Kue Pohulpohul atau Itak Pohulpohul adalah makanan ringan khas tradisional Batak yang berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara. Bentuknya seperti kepalan jari tangan mirip Itak Gurgur karena alat cetaknya cukup serdahana yakni kepalan jari tangan. Itulah sebabnya disebut "pohulpohul " (kepalan). Pohulpohul ada dua jenis namun bentuknya tetap sama, yakni yang mentah dan yang dikukus. Bahan-bahan: 800 gr tepung beras baru (buat sendiri atau digilingkan) 4 sdt garam 4 sdm gula putih 2 kelapa, parut bagian putihnya saja 1/2 kg gula merah, potong-potong kecil Cara Membuat: 1. Campurkan tepung beras, kelapa parut garam dan gula putih. Aduk rata. 2. Sampai tahap ini dinamakan Itak Gurgur dan sudah bisa dimakan mentah setelah dicampur dengan gula merah. 3. Untuk membuatnya menjadi Pohulpohul, campuran Itak Gurgur dikukus tapi sebelumnya dikepal-kepal sampai padat sehingga berbentuk genggaman. Proses inilah kue bisa disebut Pohulpohul. Sajikan setelah matang dikukus. Al...
Ikan sale adalah bahasa daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang artinya ikan yang dikeringkan menggunakan asap. Seperti yang ada di warung nasi milik Sobar Mardia, tepatnya di Simpang 4 Jalan Mesjid Taqwa, Kelurahan Kota Siantar, Panyabungan, Madina, Sumut. Ikan sale atau ikan asap adalah salah satu teknik mengolah ikan agar lebih awet, namun membuat rasa ikan tambah nikmat. Pada awalnya ikan sale dibuat para penangkap ikan di Sungai Batang Gadis, karena takut ikannya membusuk ditemukanlah cara pengasapan itu. Ikan sale jika digulai sangat mudah terasa pedasnya meski ukuran cabainya dengan gulai lainnya sama, tapi pedasnya lebih dari gulai lainnya. Ikan yang bisa dibuat sale adalah ikan sale jenis limbat atau lele. Namun ikan mas pun sering dijadikan para pengelola ikan menjadi ikan sale. Resep: Bahan Ikan sale secukupnya, rendam dalam air panas selama 5 menit, angkat lalu tiriskan. Lembaran daun jeruk purut....
Babae merupakan salah satu hidangan khas Nias Selatan. Terbuat dari Harita Fakhe atau kacang beras yang dihaluskan. Babae terkadang juga dibuat menggunakan campuran daging babi. Babae biasanya dihidangkan sebagai hidangan pesta pernikahan atau acara pemberian nama anak yang baru lahir. Babae tidak dapat sembarangan disantap oleh masyarakat akan tetap keluarga tertentu saja seperti keluarga bangsawan. Hal ini dikarenakan, jika ingin membuat Babae, harita fakhe atau kacang berasnya harus ditanam terlebih dahulu tiga bulan sebelum acara dimulai. Bentuk kacang sama seperti kacang hijau hanya saja berkulit putih pucat. Babae biasanya dihidangkan besama dengan nasi atau fake falogo yaitu nasi yang dimasak di periuk tanah liat. Keunikan lainnya adalah, nasi dikepal – kepal kemudian dicelupkan dalam sup dan dimakan. Resep Babae Bahan: 150g kacang Babae (dapat disubtitusi dengan kacang tolo) 2 kuning telur ayam kampung 500 ml santan kental...
Tempat obat ini berasal dari Medan, diperoleh pada tahun 1995. Terbuat dari bahan kayu yang dihias dengan ornamen-ornamen binatang. Tempat obat ini merupakan tempat untuk menyimpan obat tradisional masyarakat Medan. Tempat obat ini bisa dilihat di Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH, Jl. Indrapura No.17, Kemayoran, Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur 60176.
Di Mandailing Natal, ada satu sajian kopi yang khas, yaitu kopi takar. Kopi takar adalah kopi yang disajikan di dalam wadang tempurung atau batok kelapa yang dibentuk seperti cangkir dan tatakannya. Untuk menyeruput kopi ini, disediakan sebatang kayu manis yang digunakan seperti sedotan. Kopinya sendiri adalah kopi Mandailing. Kopi Mandailing atau Mandheling adalah kopi terbaik yang berasal dari Sumatera Utara. Kopi ini memiliki kekentalan yang bagus dengan tingkat keasaman medium. Kopi Mandailing ini menjadi favorit Erna Knutsen, tokoh pendiri Knnutsen Coffe Ltd. Salah satu keunikan lainnya dari sekian banyak kopi di Indonesia, kopi takar memiliki keunikan sendiri. meskipun zaman sudah berkembang. Kopi Takar tidak akan pernah berubah dari keunikannya itu, dari dulu hingga sekarang. --- Penyajian kopi khas dari Pakantan,- sebuah desa di daerah Mandailing, Natal, Sumatra Utara ini terbilang unik. Dalam bahasa Mandailing, takar berarti batok kelapa. Jadi ko...
