tahun baru islam
1.487 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Naskah Sukapura
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah Sukapura berasal dari Bapak R. Sulaeman Anggapradja di Jalan Ciledug Garut. Secara fisik naskah ini masih utuh, sampul naskah luar bewarna coklat, dan diperkirakan sampul ini merupakan pemberian pemerhati. Sementara sampul dalam yang diduga sampul aslinya, bewarna coklat kehijau-hijauan dengan motif seperti pecahan-pecahan kaca. Secara keseluruhan kondisi naskahnya masih kokoh. Tulisannya rapi dan menggunakan tinta bewarna hitam di atas kertas putih kecoklatan. Ukurannya 16 x 20,3 cm dengan ruang tulisannya 14 x 16 cm.Tebalnya sebanyak 136 halaman penuh tulisan, dan jumlah baris yang terdapat pada tiap halaman naskah memiliki jumlah yang sama yaitu 11 baris dan ditulis dengan menggunakan huruf Arab pegon bertanda vokal. Namun, di dalamnya tidak terdapat kolofon, iluminasi, atau watermark . Naskah ini disusun dalam bentuk dangding dengan mempergunakan delapan macam pupuh, yaitu Dangdanggula, Asmarandana, Sinom, Kinanti, Magatru, Durma, Pangkur, dan Maskumambang. &...

avatar
Aze
Gambar Entri
Peupeuh Tuhur
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Masyarakat Ciptagelar merupakan salah satu masyarakat adat yang ada di Jawa Barat khususnya berada di Sukabumi, mereka masih memegang teguh tradisi lokal termasuk pengetahuan mereka tentang masalah kesehatan. Salah satu pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Ciptagelar, dari sekian banyak pengetahuan lainnya, adalah dalam hal cara perawatan kesehatan sebelum dan sesudah melahirkan. Masyarakat Ciptagelar mengenal apa yang disebut Peupeuh Tuhur (selain Peupeuh Baseuh). Ramuan ini digunakan ibu-ibu yang baru melahirkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.   Ramuan-ramuan ini sudah diyakini oleh masyarakat sekitar dapat membantu ibu-ibu yang sudah melahirkan agar cepat kembali bugar. Ramun Peupeuh Tuhur sudah sekian lama menjaga kesehatan ibu-ibu yang sudah melahirkan. Pengetahuan tentang Peupeuh Tuhur tidak didapat melalui sekolah atau pendidikan formal, tetapi mereka dapatkan secara turun-temurun dari orang tuanya. Bahan yang Digunakan Un...

avatar
Aze
Gambar Entri
Peupeuh Baseuh (Peupeuh Basah)
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Masyarakat Ciptagelar merupakan salah satu masyarakat adat yang ada di Jawa Barat khususnya berada di Sukabumi, mereka masih memegang teguh tradisi lokal termasuk pengetahuan mereka tentang masalah kesehatan. Seperti apa yang telah dikemukakan di atas, bahwa ibu yang sudah melahirkan harus menggunakan peupeuh basah terlebih dahulu sebelum menggunakan peupeuh tuhur.Kedua ramuan ini pada dasarnya sama, hanya dalam pengolahannya yang berbeda. Bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan Peupeuh Baseuh tidak dijemur terlebih dahulu, akan tetapi setelah  diiris langsung dipopokan. Bahan-bahan Kunyit, Jahe, ,Sereh, Kencur, Kacang Tanah, Garam, Gula, Terasi. Sedangkan alat-alat yang digunakan masih bersifat sederhana, seperti: Pisau, Tampah (Nyiur), Alu, dan Lumpang. Proses pembuatan Seperti dalam pembuatan peupeuh tuhur, proses pembuatan ramuan peupeuh basah dilakukan dengan peralatan tradisional, di antaranya adalah sebagai berikut; –  Bahan-bah...

avatar
Aze
Gambar Entri
Dodol Jahe
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Masyarakat Kasepuhan Ciptarasa, hingga kini, masih hidup dalam tradisi yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Komunitas Kasepuhan Ciptarasa menyebut dirinya dengan istilah kesatuan, sedangkan orang luar menyebutnya dengan istilah urang tradisi, urang girang, dan ada juga yang menyebut mereka dengan istilah kasepuhan, karena mereka hidup dalam suatu “ikatan” yang dipimpin oleh seorang sesepuh. Mereka tinggal tersebar di daerah Sukabumi Selatan, Bogor Selatan, dan Lebak/ Banten Selatan. Pusat Kasepuhan atau Kampung Gede terletak di sekitar kompleks Gunung Halimun yaitu di Kampung Ciptarasa, yang secara administratif berada di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Salah satu karya tradisi warga Ciptagelar adalah Dodol Jane sebagai obat atau ramuan tradisional yang digunakan oleh ibu-ibu yang baru melahirkan. Dodol ini terbuat dari campuran beberapa macam tanaman obat, sereal, buah-buahan, dan lambung landak. Dalam pembuatannya ma...

avatar
Aze
Gambar Entri
Naskah Rontal Jatiniskala
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah dari daun rontal ini berjudul Jatiniskala . Menurut Jakob Sumardjo, naskah ini diduga berasal dari zaman Kerajaan Galuh, Ciamis. Naskah ini ditemukan di Kabuyutan Kawali, Ciamis Utara, yang diberikan oleh Bupati Galuh R.A.A. Kusumadiningrat (1839-1886) kepada Bataviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW), lembaga yang khusus bergerak dalam bidang seni-budaya dan temuan-teman sejarah di Batavia; ada pun menurut Atja, naskah ini diserahkan oleh Raden Saleh. Kini naskah ini menjadi koleksi Perpustakaan Nasional, Jakarta, dengan nama register Kropak 422 . Kondisi Fisik Naskah Kondisi naskah secara keseluruhan masih bagus, hanya ada beberapa lempir yang telah rusak, bolong-bolong akibat gigitan kutu, dan sebagian lagi telah menghitam. Teksnya ditulis memakai pisau pangot, dengan bahasa dan aksara Sunda Kuno. Naskah ini terdiri atas 14 lempir/lembar rontal yang berukuran 31,8 x 4,1 cm. Ada pun luas marjin teksnya 29 x 2,7 cm. Setiap lempir terdiri...

