Adat Nusantara
127 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Serat Tekawardi
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sejak mulai mengenal tulisan, orang-orang di seluruh Nusantara banyak sekali menghasilkan karya yang dituliskan dalam berbagai media, seperti lontar, batu, kayu. Tulisan-tulisan yang jumlahnya ribuan tersebut saat ini banyak yang sudah hilang (hanya berupa salinannya saja) atau telah dibawa dan disimpan di museum-museum di luar negeri. Salah satu dari sekian banyak tulisan tersebut adalah Serat Tekawardi . Serat Tekawardi adalah salah satu naskah kuno yang saat ini hanya berupa salinannya, sedangkan naskah aslinya sudah tidak diketahui lagi keberadaannya.   Naskah yang tidak diketahui siapa pengarangnya serta tanggal dan tahun berapa ditulis ini, merupakan koleksi Bapak Prodjodiredjo yang bertempat tinggal di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika dilihat dari gaya bahasa mau pun isinya, Serat Tekawardi kemungkinan ditulis pada akhir abad ke-19. Pada waktu itu mungkin sedang terjadi kemerosotan moral, sehingga para pemuka masyarakat berusaha untuk me...

avatar
Aze
Gambar Entri
Tari Merak #DaftarSB19Padusan
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Seluruh umat islam di dunia selalu melakukan persiapan ketika hendak menyambut buln suci Ramadan. Persiapan tersebut terlalu identic dengan proses penyucian diri, jiwa, serta kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan amalan ibadah. Di Indonesia sendiri, terdapat ragam  kegiatan yang bias dilakukan masyarakat dalam rangka menyambut datangnya Ramadan. Di Yogyakarta dan Jawa Tengah, misalnya, msyarakat kerap berduyun-duyun membasuh atau memandikan diri mereka di sumur atau sumber-sumber mata air. Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah tradisi padusan. Padusan berasala dari kata dasar adus yang berarti mandi. Dalam pengertian budaya, padusan merupakan tradisi masyarakat untuk membersihkan diri atau mandi besar dengan maksud mensucikan raga dan jiwa dalam rangka menyambut datangnya hari ataupun bulan istiewa, seperti bulan Ramdhan, Hari Idul Fitri, dan Hari Idhul Adha. Dalam rangkaian penyambutan Bulan Suci Ramdhan, ummat Islam di Nusantara memiliki beraneka ragam cara...

avatar
Krisna Aryan
Gambar Entri
Tradisi Jodangan #DaftarSB19
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tradisi Jodangan adalah tradisi membawa makanan dengan tandu dan diringi dengan beberapa kesenia tradisional seperti gejog, lesung, shalawatan dan jatilan. Jodagan berarti sedekah dimana juga berarti rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa akan rahmat yang diberikan. Sedekahan akan diberikan kepada para arwah leluhur untuk ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah yang telah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu.Awalnya tradisi Jodangan hanya untuk ungkapan rasa sykur namun seiring perkembangan zaman mulai diramaikan dengan berbagai pentas kesenian dan hiburan. Tradisi Jodagan dimulai dengan memikul Jodang menuju pelantaran Goa Cerme. Warga yang mengikuti kirap dengan memikul Jodag memakai baju adat tradisional, sebagai rangkapain upacara budaya sebelumnya diadakan bersih desa terlebih dahulu. Bersih desa ini mengandung makna menjauhkan warga dari hal-hal yang sifatnya negatif, seperti bencana dan ketidakrukunan antar warga.  Didalam Jodang berisi nasi dan lau...

avatar
Erinayuliansyah
Gambar Entri
Nguras Enceh #DaftarSB19
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Upacara Nguras Enceh  Upacara nguras enceh atau gentong dilaksanakan di kompleks makam raja-raja Mataram yang berada di daerah Pajimatan, Imogiri. Acara nguras enceh atau gentong selalu dilakukan setiap hari Jumat kliwon pada bulan Suro. Upacara dihadiri oleh banyak orang baik warga sekitar maupun turis-turis. Ada yang sekedar ingin menyaksikan upacara, ada yang ingin mengetahui makna upacara ada pula yang ingin mencari berkah. Sebagai salah satu upacara adat,  nguras enceh  (membersihkan genthong) di yang berada di kompleks makam Raja-raja Mataram Imogiri memang dipercaya membawa berkah. Air dari genthong dipercaya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan tolak bala. Enceh atau gentong di makam raja-raja ini berjumlah 4 buah. Masing-masing enceh mempunyai nama tersendiri seperti , Ada empat enceh yang masing masing diberi nama Nyai Siyem yang berasal dari Siam, Kyai Mendung dari Turki, Kyai Danumaya dari Aceh dan Nyai Danumurti dari Palembang. Keempat en...

