Penyumpit Dan Putri Malam ~ Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda bernama Penyumpit. Ia hidup sebatang kara di sebuah rumah kecil milik orang tuanya. Orang tua Penyumpit telah lama meninggal dunia. Semasa hidup, ayah penyumpit sering berutang kepada seorang kepala desa bernama Pak Raje. Pak Raje adalah orang yang kaya raya, namun jahat dan licik. Utang ayah Penyumpit tidak pernah lunas karena Pak Raje selalu melipat gandakannya. Kini, kedua orangtua Penyumpit telah tiada. Namun, utang-utang ayahnya tak kunjung terlunasi. Sebagai anak yang berbakti kepada orangtua dna berusaha membalas budi kepada Pak Raje, Penyumpit menjaga sawah milik Pak Raje yang berbulir-bulir padinya sudah mulai menguning. Ia harus menjaganya siang dan malam. Suatu hari, Pak Raje meminta Penyumpit datang ke rumahnya. Ia hendak membicarakan tugas yang harus dikerjakan Penyumpit berikut peraturannya. Penyumpit pun datang dengan setengah berlari menghadap Pak Raje. "Hai Penyumpit, pergilah ka...
Pak Udak adalah seorang manusia biasa yang sering dianggap sebagai anak dewa oleh warga di desanya. Suatu ketika, Pak Udak diajak oleh tetangganya yang bernama Pak Senjaring untuk mengambil buah duku di kebun sepasang raksasa bernama Kakek dan Nenek Gergasi. Namun,malang nasib Pak Udak, ia tertangkap oleh dua raksasa itu. Dahulu, di daerah Bangka Belitung, ada seorang lelaki bernama Pak Udak . Oleh warga, ia dianggap sebagai anak dewa karena kerap mendapat pertolongan jika tertimpa musibah. Di suatu pagi, Pak Udak sedang duduk bersantai di depan rumahnya. Datanglah seorang tetangganya yang bernama Pak Senjaring . “Sedang apa, Pak Udak?” sapa Pak Senjaring sambil menepuk pundak Pak Udak. “Sedang duduk-duduk saja,” jawab Pak Udak, “Ada apa gerangan? Kok pagi-pagi begini sudah bertamu? Ada yang bisa saya bantu?” Pak Senjaring hanya tersenyum, lalu menjawab. &ldquo...
Belitung yang dulu dikenal dengan Billiton adalah nama sebuah pulau di Provinsi Bangka Belitung, Indonesia. Pulau yang terletak di bagian timur Sumatra ini terbagi menjadi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Di pulau ini beredar sebuah cerita rakyat tentang sepasang suami-istri yang hendak membunuh anaknya. Berbagai cara telah mereka lakukan untuk membunuh anaknya, namun tidak pernah berhasil. Alkisah, di sebuah desa di Pulau Belitung, hiduplah sepasang suami-istri yang miskin. Walaupun hidup miskin, mereka tetap rukun dan bahagia. Namun, kebahagiaan itu terasa belum lengkap, karena mereka belum mempunyai anak. Untuk itu, setiap malam kedua orang suami-istri itu senantiasa berdoa kepada Tuhan agar dikaruniai seorang anak. “Ya, Tuhan! Karuniakanlah kami seorang anak, walaupun sebesar kelingking!” Rupanya doa mereka dikabulkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Tidak beberapa lama kemudian sang Istri hamil. Sepasang suami-istri itu sangat sena...
Bujang Katak adalah seorang pemuda miskin yang tinggal di sebuah dusun di daerah Bangka, Provinsi Bangka-Belitung (Babel), Indonesia. Ia dipanggil Bujang Katak karena bentuk tubuhnya seperti katak. Walaupun demikian, ia mempunyai istri seorang putri raja yang cantik jelita. Pada suatu masa di sebuah dusun di daerah Bangka, Provinsi Bangka-Belitung (Babel), hidup seorang perempuan tua yang sangat miskin. Ia tinggal seorang diri di sebuah gubuk reot yang terletak di kaki bukit. Ia tidak memiliki sanak saudara. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia menggarap sebidang tanah (ladang) warisan orang tuanya. Pada suatu ketika, musim tanam tiba. Seluruh warga dusun sibuk bekerja di ladang masing-masing, tidak terkecuali perempuan tua itu. Namun karena tubuhnya sudah lemah, ia sebentar-sebentar beristirahat untuk melepas lelah. Ketika sedang duduk beristirahat, tiba-tiba ia berangan-angan ingin mempunyai anak. “Seadainya aku mempunyai anak tentu aku tidak s...
Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia. Disebut kepulauan, karena wilayah provinsi ini terdiri dari beberapa pulau. Salah satu di antaranya adalah Pulau Bangka, yang terletak di sebelah timur Pulau Sumatera. Secara topografis, wilayah Pulau Bangka terdiri dari rawa-rawa, daratan rendah, dan perbukitan. Di daerah perbukitan terdapat hutan lebat, sedangkan pada daerah rawa terdapat hutan bakau. Menurut sebuah cerita yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Pulau Bangka, pada zaman dahulu di daerah perbukitan yang dihampari hutan lebat itu, pernah hidup seorang pemuda yatim-piatu yang miskin. Sehari-harinya, ia bekerja sebagai pemburu babi hutan. Suatu ketika, pemuda itu mendapat hadiah berupa perhiasan emas, intan permata dan berlian dari seseorang sehingga ia menjadi kaya raya. Apa sebenarnya yang telah dilakukan pemuda itu, sehingga ia mendapat hadiah yang sangat berharga itu? Ikuti kisahnya berikut...