avatar
Aze
Gambar Entri
Sewaka Darma
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah Sewaka Darma termasuk salah satu dari sepuluh naskah Ciburuy, salah satu “kabuyutan” pada masa Sunda Kuno. Ciburuy merupakan salah satu kabuyutan (atau mandala bila di Jawa Tengah dan Timur) tempat menuntut agama kaum intelektual masa dulu, kini terletak di Bayongbong, Garut, Jawa Barat. Sebagai koleksi Perpustakaan Nasional Jakarta, naskah ini diberi nama register Kropak 408. Orang pertama yang mengumumkan naskah ini adalah Saleh Danasasmita dkk tahun 1987. Naskah ini tertera pada daun rontal yang ditoreh oleh peso pangot, pisau khusus untuk menulis pada daun, bambu, atau kayu. Huruf dan bahasa yang dipakai adalah Sunda Kuno. Bentuknya puisi. Naskah ini terdiri dari 37 helai daun rontal, 74 halaman, dan hanya 67 halaman yang terisi.   Penulis naskah ini, seperti yang tertulis pada naskah bersangkutan, adalah wanita bernama Buyut Ni Dawit yang bertempat tinggal di batur (pertapaan) Ni Teja Puru Bancana di Gunung Kumbang. Tak dapat d...

avatar
Aze
Gambar Entri
Naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Tranliterasi Teks Naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian I Ndah nihan warahakna sang sadu, de sang mamet hayu. Hana sanghyang siksakandang karesian ngaranya, kayatnakna wong sakabeh. Nihan ujar sang sadu ngagelarkeun sanghyang siksakandang karesian. Ini sanghyang dasa kreta kundangeun urang reya. Asing nu dek na(n)jeurkeun sasana kreta pakeuneun heubeul hirup, heubeul nyewana, jadiyan kuras. Jadiyan tahun, deugdeug ta(n)jeur jaya prang. Nyewana 1 na urang reya.   Ini byakta sanghyang dasa kreta ngaranya, kalangkang dasa sila, maya-maya sanghyang dasa marga, kapretyaksaan dasa indriya nakeun ngretakeun bumi lamba di bumi tan parek. Ini pakeun urang ngretakeun bumi lamba, caang jalan, panjang tajur, paka pridana, linyih pipir, caang buruan. Anggeus ma imah kaeusi, leuit kaeusi, paranje kaeusi, huma kaomean, sadapan karaksa, palana ta hurip, sowe waras, nyewana 2 sama wong (sa)rat. Sangkilang di lamba, trena taru lata galuma, hejo lembok...

avatar
Aze
Gambar Entri
Vihara Mahacetya Dhanagun
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Bangunan vihara berada di tengah-tengah atau titik sentral Kota Bogor tepatnya di Pasar Bogor, mudah dicapai oleh kendaraan umum maupun kendaraan pribadi roda 2 ataupun kendaraan roda 4 dari pusat kota. Batas-batas vihara, di sebelah timur dan selatannya terletak bangunan supermarket Bogor Plaza, di sebelah barat Jalan Surya Kencana dan Jalan Otto Iskandardinata dan di utara dengan Kebun Raya Bogor.  Vihara Mahacetya Dhanagun yang dikenal juga dengan nama Hok Tek Bio  terletak di Jalan Surya Kencana No.1, Kelurahan Babakan Pasar. Kecamatan Bogor Timur. Berada pada koordinat   106° 47' 994" BT dan  06° 36'31" LS dengan ketinggian 510 meter dari permukaan laut. Tempat pemujaan atau tempat ibadah bagi masyarakat Cina tradisional dalam istilah Indonesia asli disebut Klenteng. Istilah ini dikaitkan dengan bunyi klenteng-klenteng atau klenting-klenting yang berasal dari genta-genta kecil. Sesuai dengan bunyinya maka tempat ini disebut klenteng. Isti...

avatar
Roro
Gambar Entri
Sirup Tjampolan, minuman tradisional dari Cirebon
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Sirup Tjampolay ini memang sih bukan jenis minuman yang bisa langsung dinikmati. Namun di Cirebon hampir semua pelapak es yang membutuhkan tambahan rasa manis pasti menggunakan sirup ini. Entah itu es campur, es teller, bahkan sampai es duren. Nah sirup ini termasuk yang jadi andalan karena memang memiliki rasa khas dan manis yang pas. Sirup yang mulai diproduksi sejak tahun 1936 ini sekarang juga sudah menawarkan aneka rasa lho, Cinnamores. Kalau biasanya pedagang es banyak menggunakan varian rozen rose, namun kalian harus mencoba variasi lainnya nih buat oleh-oleh. Adapun ragam rasa yang ditawarkan Sirup Tjampolay adalah asam jeruk, pisang susu, nanas, manga gedong, jeruk nipis, melon, leci, rozen rose, bahkan sampai kopi moka. Dan diantara varian rasa yang beragam tadi, tentu jawaranya adalah si pisang susu. Bayangin aja menyeruput segelas es serut yang disiram sirup tjampolay rasa jeruk nipis, aduh segernya bukan main. Belum afdol rasanya kunjungan kalian ke...

avatar
Roro