1.885 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Meuen Geuti
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Suatu permainan lain yang juga terdapat di Daerah Istimewa Aceh, khususnya yang terdapat di kawasan Aceh Besar adalah permainan meuen geuti atau meu geuti. Seperti telah dijelaskan dalam permainan-permainan terdahulu bahwa pemberian nama berdasarkan cara melakukan permainan ini. Meuen artinya bermain dan geuti artinya tengki (dikenakan). Jadi, secara lengkap berarti permainan yang dilakukan anak-anak dengan cara menengki biji-bijian, seperti biji asam jawa, biji meninjau, buah kemiri, atau batu-batu kecil. Nama lain untuk permainan ini adalah meu teh, tetapi ada juga yang menyebutkan dengan meu keh. Baik meu teh maupun meu keh mempunyai arti yang sama dengan meu geuti. Penyebutan meu teh atau meu keh terdapat di beberapa daerah, dengan berdasarkan pada bunyi yang ditimbulkan biji-bijian atau batu-batu kecil yang mengena antara satu dengan yang lainnya pada saat biji itu ditengki. Demikianlah pemberian nama untuk permainan ini, baik meuen geuti maupun meu teh atau meu keh, yang sema...

avatar
Oase
Gambar Entri
Meu Som-Som Talo
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Meu som-som talo adalah sejenis permainan yang dilakukan anak-anak hampir di seluruh wilayah Daerah Istimewa Aceh. Nama permainan ini berdasarkan jenis alat yang dipakai untuk sasaran permainan, yaitu seutas tali yang dalam bahasa Aceh disebut talo. Tali yang dipakai untuk mainan ini dapat dibuat atau terdiri dari apa saja jenisnya, yang penting dapat dijadikan sebagai suatu gulungan kecil dengan diikat kedua ujungnya, sehingga bersambung menjadi suatu gulungan. Bulatan atau gulungan tali kecil ini disembunyikan dalam tanah berpasir yang lokasinya sudah ditentukan untuk bermain, yaitu dengan memberi suatu tanda berupa goresan yang berbentuk lingkaran di atas tanah tempat permainan berlangsung. Setelah tali disembunyikan oleh salah seorang pemain dalam lingkaran tanah tersebut, kemudian dicari oleh para pemain lainnya dengan mempergunakan sekerat lidi atau sejenis kayu seperti lidi. Karena yang menjadi sasaran pencarian adalah tali yang disembunyikan, maka permainan ini diberi nama...

avatar
Oase
Gambar Entri
Peh Kayee
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Salah satu permainan yang berkembang di dalam masyarakat Aceh dan digemari anak-anak pada masa dahulu di dalam masyarakat Aceh adalah peh kayee. Nama permainan ini menurut hasil wawancara dengan masyarakat penggemarnya adalah berdasarkan kepada caranya melakukan permainan dan alat yang dipergunakan di dalam permainan tersebut. Meuen peh kayee terdiri atas tiga kata, yaitu meuen, peh, dan kayee. Meuen berarti bermain atau permainan, peh dapat berarti dengan memukul, dan kayee berarti kayu. Jadi, meuen peh kayee secara keseluruhannya berarti sejenis permainan yang mempergunakan kayu sebagai peralatan permainan dengan cara memukul kayu tersebut. Walaupun permainan ini disebut meuen peh kayee, tidak berarti mutlak harus mempergunakan kayu sebagai alatnya, kadang-kadang juga mempergunakan kayu sebagai alatnya, kadang-kadang juga mempergunakan rotan, pelepah rumbia, atau aur yang telah kering. Cara dan fungsinya akan dijelaskan di dalam jalannya permainan. Permainan ini selain disebut me...

avatar
Oase
Gambar Entri
Meu Som-Som Aneuk
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Meuen som-som aneuk di dalam bahasa Indonesianya adalah permainan sembunyi-sembunyian anak. Meu berasal dari kata meuen artinya bermain, som-som berarti sembunyi-sembunyian, dan aneuk berarti anak. Diberi nama demikian karena di dalam permainan ini ada sebuah benda yang disebut anak, biasanya adalah batu kecil yang selalu disembunyikan untuk dicari oleh teman-teman bermain lainnya. Nama lain yang diberikan untuk permainan ini adalah meu somsom mie atau som-som mie. Yang dimaksud dengan mie yaitu aneuk atau anak yang harus dicari, som-som mie disebabkan pada waktu hendak menyembunyikan anak tersebut diucapkan dengan perkataan kusom mie, yang maksudnya aku sembunyikan anak. Hal ini akan dijelaskan dalam jalannya permainan. Baik yang menyebut permainan dengan som-som aneuk maupun som-som mie, cara melakukannya atau aturan-aturannya adalah sama. Permainan ini sering dimainkan anak-anak terutama di pedesaan pada zaman lampau pada masyarakat Aceh. Sejarah Beberapa informasi meny...

