asli negeri melayu, songket melayu Riau ini kaya dengan motif, makna serta falsafah. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai sebagai busana hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun, jika ditilik secara sejarah, Songket Melayu Pekanbaru pada dasarnya berasal dari (turunan) Songket Melayu Sia dan dibawa masuk oleh perajin yang didatangkan dari Kerajaan Terangganu, Malaysia. Songket melayu berkembang menjadi simbol busana resmi kerajaan. Dalam tradisi Melayu Riau motif atau lazimnya disebut corak, ragi, bentuk dasar, acuan induk, bentuk asal atau gambar asli. Corak dasar Melayu Riau umumnya bersumber dari alam seperti flora, fauna dan benda-benda angkasa yang direka dalam bentuk baik bunga kundur, bunga hutan, maupun dalam bentuk abstrak atau dimodifikasi sehingga menampakan wujud a...

avatar
Josefanny
Gambar Entri
Cien Cui (Perang Air)
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Cien Cui diambil dari kamus mandarin yang artinya perang air. Mungkin saja sudah ada yang tertarik ketika mendengar istilah perang air. Memang tidak jauh dari apa yang saudara/i pikirkan dimana Cien Cui merupakan kegiatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menyambut kegembiraan pada perayaan Imlek dengan cara bersiram siram air satu sama lainya di sepanjang Jl.Kartini Kota Selat Panjang Kabupaten Meranti dengan makna mensucikan diri dan memberi berkat kepada orang lain sehingga kedepannya hidup mereka dilindungi oleh dewa mereka dan diberi kelancaraan selama menjalani hidup. Dalam acara perayaan Cien Cui ini lah masyarakat bisa bertemu sanak keluarga mereka dikarenakan banyak masyarakat asli Selatpanjang yang sudah tidak menetap di Meranti lagi tetapi sudah menjadi warga asing, dimana mereka kembali ke kampung untuk merayakaan imlek dan mengikuti Festival Cian Cui tersebut dengan penuh kegembiraan dengan cara seperti ini mereka bisa mempertahankan budaya mereka khususn...

avatar
OSKM18_16618181_Jevis Xandra
Gambar Entri
Berkeliling di Kota Mungil Selatpanjang
Ritual Ritual
Riau

Biasanya sesudah suatu aktivitas di luar, kita akan langsung pulang ke rumah ktia masing-masing atau melanjutkan ke tujuan selanjutnya. Namun berbeda dengan sebagian masyarakat Selatpanjang yang sebelum kembali ke rumah mereka, mereka malah memilih untuk mengelilingi kota Selatpanjang terlebih dahulu untuk berbincang-bincang dengan teman disamping sepeda motornya dan juga untuk menikmati susasana kota Selatpanjang. Jalan-jalan di rute tersebut antara lain, Jl. Diponegoro, Jl. Kartini, Jl. Imambonjol, dan Jl. Ahmad Yani. Sebenarnya ketika mengatakan berkeliling di kota yang terdapat di kabupaten Kepulauan Meranti, provinsi Riau itu sudah kurang tepat karena seiring berkembangnya zaman, kota Selatpanjang terus mengalami pembangunan sehingga jalan raya semakin banyak dan kota Selatpanjang semakin luas.   Budaya ini dapat diamati mulai dari setiap sore hingga malam hari. Budaya berkeliling ini mencapai klimaks kepadatan kendaraan pada hari Sabtu malam (atau disebut dengan m...

avatar
OSKM18_16018270_Junaidy