Kampung Gedong terletak di Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, sekitar 54 kilometer dari Sungailiat. Kampung Gedong adalah permukiman awal masyarakat Tionghoa Hakka yang didatangkan Belanda dari Guangdong, propinsi di Republik Rakyat Cina (RRC), di penghujung abad ke-19, atau ketika pertambangan timah secara masif dimulai. Perkampungan yang ada memiliki rumah berarsitektur khas Cina Hakka. Pemukiman ini belum dapat dipastikan sejak kapan mulai berdiri, namun rumah-rumah yang ada tidak berdiri secara serempak melainkan satu per satu dengan berjalannya waktu. Rumah-rumah yang ada di kampung ini belum ada listrik dari PLN. mereka menggunakan genset untuk kehidupan sehari-hari. Mata pencaharian masyarakat kampung Gedong sendiri adalah Pengrajin, Nelayan dan Pedagang. kampung ini juga menghasilkan kerupuk kemplang. Kampung ini sendiri sudah ditetapkansebagai desa wisata sejak tahun 2000 oleh pemerintah kabupaten Bangka. #OSKMITB2018
Kekayaan hasil bumi di tanah Indonesia memang tidak dapat dipungkiri melimpahnya. Berbagai jenis tumbuhan sangat subur tumbuh di tanah Indonesia tercinta ini. Sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian dan lainnya, sangat banyak ditemukan saat musim panen. Oleh karena banyaknya hasil bumi tersebut, sampai-sampai banyak juga sisa dari hasil panen yang terbuang sia-sia karena mengalami pembusukan. Berbagai teknik dilakukan untuk mengawetkan hasil bumi yang jumlahnya terlampau banyak. Salah satunya adalah Lempok Cempedak ini. Lempok merupakan makanan asli Melayu, dalam hal ini khususnya Melayu Bangka. Lempok Cempedak awalnya dibuat karena banyaknya hasil Cempedak disaat panen, yang akan membusuk jika dibiarkan. Lempok Cempedak ini adalah Oleh-oleh khas Bangka Belitung yang tergantung musim. Musim Cempedak biasanya berada di bulan Oktober sampai Desember tiap tahunnya. Lempok Cempedak ini pada dasarnya adalah dodol. Jika Lempok dari daerah Lampung menggunakan durian sebagai bahan u...
Bolu Kujo, cemilan tradisional khas Pulau Bangka yang satu ini tentu tidak asing di telinga masyarakat Bangka. Bolu Kujo terbuat dari bahan baku utama santan kelapa yang segar, sehingga membuat Bolu Kujo tidak hanya memiliki rasa yang enak & lezat, tetapi memiliki tekstur yang lembut & gurih, serta aroma yang harum ketika disajikan. Biasanya bolu kujo ini dihidangkan saat tamu datang dan sangat cocok disantap bersama kue apem mangkok . Namun hal yang berbeda ada di Kecamatan Sungailiat Tradisi membuat kue bolu kojo atau orang Bangka menyebutnya bolu kujo menjadi tradisi turun-menurun yang dilakukan masyarakat Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka setiap memperingati 1 Muharam. Kue bolu kujo ini sudah menjadi icon masyarakat Kelurahan Kenanga setiap peringatan Tahun Baru Islam. Setiap tahunnya, selalu lebih dari 300 kue bolu kujo dihidangkan. #OSKMITB2018
Asal Usul Pulau Kapal Dahulu kala, tinggalah sebuah keluarga yang sangat miskin di dekat Sungai Cecuruk yang terletak di Kepulauan Bangka Belitung.Keluarga ini memiliki seorang anak yang sangat rajin. Mereka sekeluarga hidup dari hasil menjual buah-buahan dan daun-daunan yang mereka petik dari hutan ke pasar. Setiap hari, sang anak ikut ayah dan ibunya mencari hasil hutan. Suatu hari, sang ayah pergi ke hutan untuk mencari bahan makanan. Ketika sedang menebang rebung, ia menemukan sebuah tongkat di antara rumpunan bambu. Ternyata, tongkat itu berhiaskan intan permata dan batu merah delima. Sang ayah bertanya-tanya dalam hati, siapa pemilik tongkat itu. Sang ayah segera membawa pulang tongkat itu dan menunjukkan kepada istri dan anaknya.“Sebaiknya kita simpan saja benda ini, siapa tahu nanti ada yang mencarinya," ujar sang ayah.“Namun, kita tidak mempunyai lemari untuk menyimpan benda ini, Pak. Aku khawatir nanti malah dicuri orang,"" jawab sang ibu."Kita jual s...