"KOPI SIPIROK" Sejarah perkebunan kopi Sipirok mulai berdiri sejak tahun 1800-an, saat penjajahan Belanda. Kopi Sipirok berasal dari dataran tinggi Sipirok, Sumatera Utara. Lebih tepatnya berdekatan dengan Mandailing. Sipirok adalah perluasan dari perkebunan dan pengolahan kopi di Mandailing. Kopi ini diambil dari kelompok tani kopi dan aren di Sipirok. Kopi Sipirok mungkin belum banyak dikenal orang. Kopi Sipirok kini bisa dinikmati para pecinta kopi di Jakarta. Saat diseruput ternyata rasanya tidak seseram seperti namanya yaitu Jantan Sipirok. Teksturnya tidak pekat dan lembut. Rasa pahit khas kopi dengan mudah mengalir sampai ke ujung lidah. Bagi pecinta kopi sejati pasti tak butuh waktu lama untuk menikmati secangkir kecil espresso Jantan Sipirok ini. Bisa juga diracik ala Americano untuk sensasi yang berbeda. Bila ingin manis, disarankan Drip Kopi. Kopinya diseduh dengan cara tetesan ala Vietnam dicampur susu kental manis. Rasanya jadi seperti permen karena manisnya....
Tarian Fataele (Tarian Perang Nias) Kesenian atau tradisi Pulau Nias yang mungkin sudah menjadi identitas langsung Suku Nias adalah tradisi Hombo Batu atau yang lebih dikenal dengan Lompat Batu Nias. Identitas ini kemudian menjadi barang dagangan utama pariwisata Pulau Nias karena selain menawarkan keunikan dan ketangkasan, tradisi ini juga sudah berusia tua sehingga patut untuk dilestarikan. Di Nias Selatan tradisi Lompat Batu Nias selalu dipertunjukan bersamaan dengan Tari Fataele. Tari Fataele merupakan seni tari khas Nias Selatan. Tari Fataele tidak bisa dipisahkan dengan tradisi Lompat Batu Nias, karena lahirnya berbarengan dengan tradisi Homo Batu. Dahulu kala Suku Nias sering berperang antarkampung. Biasanya pemicu perang adalah perebutan lahan atau bahkan merebut kampung orang lain. Seperti halnya sistem kepemimpinan kampung yang dipimpin seorang kepala desa atau kepala suku, dahulu setiap kampung di Nias juga dipimpin oleh seorang ke...
Anyang Pakis - Medan A nyang Pakis, masakan Sumatera Utara ini juga menjadi salah satu kuliner khas di Asahan. Anyang Pakis sangat lezat disantap begitu saja tanpa nasi karena memang bukan tergolong jenis sayur. Anyang Pakis sebetulnya mirip makanan khas di Jawa yang bernama urap. Hanya saja Anyang Pakis menggunakan bumbu kelapa yang disangrai seperti serundeng. Bumbu dasarnya juga mirip bumbu urap, yaitu bawang merah, serai, daun jeruk, dan ketumbar. Semuanya dihaluskan lalu disangrai bersama kelapa. Sepuluh tahun lalu Anyang Pakis menjadi menu yang sangat mudah dijumpai. Tetapi, seiring jalannya waktu, Anyang Pakis kini tinggalah makanan musiman. Kita hanya akan menjumpai Anyang Pakis pada saat musim Bulan Puasa. Sangat jarang atau bahkan sangat sulit kita menemukan Anyang Pakis selain di Bulan Puasa. Jika Bulan Puasa tiba, pusat jajanan Ramadhan di Kota Kisaran pasti menjadikan Anyang Pakis sebagai salah satu menu khas. Selain Anyang Pakis, kita dapat menelusuri wisata...
Kue Putu Bambu Khas Medan DARI Medan, berkembang ke Jakarta bahkan Malaysia. Begitulah perjalanan cemilan bernama putu bambu dan putu mayang. Seperti namanya, putu bambu adalah putu seperti yang kita kenal, terbuat dari tepung beras dan irisan gula jawa dimasak dalam bambu yang yang sudah dikemas sedemikian rupa. Setelah itu, diberi topping parutan kelapa. Bedanya, ketika putu bambu dimasak tak mengeluarkan bunyi seperti penjual putu yang biasa keliling. Selain itu, ukuran putu bambu lebih besar dibandingkan putu biasa. Bambu yang digunakan otomatis lebih besar. Warna putu bambu aslinya adalah putih tidak seperti putu ”jakarta” yang berwarna hijau, meski putu bambu juga bisa diberi warna hijau sesuai selera warga Jakarta. Perbedaan lain, selain taburan kelapa, putu bambu juga bertabur gula pasir. Demikian pula putu mayang, tak seperti di Jakarta yang berwarna-warni, putu mayang medan tak mau berdandan centil. Dia tetap pada waran aslinya,...