Wanita
226 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Harapan, Sebuah Rumah Sakit Belanda-Depok
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Rumah Sakit Harapan ialah sebuah rumah sakit yang berada di Jalan Pemuda No.10. Banyak orang telah mengetahui akan keberadaan rumah sakit pertama di Depok ini, tetapi tidak sedikit juga yang masih belum mengetahui sejarah awal mula berdirinya rumah sakit ini.   Asal Mula Pemerintahan Cornelis Chastelein. Sebuah sosok perintis kota etalase ibukota negara ini. Setelah ia berhenti menjabat di VOC, ia diberikan sebuah tanah oleh pemerintah Belanda yang sekarang kita kenal sebagai kota Depok. Ia membawa budak-budaknya ke tanah ini, dan mengolahya bersama. Seiring dengan berjalannya waktu, budak-budaknya pun memiliki keturunan dan merekalah yang disebut sebagai warga asli kota Depok. Mereka memiliki 12 marga; Bacas, Isakh, Jonathans, Jacob, Joseph, Loen, Laurens, Leander, Tholonse, Soedira, Samuel, dan Zadokh. Bersama, mereka membangun sebuah pemerintahan. Walaupun ia merupakan seorang bangsawan Belanda, tetapi ia memperlakukan budak-budaknya serta pribumi...

avatar
OSKM18_16518307_Ichsan Sholeh Abdurrahim
Gambar Entri
Ngabesan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Setiap daerah memiliki bentuk tradisi pernikahannya masing-masing. Walau dengan menggunakan bentuk dan cara penyampaian yang berbeda, namun inti dari tradisi itu tetaplah sama, yaitu sebagai pelengkap dan penyempurna prosesi pernikahan di daerah tersebut. Setidaknya itulah yang dipercaya oleh para penganutnya. Sama halnya dengan Ngabesan. Ngabesan merupakan sebuah tradisi Sunda dimana pihak sang mempelai pria dan keluarga menyambangi tempat tinggal keluarga sang mempelai wanita sebagai bentuk dukungan moril terhadap pernikahan mereka. Tak hanya itu saja, tetapi pihak keluarga sang mempelai pria pun biasanya membawa barang-barang kebutuhan rumah tangga dalam kondisi baru sebagai perlambang strata sosial dalam masyarakat. Hal ini biasa disebut dengan seserahan. Seiring zaman dimana Indonesia sendiri pun merasakan dampak dari globalisasi dan westernisasi dimana-mana, tradisi Ngabesan ini mulai memudar di beberapa daerah yang masih berada dalam Bogor. Namun masih ada daerah-daer...

avatar
OSKM18_16018185_Pascale
Gambar Entri
Tari Anjasmara
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Anjasmara merupakan tarian tunggal yang berasal dari daerah Sunda. Konon, tarian ini sudah ada semenjak zaman kerajaan Majapahit. Tarian ini menceritakan seorang putri bernama Dewi Anjasmara yang cantik dan beranjak dewasa. Ia mulai mengenal rasa suka terhadap pemuda yang bernama Damarwulan. Tarian ini menunjukkan bagaimana sang Putri Anjasmara sedang mempersiapkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan Damarwulan sebelum ia akan berangkat untuk berperang melawan Minak Jinggo. Gerakan dalam tarian tersebut menggambarkan saat Putri Anjasmara berdandan sebelum bertemu dengan Damarwulan. Gerakan-gerakannya terdiri atas gerakan memakai bedak, menyisir rambut, merapikan alis mata, menggunakan anting, dan bercermin. Suasana hatinya terus dan terus berubah-ubah, tapi karena kecantikkannya dia akan berhasil. Maksud dari Tari Anjasmara ini melambangkan bahwa kecantikkan seorang wanita akan berkembang karena pengabdiannya terhadap orang yang dikasihinya atau dicintainya....

avatar
Oskm18_16518409_mcisco ITB_2018
Gambar Entri
Ngariksa Nu Kakandungan (Menjaga Orang yang Hamil)
Ritual Ritual
Jawa Barat

Adat  Ngariksa nu Kakandungan (Menjaga Orang yang sedang Hamil) di Tanah Sunda   Adat  ngariksa  (menjaga) orang yang sedang hamil di Sunda sangat erat kaitannya dengan sistem kepercayaan orang Sunda, yang mempunyai sifat percaya akan tahayul. Maksud adanya adat  ngariksa  ibu hamil yaitu untuk menjaga yang hamil dari pengaruh mahluk halus serta mengaruh buruk dari kekuatan alam yang mempunyai sifat gaib.  Tarekah /usaha untuk menjaganya dilakukan dengan cara, seperti; mengadakan  salametan /syukuran atau sidekah  mekelan /memberi yang hamil berupa barang-barang yang diyakini mempunyai kekuatan tolak bala atau sebagai ajimat yang bisa memperhatikan dan menjaga supaya yang hamil tidak melanggar larangan/ pantrangan  leluhur. Usia kandungan sampai dua bulan biasanya disebut  ngadeg  atau  nyiram . Usia kandungan tiga bulan diadakan  salametan /syukuran  tilu (tiga)  bulanan . Pada umumnya&nbs...

