bugis
691 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bone Dan Raja Pertamanya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

  BONE DAN RAJA PERTAMANYA (Sejarah Kerajaan Bone)   Indonesia merupakan negara kepulauan atau negara maritim yang masyarakatnya bersifat majemuk, seharusnya pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus belajar banyak dari sejarah perjalanannya sendiri  tentang bagaimana mengelola kemajemukan tersebut agar menjadi modal sosial pembangunan bangsa. Masyarakat majemuk yang tersusun oleh keragaman kelompok etnik atau suku bangsa beserta tradisi-budayanya itu, tidak hanya berpeluang menjadikan  Indonesia sebagai negara yang kuat di masa mendatang, tetapi juga berpotensi mendorong timbulnya konflik sosial yang dapat mengancam sendi-sendi integrasi negara-bangsa ( nation-state ), jika dinamika kemajemukan sosial-budaya itu tidak dapat dikelola dengan baik.  Dalam hal ini, kita harus menyadari bahwa indonesia memiliki banyak suku bangsa atau kelompok etnik yang berbeda dan itu harus dilestarikan serta di jaga dengan baik. Kita patut bersyuku...

avatar
Aangns sinar
Gambar Entri
Mappalili na Ma'giri ri Segeri
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Ada Acara ‘Minta Hujan’ dan Kebal Senjata Tajam di Segeri        Segeri merupakan  sebuah kecamatan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang terletak sekitar 75 kilometer di sebelah utara Kota Makassar. Diantara berbagai kecamatan di Kab. Pangkep, Kecamatan Segeri tergolong unik karena penamaan nama kampung dan desanya menggunakan bahasa Bugis dan bahasa Makassar. Namun mayoritas masyarakat di kecamatan Segeri merupakan Suku Bugis.        Setiap tahunnya saat mengawali musim tanam padi di sawah, sekitar bulan November dan Desember yakni di penghujung musim kemarau, di Segeri selalu melakukan ritual ‘meminta hujan’ yang disebut Mappalili . Ritual ini dijalankan oleh pendeta Bugis Kuno yang disebut kaum Bissu . Komunitas Bissu sendiri juga dijumpai di Bone, Soppeng dan Wajo. Ritual ini dipimpin langsung oleh Puang Matoa Saidi. Puang Matoa Saidi tinggal di rumah arajang, tem...

avatar
Andimappincara
Gambar Entri
Buroncong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Buroncong kue khas Makassar dan Bugis. Bentuknya seperti kue pukis namun dengan ukuran lebih besar, panjangnya sekitar tujuh sentimeter dengan tebal berkisar dua sentimeter. Bahan dasarnya terdiri dari gula pasir tepung terigu dan kelapa

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Prosesi Perkawinan Masyarakat Bugis
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Menurut pandangan orang Bugis, perkawinan bukan sekedar menyatukan dua mempelai dalam hubungan suami-istri, tetapi perkawinan merupakan suatu upacara yang bertujuan untuk menyatukan dua keluarga besar yang telah terjalin sebelumnya menjadi semakin erat atau dalam istilah orang Bugis mappasideppe mabelae atau mendekatkan yang sudah jauh (Pelras 2006:178). Upacara perkawinan dalam suku Bugis disebut Mappabotting sementara itu istilah perkawinan dalam suku bugis disebut siala yang mempunyai arti saling mengambil satu sama lain. Perkawinan adalah ikatan timbal balik antara dua manusia berlainan jenis kelamin untuk menjalin sebuah hubungan kekeluargaan. Istilah perkawinan dalam suku Bugis juga bisa disebut mabinne berarti menanam benih, maksudnya menanam benih dalam kehidupan rumah tangga. Nonci (2002:3) mengatakan bahwa tata cara pernikahan adat suku bugis diatur sesuai dengan adat agama, sehingga merupakan rangkaian upacara yang menarik, penuh tata karma dan sopan santun sert...

avatar
Fahri Ardiansyah
Gambar Entri
Siri' na Pacce / Pesse
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Sebuah dasar falsafah hidup yang menjiwai dan menjadi pegangan masyarakat Bugis-Makassar untuk senantiasa hidup baik di negeri sendiri atau negeri orang lain adalah menjadi manusia yang perkasa dalam menjalani kehidupan. Setiap manusia keturunan Bugis-Makassar dituntut harus memiliki keberanian, pantang menyerah menghadapi tantanganataupun ujian hidup. Itulah sebabnya maka setiap orang yang mengaku sebagai masyarakat Bugis-Makassar memiliki orientasi yang mampu menghadapi apapun (Moein, 1990: 12). Jika nilai ini kemudian dilihat dari sudut pandang filsafat sejarah, maka akan ditemukan bahwa hakekat prinsip tersebut bersumber pada leluhur masyarakat Bugis-Makassar yang tersimpul dengan “duai temmallaiseng, tellui temmasarang”(dua bagian yang tak terpisahkan dan tiga bagian yang tak terceraikan). Artinya bahwa nilai ini sejatinya telah dirumuskan di masa lalu oleh para tetua dan kaum adat masyarakat Bugis-Makassar. Suku Bugis dan Makassar mempunyai falsafah kehidupan a...

