Siapa pun yang melintasi jalan raya Bandung-Purwakarta belum merasa lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh peuyeum Bendul. Oleh-oleh tape khas Purwakarta itu memang menggiurkan. Sebab, tape yang diproduksi di Kampung Bendul, Purwakarta, itu tak punya kesamaan dengan peuyeum produk daerah lain. Tak sulit mencari peuyeum Bendul. Anda cukup melintas di jalan raya Bandung-Jakarta. Untuk memperoleh peuyeum Bendul tidaklah sulit. Hampir di setiap tempat peristirahatan kendaraan umum dan pribadi, mata wisatawan bakal tertumbuk pada makanan berbahan baku singkong atau ubi kayu itu yang digantung secara mencolok di setiap gerai. Yang pasti, kalau mau lebih afdol, silakan mampir di gerai-gerai peuyeum di Desa Bendul, Purwakarta. Kalau mau membeli di tempat lain pun tak masalah, karena memiliki cita rasa yang sama. Sebagai contoh di tempat peristirahatan (rest area) jalan tol Jakarta-Cikopo atau di ruas jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Begitu pula di jalur-jalur utam...
Siapa pun yang melintasi jalan raya Bandung-Purwakarta belum merasa lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh peuyeum Bendul. Oleh-oleh tape khas Purwakarta itu memang menggiurkan. Sebab, tape yang diproduksi di Kampung Bendul, Purwakarta, itu tak punya kesamaan dengan peuyeum produk daerah lain. Tak sulit mencari peuyeum Bendul. Anda cukup melintas di jalan raya Bandung-Jakarta. Untuk memperoleh peuyeum Bendul tidaklah sulit. Hampir di setiap tempat peristirahatan kendaraan umum dan pribadi, mata wisatawan bakal tertumbuk pada makanan berbahan baku singkong atau ubi kayu itu yang digantung secara mencolok di setiap gerai. Yang pasti, kalau mau lebih afdol, silakan mampir di gerai-gerai peuyeum di Desa Bendul, Purwakarta. Kalau mau membeli di tempat lain pun tak masalah, karena memiliki cita rasa yang sama. Sebagai contoh di tempat peristirahatan (rest area) jalan tol Jakarta-Cikopo atau di ruas jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Begitu pula di jalur-jalur utam...
Kabupaten Purwakarta juga memiliki kerajinan batik. Ciri khas batik dari Kabupaten Purwakarta di Jawa Barat ini dikenal dengan nama Batik Kahuripan . Motif batik khas ini adalah hasil dari sayembara pembuatan motif batik khas yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Purwakarta di tahun 2009. Pemenang dari lomba ini adalah dinas peternakan dan perikanan di kota tersebut dan menjadikan motif batik buatannya sebagai motif batik khas dari kota ini. Batik kahuripan telah menjadi baju batik resmi bagi para pegawai di kabupaten ini. Namun batik Kahuripan ini belum terlalu dikenal secara luas oleh masyarakat nya sendiri. Pemerintah daerah melakukan berbagai macam upaya untuk membuat batik dari daerah mereka menjadi lebih dikenal secara luas. Salah satunya adalah membuat kewajiban bagi pegawai pemerintah untuk memakai batik sebagai salah satu seragam mereka. Motif batik dari daerah Purwakarta ini memiliki makna yang cukup dalam dan mengandung nilai positif...
Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata 'masjid'? Beberapa mungkin akan menjawab sebuah bangunan peribadatan umat Islam yang beratap kubah dan mempunyai beberapa menara atau minaret. Namun, tak jauh dari kota Bandung, terdapat sebuah masjid dengan desain arsitektur yang futuristik, dan berbeda dengan desain masjid-masjid pada umumnya, di Kota Baru Parahyangan. Masjid tersebut ialah Masjid Al Irsyad. Dibangun pada 7 September 2009, masjid tersebut dibangun di atas lahan seluas 1 Ha yang menjadi satu kesatuan dengan Al Irsyad Satya Islamic School, sebuah sekolah Islam internasional di Kota Baru Parahyangan. Ridwan Kamil, sang arsitek masjid ini mengatakan bahwa bentuk kubus sederhana tanpa kubah tersebut terinspirasi oleh Ka'bah yang ada di Masjidil Haram. Masjid yang terletak di Padalarang ini berhasil berada di posisi 5 besar "Building Of The Year 2010" oleh National Frame Building Association. Masjid Al Irsyad terpilih dalam kategori religious architecture. Desai...
