Anak
242 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Meu Som-Som Aneuk
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Meuen som-som aneuk di dalam bahasa Indonesianya adalah permainan sembunyi-sembunyian anak. Meu berasal dari kata meuen artinya bermain, som-som berarti sembunyi-sembunyian, dan aneuk berarti anak. Diberi nama demikian karena di dalam permainan ini ada sebuah benda yang disebut anak, biasanya adalah batu kecil yang selalu disembunyikan untuk dicari oleh teman-teman bermain lainnya. Nama lain yang diberikan untuk permainan ini adalah meu somsom mie atau som-som mie. Yang dimaksud dengan mie yaitu aneuk atau anak yang harus dicari, som-som mie disebabkan pada waktu hendak menyembunyikan anak tersebut diucapkan dengan perkataan kusom mie, yang maksudnya aku sembunyikan anak. Hal ini akan dijelaskan dalam jalannya permainan. Baik yang menyebut permainan dengan som-som aneuk maupun som-som mie, cara melakukannya atau aturan-aturannya adalah sama. Permainan ini sering dimainkan anak-anak terutama di pedesaan pada zaman lampau pada masyarakat Aceh. Sejarah Beberapa informasi meny...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kenduri Maulod
Ritual Ritual
Aceh

Kenduri Maulod  adalah makan bersama yang diadakan di  meunasah  (mesjid kecil di desa), di balai pengajian kampung, bahkan juga di kantor-kantor dinas, sehingga ketika musim maulid tiba, suasana perkantoran juga ikut religius. Peringatan maulid juga diadakan warga secara pribadi, salah satunya dengan mengadakan  kenduri  atau hajatan di rumah masing-masing dengan menyajikan menu spesial seperti daging sapi, ayam, telur, dan sejenisnya. Undangan yang wajib pada acara  Kenduri Maulod  adalah anak yatim, sebagai bentuk rasa sosial dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW untuk menyantuni anak yatim. Tetangga dan handai taulan juga ikut diundang untuk menunaikan sunnah Nabi Muhammad tentang menyambung silaturrahim sesama muslim dan sunnah berbagi bila memasak makanan yang enak dan tercium baunya. Sumber :  https://vennashintya.wordpress.com/2016/03/18/peninggalan-dan-acara-tradisi-islam-di-aceh/

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Legenda Tewasnya Gadjah Mada di Kerajaan Aceh Tamiang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Tamiang pada awalnya merupakan satu kerajaan yang pernah mencapai puncak kejayaan dibawah pimpinan seorang Raja Muda Setia yang memerintah selama tahun 1330 - 1366 M. Pada masa kerajaan tersebut wilayah Tamiang dibatasi oleh daerah-daerah : ·         Sungai Raya / Selat Malaka di bagian Utara ·         Besitang di bagian Selatan ·         Selat Malaka di bagianTimur ·         Gunung Segama ( gunung Bendahara / Wilhelmina Gebergte ) di bagian Barat. “Tamiang” adalah sebuah nama yang berdasarkan legenda dan data sejarah berasal dari “Te - Miyang” yang berarti tidak kena gatal atau kebal gatal dari miang bambu. Hal tersebut berhubungan dengan cerita sejarah tentang Raja Tamiang yang bernama Pucook Sulooh, ketika masih bayi ditemui dalam r...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Meuen Galah
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Meuen Galah adalah permainan tradisonal masyarakat aceh yang telah turun temurun menjadi warisan budaya. Permainan ini dimainkan oleh 10 peserta yang dibagi menjadi 2, yaitu sebagai lawan. Permainan ini membutuhkan tempat yang agak luas. Karena arena meuen galah berbentuk persegi panjang dengan lebar kira-kira 4 meter dan panjang 10 meter yang dibagi menjadi 6 persegi.Awalnya 5 peserta masuk dalam persegi di sisi awal kemudian berusaha melepaskan diri dari hadangan peserta lain yang bertugas menjadi penjaga. Jika pemain dapat meloloskan diri dari semua penjagaan lawan dan berhasil mencapai sisi persegi akhir dengan tidak ada satupun anggota yang tertangkap, maka dia keluar sebagai pemenang. Permainan ini memiliki beberapa manfaat. Selain melatih ketangkasan dan kerjasama sebuah tim dalam meraih kemenangan, permainan ini melatih anak-anak untuk bersosial dengan baik antar sesama.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Peutroen Aneuk atau Turun Mandi
Ritual Ritual
Aceh

Aceh tediri dari masyarakat mulikultural dengan berbagai ragam budaya yang unik dan variatif, meskipun secara umum budaya aceh hampir sama disetiap daerahnya namun ada beberapa bagian tertentu disetiap daerah terdapat keunikan tersendiri sehingga menjadi keanekaragaman yang mencitrakan identitas daerah tertentu, salahsatunya adalah tradisi  peutroen aneuk  (turun mandi). Sebelum prosesi berlansung, bayi akan di  peusunteng  (ditepung tawar) oleh pihak keluarga. Masyarakat adat yang masih kental dengan tradisi, akan terus melestarikan budaya dengan cara melaksanakan setiap tradisi dengan sentuhan budaya yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Begitu juga dalam melaksanakan acara  “Peutron Aneuk U Tanoh”  atau dikenal dengan turun mandi yang biasaya dilakukan setelah umur 44 hari si bayi. Rangkaian tradisi turun mandi diawali dengan acara peucicap, dimana tokoh agama setempat akan mengoles madu, makanan dan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Uroe Tulak Bala, Tradisi Masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh
Ritual Ritual
Aceh