avatar
Fahri Ardiansyah
Gambar Entri
Tari Pa'raga / Paraga
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Ada satu permainan tradisional orang Bugis-Makassar yang biasanya dimainkan oleh kaum muda untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan bola yang terbuat dari rotan. Permainan ini dilakukan untuk menarik perhatian para gadis-gadis yang hadir pada acara sunatan, panen atau pernikahan. Orang yang memainkan tarian ini disebut pa'raga , sedangkan cara memainkannya disebut ma'raga , didalam masyarakat Sulawesi Selatan tarian ini lebih dikenal dengan Tari Pa'raga . Ma’raga atau gerakan melakukan raga dengan menggunakan bola rotan ini, pada dasarnya terdiri dari gerakan-gerakan seni bela diri. Berdasarkan cerita turun-temurun, permainan raga ini muncul dari sebuah kampung yang dahulu disebut Ujung Bulo, sebuah kampung di wilayah Maros. Kala itu, pa'raga hanya boleh dimainkan oleh para bangsawan dan keluarga kerajaan, sehingga olahraga inipun hanya digelar di lingkungan kerajaan untuk menyambut tamu dari kerajaan lain. Permainan ini berkembang dikalangan...

avatar
Fahri Ardiansyah
Gambar Entri
Tarian Paduppa Bosara
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Tari Padduppa Bosara adalah tarian yang mengambarkan bahwa penyambutan orang bugis-makassar jika  kedatangan tamu senantiasa menghidangkan bosara, sebagai tanda kesyukuran dan kehormatan. Pada zaman dahulu tarian ini sering ditarikan untuk menjamu raja, menyambut tamu agung, pesta adat, dan pesta perkawinan. Gerakan tarian ini sangat luwes sehingga enak untuk dilihat. Bosara sendiri merupakan piring khas suku bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Bahan dasar bosara berasal dari besi dan dilengkapi dengan penutup khas seperti kobokan besar, yang dibalut kain berwarna terang, seperti warna merah, biru, hijau atau kuning, yang diberi ornamen kembang keemasan di sekelilingnya. Bosara biasanya diletakkan di meja dalam rangkaian acara tertentu, khususnya acara yang bersifat tradisional dan sarat dengan nilai-nilai budaya. Selain digunakan sebagai salah satu alat yang digunakan para penari tarian daerah, bosara juga biasanya menjadi tempat sajian aneka kue tradisional yang diletakkan di...

avatar
Fahri Ardiansyah
Gambar Entri
Sekaten
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sejarah Sekaten Pada tahun 1939 Caka atau 1477 M, Raden Patah selaku Adipati Kabupaten Demak Bintoro, dengan dukungan para Wali membangun Masjid Agung Demak sebagai tempat ibadah dan tempat bermusyawarah para wali. Salah satu hasil musyawarah para wali dalam rangka meningkatkan syiar Islam,selama 7  hari menjelang peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,diadakan kegiatan syiar Islam secara terus menerus. Supaya menarik pengunjung,dibunyikan 2 perangkat gamelan ciptaan Sunan Giri, dengan membawa gendhing-gendhing tertentu ciptaan para wali,terutama Sunan Kalijaga. Para pengunjung yang menyatakan ingin “ngrasuk” agama Islam setelah mengikuti kegiatan syiar agama Islam tersebut dituntun untuk mengucapkan 2  kalimat syahadat (syahadatain). Dari kata syahadatain yang berarti dua kalimat syahadat itulah menjadi SEKATEN akibat perubahan pengucapan, sebagai istilah ya...

avatar
Ressti_ayu
Gambar Entri
Asal Mula Sarung Tenun Pagatan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Sarung Tenun Pagatan  adalah kain tradisional masyarakat  bugis Pagatan ,  Kalimantan Selatan . Sarung Tenun Pagatan muncul bersamaan dengan kedatangan para perantau  Bugis  pada pertengahan  abad ke-18 . Selain nilai ekonomi dan budaya, tenun pagatan juga mengandung nilai sosial, tenun pagatan menjadi ciri khas masyarakat pagatan khususnya dan kabupaten  Tanah Bumbu  pada umumnya. Sarung Tenun Pagatan ini hanya digeluti oleh masyarakat suku bugis pagatan secara turun temurun dengan ciri khas dan motif yang unik karena dibuat dengan cara yang sangat  tradisional  menggunakan alat penenun dari kayu dan hanya bisa diolah menggunakan  benang sutera . Saat ini, perkembangan Tenun Pagatan mengalami perkembangan pesat. Berbagai jenis pakaian muncul kemudian menggunakan tenun jenis ini. Tenun Pagatan tidak hanya digunakan sebagai pakaian tradisional saja. Namun juga berbagai jenis pakaian yang lain. Beberapa desainer terk...

avatar
Nur Hapiah