Di Kampung Radio, Desa/Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terdapat bangunan tua yang sudah tidak dipakai. Dulunya bangunan tersebut merupakan kantor radio tertua di Indonesia. Ada dua bangunan yang saling berdampingan di sana. Satu gedung utama dan lainnya untuk tempat mesin perlengkapan radio. Luasnya bangunan utama sekira 18x12 meter persegi dan tinggi 8 meter, sedangkan bangunan satu lagi lebih kecil. Bangunan utama gedung itu kosong dan tidak terlihat lagi seperti sebuah kantor penyiaran. Tumpukan batang pohon pinus tampak di beberapa sudut. Sepeda motor warga terparkir di sana. Beberapa bagian temboknya sudah hancur. Namun, secara umum, gedung itu masih gagah. Sementara dinding gedung tempat menyimpan peralatan perlengkapan radio mayoritas terbuat dari batu-batu berukuran besar. Ada sejumlah pintu yang kini ditutupi oleh seng. Di bagian dalamnya terlihat banyak semak belukar dan pepohonan. Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Cililin, Ade Rat...
Masa penjajahan Belanda menyisakan kenangan pahit bagi bangsa Indonesia. Betapa tidak, Indonesia dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad atau 350 tahun lamanya. Selama kurun waktu itu, Indonesia telah melewati masa-masa sulit hingga akhirnya berkat perjuangan para pahlawan, Indonesia dapat memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Tidak hanya meninggalkan kenangan pahit yang sangat menyesakkan dada. Masa penjajahan Belanda juga meninggalkan banyak peninggalan sejarah, berupa artefak bangunan, bahasa dan kebudayaan. Peninggalan sejarah pada masa penjajahan Belanda tersebar di seluruh Indonesia. Satu peninggalan monumental yang menunjukkan betapa kuatnya Belanda kala itu adalah berdirinya bangunan-bangunan benteng atau bunker yang sangat kokoh di sejumlah wilayah Indonesia, bahkan hingga wilayah terpencil Indonesia. Demi mempertahankan negeri jajahannya, Belanda membangun benteng-benteng pertahanan sebagai tempat persembunyiannya dari musuh, pen...
Bahasa Sunda merupakan bahasa yang diciptakan dan digunakan oleh orang Sunda dalam berbagai keperluan komunikasi kehidupan mereka. Tidak diketahui kapan bahasa ini lahir, tetapi dari bukti tertulis yang merupakan keterangan tertua, berbentuk prasasti berasal dari abad ke-14. Prasasti dimaksud di temukan di Kawali Ciamis, dan ditulis pada batu alam dengan menggunakan aksara dan Bahasa Sunda (kuno). Diperkirakan prasasti ini ada beberapa buah dan dibuat pada masa pemerintahan Prabu Niskala Wastukancana (1397-1475). Salah satu teks prasasti tersebut berbunyi "Nihan tapak walas nu siya mulia, tapak inya Prabu Raja Wastu mangadeg di Kuta Kawali, nu mahayuna kadatuan Surawisésa, nu marigi sakuliling dayeuh, nu najur sakala désa. Ayama nu pandeuri pakena gawé rahayu pakeun heubeul jaya dina buana" (inilah peninggalan mulia, sungguh peninggalan Eyang Prabu Adipati Wastukentjana yang bertakhta di Kota Kawali, y...
Tradisi kawin Bobot adalah salah satu ritual dalam pernikahan yang terjadi khususnya di desa Lelea, Indramayu. Tradisi ini sudah dilakukan warga desa Taman Sari dan Lelea sejak ratusan tahun lalu. Yakni ritual penimbangan pengantin dengan berat sejumlah barang yang dibawa suami berupa hasil bumi berupa buah, beras, dan kayu. Ritual ini bertujuan untuk menghindari musibah dalam rumah tangga pasangan pengantin tersebut.
Asal-Usul Desa Penganjang Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu DaftarSB19 Pada jaman dahulu ada seorang pemuda yang mempunyai keinginan untuk menjadi seorang pengembara. Pemuda itu bernama Jakatarub. Jakatarub adalah seorang pemuda yang bertubuh tegap, gagah dan cerdas. Demikianlah pengembaraan Jakatarub dari waktu ke waktu ditempuhnya denga penuh ketenangan dan ketabahan, meskipun banyak mengalami rintangan. Jakatarub berasal dari Solo. Ia sampai ke Indramayu sebelum Syarif Hidayatullah menyebarkan agama Islam di Cirebon. Karena takdir yang Maha Kuasa, maka Jakatarub akirnya sampai ke suatu tempat yang menjadi kisah tak terlupakan, terutama bagi orang-orang Indramayu. Nama asli Jakatarub adalah Ki Gede Kirom, sedangkan nama julukannya yaitu Ki Gede Penganjang. Ki Gede Kirom mempunyai beberapa nama panggilan, diantaranya yaitu: 1. Ki Jakatarub 2. Ki Gede Penganjang 3. Ki Gede Laha, karena ia sebagai pembuat "laha" (perikanan). Disebut Ki Jakatarub karena dapat melindungi...