avatar
OSKM18_16618157_Zahrani Imtyaz
Gambar Entri
Tradisi "NGAHIRAS"
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi Ngahiras merupakan suatu bentuk gotong royong yang masih hidup di  beberapa kelompok masyarakat di daerah pedesaan Jawa Barat. Menurut kamus bahasa daerah, ngahiras berarti menyuruh tanpa imbalan (upah). Menurut istilah, ngahiras adalah kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk membantu satu pihak. Perbedaan antara gotong royong pada umumnya dengan ngahiras ini terletak pada manfaat. Kegiatan gotong royong yang biasa dilakukan di masa kini seperti kerja bakti membersihkan jalanan atau membangun pos ronda memiliki manfaat yang bersifat untuk kepentingan umum. Hasil dari gotong royong tersebut biasanya dapat digunakan untuk kepentingan bersama dan bisa digunakan oleh siapa saja. Sementara itu, walaupun sama-sama dilakukan secara gotong royong, tradisi ngahiras menghasilkan sesuatu yang lebih cenderung digunakan untuk kepentingan perseorangan. Sebut saja membantu pembuatan fondasi rumah sementara pembangunan tahap lain dari rumah diperhitungkan upahnya atau kaum...

avatar
OSKM18_16718016_rahadian tirta subrata
Gambar Entri
Mantra Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Mantra biasanya berkaitan dengan hal mistis yang berada di luar penglihatan kita atau berasal dari alam lain. Dalam Budaya Sunda, mantra adalah suatu karya sastra yang mempunyai kekuatan gaib yang tidak bisa dipakai sembarangan. Mantra Sunda terbagi dalam 6 jenis yang berbeda kegunaannya. Pertama ada Asihan yang digunakan untuk memikat wanita, lalu ada Ajian yang dipergunakan untuk meminta kekuatan, selanjutnya ada Singlar yang digunakan untuk menghindarkan dari musibah, keempat ada Jampe yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit, lalu kelima ada Jangjawokan yang biasa diucapkan sebelum melakukan suatu hal, dan terakhir ada rajah yang diucapkan saat akan menempati tempat yang baru. Mantra ini sendiri menjadi budaya Sunda karena pada jaman dahulu masyarakat Sunda belum memiliki kepercayaan atau agama sehingga mereka percaya pada kekuatan budaya ini. budaya ini pun diturunkan oleh orang tua yang ada di masa lalu pada anaknya, contohnya ketika anaknya adalah anak yang sering menan...

avatar
OSKM2018_19818075_Billy Christanto
Gambar Entri
Karinding
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Karinding adalah alat musik tiup tradisional asal Sunda. Karinding terbuat dari pohon aren atau dari pohon bambu. Biasanya seorang wanita sering menggunakan Karinding yang terbuat dari bambu karena bentuknya sedikit lebih kecil dan memanjang. Sedangkan seorang pria lebih sering menggunakan Karinding yang terbuat dari pohon aren karena bentuknya lebih pendek sehingga lebih mudah disimpan pada tempat tembakau. Pada mulanya karinding digunakan oleh para karuhun untuk mengusir hama di sawah, karena bunyinya para hama merasa terganggu. karena karinding mengeluarkan bunyi tertentu, maka karinding disebut alat musik. Bukan hanya digunakan untuk kepentingan bersawah, para karuhun memainkan karinding ini dalam ritual atau  upacara adat. Maka tak heran jika sekarang pun Karinding masih digunakan sebagai pengiring pembacaan rajah. Juga Karinding konon digunakan para lelaki untuk merayu para wanita. Cara memainkan Karinding yaitu dengan cara menempelkan ruas depan karinding di depa...

avatar
OSKM_16018165_Carel
Gambar Entri
Acara Lamaran Pernikahan Kampung Muara
Ritual Ritual
Jawa Barat

Acara Lamaran Pernikahan tentunya selalu disertai dengan prosesi "seserahan" dimana pihak calon mempelai pria memberikan barang-barang berupa: alat ibadah, kosmetik, perhiasan, tas atau sekedar buah-buahan kepada pihak calon mempelai wanita. Prosesi ini merupakan simbol bahwa calon mempelai pria sudah mampu menafkahi calon mempelai wanita. Kegiatan ini sudah menjadi ciri khas dari acara lamaran pernikahan di seluruh Indonesia. Begitu pula di Kampung Muara. Selain "seserahan", ada prosesi lain yang harus dilakukan saat lamaran yaitu "bawaan". Tidak jauh berbeda dengan "seserahan", "bawaan" dilakukan dengan memberikan barang-barang dari pihak calon mempelai pria kepada pihak calon mempelai wanita. Yang membedakan kedua kegiatan tersebut adalah jenis barang yang diberikan. Pada prosesi "bawaan", calon mempelai wanita boleh meminta perabotan rumah tangga seperti lemari, kasur, dll. dari pihak calon mempelai pria sesuai kemampuan mereka untuk menunjang kehidupan kedua calon mempelai...

avatar
OSKM18_16618022_Gabriel Alessandro
Gambar Entri
Si Kabayan Ngala Tutut
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Si Kabayan Ngala Tutut Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang dalam masyarakat suatu daerah, yang pada umumnya disebarkan oleh masyarakat daerah itu dari mulut ke mulut atau secara lisan. Salah satu cerita rakyat terkenal di Jawa Barat adalah cerita tentang si Kabayan. Kabayan merupakan tokoh imajinatif yang berasal dari Jawa Barat, di mana ia terkenal akan wataknya yang lucu dan suka melakukan hal tak terduga. Si Kabayan mempunyai seorang wanita pujaan hatinya yang bernama Nyi Iteung. Nyi Iteung menyukai Kabayan karena watak Kabayan yang lucu dan menghibur. Dalam kebanyakan cerita rakyat ini, tokoh yang sering muncul antara lain si Kabayan, Nyi Iteung, dan mertua perempuan Kabayan. Sifat dan watak Kabayan yang lucu tersebutlah yang membuat cerita rakyat khas Jawa Barat ini menjadi salah satu cerita rakyat yang disukai oleh masyarakat Sunda. Secara keseluruhan, cerita rakyat ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari si Kabayan yang disertai dengan berbagai tingka...

avatar
OSKM_16118092_Bella Valeria