Tuan Seul dan Jelak Maribur adalah dua nama dari antara keturunan Raja Nai Ambaton. Namun kerap dalam perbincangan, kedua nama kurang dikenal di antara keturunan Raja Nai Ambaton sendiri. Karena itu, dirasa perlu perlu mengingatkan kembali keturunan dari leluhur marga Parna ini. Anak pertama dari Raja Nai Ambaton adalah Raja Na Bolon. Raja Na Bolon beranakkan Simbolon Tua, Tamba Tua, Saragi Tua, Munthe Tua dan Nahampun Tua. Nahampun Tua tidak memiliki keturunan. Simbolon Tua memiliki dua putra yakni Tunggul Sibisa (Suri Raja) dan Martua Raja. Suri Raja kemudian memiliki empat putra yakni: Tuan Nahodaraja I (Simbolon Tuan) Altong Na Begu (Simbolon Altong) Pande Sahata (Simbolon Pande) Tiha Raja (Simbolon Juara Bulan). Sementara itu, Martua Raja memiliki 3 putra yakni: Raja Suhut Ni Huta (Simbolon Suhut Ni Huta) Sirimbang (Simbolon Sirimbang) Hapotan (Simbolon Hapotan). Inilah yang kemudian disebut “Sipit...
Alkisah, di Sumatera Utara dahulu kala hidup seorang pemuda yatim piatu yang miskin bernama Toba. Ia hidup sendiri sebatang kara. Si pemuda miskin tinggal di sebuah lembah subur. Sehari-hari ia menghidupi dirinya dengan cara bertani dan mencari ikan di sungai yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Hasil bertani beserta ikan hasil memancing ia masak untuk dijadikan lauk makanannya sementara sisanya ia jual di pasar. Selama ini mudah saja baginya mendapatkan ikan dari sungai yang berair jernih tersebut. Suatu sore, sepulangnya dari ladang, si pemuda miskin pergi memancing di sungai. Setelah sekian lama memancing, ia tak kunjung mendapatkan ikan. Kejadian seperti ini belum pernah dialaminya. Ahirnya ia menarik pancingnya kemudian memutuskan pulang ke rumah. Namun anehnya ketika pancing ditarik, seekor ikan tiba-tiba menyambarnya. Hatinya senang ketika melihat seekor ikan mas cantik tergantung di ujung tali pancingnya. Sisik ikan mas tersebut sangat indah berwarna kuning keem...
Pada suatu hari, usai membantu kedua orang tuanya bekerja di ladang, Ahmad & Muhammad menemukan seekor burung merbuk. Mereka kemudian menangkap burung merbuk tersebut. Walaupun mereka berdua mengetahui keistimewaan burung merbuk, namun Ahmad & Muhammad menangkapnya untuk mereka pelihara. Sama sekali tidak terpikir oleh mereka untuk memakan burung merbuk tersebut. Ahmad & Muhammad kemudian membawa burung merbuk tersebut ke rumahnya. Mereka berdua merawat burung merbuk tersebut dengan penuh kasih sayang. Mereka rutin memberinya makan. Namun demikian, Ahmad & Muhammad membiarkan burung merbuk tersebut terbang bebas di sekitar rumah mereka. Mereka tidak memasukkannya ke dalam kandang. Jika pergi ke ladang untuk membantu kedua orang tuanya, Ahmad & Muhammad akan membawa serta burung merbuk tersebut. Lambat laun, Si burung merbuk menjadi jinak juga menurut pada mereka berdua. Ia biasanya terbang bebas di luar rumah, tetapi jika ia melihat Ahmad atau Muhammad, ia aka...
Alkisah dahulu kala di Sumatera Utara, hidup seorang pembuat patung bernama Datu Panggana. Ia dikenal sebagai seorang pematung handal. Hasil patung buatannya sangat halus juga nampak sangat mirip aslinya. Seperti patung hewan, tumbuhan maupun patung berbentuk manusia, hasilnya pasti akan sangat mirip aslinya. Nama Datu Panggana menjadi sangat terkenal sehingga banyak penduduk memesan patung kepadanya. Menurut legenda, di suatu hari, Datu Panggana pergi ke hutan, mencari kayu untuk ia gunakan membuat patung. Setelah mendapat kayu sesuai keinginannya, Datu Panggana kemudian pulang ke rumahnya. Kemudian Ia mulai bekerja membuat patung berbentuk perempuan. Datu Panggana bekerja siang malam membuat patung tersebut tanpa melihat model. Dalam bekerja Ia hanya membayangkan sesosok perempuan cantik. Semua perhatiannya dicurahkan pada patung tersebut, hingga akhirnya selesai juga patung tersebut, sebuah patung berbentuk seorang perempuan sangat cantik wajahnya. Datu Pan...