avatar
Oase
Gambar Entri
Rapai Gerimpheng, Warisan Budaya Dari Aceh
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Rapai Gerimpheng  merupakan paduan antara bermain alat musik yaitu rapai dan bersyair. Rapai ini bentuknya seperti rebana yang berukuran besar. Karena ukurannya yang besar  rapai  ini sangat berat untuk diangkat sehingga ketika bermain rapainya diletakkan dikakinya. Sedangkan syair biasanya dipimpin oleh syeh kemudian syair tersebut juga dinyanyikan kembali oleh pemain lainnya. Rapai pulot geurimpheng ini dimainkan oleh pemain sebanyak 12 orang. 8 orang berfungsi sebagai penabuh sekaligus penari yang dinamakan dengan  aneuk pulot , sementara 3 orang lainnya berfungsi sebagai penggiring dan satu orang sebagai penyair atau disebut  syahi  atau  syeh . Dalam pertunjukan  rapai gerimpheng  merupakan paduan antara musik yang berasal dari tabuhan  rapai  yang selaras dengan gerakan tarian yang energik.  Rapai gerimpheng  terdiri dari beberapa babak yang diawali dengan memberi salam dengan mengangkat tangan serenta...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Sumeng
Ritual Ritual
Aceh

Awal mula Sumang tidak diketahui sejak kapan, karena sudah ada sejak jaman dahulu. Yang jelas Sumang lahir pada saat pemuda pemudi sudah mulai meninggalkan atau melanggar adat istiadat Gayo. Adapun pengertian dari Sumang adalah suatu aturan yang tidak boleh dilakukan atau dikerjakan. Macam-macam Sumang seperti Sumang Penengonen, Sumang Pelangkahan, Sumang Peceraken dan Sumang Pengunulen.   Pada dasarnya hukum adat Sumang hanya berkembang di dataran tinggi Gayo, yaitu di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Awalnya Sumang sangat berjalan kental pada masyarakatnya, namun akhir-akhir ini Sumang menjadi pudar. Hal ini dikarenakan masuknya budaya luar yang mempengaruhi orang Gayo itu sendiri. Disamping itu hukum Sumang menjadi luntur pada masyarkat Gayo karena kurangnya kesadaran akan menjaga serta memelihara betapa pentingnya hukum Adat itu. Sumang Penengonen adalah sesuatu perbuatan yang janggal untuk dilihat dan tidak layak untuk dikerjakan S...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Kenduri Maulod
Ritual Ritual
Aceh

Kenduri Maulod  adalah makan bersama yang diadakan di  meunasah  (mesjid kecil di desa), di balai pengajian kampung, bahkan juga di kantor-kantor dinas, sehingga ketika musim maulid tiba, suasana perkantoran juga ikut religius. Peringatan maulid juga diadakan warga secara pribadi, salah satunya dengan mengadakan  kenduri  atau hajatan di rumah masing-masing dengan menyajikan menu spesial seperti daging sapi, ayam, telur, dan sejenisnya. Undangan yang wajib pada acara  Kenduri Maulod  adalah anak yatim, sebagai bentuk rasa sosial dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW untuk menyantuni anak yatim. Tetangga dan handai taulan juga ikut diundang untuk menunaikan sunnah Nabi Muhammad tentang menyambung silaturrahim sesama muslim dan sunnah berbagi bila memasak makanan yang enak dan tercium baunya. Sumber :  https://vennashintya.wordpress.com/2016/03/18/peninggalan-dan-acara-tradisi-islam-di-aceh/

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Tradisi Beureuat
Ritual Ritual
Aceh

Salah satu kenduri di Masyarakat Lamno, Aceh Jaya adalah  Kaurie Beureuat .  Kenduri  ini dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan dan berlangsung pada malam hari di pertengahan bulan Sya’ban. Malam berlangsungnya  kenduri  ini dikenal dengan istilah Malam  Beureuat.Kenduri  ini dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakat sebuah desa dan bertempat di meunasah yang dipimpin oleh teungku. Pada  kenduri  ini seluruh masyarakat datang ke meunasah dengan membawa sebuah  idang (paket makanan yang terdiri dari nasi beserta lauk pauk dan ditempatkan dalam sebuah talam yang besar). Makanan tersebut disantap bersama anggota masyarakat lainnya yang hadir pada saat pelaksanaan kaurie beurat. Sumber :  https://vennashintya.wordpress.com/2016/03/18/peninggalan-dan-acara-tradisi-islam-di-aceh/

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Bakatuang
Ritual Ritual
Aceh

Salah satu wilayah di Kabupaten Aceh Selatan, bernama Kluet, memiliki sebuah sistem sosial yang unik. Wilayahnya terdiri dari empat kecamatan, meliputi Kluet Selatan, Kluet Utara, Kluet Timur, dan Kluet Tengah. Keempat wilayah tersebut didiami oleh tiga suku besar, yaitu suku Aneuk Jamee di Kluet Selatan, suku Aceh di Kluet Utara, dan Suku Kluet di Kluet Timur dan Kluet Tengah. Walaupun mereka memiliki adat istiadat yang berbeda, tetapi dapat berinteraksi dengan baik di satu wilayah yang sama.   Bakatuang adalah sebuah kegiatan adat yang bertujuan untuk mencari telur penyu. Katuang, oleh masyarakat Aceh disebut pinyie , atau dalam bahasa Indonesia berarti penyu. Bakatuang merupakan sebuah kebudayaan kuno yang dimiliki oleh masyarakat Aneuk Jamee di Kluet Selatan secara turun temurun.   Tidak ada data sejarah yang jelas mengenai kapan dan oleh siapa kebudayaan tersebut ditemukan. Tapi yang jelas, tradisi tersebut masih dipelihara dengan b...

avatar
adhaagary