Budaya Indonesia
260 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cien Cui (Perang Air)
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Cien Cui diambil dari kamus mandarin yang artinya perang air. Mungkin saja sudah ada yang tertarik ketika mendengar istilah perang air. Memang tidak jauh dari apa yang saudara/i pikirkan dimana Cien Cui merupakan kegiatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menyambut kegembiraan pada perayaan Imlek dengan cara bersiram siram air satu sama lainya di sepanjang Jl.Kartini Kota Selat Panjang Kabupaten Meranti dengan makna mensucikan diri dan memberi berkat kepada orang lain sehingga kedepannya hidup mereka dilindungi oleh dewa mereka dan diberi kelancaraan selama menjalani hidup. Dalam acara perayaan Cien Cui ini lah masyarakat bisa bertemu sanak keluarga mereka dikarenakan banyak masyarakat asli Selatpanjang yang sudah tidak menetap di Meranti lagi tetapi sudah menjadi warga asing, dimana mereka kembali ke kampung untuk merayakaan imlek dan mengikuti Festival Cian Cui tersebut dengan penuh kegembiraan dengan cara seperti ini mereka bisa mempertahankan budaya mereka khususn...

avatar
OSKM18_16618181_Jevis Xandra
Gambar Entri
Berkeliling di Kota Mungil Selatpanjang
Ritual Ritual
Riau

Biasanya sesudah suatu aktivitas di luar, kita akan langsung pulang ke rumah ktia masing-masing atau melanjutkan ke tujuan selanjutnya. Namun berbeda dengan sebagian masyarakat Selatpanjang yang sebelum kembali ke rumah mereka, mereka malah memilih untuk mengelilingi kota Selatpanjang terlebih dahulu untuk berbincang-bincang dengan teman disamping sepeda motornya dan juga untuk menikmati susasana kota Selatpanjang. Jalan-jalan di rute tersebut antara lain, Jl. Diponegoro, Jl. Kartini, Jl. Imambonjol, dan Jl. Ahmad Yani. Sebenarnya ketika mengatakan berkeliling di kota yang terdapat di kabupaten Kepulauan Meranti, provinsi Riau itu sudah kurang tepat karena seiring berkembangnya zaman, kota Selatpanjang terus mengalami pembangunan sehingga jalan raya semakin banyak dan kota Selatpanjang semakin luas.   Budaya ini dapat diamati mulai dari setiap sore hingga malam hari. Budaya berkeliling ini mencapai klimaks kepadatan kendaraan pada hari Sabtu malam (atau disebut dengan m...

avatar
OSKM18_16018270_Junaidy
Gambar Entri
Tari Batin Kemuning
Tarian Tarian
Riau

Kata "Batin" merupakan sebutan bagi penguasa negeri. Peristiwa ini diangkat pada masa kerajaan Keritang di wilayah Kemuning. Selama beberapa dekade secara turun-temurun kerajaan Keritang dipimpin oleh seorang wanita. Dengan berbagai ragam tingkah dan perilaku masyarakat, dari yang mendukung, memuja sampai mengunjingkan serta mencela berbagai macam tingkah laku yang harus dimengerti oleh pemimpin negeri Tari Batin kemuning adalah tarian yang berasal dari Riau. Tarian dapat diperuntukan sebagai tarian jamuan untuk para tamu adat dan tamu kehormatandengan tujuan hiburan serta penghormatan adat Desa Kemuning. Tarian ini dipentaskan dengan gerakan yang lincah dan dinamis serta serempak dan loncatan hingga putaran badan disertai liukan tubuh melalui iringan musik. Instrument dan musik yang mengiringi tarian tersebut merupakan alat-alat musik yang juga berasal dari melayu seperti gendang melayu, marwas atau gedumba, kendang melayu, rebana, gendang kecil dan besar, serunai, gong, simb...

avatar
Juliaputri
Gambar Entri
Tari Batin Kemuning
Tarian Tarian
Riau

Kata "Batin" merupakan sebutan bagi penguasa negeri. Peristiwa ini diangkat pada masa kerajaan Keritang di wilayah Kemuning. Selama beberapa dekade secara turun-temurun kerajaan Keritang dipimpin oleh seorang wanita. Dengan berbagai ragam tingkah dan perilaku masyarakat, dari yang mendukung, memuja sampai mengunjingkan serta mencela berbagai macam tingkah laku yang harus dimengerti oleh pemimpin negeri Tari Batin kemuning adalah tarian yang berasal dari Riau. Tarian dapat diperuntukan sebagai tarian jamuan untuk para tamu adat dan tamu kehormatandengan tujuan hiburan serta penghormatan adat Desa Kemuning. Tarian ini dipentaskan dengan gerakan yang lincah dan dinamis serta serempak dan loncatan hingga putaran badan disertai liukan tubuh melalui iringan musik. Instrument dan musik yang mengiringi tarian tersebut merupakan alat-alat musik yang juga berasal dari melayu seperti gendang melayu, marwas atau gedumba, kendang melayu, rebana, gendang kecil dan besar, serunai, gong, simb...