Uroe Tulak bala  atau dikenal dengan  Rabu Abeh  merupakan tradisi sebagian masyarakat pantai barat selatan Aceh yang dilaksanakan setiap tahunnya. Rabu Aceh dilaksanakan pada akhir bulan Safar tepatnya di Tanggal 29 Safar 1435 Hijriyah dengan tujuan sebagai ritual untuk menolak bala atau musibah yang dipercaya oleh “ sebagian”  masyarakat sebagai bulan dimana bala Diturunkan oleh Allah SWT ke dunia. Tradisi ini sudah berkembang sejak lama dan pada awalnya ritual tulak bala dilakukan kegiatan-kegiatan doa bersama di pantai yang diikuti oleh seluruh masyarakat desa. Saat ini, kegiatan tulak bala tak ubah sebagai ajang rekreasi keluarga, termasuk anak-anak yang suka meliburkan diri pada hari tulak bala untuk ikut bermain dipantai. Pada dasarnya tradisi tulak bala dilaksanakan pada akhir bulan safar kelander hijriyah karena pada bulan tersebut Nabi Muhammad SAW mulai jatuh sakit dan tidak lama kemudian pada bulan kegita pada tahun itu, beliau wa...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Drop Itiek, Lomba Tangkap Itik dari Aceh
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Meriah seperti itu suasana di sekitar Sungai Meuredu, Pidie Jaya. Pasalnya, di sungai ini berlangsung lomba tangkap Itik yang menjadi lomba tradisional yang selalu diadakan setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI. Aksi puluhan peserta lomba tangkap Itik di sungai berkedalaman sekitar tiga meter ini mengundang keriuhan ribuan warga yang menonton aksi seru ini dari pinggir sungai. Bukan hanya orang dewasa, lomba tangkap Itik ini juga diikuti sejumlah anak-anak yang cukup lihai berenang.Tidak ada hadiah khusus disiapkan panitia namun peserta berhak membawa pulang berapapun Itik yang berhasil ditangkapnya.Teknis perlombaan adalah, panitia melepasakan bebek dikolam sumber ponjong, dan setelah diberikan aba-aba, peserta berlain menceburkan diri ke kolam untuk menangkap itiknya. Yang  menarik dari perlombaan ini, ternyata menangkap itik dikolam bukan hal yang mudah karena itik juga bisa berenang dan apabila akan ditangkap, biasanya akan menyelam.  

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tob Daboh, Seni Memukul Diri dari Kota Naga
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Menurut sejarah, debus sebenarnya berhubungan dengan tarekat Rifa’iyah yang dibawa Nurrudin Ar-Raniry ke Aceh abad 16. Tarekat ini punya konvensi, ketika dalam kondisi epiphany, gembira karena ‘bertatap muka’ dengan Tuhan, mereka menghantamkam benda tajam ke tubuh mereka. Filosofinya, tiada daya upaya melainkan karena Allah semata. Jadi kalau Allah tidak mengizinkan pisau, golok, parang atau peluru sekalipun melukai mereka, maka mereka tak akan terluka. Tarekat ini sampai ke Minang yang dikenal dengan istilah Dabuih. Entah bagaimana rinciannya, debus masuk Banten pada abad 18. Setelah menyebar, setiap daerah berhak punya debus. Maka, H Sultan Nur Alamsyah, guru besar debus lebih suka tampil sebagai Ki Ribut Santoso dengan debus Jawa Timur atau Muhammad Mudzakir yang mengembangkan Debus Mataram Berbicara masalah debus, kita akan teringat dengan kata “kebal”. Di Aceh Selatan, jika berbicara debus, kita akan diingatkan dengan nama Muhasibi dan Keum...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prosesi Pernikahan Adat Aceh
Ritual Ritual
Aceh

Aceh begitu terkenal dengan penduduknya yang  religious . Bahkan provinsi terujung Indonesia bagian barat ini pun memiliki julukan “Serambi Mekkah.” Jika ditelisik, ritual prosesi pernikahan Adat Aceh memang sarat akan makna budaya dan agama. Meskipun demikian, beberapa prosesi pernikahan ditinggalkan oleh penduduk setempat lantaran tidak sesuai dengan syariat Islam. Namun itu semua dikembalikan lagi kepada sang pemangku hajat untuk mengikuti atau tidak. Bagi Anda yang hendak menggelar pernikahan Adat Aceh berikut adalah urutan prosesi pernikahan yang bisa dijadikan sebagai panduan. Melamar (Ba Ranub) Selayaknya upacara pernikahan di daerah lainnya, prosesi pernikahan diawali dengan lamaran atau  ba ranub  dalam istilah Aceh. Pada zaman dahulu, prosesi ini diserahkan oleh  theulangke (orang yang dirasa bijak) untuk mencari tahu seputar gadis yang hendak dipinang. Apabila sudah dirasa cocok, maka pihak pria akan datang melamar gad...

avatar
Arum Tunjung