Baju menengah Sunda terdiri dari baju bedahan putih, kain kebat batik, beuber, sandal tarumpah, ikat kepala sedangkan untuk wanita kain yg bercorak warna putih dan kain, selendang berwarna, asesoris lainnya. Biasanya baju adat ini dipakai untuk keluarga menengah dan harganya lunayan tinggi sehingga nyaman untuk dipakai
Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...
Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...
Tradisi Buka Pintu (buka panto) adalah ritual kesenian Sunda yang dilaksanakan pada saat acara pernikahan, biasanya setelah acara nincak endog (menginjak telur). Buka pintu adalah kesenian/tradisi yang berasal dari agama Islam yang sampai sekarang masih kita sering temui di acara-acara pernikahan sunda. Prosesi mempunyai pesan dan bertujuan agar kedua pengantin dapat hidup bermasyarakat dan diterima di lingkungan sekitar, khususnya dalam bertetangga. Kita harus membuka pintu terlebih dahulu untuk diterima di lingkungan kita. Juga agar suami dan istri saling menghargai satu sama lain. Tradisi hanya membutuhkan waktu yang singkat dengan dilakukannya tanya jawab dengan menggunakan Bahasa Arab atau Sunda. Ritual dimulai dengan mempelai pria mengetuk pintu rumah sebanyak tiga kali dengan perlahan dan mempelai wanita sudah diajak masuk dan beridiri di balik pintu. Mempelai wanita menjawab ketukan tersebut dengan syair/tembang (nyanyian)/pantun yang berisi pertanyaan - pertanyaan u...
Langgir Badong merupakan salah satu bentuk seni tari yang berasal dari Kota Bogor, Jawa Barat. Diciptakan pada tahun 2009 oleh koreografer Tesya Alfionita, tarian ini mengandung cerita yang mencerminkan sikap “Langgir” yaitu kalajengking dalam bahasa Sunda, kalajengking dianggap sebagai hewan yang cenderung diam, namun apabila terganggu akan mengeluarkan racun yang dapat menyebabkan kematian. Hal tersebut mengandung makna agar senantiasa tidak mengganggap remeh orang yang cenderung diam dan kurang aktif karena bisa jadi orang yang diam tersebut lebih baik dan dapat menimbulkan bahaya bagi orang – orang yang meremehkannya. Tarian Langgir Badong memiliki gerakan dasar yang menyerupai gerakan dasar tarian sunda pada umumnya, serta bentuk gerakannya yang lebih sederhana dan energik apabila dibandingkan dengan gerakan tari Jaipong, selain itu para penari juga ditu...
Nincak endog atau bahasa Indonesianya menginjak telur merupakan salah satu ritual dari prosesi pernikahan dengan adat sunda. Prosesi nincak endog tersendiri membutuhkan bahan-bahan yaitu : Batu Pipisan Telur Papan penumpu yang dibalut kain putih Batang bambu muda Kendi berisikan air Handuk Dalam prosesnya ada tiga tahapan yaitu awal, inti, dan akhir. Dalam nincak endog diawali dengan mempelai wanita membakar ujung depan harupat lalu apabila mempelai pria sudah datang harupat tersebut dibuang. Setelah itu acara pun masuk kedalam intinya yaitu mempelai pria akan memecahkan telur tersebut dengan cara menginjak papan bambu yang di bawahnya terdapat telur mentah. Lalu mempelai wanita pun bertugas untuk membasuh kaki dari mempelai pria menggunakan air dari kendi dan membersihkannya menggunakan handuk. Prosesi ini diakhiri dengan memecahkan kendi secara bersamaan, yaitu...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya pernah mendengan usut-usut kalau di salah satu sungai besar di kota ini terdapat buaya putih. Bagi kaum millenial, tentunya kita cenderung mengabaikan dan tidak memedulikan cerita-cerita tersebut. Namun, justru dengan legenda-legenda ini lah turut memperkaya kemajemukan budaya sastra di Tanah Air tercinta. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah yang di luar nalar itu disebarkan secara turun-temurun. Begitupun ke saya sendiri, yang merupakan warga asli Kota Bekasi. Singkatnya ceritanya seperti ini. Dahulu kala, hiduplah seorang saudagar kaya dan anak gadisnya yang tinggal di Sungai Bekasi. Gadis itu tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik dan juga memiliki ilmu yang sangat tinggi dalam hal bela diri. Karena tak kunjung menikah, ayahnya mengadakan sebuah sayembara yang mana apabila calon menantu berhasil mengalahkan Sang Gadis dalam hal bela diri, maka orang tersebut dapat memperistrinya. Berbagai pendekar pun berdatan...
Acara Lamaran Pernikahan tentunya selalu disertai dengan prosesi "seserahan" dimana pihak calon mempelai pria memberikan barang-barang berupa: alat ibadah, kosmetik, perhiasan, tas atau sekedar buah-buahan kepada pihak calon mempelai wanita. Prosesi ini merupakan simbol bahwa calon mempelai pria sudah mampu menafkahi calon mempelai wanita. Kegiatan ini sudah menjadi ciri khas dari acara lamaran pernikahan di seluruh Indonesia. Begitu pula di Kampung Muara. Selain "seserahan", ada prosesi lain yang harus dilakukan saat lamaran yaitu "bawaan". Tidak jauh berbeda dengan "seserahan", "bawaan" dilakukan dengan memberikan barang-barang dari pihak calon mempelai pria kepada pihak calon mempelai wanita. Yang membedakan kedua kegiatan tersebut adalah jenis barang yang diberikan. Pada prosesi "bawaan", calon mempelai wanita boleh meminta perabotan rumah tangga seperti lemari, kasur, dll. dari pihak calon mempelai pria sesuai kemampuan mereka untuk menunjang kehidupan kedua calon mempelai...
Kota Bandung atau yang kita juga kenal sebagai Kota Parahyangan atau juga dikenal dengan nama Parij Van Java karena keindahannya pada jaman dahulu seperti Kota Paris di tanah Jawa. Bandung juga mempunyai beberapa cerita rakyat yang sangat terkenal. Seperti salah satunya adalah Sangkuriang. Sangkuriang menceritakan kisah tentang seorang putri yang bernama Dayang Sumbi, anak Raja Sungging Perbangkara. Dayang Sumbi adalah seorang putri yang sangat cantik jelita. Banyak sekali raja-raja yang jatuh cinta karena kecantikan Dayang Sumbi sehingga mengakibatkan peperangan antara raja-raja tersebut. Merasa dirinya menjadi bahan sumber perperangan bagi raja-raja tersebut, akhirnya Dayang Sumbi memutuskan untuk pergi ke hutan dan menjalani hidupnya disana. Pada suatu hari, ketika Dayang Sumbi sedang bertenun, pintalan benang tenunnya jatuh dan ia sangat malas untuk mangambilnya sehingga terucaplah kata-kata "Barangsiapa yang mengambil pintalan benang tenunku. Kalau dia perempuan, maka a...