avatar
Oskm18_16318191_juliaputri
Gambar Entri
Perang Air "Cian Cui" di Selatpanjang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Festival Perang Air ( Cian Cui ), merupakan tradisi yang sangat unik dalam rangka memeriahkan Imlek di kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Perang Air ( Cian Cui ) dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut. Masyarakat berkumpul dipinggiran jalan dan sebagian mengelilingi kota Selatpanjang dengan menggunakan becak untuk saling menyiram air dengan menggunakan pistol air atau melempar kantong plastik atau balon yang berisi air. Awalnya tradisi ini dikenal dengan Perang Air, tetapi mulai tahun 2016 lalu dilakukanlah pergantian nama menjadi Cian Cui . Kabupaten Kepulauan Meranti memang sudah dikenal sebagai pemilik tradisi perang air. Helat tahunan ini dipandang unik dan di dunia hanya dilaksanakan di dua negara, yakni di Thailand dengan sebutan Songkran , dan di Indonesia persisnya di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, yang belakangan perang air. Mereka yang terlibat Perang Air di Selatpanjang tak mengenal usia, dan tidak mengenal etnis, hanya saj...

avatar
OSKM18_16018258_Ravina Laurence
Gambar Entri
Selembayung Warisan Budaya Melayu Riau
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

SELEMBAYUNG PENGERTIAN Selembayung disebut juga “ selo bayung “ dan “tanduk buang” adalah hiasan yang  terletak bersilangan pada kedua ujung perabung bangunan.pada bangunan balai adat melayu ini setiap pertemuan sudut atap di beri selembayung yang terbuat dari ukiran kayu. Biasanya terdapat di perkantoran, gedung pemerintahan, dan juga rumah adat. Selembayung berasal dari kebudayan suku Melayu Riau yang kehidupannya sangat akrab dengan sungai dan air. Hiasan bersilang itu sendiri berasal dari kayu bersilang yang terdapat diperabung sampan guna menahan atap sebagai tempat bernaung. Diujung lentik atap itulah yang disebut selembayung. Kultur yang digunakan adalah kultur air. Dewasanya, selembayung kini digunakan di rumah-rumah adat sebagai suatu ciri budaya Riau. Dimana bumi di pijak, di situ langit di junjung. Pada saat ini, banyak terdapat modifikasi selembayung yang diubah karena di tuntut oleh disain arsitektur bangunan. Namun ternyat...

avatar
OSKM18_16318227_AZKA Azka
Gambar Entri
Daun Sirih
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Riau

Sirih adalah tanaman asli  Indonesia  yang merupakan tanaman khas provinsi Kepualauan Riau. Masyarakat Kepulauan Riau sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu dan menggunakan sirih sebagai obat berbagai jenis penyakit. Walaupun demikian tanaman sirih banyak dijumpai di seluruh Indonesia, dimanfaatkan atau hanya sebagai tanaman hias. Sirih ada dua, ada sirih merah dan sirih hijau. Kedua sirih tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak antara lain untuk kecantikan, kesehatan tubuh, dan lainnya. Berikut adalah manfaat dari sirih merah dan hijau, Daun dan buahnya biasa dikunyah bersama  gambir ,  pinang ,  tembakau  dan  kapur Dapat digunakan sebagai  tanaman obat  (fitofarmaka) Sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gu...

avatar
OSKM18_16218044_Tiffany
Gambar Entri
Upacara tolak bala
Ritual Ritual
Riau

Indonesia sedang dirundung duka. Beberapa tahun belakangan ini Indonesia mulai akrab dengan yang namanya bencana. Belum tuntas bencana satu, sudah disusul oleh bencana lain. Rakyat Indonesia dipaksa bersahabat dengan bencana alam. Berbagai bencana yang terjadi di negeri ini disikapi beragam oleh masyarakat. Salah satu fenomena yang menarik yaitu dengan ritual tolak bala. Ritual tolak bala merupakan tradisi yang umumnya ada pada masyarakat Jawa yang tujuannya untuk menolak bencana atau meminta agar dilindungi dari maea bahaya. Ada berbagai macam tolak bala yang ada saat ini. Dari mulai upacara adat, larungan, atau penyembelihan hewan-hewan tertentu. Seperti yang terjadi di Gunung Sinabung, ketika beberapa saat yang lalu gunung berapi ini memiliki tanda-tanda akan meletus, warga sekitar melakukan tolak bencana dengan memberikan sesajen kepada arwah leluhur yang menjaga Gunung sinabung agar mereka dijauhkan dari bencana meletusnya Gunung Sinabung.

avatar
Oskm18_16718152_nikita
Gambar Entri
Upacara Mendirikan Rumah Melayu Riau
Ritual Ritual
Riau

Bagi masyarakat Melayu rumah bukan saja sebagai tempat tinggal di mana kegiatan kehidupan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tetapi juga menjadi lambang kesempurnaan hidup. Beberapa ungkapan tradisional Melayu menyebutkan rumah sebagai “Cahaya Hidup di Bumi, Tempat Beradat Berketurunan, Tempat Berlabuh Kaum Kerabat, Tempat Singgah Dagang Lalu, Hutang Orang tua kepada Anaknya”. Langkah pertama yang dilakukan sebelum mendirikan rumah adalah melakukan musyawarah, baik antarkeluarga maupun dengan melibatkan anggota masyarakat lain. Biasanya dalam musyawarah, dijelaskan tentang segala pantangan dan larangan, serta adat dan kebiasaan yang harus dilakukan dengan tertib. Pengerjaannya ditekankan pada asas kegotong-royongan yang disebut batobo , besolang, bepiari , atau betayan . Seseorang yang mendirikan suatu bangunan tanpa mengadakan musyawarah dapat dianggap sebagai orang yang “kurang adab” atau “tak tahu adat”. Bangunan yang didirikan tanpa musya...

avatar
OSKM18_16518147_Shofura Salma