Buku
185 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kisah Margonda, Pejuang yang Mati Muda di Front Kalibata
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Salah satu jalan terpenting di Kota Depok adalah Jalan Margonda yang ramai dan kerap macet itu. Tempat-tempat kuliner, mal, dan tempat nongkrong tersedia di sepanjang ruas ini. Beberapa stasiun yakni Depok Baru, Universitas Indonesia, dan Pondok Cina, juga tak jauh dari Margonda. Jantung Kota Depok adalah Jalan Margonda. Tapi apa atau siapa sesungguhnya Margonda? Nama itu tak bisa dilacak tanpa menyebut pertempuran epik yang terjadi enam hari setelah Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dalam pertempuran 16 November 1945 di Kalibata, Depok Margonda itulah Margonda tewas. Usia Margonda kala itu baru 27 tahun. Menurut cerita dari sesama kombatan yang ditulis Wenri Wanhar dalam Gedoran Depok: Revolusi Sosial Di Tepi Jakarta 1945-1955 (2012), Margonda tewas dalam sebuah penyerbuan serdadu-serdadu Belanda yang menjaga penampungan orang-orang Belanda Depok pada 16 November 1945. Ketika itu, Margonda hendak melempar granat, namun sebelum granat yang siap ledak it...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Mula Nama Wanayasa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Menurut sumber tradisional setempat, baik yang berupa cerita rakyat maupun babad, nama Wanayasa berasal dari kata Wana yang berarti “leuweung” (hutan) dan yasa yang berarti “didamel lembur” (dijadikan perkampungan). Wanayasa berarti “hutan yang dijadikan perkampungan”. Munculnya asal-usul nama Wanayasa tersebut berkaitan dengan terbentuknya Kabupaten Wanayasa, yang disebut “kabupaten anu madeg mandiri” (kabupaten yang berdiri sendiri), untuk membedakan dengan masa ketika daerah Wanayasa menjadi bagian dari Kabupaten Karawang, dan sempat dijadikan ibukota Kabupaten Karawang. Menurut Babad Wanayasa, leluhur Wanayasa barasal dari Mataram, yakni Susuhunan Mangkurat. Susuhunan Mangkurat mempunyai seorang putra bernama Pangeran Dipati Katwangan. Ia menikah dengan Putri Pangeran Madura dan mempunyai dua orang anak, yang laki-laki bernama Pangeran Pancawara dan yang perempuan bernama Ratu Harisbaya. Ratu Harisbaya menikah dengan Panemb...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Cerita Mistik Situ Buleud Purwakarta
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Konon, di Kabupaten Purwakarta banyak cerita mistik selama ini hidup berdampingan dengan sebagian masyarakatnya. Salah satunya adalah cerita-cerita mistik yang mewarnai lokasi Situ Buleud (Danau Bundar-red.), di "jantung" Kota Purwakarta. Dalam buku yang dikeluarkan Pemda Kab. Purwakarta, secara historis dapatlah diceritakan bahwa Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukan VOC. Sekira awal abad ke-17, Sultan Mataram mengirimkan sepasukan tentara yang dipimpin oleh Bupati Surabaya ke Jawa Barat dengan tujuan menundukkan Sultan Banten. Namun, dalam perjalanannya terbentur oleh pasukan VOC sehingga terpaksa mengundurkan diri. Setelah itu dikirimkan kembali ekspedisi kedua pasukan Mataram di bawah pimpinan Dipati Ukur dan ternyata mengalami nasib yang sama. Akhirnya, untuk menghambat perluasan wilayah kekuasaan Kompeni (VOC), Sultan Mataram mengutus Panembahan Galuh (Ciamis) bernama R.A.A. Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayudha atau Adipati Kertabu...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Mitos Ayam Tangkas (Ciparage) Asli Indonesia
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Mendengar Ayam Ciparage langsung tertuju ke sebuah desa kecil daerah pesisir Kabupaten Karawang, disinilah cerita ayam ini di mulai, pertanyaan pertama sejak kapan ayam ini mulai dikenal ?, kita coba tengok sejarah Desa Ciparage tersebut, menurut salah seorang tokoh penduduk asli Ciparage yang cukup memberikan gambaran secara umum tentang Ayam Ciparage, sebut saja Mang Marya (nama panggilan akrab orang sunda).  Dulu sekitar tahun 1200-an daerah pesisir Karawang banyak sekali rawa-rawa yang ditumbuhi pohon galing paku, tembakau dan pohon-pohon jenis lainnya, bahkan dikatakan di rawa-rawa tersebut banyak ikan-ikan rawa dan juga burung-burungseperti Manuk Hahayaman, Bango, Cangehgar Hejo, Cangehgar Beureumyang banyak ditemukan di sekitar rawa-rawa tersebut yang sekarang banyak dijadikan sebagai nama sebuah desa seperti Ciparage, Cilamya, Cicinde, Rawa Gempol, Tengkulak, Pulo Putri, Sumur Gede. Menurut sumber yang kami temukan bahwa sekarang penduduk daerah tersebut sudah m...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kerajaan Panjalu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Panjalu berasal dari kata jalu (bhs. Sunda) yang berarti jantan, jago, maskulin, yang didahului dengan awalan pa (n). Kata panjalu berkonotasi dengan kata-kata: jagoan, jawara, pendekar, warrior (bhs. Inggeris: pejuang, ahli olah perang), dan knight (bhs. Inggeris: kesatria, perwira).