Banyak ragam tradisi yang masih hidup dan berkembang di Kabupaten Wonogiri. Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan dari kakek nenek dan telah menjadi adat kebiasaan masyarakat terutama yang ada di desa. Salah satu tradisi itu adalah Tradisi Sokongan. Sokongan atau biasa disebut Rombongan Arisan/Entre masih di jalankan sebagian masyarakat terutama wilayah desa – desa kecamatan Ngadirojo dan sebagian kecamatan Wonogiri bagian selatan. Tradisi Sokongan sesungguhnya adalah salah satu wujud sifat gotong royong masyarakat desa dalam memenuhi satu kebutuhan terutama dana yang bagi warga desa bernilai cukup besar. Setiap warga desa yang ikut Sokongan mendaftarkan diri kepada pengurus biasanya disebut Carik Entre. Rombongan Sokongan beranggotakan satu atau dua dusun yang berdekatan. Ada warga desa yang mengikuti lebih dari satu rombongan sokongan bahkan lintas dusun tergantung keinginan warga te...
Pada zaman dahulu, dikisahkan terkait dengan lahirnya tradisi dan atau ritual Ledek yang ada di Dusun Tanjung, Eromoko, Wonogiri. Sejarah ledek ini berawal dari lahirnya seorang Dayang [2] yang bernama Denuh, Gadung Melathi, Bendo Gilir yakni orang yang pertama kali yang lahir dan tinggal di dusun tersebut. Mereka dijanji harus mau menjadi dayang di desa itu, akan tetapi mereka menolak kecuali dengan berbagai syarat yang harus di penuhi. Suatu ketika dayang-dayang tersebut bermain-main di suatu tempat yang berada di Tanjung itu, sesuai syarat yang diminta mereka harus dipenuhi, syarat-syarat tersebut diantaranya : kitiran, sempritan, klopo disunduki, bedil-bedilan, panah-panahan, dan juga godongan. Suatu hari mereka melakukan sebuah kegiatan atau bermain yang belum pernah dilakukan sebelumnya, permainan itu ialah tari-menari yang disebut ledekan. Kegiatan yang dilakukan oleh dayang tersebut ke belakangnya disebut dengan tradisi ritual Ledek. Tradisi Ledek ini dilak...
https://id.wikipedia.org/wiki/Jaka_Linglung Jaka Linglung Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Jaka Linglung merupakan putera Aji Saka yang berwujud ular naga raksasa pada masa Kerajaan Medang Kamulan . Berbagai tempat dihubungkan dengan kisah perjalanan hidupnya hingga meninggal, salah satunya adalah Bleduk Kuwu . Daftar isi 1 Nama 2 Perjalanan hidup 2.1 Versi Serat Centhini 2.2 Versi lain 3 Lihat juga 4 Referensi Nama [ sunting | sunting sumber ] Nama "Jaka Linglung" memiliki arti "jejaka (pria muda yang belum menikah) yang kebingungan/ linglung". Terdapat beberapa versi bagaimana nama tersebut diperoleh Jaka Linglung. Versi per...
https://id.wikipedia.org/wiki/Kek_Lesap Kek Lesap Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Ke' Lesap adalah putera Madura keturunan dari Pangeran Sosro Diningrat / Pangeran Tjokro Diningrat III / Pangeran Cakraningrat III (1707-1718) dengan isteri selir . Tokoh ini sering muncul dari cerita rakyat Madura. Daftar isi 1 Kehidupan awal 2 Pemberontakan 3 Bengkah La An 4 Pranala luar 5 Bacaan lanjut Kehidupan awal [ sunting | sunting sumber ] Pada suatu waktu Ke' Lesap diberitahu oleh ibunya tentang siapa sebenarnya ayahnya. Sebagai seorang pemuda ia merasa kesal dan berusaha untuk tampil ke depan dengan berbagai macam keahliannya....