avatar
Erinayuliansyah
Gambar Entri
Upacara Adat Budaya Yogyakarta #DaftarSB19
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Di Yogyakarta masih melestarikan berbagai upacara adat yang telah menjadi ciri budaya khas Yogyakarta yang diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Grebeg Maulud, Kata gerebeg berarti suara berisik yg berasal dari teriakan orang-orang. Upacara adat ini diperingati sebagai acara Maulud Nabi Muhammad SAW yang mana dikatakan bahwa Nyi Roro Kidul Mendekatkan diri kepada Tuhan dan kebersamaan diantara warga Yogyakarta. Festival upacara adat ini dimulai pada pukul 07.30 pagi, didahului oleh parade pengawal kerajaan yang terdiri dari 10 unit: Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Jogokaryo,Prawirotomo, Nyutro, Ketanggung, Mantrijeron, Surokarso, dan Bugis. setiap unit mempunyai seragam masing2. parade dimulai dari halaman utara Kemandungan kraton, kemudian melewati siti hinggil menuju Pagelaran, dan selanjutnya menuju alun2 utara. Pukul 10.00 pagi, Gunungan meninggalkan kraton didahului oleh pasukan bugis dan surokarto. Gunungan dibuat dari makanan seperti sayur2an, kacang, lada merah, telor,...

avatar
Yunitakumala
Gambar Entri
#DaftarSB19: Batik dan Pemakaiannya
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sejak tahun 2009, batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Sebagai warga Indonesia kita patut berbangga hati. Lebih jauh, upaya pelestariaan batik pun perlu dimulai dari diri sendiri baik itu dengan cara mengenali, menggunakan, dan mencintai. Di Indonesia sendiri ada beragam motif yang bisa kita jumpai. Bahkan beberapa daerah tertentu memiliki motif ciri khas tersendiri , seperti Yogyakarta. Bukan hanya terkenal sebagai Kota Gudeg, Yogyakarta ternyata juga memiliki motif batik yang khas. Asal-usul pembatikan di daerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah di desa Plered. Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga keraton yang dikerjakan oleh para wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada tingkat pertama keluarga keraton lainnya. Kini beberapa daerah di Yogyakarta pun terkenal sebagai sentra pengrajin batik, salah satunya adalah Gi...

avatar
Ailsa Vidi Chandrika
Gambar Entri
Lotek Spesial Khas Jogja
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Lotek Khas Jogja  merupakan salah satu menu pilihan Resep Masakan Nusantara. Memiliki cita rasa yang enak dan lezat dari bumbu lotek tersebut sehingga dapat menjadikannya sebagai pilihan utama menu santapan keluarga.  Dalam proses pembuatannya juga sangat mudah, berikut ini saya bagikan bahan-bahan serta cara membuat  Resep Lotek Khas Jogja . Bumbu sambal kacang: 3-5 sdm kacang tanah, goreng 1 siung bawang putih 2 lembar kecil daun jeruk 2-3 biji kencur kecil 1 keping gula merah 3 buah cabai rawit 1/2 sdt garam 1 cm terasi 3-4 sdm air asam jawa Bahan isian: Sayuran rebus (kangkung, labu siam, wortel dan timun) Kubis mentah Kacang panjang, bayam, tauge rebus Bakwan & tahu goreng Kerupuk sebagai pelengkap Cara membuat: Ulek sampai agak halus bahan sambel kecuali air asam, terakhir masuk air asamnya, aduk tes rasa. Lalu...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Perawan Kenes
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Perawan Kenes Perawan Kenes adalah Kudapan tradisional nusantara khas Jogjakarta. Perawan Kenes yang berarti "Gadis Genit" merupakan salah satu kudapan favorit Sri Sultan Hamengku Buwono IX dari Kertaton Jogjakarta. Bahan: 1 sisir pisang kepok matang pohon 2 Imbr daun pandan 200 ml santan kental (dari 1 bh kelapa) Garam, gula secukupnya Bilah bambu untuk menjepit Cara Membuat: Kukus pisang kepok hingga matang. Angkat dan kupas kulitnya. Belah pisang membujur, sisipi tengahnya dengan ujung daun pandan, lalu lingkarkan daun tersebut di sekeliling pisang. Buat penjepit dari sebilah bambu dengan panjang 25 cm dan lebar 1 cm . Belah bambu membujur menjadi dua bagian sama rata sampai ± 2 cm dari ujung satunya. Pisang kemudian dijepit dengan bilah bambu tersebut. Pisang yang telah dijepit bilah bambu kemudian diipanggang di atas bara api arang kayu sambil sesekali diolesi areh gurih. Dilakukan berulang sehingga areh meresap pada pisang. Ujung bambu...

avatar
Panji nugraha
Gambar Entri
Permainan tradisional asli Jogjakarta
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Permainan tradisional asli Jogjakarta: Gobag Sodor Petak Umpet/ Delikan Ingkling Neker/ Kelereng Benthik Dakon Eggrang Bekhel Cublak-cublak suweng Adu Jangkrik Ancak-ancak alis Benthik Cublak-cublak Suweng Dhakon Dhingklik Oglak-aglik Gobag Sodor Jamuran Koko-koko Macanan Ndhog-ndhogan Pasaran Tawonan Tikus-tikusan Ulo-Ulo Dawa Sumber: http://permainan-tradisional-nusantara.blogspot.com/2017/08/permainan-tradisional-diseluruh-pulau.html

avatar
Deni Andrian