Alkisah, pasangan kekasih Ki Santang dan Dewi Rengganis saling dimabuk cinta. Setelah sekian lama berpisah, mereka saling mencari. Sang putra prabu dan putri titisan dewi akhirnya bertemu disuatu tempat dan memadu janji. Sang Dewi Rengganis pun meminta kekasihnya untuk membuatkan danau beserta perahu untuk dinaiki mereka berdua. Maka terbentuklah Situ Patengan. Begitulah legenda warga tanah Parahiyangan bertutur tentang asal muasal danau indah di Rancabali, Ciwidey, kabupaten Bandung ini. Lokasi pertemuan dua sejoli itu kini dikenal dengan nama 'Batu Cinta'. Perahu ki Santang pun kini dipercaya menjadi pulau Asmara/Sasaka yang berbentuk hati di tengah danau yang juga dikenal dengan nama 'Situ Patenggang'. Nama Situ Patengan sendiri berasal dari kata 'pateang-teangan' yang memiliki makna saling mencari. Menurut kisah ini, pasangan yang pernah singgah di Batu Cinta dan mengeliling pulau Asmara diyakini akan menemukan cinta abadi seperti dua...
Batik Tulis Paoman ini merupakan kesenian tulis yang berasal dari kabupaten Indramayu. Batik ini memiliki ciri khas pesisir dengan corak yang berbeda dengan batik dari daerah lain. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkunga kehidupan pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar ikut mempengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir. Batik Indramayu diperkirakan sudah ada sejak 200 hingga 300 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya batik kuno yang dimiliki oleh masyarakat setempat yang merupakan warisan keluarga secara turun temurun. Keberadaan daerah Paomana tidak bisa dilepaskan dengan adanya Pelabuhan Cimanuk pada abad ke-16. Paoman merupakan salah satu desa yang berada di kawasan Pelabuhan tersebut. Paoman merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Kelurahan tersebut merupakan daerah di mana terdapat sentra batik dan kegiatan kerajinan batik dalam masyarakatnya. Tak sedikit masayarak...
Di suatu kampung, hidup dua yatim piatu yang tidak punya saudara, yatim piatu itu si nyai dan si ujang. Hidup sehari-harinya hanya berharap dari pemberian dari tetangga. Suatu hari dua anak yatim piatu itu main ke hutan, bukan hanya bermain tapi mereka juga sambil mencari makanan. Di tengah hutan mereka menemukan pohon jambu yang lebat buahnya dan buahnya sangat matang. Tapi si ujang tidak tahu kenapa sedikit malas seperti ada firasat akan ada kejadian yang membahayakan. Tapi mendengar adiknya menangis tersedu-sedu karna lapar dari subuh mereka belum makan apapun. Kalah dengan tangisan adiknya, akhirnya si ujang menyanggupi untuk memetik jambu itu “akang naik tapi nyai harus hati-hati kalau ada apa-apa dibawah nyai harus cepat-cepat bicara ke akang” nyai mengangguk tandanya mengerti. Naiklah si ujang ke pohon jambu maksudnya untuk memetik jambu untuk si nyai adiknya yang sedang lapar karna belum makan dari pagi. Si ujang naik ternyata ada ular sanca sebesar pohon...
Gedung Juang 1945, yang saat ini menjadi tempat kawah candradimukanya Paskibraka kabupaten Bekasi, tempat Latihan awal Paskibraka kabupaten Bekasi sebelum berlatih di Plasa Pemba kabupaten Bekasi di kawasan Delta Mas Kembali tentang gedung Juang Bekasi, Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Bekasi yang letaknya berdampingan dengan Jakarta memiliki sejarah perjuangan melawan penjajah yang tak kalah heroik. Perjuangan rakyat Bekasi sempat diabadikan dalam puisi terkenal karya Chairil Anwar, Karawang-Bekasi. Yang menarik, Bekasi masih memiliki gedung bersejarah peninggalan pra masa kemerdekaan yang dikenal sebagai Gedung Tinggi yang terletak di jalan Sultan Hasanudin, dekat Pasar Tambun dan Stasiun kereta api Tambun. Gedung Tinggi ini sekarang dikenal sebagai gedung juang 45. Bangunan berarsitektur neoklasik ini dibangun oleh tuan tanah Kow Tjing Kie pada tahun 1910. Gedung tinggi ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang turut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi s...