Sri Tanjung Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Ini adalah artikel tentang cerita rakyat dari Kabupaten Banyuwangi . Untuk kereta api milik PT Kereta Api Indonesia , lihat kereta api Sri Tanjung . Ini adalah artikel tentang taman yang terkenal. Untuk taman kota milik Kabupaten Banyuwangi , lihat Taman Sritanjung . Sri Tanjung atau juga dikenal dengan kisah Banyuwangi ( Bahasa Jawa untuk "air yang harum") adalah sebuah kisah dongeng dalam khazanah kebudayaan Jawa mengenai kesetiaan seorang istri kepada suaminya. Kisah ini populer sejak zaman Majapahit . Kisah ini dikenal dalam karya sastra berbahasa Jawa Pertengahan dalam bentuk kidung yaitu tembang yang dinyanyikan. Selain itu cerita ini juga terkenal karena biasa dibawakan dalam up...
Tawur Bubur Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Tradisi Tawur Bubur Tradisi Tawur Bubur Tawur Bubur atau disebut juga Festival Tawur Bubur merupakan salah satu upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Jepara , khususnya Desa Jinggotan . Tawur Bubur rutin digelar setiap pada tahun. Sejarah [ sunting | sunting sumber ] Asal usul [1] adanya Festival Tawur Bubur Dukuh Tretes adalah, dulu kala memiliki sumber air yang selalu menes, namun saat ini sudah hilang dan diharapkan dengan kesadaran warga dengan menjaga dan melestarikan alam dengan penghijauan kembali diwilayah sekitar. Agar nantinya sumber air tersebut bisa kembali di nikmati dan digunakan kemba...
Delapan motif yang dimiliki batik semen kakrasana ini mencerminkan delapan brata atau asta brata. Asta-brata merupakan ajaran keutamaan yang mencerminkan ekspresi budaya Jawa. Pandangan tersebut mengandung wacana falsafah tentang potret seorang pemimpin bijaksana yang mementingkan kepentingan jagat (negara) di atas kepentingan pribadi (kautaman). Kemudian, pandangan atau ajaran tersebut dilukiskan ke dalam batik jenis semen kakrasana yang menggunakan depalan motif utama sesuai dengan ajaran Astabrata. Secara simbolik motif-motif tersebut melambangkan: 1. Indra brata dilambangkan sebagai Dewa Indra , bratanya bersifat darma, digambarkan dengan motif Pohon Hayat 2. Surya brata dilambangakan sebagai Dewa Surya , Bratanya ialah sifat dan watak matahari digambarkan dengan motif garuda 3. Bayu brata dilambangkan sebagai Dewa Anila atau Bayu ( Dewa Angin ) digambarkan dengan motif burung 4. Kuwer...
Pecel merupakan makanan berupa sayuran rebus yang diguyur dengan sambal kacang. Ada banyak jenis pecel di Indonesia. Namun jenis pecel yang terkenal adalah Pecel Madiun, Pecel Tumpang dari Kediri dan yang lainnya. Di Ngawi, perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, ada kuliner unik yang juga merupakan varian dari pecel. Namanya adalah pecel letok khas Ngawi dengan kemasan pincuk daun jati. Seperti namanya, kuliner ini dibungkus daun jati yang tentu saja memberikan sensasi yang berbeda. Beda Pecel Letok dengan Pecel Madiun Pecel daun jati, Via Instagram sam_kuliner Buat kamu yang bertanya-tanya mengenai perbedaan pecel letok dengan pecel Madiun , tentu saja ada. Sambal yang digunakan memang serupa berbahan dasar kacang tanah dengan beragam bumbunya. Bedanya, nanti akan ada bumbu letok yang disiramkan di atas pecel dan sayuran pelengkapnya. Seporsi pecel di daun jati, Via Instagram yesi_makrorod Nah , l...
Bahan-bahan 1 bungkus Indomie goreng (buang bumbunya) 200 gr tahu putih (potong kotak-kotak) 100 gr Jamur pong (potong sesuai selera) 1 gengam kecambah 1/2 potong tomat 4 buah bawang merah (iris tipis Dan goreng, tiriskan) 5 siung bawang putih Secukupnya : garam, gula, penyedap rasa, lada, Dan MSG 1 sdm kecap manis Sesuai selera air Langkah Tumis bawang putih hingga harum, masukkan Ja...