[butuh rujukan] Ada pula orang Panjalu yang mengatakan bahwa kata panjalu berarti "perempuan" karena berasal dari kata jalu yang diberi awalan pan, sama seperti kata male (bhs. Inggeris : laki-laki) yang apabila diberi prefiks fe + male menjadi female (bhs.Inggeris : perempuan). Konon nama ini disandang karena Panjalu pernah diperintah oleh seorang ratu bernama Ratu Permanadewi.[butuh rujukan] Mengingat sterotip atau anggapan umum watak orang Panjalu sampai sekarang di mata orang Sunda pada umumnya, atau dibandingkan dengan watak orang Sunda pada umumnya, orang Panjalu dikenal lebih keras, militan juga disegani karena konon memiliki banyak ilmu kanuragan warisan dari nenek moyang mereka, oleh ka...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Cerita Rakyat Dermayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Seandainya sebagian dinding istana Pulomas itu runtuh lalu masuk ke muara Cimanuk, niscaya bakal muncul areal pendulangan emas terbesar di seluruh jagat. Dengan runtuhnya dinding istana itu maka seisi muara bakal mengandung emas melebihi kandungan lumpur emas di sungai Musi, Kalimantan. Bahkan konon akan lebih besar dari hasil penambangan di Irianjaya. Sayangnya, dinding istana yang terbuat dari emas itu sangat kokoh, dan istana itupun adanya hanya di alam gaib Pulomas. Di alam manusia, Pulomas hanya berupa rawa-rawa yang bersisian dengan muara Laut Jawa, persisnya berada di Kampung Pulomas, Desa Centigi Sawah, Kecamatan Centigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di atas rawa-rawa seluas puluhan hektare itu, menurut terawangan gaib, berdiri kompleks istana dengan bahan terbuat dari emas murni. Kerajaan dengan keraton sangat megah itu sampai saat ini dipimpin oleh sesosok raja jin sangat sakti bergelar Raden Werdinata, dengan...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal-Usul Desa Banjar Dengan Cerita 41 Monyet Kutukan Yang Melegenda
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Banjar  adalah nama tempat yang berada di daerah Bulak Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Banjar juga dikenal dengan nama Kebuyut Banjar, yang sampai sekarang terkenal dengan keranya. Menurut cerita orang tua dulu, kera atau monyet yang ada di Kebuyut Banjar tersebut merupakan penjelmaan orang.    Dikisahkan pada jaman dahulu kala ada lima kerajaan yang berkuasa di daerah tersebut yaitu :  Pagusten Pangeran Suryanegara (dari Cirebon)  Pagusten Mangkunegara (Adik Pangeran Suryanegara) yang bertempat tinggal di desa Sleman. Pangeran Kartanegara, bertempat tinggal di Kampung Karangkendal,  Pangeran Martanegara, bertempat tinggal di Gunungjati  Pangeran Patmanegara, bertempat tinggal di Wanacala (Sebelah timur Cirebon).  Di antara ke lima pangeran itu Pangeran Suryanegaralah yang paling berkuasa dan yang paling mempunyai kesaktian. Daerah yang diku...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Buyut Banjar Dan Desa Bulak (Legenda 41 Kera)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Bercerita tentang  Banjar  maka tidak lepas dengan asal usul  Desa Bulak  atau sebaliknya, maka dari itu Banjar dan Desa Bulak ini selalu dikaitkan bersama seiring waktu berjalan membawa sejarah ini. Ok kali ini saya akan mengungkap sejarah  Desa Bulak dan Banjar , Sekaligus Tanah kelahiran Saya tapi saya akan mengungkap dari segi sudut pandang “Buku Sejarah Indramayu dan Folklore Daerah Indramayu, hal:  311”.   Banjar adalah nama tempat di daerah Bulak Kecamatan Jatibarang Kab. Indramayu. Banjar dikenal dengan nama Ki Buyut Banjar. Sampai sekarang terkenal dengan keranya. Berdasarkan cerita orang tua, asal usulnya adalah sebagai  berikut.Pada  jaman dahulu ada lima kerajaan yang berkuasa di sini, yaitu:   Pagusten Pangeran Suryanegara (dari Cirebon) Pangeran Mangkunegara (adik Pangeran Suryanegara), yang bertempat tinggal di desa Sleman. Pangeran Kartanegara, bertempat...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Boboko (Bakul Nasi)
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Boboko adalah tempat untuk mencuci atau membersihkan beras, bisa juga disebut sebagai wadah nasi. Boboko terbuat dari bambu yang dibelah belah kemudian dianyam sampai rapat, bentuknya bundar cembung dengan kaki segi empat yang biasa disebut sebagai soko. Sisi permukaan wadah diberi wengku dililitkan dengan bambu tali. Nenek moyang kita dahulu sudah memiliki pengetahuan yang luar biasa, buktinya mereka berfikir untuk menciptakan alat yang dapat membantu dalam kegiatan mereka. Pada zaman itu sudah mulai berkembang pengetahuan tentang anyaman, yaitu sejumlah benda yang berbentuk lembaran baik berupa daun, bambu, kulit kayu atau apapun yang disatukan dan saling menganyam sehingga membentuk aneka benda yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan saat itu. Pada masyarakat Sunda, boboko digunakan juga untuk menyimpan barang makanan yang akan dikirimkan ke tetangga atau saudara. Boboko atau dalam bahasa indonesia adalah bakul nasi memiliki banyak kegunaan, yaitu sebagai pe...

avatar
OSKM18_16518099_Annisabelia Firdaus