Pemandangan tugu bulan-bulan yang berada di jalan Juanda, Kota Bekasi, tepatnya dekat stasiun Bekasi, kini sudah bebeda. Pasalnya, tugu yang dahulunya dihiasi patung lele, kini ditanamkan lima bambu runcing. Bambu runcing itu, sebagai simbol Kota Patriot (Bekasi). Yang melakukan penanaman itu, adalah Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi Raya Ditancapkannya bambu runcing pada tanggal 17 Januari 2017, untuk mengenang sejarah 17 Januari 1950 silam. Dimana pada saat itu, ada sebuah apel akbar yang dilakukan Singa Karawang-Bekasi, dan saat itu ada sebuah peristiwa bersejarah dengan nama Bekasi lautan api. Simbol lima bambu runcing ini untuk mengenang ulang kembali sejarah rakyat Bekasi, berupa apel akbar pada tanggal 17 Januari 1950 yang dimotori KH. Noer Alie. Salah satunya, pemekaran Kota dan Kabupaten Bekasi serta melahirkan NKRI pada saat itu. Melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor : 01 Tahun 1998 disahkanlah lambang daerah Kota Bekasi. Lambang...
Jaipongan terlahir melalui proses kreatif dari tangan dingin H Suanda sekitar tahun 1976 di Karawang, jaipongan merupakan garapan yang menggabungkan beberapa elemen seni tradisi karawang seperti pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu dan lain-lain. Jaipongan di karawang pesat pertumbuhannya di mulai tahun 1976, di tandai dengan munculnya rekaman jaipongan SUANDA GROUP dengan instrument sederhana yang terdiri dari gendang, ketuk, kecrek, goong, rebab dan sinden atau juru kawih. Dengan media kaset rekaman tanpa label tersebut (indie label) jaipongan mulai didistribusikan secara swadaya oleh H Suanda di wilayah karawang dan sekitarnya. Tak disangka Jaipongan mendapat sambutan hangat, selanjutnya jaipongan menjadi sarana hiburan masyarakat karawang dan mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari segenap masyarakat karawang dan menjadi fenomena baru dalam ruang seni budaya karawang, khususnya seni pertunjukan hiburan rakyat. Posisi Jaipongan pada saat itu menjadi seni pert...
Gedung rektorat baru Universitas Padjajaran di kampus Jatinangor telah selesai dibangun. Gedung unik berbentuk donat raksasa itu adalah karya Yogi Yogama Suhamdan, arsitek lulusan Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung angkatan 1994. Gedung itu dibangun berdasarkan sayembara gedung rektorat Universitas Padjadjaran kampus Jatinangor dan desain Yogi diputuskan juri sebagai Juara Pertama dan desainnya langsung dibangun. Proses penentuan desain gedung rektorat Unpad ini dilakukan melalui sayembara bagi kalangan arsitek WNI dimanapun berada. Setelah melalui proses penjurian yang cukup alot maka pada tanggal 28 Maret 2010 lalu, ditetapkanlah desain karya tim dengan ketua Yogi Yogama Suhamdan, ST, IAI dengan nomor kode PADJADJARAN 36191 sebagai juara pertama dan mendapat hadiah Rp 50 juta. Desain gedung rektorat Unpad Jatinangor ini menggunakan konsep "Lembur Awi".Menggunakan karakteristik bambu sebagai konsep desain karena bagi masyarakat Sunda, bambu bisa men...
Selain budayanya, masyarakat Sunda juga terkenal kaya akan keseniannya. Nama Sunda berasal dari "su" artinya baik dan nda adalah kalimat penyambung / kreasi. Masyarakat Sunda yang terkenal dengan ramah tamahnya memiliki berbagai sejarah yang menghasilkan berbagai kesenian tradisional. Orang-orangnya memiliki karakter yang baik dan ramah. Sesuai semboyannya Someah Hade ka Semah artinya sangat ramah pada tamu. Budaya orang Sunda memang terkenal sangat ramah, murah senyum, lemah-lebut, periang, mereka pun sangat menghormati orang yang lebih tua, hal-hal seperti yang sudah mereka lakukan sejak mereka duduk di bangku SD. Hanya saja berbaurnya masyarakat luar, membuat budaya bercampur. Adat istiadat masyarakat Sunda perlahan memudar. Walau begitu, ternyata kesenian tradisional Sunda masih dilestarikan. Tidak sedikit kesenian Sunda yang tetap dibudidayakan hingga sekarang. Kesenian apa saja ya? Berikut adalah Kesenian Tradisional Khas Sunda: 1. Wayang Golek Wayang golek mirip dengan...
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu , dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia ( The Intangible Heritage ) oleh UNESCO. Penetapan alat musik angklung ini menyusul Wayang, Keris, dan Batik yang telah terlebih dulu ditetapkan sebagai warisan budaya dunia &nbs...