Gule Bulung Gadung merupakan makanan khas dari Sumatera Utara, khususnya orang Mandailing untuk dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari. Berikut cara pembuatannya. Bahan-bahan: 2 ikat daun singkong muda, cuci bersih 1 buah kelapa tua, diambil santannya, bagi dua. Rimbang (Tekokak) secukupnya 2 batang Ciak-ciak (sereh), memarkan 1 siung Arias/kecombrang/honje/kincung/kantan 5 buah cabe rawit 3 ekor ikan sale Sejumput garam Cara Membuat: 1. Daun singkong ditumbuk bersama dengan garam, cabe, dan rimbang sampai halus. 2. Masukkan hasil tumbukan ke dalam salah satu bagian santan, panaskan. Aduk rata. 3. Masukkan ciak-ciak dan arias, dan ikan sale. 4. Tambahkan bagian santan lainnya, aduk sampai matang. Sajikan. ( https://dapur-teh-enur.blogspot.com/2015/06/resep-gule-bulung-gadung-khas-mandailing.html)
Kacang Sihobuk adalah salah satu camilan khas dari desa Sihobuk, Tarutung, Tapanuli Utara. Sekilas Kacang Sihobuk mungkin mirip sama kacang umumnya, yang membedakan hanyalah cara pengolahannya, yaitu dimasak dengan pasir di sebuah kuali besar. Bahan-bahan: 20 kg kacang tanah segar yang memiliki kualitas benar-benar sangat baik Pasir hitam secukupnya yang halus Air yang bersih secukupnya untuk merendam kacang Alat yang dibutuhkan : Kuali besar 1 buah Alat pengaduk seperti spatula kayu misalnya Cara Membuat: 1. Ambil kacang tanah yang masih lengkap dengan kulitnya. 2. Cuci kacang tanah sampai bersih dengan air sampai tanahnya hilang dan warna kacang menjadi lebih cerah. 3. Rendam kacang yang sudah dibersihkan dengan air biasa atau air hangat kira-kira selama 2-3 hari. 4. Angkat dan buang airnya lalu ditiriskan hingga kering 5. Panaskan pasir didalam kuali diatas api besar lalu masukkan kacang kedalamnya. 6. Aduk-aduk dengan kayu atau alat pengaduk yang lainnya sampai matang me...
Lemang merupakan makanan khas Tebing Tinggi sekitar 2 jam dari kota Medan. Lemang ini terbuat dari beras ketan yang dimasukkan kedalam bambu yang sebelumnya telak tilapisi daun pisan di bain dalam, Kemudian ditambah dengan santan agar Lemang terasa lebih gurih masukkan sedikit garam. ang dimasak dengan cara yang sedikit unik yaitu dibakar dengan Bara api hingga matang. Meski lemang merupakan makanan khas Tebing Tinggi tapi pada saat ini lemang sudah sering di temukan di berbagai tempat, terutama pada saat Hari lemaran. Lemang dimasak dengan cara yang sedikit unik yaitu dibakar dengan Bara api hingga matang. Meski lemang merupakan makanan khas Tebing Tinggi tapi pada saat ini lemang sudah sering di temukan di berbagai tempat, terutama pada saat Hari lebaran. Untuk menikmati makana khas Medan ini, lemang bisa di padukan dengan gula, rendang, durian dll
Babae merupakan salah satu hidangan khas Nias Selatan. Terbuat dari Harita Fakhe atau kacang beras yang dihaluskan. Babae terkadang juga dibuat menggunakan campuran daging babi. Babae biasanya dihidangkan sebagai hidangan pesta pernikahan atau acara pemberian nama anak yang baru lahir. Babae tidak dapat sembarangan disantap oleh masyarakat akan tetap keluarga tertentu saja seperti keluarga bangsawan. Hal ini dikarenakan, jika ingin membuat Babae, harita fakhe atau kacang berasnya harus ditanam terlebih dahulu tiga bulan sebelum acara dimulai. Bentuk kacang sama seperti kacang hijau hanya saja berkulit putih pucat. Babae biasanya dihidangkan besama dengan nasi atau fake falogo yaitu nasi yang dimasak di periuk tanah liat. Keunikan lainnya adalah, nasi dikepal – kepal kemudian dicelupkan dalam sup dan dimakan. Resep Babae Bahan: 150g kacang Babae (dapat disubtitusi dengan kacang tolo) 2 kuning telur ayam kampung 500 ml santan kental...
Puan digunakan sebagai wadah bahan/ramuan untuk menginang. Sirih pinang telah menjadi salah satu simbol budaya Melayu. Meskipun kini, sulit sekali ditemukan di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sirih pinang juga hadir sebagai perkakas utama perhelatan adat, seperti pertunangan, pernikahan, hingga upacara membangun rumah, bahkan di kalangan bangsawan Melayu, sirih pinang disuguhkan ketika raja menjamu tamu-tamu asing. Tak hanya berfungsi dalam ranah sosial budaya, kebiasaan menginang juga dipercaya mempunyai manfaat kesehatan. Tempat obat ini bisa dilihat di Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH, Jl. Indrapura No.17, Kemayoran, Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur 60176.